You are on page 1of 61

di dalam

PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

oleh
DJOKO WIDYARTO JS
KETUA IDI WILAYAH JATENG

1
semarang DJOKO
18 desember
W 2015
CURICULUM VITAE
DJOKO WIDYARTO JS

Pendidikan 1. Dokter FK UNDIP 1978


2. S2-Postgraduate Diploma Hosp. Management, University of Leeds, UK, 1991
3. S2-Magister Hukum Kesehatan UNIKA Soegijapranata, 2007
Kursus 1. On the Job Training di beberapa rumah sakit di Melbourne, 1987
2. Course for Senior Hosp. and Health Service Managers, Birmingham, UK, 1999
3. Beberapa kursus tentang Management, Leadership, Safety, Quality, dsb
4. Mediator Bersertifikat , 2012
Riwayat Pekerjaan
1978 - 1982 : Kepala Puskesmas Rumbai, Pekanbaru Riau
1994 - 2000 : CMO/Manager Medical Services PT Caltex Pacific Indonesia
2000 - 2004 : Senior Medical Consultant PT Caltex Pacific Indonesia
2005 : Konsultan Pemasaran Paviliun Garuda RS Dr. Kariadi Semarang
2007 - 2013 : Direktur Pengelola RS Permata Medika, Semarang
2008 - 2013 : Staff Pengajar Magister Hukum Kesehatan UNIKA Soegijapranata
2013 - Sep2014 : Direktur RS Permata Medika, Semarang
Sept 2014 - skg : Direktur Medis dan Keperawatan RS Nasional Diponegoro, Semarang
Organisasi
1. Wakil Ketua PERSI Daerah Riau 1996-1999
2. Sekretaris IDI Wilayah Riau 2001-2004
3. Anggota BHP2A PB IDI 2006-2009
4. Ketua Bidang Organisasi PB IDI 2009-2012
5. Ketua III IDI Wilayah Jateng 2004-2007
6. Ketua I IDI Wilayah Jateng 2008-2011
7. Ketua IDI Wilayah Jateng 2011- 2014
8. Ketua IDI Wilayah Jateng 2014 -2017
9. Anggota Departemen Hukum, Etika dan Mediasi ARSADA Pusat 2010-2013
10.Anggota Kompartemen Hukum, Etika RS dan Advokasi ARSSI Pusat 2014–2017
11. Penasehat ARSSI Semarang periode 2014-2017
Penghargaan 1. Dokter Puskesmas Teladan, Pekanbaru 1980
2.World Class Award , PT Caltex Pacific Indonesia, 1997
3. Penghargaan Adi Satya Utama, PB IDI 2003
4. World Class Award, PT Caltex Pacific
DJOKOIndonesia,
W 2004 2
5. Wisudawan Terbaik Periode I, Magister Hukum Kesehatan, 2007
is the beginning of all wisdom
(ARISTOTLE )

DJOKO W 3
SIAPA KITA
ilmu kedokteran
adalah ilmu yg paling mulia
dan
hanya orang-orang yg sanggup
menjunjung tinggi kehormatan
diri
dan profesinya,
yg layak menjadi dokter

( HIPPOCRATES )
DJOKO W 4
Organisasi profesi adalah organisasi yg anggotanya adalah
orang-orang yg mempunyai profesi yg sama
( KBBI )
Organisasi profesi adalah suatu organisasi yg biasanya bersifat nirlaba,
yg ditujukan untuk suatu profesi tertentu dan bertujuan untuk
melindungi kepentingan publik maupun profesional pd bidang tsb.
( wikipedia )
Organisasi profesi adalah Ikatan Dokter Indonesia untuk dokter
dan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia untuk dokter gigi
(UU No. 29 th 2004)

DJOKO W 5
•Memiliki fungsi dan signifikasi sosial
•Memiliki keahlian/keterampilan tertentu
Ciri -Ciri
•Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan
teori dan metode ilmiah
• Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas
• Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang
cukup lama
• Aplikasi dan sosialisasi nilai- nilai profesional
• Memiliki kode etik
• Kebebasan untuk memberikan judgement dalam
memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya
• Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi
• Ada pengakuan dari masy. dan imbalan atas layanan
profesinya
(Nana) DJOKO W 6
Interaksi Dokter
MASYARAKAT INTL. BIROKRAT-MGT BPJS KESEHATAN

