You are on page 1of 18

RESUSITASI CAIRAN

Kelompok 1
FISIOLOGI CAIRAN TUBUH DAN
ELEKTROLIT
Volume Air dan Penyebarannya
– Pada bayi usia < 1 tahun cairan tubuh adalah sekitar 80-85%
berat badan
– pada bayi usia > 1 tahun mengandung air sebanyak 70-75%.
– pada laki-laki dewasa 50-60% berat badan
– pada wanita dewasa 50% berat badan.
– Seluruh cairan tubuh didistribusikan ke dalam kompartemen
intraselular dan kompartemen ekstraselular
Body
100%

Water Tissue
60 % 40 %

Intracellular space Extracellular space


40 % 20 %

Interstitial space Intravascular space


15 % 5%
Distribusi Cairan Tubuh
Distribusi volume cairan tubuh bervariasi menurut umur, sebagaimana tercantum dalam
tabel
Bayi Baru Bayi 3
Jenis Dewasa Orang tua
Lahir Bulan
Cairan
Intraselular 40% 40% 40% 27%

Cairan
Ekstraselul Plasma 5% 5% 5% 7%
er

Interstitial 35% 25% 15% 18%

Total Cairan 80% 70% 60% 52%


Komposisi ION

Extracellular
Gram-Molecular Intracellular Intravascular Interstitial
Weight (mEq/L) (mEq/L) (mEq/L)
Sodium 23.0 10 145 142
Potassium 39.1 140 4 4
Calcium 40.1 <1 3 3
Magnesium 24.3 50 2 2
Chloride 35.5 4 105 110
Bicarbonate 61.0 10 24 28
Phosphorus 31.0 75 2 2

Protein (g/dL) 16 7 2
Kebutuhan Cairan dan Elektrolit
• Pada orang dewasa kebutuhan air dan elektrolit setiap hari adalah
30-35 ml/kg dan apabila terdapat kenaikan suhu 1°C ditambah 10-
15%
• Pada anak :
– 0-10 kg : 100 ml/kgBB
– 10-20 kg : 1000 ml + 50 ml/kg diatas 10 kg
– > 20 kg : 1500 ml + 20 ml/kg diatas 20 kg (UI)

• Kebutuhan Elektrolit :
– Na+ : 1,5 – 2 mEq/kgBB (100 mEq/hari = 5,9 g)
– K+ : 1 mEq/kb/BB (60 mEq/hari = 4,5 g)
Keseimbangan Cairan Tubuh
Masukan (ml/24jam) Keluaran (ml/24jam)

Tampak Tidak Tampak Tampak Tidak Tampak

Minum 1200 - Urine 1200 -

Makan - 1000 Tinja - 100

Hasil oksidasi - 300 Keringat - 800

Paru - 400

Total 1200 1300 1200 1300

Pengeluaran air melalui kulit dan paru akan meningkat pada keadaan
berikut:
• Pernafasan meningkat (hiperventilasi)
• Demam (+ 12 % setiap kenaikan suhu 1o C)
• Bekerja atau aktivitas yang meningkat.
• Luka bakar.
• Udara luar yang kering dan panas.
Gangguan Keseimbangan Air dan Elektrolit
• Terjadi empat gangguan dasar
– Deplesi volume
– Dehidrasi
– Hipervolemia
– Edema
• Gangguan Keseimbangan Asam dan Basa
– Gangguan Keseimbangan Asam-Basa Respiratorik
– Asidosis Respiratorik dan Alkalosis Respiratorik
– Gangguan Keseimbangan Asam-Basa Metabolik
– Asidosis Metabolik dan Alkalosis Metabolik
RESUSITASI CAIRAN
Resusitasi adalah suatu tindakan untuk mengembalikan fungsi
tubuh kepada keadaan fisiologis. Kehilangan cairan dapat berupa
kehilangan yang normal (keringat, penguapan, urine ) atau
kehilangan yang patologis. Kehilangan cairan yang patologis bisa
disebabkan oleh karena perdarahan atau non perdarahan
(dehidrasi). Resusitasi cairan adalah tindakan mengganti
kehilangan cairan tubuh yang hilang oleh sebab patologis kembali
menjadi normal.
Tujuan dan Resusitasi Cairan
• Resusitasi atau pengganti yaitu untuk mengganti kehilangan cairan
akut
• Rumatan untuk mengganti kehilangan cairan harian.
Terapi Cairan Resusitasi
• Ditujukan untuk menggantikan kehilangan akut cairan tubuh atau
ekspansi cepat dari cairan intravaskuler untuk memperbaiki perfusi
jaringan.
• Dibutuhkan misalnya pada keadaan syok dan luka bakar.
Terapi Rumatan
• Terapi rumatan bertujuan memelihara keseimbangan cairan tubuh
dan nutrisi.
• Kebutuhan tersebut merupakan pengganti cairan yang hilang akibat
pembentukan urine, sekresi gastrointestinal, keringat (lewat kulit)
dan pengeluaran lewat paru atau dikenal dengan insensible water
losses.
Teknik pemberian Cairan
• Untuk pemberian terapi cairan
–pembuluh vena di punggung tangan,
–sekitar pergelangan tangan,
–lengan bawah atau daerah cubiti.
–Pada anak kecil dan bayi sering digunakan daerah punggung
kaki, depan mata kaki dalam, atau di kepala.
–Pada bayi baru lahir dapat digunakan vena umbilikalis.
• Penggunaan jarum antikarat atau kateter plastik trombogenik
pada vena perifer biasanya perlu diganti setiap 1-3 hari untuk
menghindari infeksi dan macetnya tetesan.
Jenis Cairan
• Ada 2 Janis Cairan yang biasa digunakan untuk Resusitasi:
• Koloid
Memiliki berat molekul yang tinggi.
Waktu paruh dapat mencapai 3 sampai 6 jam.
Jenis Cairan Koloid
Kristaloid
– Larutan air dengan elektrolit dan atau dekstrosa, tidak
mengandung molekul besar (BM < 8000 Dalton).
– Kristaloid mempunyai waktu paruh intravaskular 20-30 menit.
– Ekspansi cairan dari ruang intravaskuler ke interstital berlangsung
selama 30-60 menit sesudah infus dan akan keluar dalam 24-48
jam sebagai urine.
Jenis dan Komposisi Cairan Kristaloid
Perbandingan Cairan Kristaloid dan Koloid