You are on page 1of 25

Latar Belakang
Pada tahun 2012 angka
penderita gangguan jiwa
terjadi peningkatan secara
global, sekitar 450 juta orang
yang menderita gangguan
mental. Orang yang
mengalami gangguan jiwa
sepertiganya tinggal di
negara berkembang,
sebanyak 8 dari 10 penderita
gangguan mental itu tidak
mendapatkan perawatan
(WHO, 2009 dalam Eni
Hidayati 2012).

7 per mil • Proporsi Anggota Rumah Tangga (ART) dengan gangguan jiwa berat sebanyak14.2% • prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia sebesar 6.0% .Prevalensi • Prevalensi gangguan jiwa berat pada tahun 2013 (KEMENKES) pada penduduk Indonesia sebesar 1.3% • proporsi terbesar tinggal di wilayah pedesaan sebanyak 18.

klinik. saat ini perilaku caring sudah sangat berkaitan erat dengan dunia keperawatan baik dalam merawat pasien di rumah sakit. dan berperilaku dalam hubungannya dengan orang lain. setiap perawat di tuntut harus memiliki jiwa caring dalam melaksanakan tugasya sebagai perawat yang begitu dekat dengan pasien sehingga pasien dapat merasa aman dalam proses perawatan (Watson. merasakan. . 2008). puskesmas maupun di masyarakat. Caring Caring merupakan fenomena universal yang mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir.

1 orang dengan masa perawat dengan pendidikan S1 keperawatan kerja >3 tahun hanya berada di stase dan D3 keperawatan tampak menenangkan perawat. Studi pendahuluan Berdasarkan studi pendahuluan yang Studi pendahluan tentang masa kerja dilakukan Di Ruang Unit Pelayanan Intensif perawat di Ruang Unit Pelayanan dan pelayanan psikiatri RSJ. dan 1 orang lagi dengan pasien walaupun 10 prinsip caratif dalam masa kerja >3 tahun hanya Caring tidak di terapkan seluruhnya. pada orang perawat lainnya mempunyai saat menghadapi pasien yang dengan masa kerja < 3 tahun. dan 1 orang perawat dengan masa kerja <3 menenangkan lainnya hanya tampak berada di stase pasien dengan lebih lembut perawat. 1 orang atas 3 orang perawat mempunyai berpendidikan S1 keperawatan dan 3 orang masa kerja > dari 3 Tahun dan 2 diantaranya berpendidikan D3 perawat. 2 orang lainnya cara yang sedikit keras. Amino Gondohutomo semarang di perawat yang shift pagi 1 orang di antaranya dapatkan hasil dari 5 orang perawat di berpendidikan S1 keperawatan ners. tanggal 28 september 2016 dari 5 orang Dr. 2 sdikit keras. Dr. walaupun tidak dengan prinsip 10 Karatif dalam caring . dari 5 orang perilaku kekerasan (reaksi amuk) perawat perawat di atas 1 orang perawat dengan pendidikan S1 keperawatan ners dengan masa kerja > 3 tahun (kepala ruang) hanya menyaksikan reaksi menenangkan pasien dengan cara amuk yang dilakukan oleh pasien tersebut. menyaksikan perilaku amuk yang sedangkan 1 orang perawat dengan pendidikan D3 menenangkan pasien dengan dilakukan pasien. Amino Gondohutomo Semarang pada hari rabu Intensif dan Pelayanan Psikiatri RSJ.

• Rumusan Masalah • Tujuan – Tujuan Umum – Tujuan Khusus • Manfaat Penelitian .

–Perilaku Kekerasan • TINJAUAN TEORI • Pengertian Skizofrenia – Perilaku Caring • Penyebab Skizofrenia • Definisi Caring • Tanda Dan Gejala Skizofrenia • Perilaku Caring • Macam – macam • Faktor–faktor yang Skizofrenia Mempengaruhi Perilaku Caring • Pengobatan • Perilaku Caring • Pengertian Perilaku Dalam Praktik kekerasan keperawatan .

– Tingkat Pendidikan Perawat – Masa Kerja Perawat – Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Caring – Hubungan Masa kerja dengan Perilaku Caring .

Dr.• Kerangka Teori (terlampir) • Konsep Penelitian Tingkat Pendidikan Perilaku Caring Pada Pasien Perilaku Kekerasan Masa Kerja Perawat • Variable Penelitian • Hipotesa penelitian – Tidak Ada hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku caring perawat pada pasien dengan perilaku kekerasan di RSJ. Dr. Amino Gondohutomo Semarang – Ada hubungan masa kerja dengan perilaku caring perawat pada pasien dengan perilaku kekerasan di RSJ. Amino Gondohutomo Semarang. .

AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Dari Tanggal 11 Januari sampai 14 Januari 2017 . BAB III Metode Penelitian Jenis penelitian : Kuantitatif Pendekatan : Cross Sectional Populasi 118 Orang Sampel Teknik Sampel Besar Sampel (91 Orang) Kriteria Sampel Waktu Penelitian & Tempat Penelitian RSJD DR.