DOKTER

INDUSTRI-BISNIS
LSM-MEDIA

PASIEN DJOKO W SEJAWAT TENAGA KES LAIN


UU NO. 40TH 2004

8
KUH PERDATA KODEKI TH 2012

DJOKO W
Sebagian Rambu
CURRENT HCS SITUATION
• SHIFTING PARADIGM
• QUALITY OF SERVICE
• ICT REVOLUTION
• LIBERALIZATION
• DISPARITY
• LAWS AND REGULATIONS
• LITIGIOUS SOCIETY
• HC SPENDING
• REMUNERATION
• “UNIVERSAL HEALTH COVERAGE”

UNHAPPY DOCTOR ?
DJOKO W 9
HOT ISSUE DI ERA JKN
•REGULASI
•ETIKA PROFESI
•RAHASIA KEDOKTERAN
•AUDIT MEDIS
•IURAN&URUN BIAYA
•VERIFIKATOR
•INA CBG’S
•FRAUD
•GRATIFIKASI

PROFESI DOKTER ?
DJOKO W 10
OVERWORKED
UNDERPAID
INADEQUATELY SUPPORTED
FALLING STATUS
TOO MUCH CHANGE
DECLINING CONTROL OVER THE WORK
INCREASINGLY ACCOUNTABLE
SKILL GAP
SOCIAL SECURITY
DOCTOR PATIENT RELATIONSHIP
PATIENT TOO DEMANDING
MODERN MEDICNE PROMISES MORE
MEDIA COVERAGE
HEALTH SERVICE IS FALLING APART

( BMJ 2001) DJOKO W 11


DALAM PELAYANAN KESEHATAN

• UU NO. 29 TH 2004
• UU NO. 40 TH 2004
• UU NO. 36 TH 2009
• UU NO. 44 TH 2009
• UU NO. 24 TH 2011
• UU NO. 36 TH 2014

DJOKO W 12
Praktik kedokteran diselenggarakan berdasarkan
pada kesepakatan antara dokter atau dokter gigi
dg pasien dlm upaya pemeliharaan kesehatan,
pencegahan penyakit , peningkatan kesehatan,
pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan
(UU NO. 29 TH 2004 PS. 39)

UU NO.29/2004

Kesepakatan merupakan upaya maksimal


pengabdian profesi sesuai Std Pelayanan,
Std Profesi, SPO dan kebutuhan medis
pasien sesuai situasi dan kondisi
(PMK NO. 2052 TH 2011 PS. 21)

DJOKO W 13
Kepuasan

EXPECTATION PERCEPTION
SATISFACTION

DJOKO W 14
Hubungan Dokter-Pasien TRANSAKSI TERAPETIK

INSPANNING VERBINTENIS

anamnesa

INFORMASI
pemeriksaan

INTERAKSI
diagnosa
terapi

KESEPAKATAN

Hak dan Kewajiban


DJOKO W 15
Pasien Dokter
HAK KEWAJIBAN

KEWAJIBAN HAK
Pengaturan Hak dan Kewajiban ?
DJOKO W 16
Hak dan Kewajiban
Kewajiban memuat
HAK keharusan untuk
melakukan atau
tidak melakukan
Hak berisi tindakan tertentu
kebebasan untuk
melakukan atau
tidak melakukan KEWAJIBAN
tindakan tertentu

(P. Nicolai dalam Ridwan HR :Hukum Administrasi Negara)


