You are on page 1of 17

CARA PEMBUATAN SOP

BERDASARKAN BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN
DOKUMEN AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
TAHUN 2015 & 2017

PUSKESMAS OGAN PERMATA INDAH (OPI)
PALEMBANG

Standar Operasional Prosedur  Serangkaian intruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi. bagaimana dan kapan harus dilakukan. . dimana dan oleh siapa dilakukan (Permenpan No. 035 Tahun 2003).

spesifik dan bersifat instruktif. .Intruksi kerja  Petunjuk kerja yang terdokumentasi yang dibuat secara rinci. yang dipergunakan oleh pekerja sebagai acuan dalam melaksanakan suatu pekerjaan spesifik agar dapat mencapai hasil kerja sesuai persyaratan yang telah ditetapkan (Susilo. 2003).

 Langkah di dalam penyusunan intruksi kerja. sama dengan penyusunan prosedur. serta dapat ditelusur hasilnya. tulis yang dikerjakan. buktikan dan tindak lanjut. namun ada perbedaan.  Prinsip dalam penyusunan prosedur dan intruksi  kerjakan yang ditulis. .  Prosedur suatu proses yang melibatkan lebih dari satu bagian /unit/ profesi.  intruksi kerja  suatu proses yang melibatkan satu bagian/unit/profesi.

dalam:  UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran  UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan  Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit .Istilah Standar Prosedur Operasional (SPO) digunakan.

disingkat Juknis. Algoritma/Clinical Panthway Standar Prosedur Operasional .  Prosedur untuk melakukan tindakan klinis: protokol klinis.  Petunjuk pelaksanaan disingkat Juklak.Beberapa istilah prosedur yang sering digunakan.  Petunjuk pelaksanaan secara teknis. yaitu:  Prosedur yang telah ditetapkan disingkat Protap  Prosedur untuk panduan kerja (Prosedur KerjaPK)  Prosedur untuk melakukan tindakan  Prosedur penatalaksanaan.

Tujuan Penyusunan SOP  Agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan efisien. efektif. konsisten/seragam dan aman meningkatkan Mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yang berlaku. .

.Manfaat SOP  Memenuhi persyaratan standar pelayanan Puskesmas  Mendokumentasikan langkah-langkah kegiatan  Memastikan staf Puskesmas memahami begaimana melaksanakan pekerjaannya.

Kop/Heading SOP Deteksi Gangguan Kesehatan Intelegensia Anak 440/ /UKM/SOP/V/2016 SOP No.FORMAT SOP 1.H.UPT Puskesmas NIP. dst Tgl Terbit : Tgl terbit/tgl berlakunya Halaman : Jumlah tortal halaman SOP1/5 PUSKESMAS OPI Drg.M. 197501252003121003 .Dokumen : No.Revisi : ABaru. Erwan Naufal Tanda tangan Ka.BRevisi pertama.

Unit terkait . Komponen SOP 1. Kebijakan 4.2. Pengertian 2. Referensi 5. Prosedur/langkah-langkah 6. Diagram 7. Tujuan 3.

Petunjuk Pengisian SOP  LOGO Bagi puskesmas  logo Pemerintah kota/kabupaten di sebelah kiri dan logo/lambang Puskesmas di sebelah kiri .

Contoh: Keputusan kepala Puskesmas No.ISI SOP  Pengertian diisi defenisi judul SOP...”  Kebijakan kepala FKTP yang mendasari dibuatnya SOP tersebut. Pada kolom pengertian ditulis judul SOP yang mau dibuat pengertiannya  Tujuan berisi tujuan pelaksanaan SOP secara spesifik. dan berisi penjelasan dan atau defenisi tentang istilah yang mungkin sulit dipahami atau menyebabkan salah pengertian.005/2014 tentang Pelayanan Kesehatan ibu dan Anak . Kata Kunci “ Sebagai Acuan penerapan langkah-langkah untuk.

 Unit terkait unit2 yang terkait dan atau prosedur terkait dalam proses kerja tersebut.  Bagan alir/diagram alir (flow chart) untukmemudahkan dalam pemahaman langkah2nya.  Langkah-langkah prosedur bagian ini merupakan bagian utama yang menguraikan langkah2 kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja tertentu. . Referensi berisi dokumen eksternal sebagai acuan penyusunan SOP. peraturan perundanga2 atau bentuk lain sebagai bahan pustaka. Bisa berbentuk buku.

 Diagram alir macromenunjukkan kegiatan2 secara garis besar dari proses yang ingin kita tingkatkan. bentuk simbol sbb: Awal kegiatan Akhir kegiatan Ya Simbol keputusan ? Tidak . hanya ada satu simbol:  Diagram alir micro menunjukkan ricnian kegiatan2 dari tiap tahapan diagram macro. Ada 2 macam bagan alir.

 Penghubung  Dokumen  Arsip .

. dimana. Subjek.aksana dengan bahasa yang dikenal pemakai.  SOP ≠ kalimat majaemuk.  SOP harus merupakan Flow Chart/bagan alir dari suatu kegiatan Tim Mutu diminta memberikan tanggapan  SOP harus dapat dikenali dengan jelas siapa melakukan apa.Syarat penyusunan SOP  SOP harus ditulis oleh mereka yang melakukan pekerjaan tersebut. predikat dan objek SOP harus jelas. kapan. dan mengapa.Puskesmas hanya mengoreksi SOP tersebut.  SOP  Kalimat perintah/intruksi bagi pel.  Tim/panitia Ka.

 SOP jelas. dan mudah dilaksanakan. standar pelayanan.  SOP harus menngacu pada standar Pofesi. keamanan dan kenyamanan pasien.  Harus memperhatikan aspek keselamatan. ringkas. mengikutiperkembangan IPTEK kesehatan. . dan memperhatikan aspek keselamatan pasien.