2009) 2 = perilaku caring Watson setiap item diukur dengan sedang (jika skor 84 skala Likert. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Independent 1. Tingkat Pendidikan formal terakhir yang Kuesioner 1 = S1 Ners Ordinal Pendidikan ditamatkan oleh responden Kuesioner 2 = D3 Ordinal 2. Keperawatan Amino Gondohutomo Semarang 1 = Masa kerja < 3 dikategorikan menjadi dua meliputi tahun lama kerja kategori baru < 3 tahun 2 = Masa kerja> 3 dan lama kerja kategori baru > 3 tahun tahun (Handoko.126) 4 = Sangat Setuju 3 = perilaku caring 3 = Setuju rendah (jika skor 42 2 = Tidak Setuju .83 ) 1 = Sangat Tidak Setuju . >126) menggunakan 10 Faktor Caratif dari 1986 dalam Watson. yaitu 1 . Masa Kerja Lamanya perawat bekerja di RSJ Dr. 2010) Dependent Perilaku Caring yang dilakukan Pernyataan yang terdiri dari 28 1 = perilaku Caring Ordinal perawat selama menangani pasien Perilaku Caring pernyataan dari Caring tinggi (jika skor perilaku kekerasan di RSJ. Dr. Amino Gondohutomo Semarang dengan Behaviors Inventory (Wolf.5 .

Prosedur penelitian • Sumber data – Data primer dan sekunder • Intstrumen penelitian – Caring behavior inventory (Watson) • Cara pengumpulan data – Membagikan kuesioner dan wawancara dengan responden .

Proses penelitian • Tahap persiapan Menyiapakan kelenkapan penelitian (kuesioner. asisten penelitian • Tahap pelaksanaan – Menjelaskan dan membagikan kuesioner Pada perawat yang shift di RSJD DR. Amino Gondohutomo Semarang .

• Analisa Data • Analisa Univariat • Analisa Bivariat .

Amino Gondohutomo Semarang sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan setara dengan D3 keperawatan yaitu sebanyak 52 responden (57. Gambaran tingkat pendidikan perawat di RSJ Dr. 2. .1 %).3 %). Gambaran perilaku caring perawat di RSJ Dr. Amino Gondohutomo Semarang distribusi frekuensi perilaku caring diketahui bahwa paling banyak responden dengan perilaku caring dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 45 responden (49.5 %). BAB V Hasil Penelitian Analisa Univariat 1. Amino Gondohutomo Semarang distribusi Masa kerja responden diketahui bahwa paling banyak responden dengan lama bekerja > 3 tahun yaitu sebanyak 64 responden (70. 3. Gambaran masa kerja perawat di RSJ Dr.

Dr.687. Analisa Bivariat • Hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku caring perawat pada pasien perilaku kekerasan di RSJ.05 maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima). Amino Gondohutomo Semarang Dari hasil uji statistik menggunakan Uji chi square dengan taraf signifikansi 5 % (0. Amino Gondohutomo Semarang Dari hasil uji statistik menggunakan Uji chi square dengan taraf signifikansi 5 % (0. . Dr. (Apabila p value atau signifikansi di bawah 0.05 maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima). Amino Gondohutomo Semarang. Dr.05) didapatkan p value sebesar 0.002. (Apabila p value atau signifikansi di bawah 0. • Hubungan masa kerja perawat dengan perilaku caring terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di RSJ. Dr.05) didapatkan p value sebesar 0. Nilai p value tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku caring perawat pada pasien perilaku kekerasan di RSJ. Nilai p value tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja perawat dengan perilaku caring terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di RSJ. Amino Gondohutomo Semarang.

002. Dr. BAB VI Pembahasan • Hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku caring perawat pada pasien perilaku kekerasan di RSJ. Dr. Nilai p value tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku caring perawat pada pasien perilaku kekerasan di RSJ. Nilai p value tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja perawat dengan perilaku caring terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di RSJ.05 maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima).05) didapatkan p value sebesar 0. Amino Gondohutomo Semarang. (Apabila p value atau signifikansi di bawah 0. (Apabila p value atau signifikansi di bawah 0. Dr. Amino Gondohutomo Semarang.05) didapatkan p value sebesar 0. Hal ini dimungkinkan karena perawat yang < 3 tahun belum mau terbuka dan belajar dari perawat senior untuk dapat meningkatkan kemampuan sebagai perawat khususnya untuk berperilaku caring terhadap pasien. • Hubungan Masa Kerja Perawat Dengan Perilaku Caring Terhadap Pasien Dengan Perilaku Kekerasan Di RSJ. Dr. Amino Gondohutomo Semarang Hasil uji statistik menggunakan Uji chi square dengan taraf signifikansi 5 % (0. Amino Gondohutomo Semarang Hasil uji statistik menggunakan Uji chi square dengan taraf signifikansi 5 % (0.05 maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima). .687.

• Keterbatasan Penelitian – Perilaku caring seorang perawat dapat dipegaruhi oleh jenis kelamin. dimana dalam teori menjelaskan bahwa perawat dengan jenis kelaminn perempuan memiliki kategori caring yang tinggi di bandingkan dengann perawat berjenis kelamin laki-laki – Perilaku caring seorang perawat dapat juga dipengaruhi oleh keadaan psikologis dan usia seorang perawat – Kemungkinan adanya bias saat perawat mengisi kuesioner yang diberikan .

Dr. Amino Gondohutomo Semarang dengan nilai p value 0.3 %). Perilaku caring diketahui bahwa paling banyak responden dengan perilaku caring dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 45 responden (49.1 %) b. Pendidikan responden diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan setara dengan D3 keperawatan yaitu sebanyak 52 responden (57. Dr. Tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku caring perawat pada pasien perilaku kekerasan di RSJ. BAB VI PENUTUP 1.002 . Ada hubungan masa kerja perawat dengan perilaku caring terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di RSJ.687 e. Amino Gondohutomo Semarang dengan nilai p value 0. c. Kesimpulan a.5 %) d. Lama kerja responden diketahui bahwa paling banyak responden dengan lama bekerja < 3 tahun yaitu sebanyak 64 responden (70.

Saran Bagi Rumah Bagi Klien / Sakit Jiwa Masyarakat Bagi Ilmu Bagi Profesi Keperawatan Keperawatan .

Dokumentasi .