DJOKO W 17
Tanggung Jawab Hukum

SUBJEK PERBUATAN TG.JAWAB


HUKUM HUKUM HUKUM

ADMIN
PERDATA
KEWENANGAN
PIDANA
HAK &
KEWAJIBAN

DJOKO W 18
ADVERSE EVENT

IN-LINE NOT IN-LINE


WITH SOP WITH SOP

CAUSATION

DIRECT
RISK

DAMAGES

UNFORESEEN FORESEEN
RISK RISK MEDICAL
MALPRACTICE
NOT MEDICAL
MALPRACTICE
DAMAGES

CAUSATION
DONE WITH DONE WITHOUT

DIRECT
ANTICIPATION ANTICIPATION
DJOKO W 19
4 D : DUTY, DERELlCTION, DAMAGE AND DIRECT CAUSATION
Pencegahan Tuntutan Hukum
9 Pilar
HUKUM & PERUNDANG-UNDANGAN
SUMPAH DOKTER & KODEKI
STD PROFESI&STD PELAYANAN
STANDAR PROSEDUR OPERASI
REKAM MEDIK
INFORMED CONSENT
RAHASIA KEDOKTERAN
TEAM WORK
DJOKO W KOMUNIKASI
20
Kewenangan Dokter
Mewancarai pasien.
Memeriksa fisik dan mental pasien.
Menentukan pemeriksaan penunjang.
Menegakkan diagnosis.
Menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien.
Melakukan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi.
Menulis resep obat dan alat kesehatan.
Menerbitkan surat keterangan Dr & Drg.
Menyimpan obat dlm jumlah & jenis yang diijinkan.
Meracik & menyerahkan obat bagi daerah terpencil,&
Kewenangan lain yg akan diatur dg Peraturan Konsil.

UU No. 29 th 2004 Ps. 35


DJOKO W 21
Hak & Kewajiban Dokter
UU NO 29/2004 & 44/2009

SE DIRJEN YANMED TH 1997


HAK DOKTER: HAK DOKTER:
YAN STAND PROF&SPO PERLINDUNGAN HK
INFO LENGKAP&JUJUR YAN STD PROF DAN SPO
IMBALAN JASA MENOLAK KEINGINAN PASIEN
PERLINDUNGAN HK MENGHENTIKAN JASA PROF NYA
HAK PRIVASI DAN MENUNTUT
KEWAJIBAN DOKTER: INFO LENGKAP DR PASIEN/KEL
STR, SIP INFO ATAS KELUHAN PASIEN
STD YAN, PROF&SPO ADIL&JUJUR DR RS/PASIEN
RM, RK, IC IMBALAN JASA
MERUJUK
PERTOLONGAN DARURAT KEWAJIBAN DOKTER:
MENAMBAH ILMU YAN STD PROF&SPO
MEMENUHI HAK PASIEN RUJUKAN
PERTOLONGAN DARURAT
RAHASIA KEDOKTERAN
DJOKO W MENAMBAH ILMU 22
Kompetensi adalah kemampuan dokter
dalam melakukan praktik profesi
kedokteran yg meliputi ranah kognitif,
psikomotor dan afektif

(Per KKI No. 01 th 2010)

DJOKO W 23
KOMPETENSI
SKDI 2012

PENGELOLAAN MASALAH KESEHT.


LANDASAN ILMIAH IL MU KEDOKT
PENGELOLAAN INFORMASI

KETRAMPILAN KLINIS
KOMUNIKASI EFEKTIF

MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI

PER KKI NO 11 TH 2012


PROFESIONALITAS
DJOKO W YG LUHUR 24
Tingkat Kompetensi
TINGKAT IV
• MENDIAGNOSIS
• TATA LAKSANA
MANDIRI &TUNTAS
TINGKAT III • 4A LULUSAN BARU
• 4B STLH INTERNSIP/
• MENDIAGNOSIS PKB
• TATA LAKSANA AWAL
• MERUJUK
TINGKAT II • 3A BUKAN GADAR
• 3B GADAR
• MENDIAGNOSIS
• MERUJUK

TINGKAT I
• MENGENALI
• MENJELASKAN DJOKO W 25
VS

PER KKI NO.11 TH 2012 PMK NO. 5 TH 2014


STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA PPK BAGI DOKTER DI FASYANKES PRIMER

• hanya L4 • L2, L3 & L4A,


• tidak ada L4B • tidak ada L4B
• 41 di 155, tdk ada • 30 di 144, tdk ada
• tdk ada kriteria rujukan • ada kriteria rujukan
• sifilis stad 1-2: L4A • sifilis stad 1-2 : L3A
• fix drug eruption, • fix drug eruption,
glaukoma akut&flour glaukoma akut &flour
albus non GO: tdk L4A) albus non GO: L4A

DJOKO W 26
VS

PER KKI NO.11 TH 2012 PPK BAGI DOKTER


STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA DI FASYANKES PRIMER

• hanya L4A • ada L2, L3 dan L4A


• tidak ada L4B • tdk ada L4B
• tdk ada kriteria rujukan • ada kriteria rujukan
• 58 di 181, tdk ada • 19 di 144, tidak ada
• sifilis stad 1-2: L4A • dari 58: 2 L2, 21 L3A,
• fix drug eruption:tdkL4A 31 L3B,ada tambahan 4 L4A

DJOKO W 27
Ps. 44 Ps. 50

PNPK STD. PROF.


( KSA )
SPO SPO

PPK
CP
ALOGARITME
PROTOKOL
STANDING
DJOKOORDER
W 28
STD. PROFESI STD.YAN. KEDOKT.
Batasan kemampuan (kowledge,skill and Pedoman yang hrs diikuti oleh
professional attitude) minimal yg harus dokter atau dokter gigi dlm
dikuasasi oleh seorang individu utk dpt menyelenggarakan praktik
melakukan kegiatan profesionalnya pada Kedokteran disesuaikan dg
masyarakat secara mandiri,yg dibuat OP jenis dan strata saryankes
(UU No. 29 TH 2004) (UU No. 29 TH 2004)

PNPK
Merupakan standar pelayanan kedokteran yg bersifat nasional
dan dibuat oleh organisasi profesi serta disahkan Menkes

SPO
Merupakan suatu perangkat instruksi/langkah yg dibakukan utk
menyelesaikan proses kerja rutin tertentu atau langkah yg benar
dan terbaik berdasarkan konsensus bersama dlm melaksanakan
berbagai kegiatandan fungsi pelayanan yg dibuat fasyankes ber
dasarkan standar profesi,dibuat&ditetapkan pimpinan fasyankes
(PMK No. 1438 TH 2010)
DJOKO W 29
• disusun untuk penyakit yg sering terjadi,
risiko tinggi, memerlukan biaya tinggi, atau
keragaman dlm penanganannya
• disusun sekelompok pakar yg dpt melibatkan
profesi kedokteran
• harus ditinjau dan diperbaharui sesuai IPTEKDOK
• pemerintah dan organisasi profesi hrs sosialisasi
kalau ada perubahan.

(PMK No. 1438 TH 2010)

DJOKO W 30
• dibuat dan ditetapkan oleh pimpinan fasyankes
• mengacu pada PNPK
• menjadi panduan bagi nakes di faskes
• disusun dlm bentuk Panduan Praktik Klinik
(clinical practice guideline), yg dpt dilengkapi
dg alur klinis (clinical pathway), alogaritme,
protokol atau standing order

(PMK No. 1438 TH 2010)

DJOKO W 31
SISTIM RUJUKAN
Sistim Rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yg mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab
pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal

(PMK No. 001 th 2012)

DJOKO W 32
Pelayanan Kesehatan

• Rujukan yankes dilaksanakan secara berjenjang,


sesuai kebutuhan medis dimulai dari yankes tk I
• Yankes tk II hanya dpt diberikan atas rujukan
dari yankes tk I
• Yankes tk III hanya dpt diberikan atas rujukan
dari yangkes tk II
• Bidan dan perawat hanya dpt melakukan
rujukan ke dr/drg pemberi yankes tingkat I

DJOKO W 33
PMK NO. 1 TH 2012
Strata Pelayanan Kesehatan
YAN TERSIER
DOKTER RUMAH SAIT
TINGKAT III
SUBSPESIALISTIK
OLEH
DR/DRG SUBSPESIALIS
YAN PRIMER

TINGKAT II
YANKES SPESIALISTIK
OLEH DR/DRG SPESIALIS

TINGKAT I
YANKES DASAR
OLEH DR/DRG DI PUSKESMAS, PRAKTIK PERORANGAN, KLINIK, DAN
RS PRATAMA
PMK NO. 01 TH 2012
DJOKO W 34
Kewajiban Merujuk
Anda akan kami Dokter atau Dokter Gigi dlm
rujuk ke RS lain krn
keterbatasan kami melaksanakan praktik kedokteran
mempunyai kewajiban merujuk
pasien ke dokter atau dokter gigi
yg mempunyai keahlian atau
kemampuan yg lbh baik, apbl tdk
mampu melakukan suatu
pemeriksaan atau pengobatan

(UUPK Ps. 51 huruf b)

DJOKO W 35
untuk tidak konsisten

• SARYANKES
• FASYANKES
• FASKES
• FKTP

DJOKO W 36
Pengertian Saryankes
Sarana Pelayanan Kesehatan adalah
tempat penyelenggaraan
upaya pelayanan kesehatan yang
dapat digunakan untuk praktik
kedokteran atau kedokteran gigi

(UU No. 29 TH 2004 )

DJOKO W 37
Pengertian Fasyankes
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat
yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan
kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif
yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemda, dan/atau masyarakat.

(UU No. 36 th 2009)

Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan


untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan , baik
promotif,preventif,kuratif maupun rehabilitatif yang
dilakukan oleh Pemerintah, Pemda, dan/atau masyarakat.

(PMK No.DJOKO
01 Wth 2012) 38
Pengertian Faskes
Fasilitas kesehatan adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan
perseorangan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif
yg dilakukan Pemerintah, Pemda, dan/atau masyarakat.

(Perpres No. 12 th 2013)

Fasilitas kesehatan meliputi rumah sakit, dokter praktIk, klinik,


laboratorium, apotek dan fasilitas kesehatan lainnya.

(Penjelasan Ps. 23 UU No. 40 th 2004)

DJOKO W 39
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah merupakan
pelayanan kesehatan dasar yang diberikan oleh dokter dan
dokter gigi di puskesmas, puskesmas perawatan, tempat
praktik perorangan, klinik pratama, klinik umum di balai /
lembaga pelayanan kesehatan, dan rumah sakit pratama

(PMK No. 001 tahun 2012)

vs
Rumah Sakit mempunyai fungsi antara lain pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan
yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis

(UU No. 44 tahun 2009 ps. 5 butir (b)


DJOKO W 40
AGENT OF CARE

AGENT OF CHANGE

PERAN DOKTER
AGENT OF DEV.

( IKATAN DOKTER INDONESIA )


DJOKO W 41
CARE
PROVIDER
MANAGER

THE
COMMUNICATOR FIVE STARS
DOCTOR COMMUNITY
LEADER

DECESION MAKER

( WORLD HEALTH
DJOKOORGANIZATION
W ) 42
PROFESSIONAL COMPETENT

LEADERSHIP PROFESSIONAL ETHIC

MANAGERIAL SKILL

(KONSIL KEDOKTERAN
DJOKO W SE ASEAN) 43
PEMBINAAN

BANTUAN HK REKOMENDASI

PERAN IDI

SAKSIAHLI MEDIASI

PENDAMPING

DJOKO W 44
• UU NO. 29 TH 2004
• SURAT IDI WIL JATENG NO.393/XII/2011
• PERTEMUAN ILMIAH
• KODEKI, SUMPAH DOKTER
• HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN
• HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER
• RAHASIA KEDOKTERAN
• REKAM MEDIK
• PERSETUJUAN TINDAKAN
• PERUNDANG-UNDANGAN
• PER KKI
• DSB

DJOKO W 45
• UU NO. 12 TH 2011
• AD ART IDI 2012

• UU NO. 30 TH 1999
• UU NO. 36 TH 2009
• UU NO. 36 TH 2014
• PERMA NO. 1 TH 2008
• MOU KAPOLRI DG PB IDI TH 2011
• AD ART IDI 2012

• KUHP
• KUHAP
• KUH PERDATA
• PENASIHAT HK PROFESIONAL

DJOKO W 46
CARE PROV.

GATEKEEPER MANAGER

PERAN IDI

COMMUNICATOR NEGOSIATOR

ADVOCATOR

DJOKO W 47
Pengertian Etika Profesi
Etika Profesi adalah sekelompok prinsip-prinsip etika yang
dirumuskan oleh kelompok profesi itu sendiri, khususnya
dalam fungsi sebagai pedoman/pedoman dalam berperilaku

(Hermien Hadiati Koeswadji)

Etika Profesi adalah norma-norma, syarat-syarat, dan


ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh sekelompok
orang yang disebut kalangan profesional

( E.Y. Kanter )

DJOKO W 48
Kode Etik Profesi
•menjunjung tinggi martabat profesi
Tujuan
•menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
•meningkatkan pengabdian para anggota profesi
•meningkatkan mutu profesi
•meningkatkan mutu organisasi profesi
•meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi
•mempunyai organisasi profesional yang kuat
•menentukan baku standarnya sendiri

( I Wayan S Wicaksana )
DJOKO W 49
Fungsi Kode Etik Profesi

•memberikan pedoman bagi setiap anggota


profesi ttg prinsip profesionalitas yg digariskan.
•sbg sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas
profesi ybs
•mencegah campur tangan pihak di luar organisasi
profesi ttg hub. etika dlm keanggotaan profesi
( I Wayan S Wicaksana )

DJOKO W 50
Perkembangan Etika Kedokteran
460 – 377 SM
• era Hippokrates
• three-word phrase “ do no harm”
• Sumpah Hipokrates

200 SM
• India dan China pedoman moral dokter
• peran agama sangat berpengaruh

Abad ke XVIII
• era pencerahan, revolusi pemikiran
• Thomas Percival: “Code of Medical Ethics” (1803)
• Benyamin Rush : mengajar penting medical ethic

Abad XIX
• 1847 AMA didirikan utk membuat “Code of
MedicalDJOKO
Ethic”
W 51
KODEKI dari masa ke masa
1969 1983 1993 2002

MUKER SUSILA MUKERNAS ETIK II RAKERNAS MKEK MUKERNAS ETIK III


HASIL KEDOKTERAN 15 AGUS 1981 &MP2A 21-22 APR 2001
DARI NASIONAL (14-16 DES 1981?) 20-22 MEI 1993
1-3 MEI 1969
SK KMK NO.80/DPK/I KMK NO.434/SK/ SK PB IDI
/K/69 X/1983 ? NO.221/PB/A.4/
04/2002

BERLAKU 12 NOP 1969 28 OKT 1983 ? 19 APR 2002

TERDIRI 4 BAB 5 BAB 5 BAB 4 BAB


DARI 17 PASAL 19 PASAL 20 PASAL 17 PASAL
PENJELASAN PENJELASAN PENJELASAN
PEDOMAN TIDAK ADA TIDAK ADA TIDAK ADA ADA
PELAKS. DJOKO W ADA ADENDUM
52
KODEKI dari masa ke masa
2012

HASIL DARI MUKERNAS IDI XIX PEKANBARU 19-23 OKT 2011


RAKERNAS MKEK DI JAKARTA 3-4 JAN2012
DRAFT REVISI USLAN IDI WILAYAH JATENG
SK SK PB IDI NO. 111/PB/A.4/02/2013

BERLAKU 9 NOP2012  15 FEB 2013

TERDIRI DARI 21 PASAL

PEDOMAN PENJELASAN PASAL


PELAKSANAAN PENJELASAN CAKUPAN PASAL
DJOKO W 53
Kewajiban umum
• sumpah dokter
• profesional, independen
• kemandirian profesi
• tidak memuji diri sendiri
• persetujuan pasien
• hati-hati dlm menerapkan teknik baru
• keterangan yg tlh diperiksa sendiri kebenarannya
• pelayanan kompeten, kasih sayang dan perlindungan HAM
• jujur
• hak pasien, sejawat dan tenaga kes lain
• menghormati dan melindungi kehidupan
• pelayanan komprehensif
• saling menghormati DJOKO W 54
Kewajiban thd pasien
• tulus ikhlas, merujuk kalau tidak mampu
• memberi kesempatan utk berinteraksi dan beribadat
• merahasiakan sesuatu yg diketahui
• memberi pertolongan darurat

DJOKO W 55
Kewajiban thd sejawat
• memperlakukan sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan
• tidak mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dg
persetujuan keduanya atau berdasarkan prosedur yg etis

Kewajiban thd diri sendiri


• menjaga kesehatan
• mengikuti perkembangan iptekdok

DJOKO W 56
SIAPKAH KITA ?
• COMPLEX
• MEA
• UHC
• SDG’s

KESEJAWATAN

DJOKO W 57
DAERAH PUSAT

ANGGOTA PENGURUS

FUNGSIONAL STRUKTURAL

UMUM SPESIALIS

DJOKO W
PEMULA MAPAN
KOMUNIKASI

JUNIOR SENIOR
Keharmonisan

LAKI-LAKI PEREMPUAN
KESEJAWATAN
58
CHANGE
Progress is impossible without change,
and those who cannot change their minds
cannot change anything

(George Bernard Shaw)

DJOKO W 59
Penutup BAIT 7

amenangi jaman edan ………………………...


ewuh aya ing pambudi …………………………
milu edan nora tahan……………………………
yen tan milu anglakoni …………………………
boya kaduman melik ……………………………
kaliren wekasanipun …………………………….
ndilalah karsaning Allah ………………………
begja-begjane kang lali ………………………..
R. Ngabehi Ronggowarsito luwih begja kang eling …………………………
lawan waspada ……………………………………
DJOKO W 60
kalau ada jarum yang patah, jangan disimpan dalam almari
kalau ada kata yang salah, mohon maaf kami diberi

Terima Kasih DJOKO W 61