You are on page 1of 34

Peran Assosiasi Profesi K3

Oleh:
DR. Dewi Rahayu

Disampaikan pada: “Pelatihan K3 bagi petugas P2K3 di perusahaan Kabupaten/ Kota se Provinsi
NTB”, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Prov. NTB, tgl. 27 s.d. 29 September 2017, di
H.Mataram Square, Mataram.

PENDAHULUAN
• Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya
adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai
profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-
fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam
kapasitas mereka sebagai individu.

• Menurut Prof. DR. Azrul Azwar, MPH (1998), ada 3 ciri organisasi sebagai
berikut :
– Umumnya untuk satu profesi hanya terdapat satu organisasi profesi
yang para anggotanya berasal dari satu profesi, dalam arti telah
menyelesaikan pendidikan dengan dasar ilmu yang sama
– Misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan
kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi
– Kegiatan pokok organisasi profesi adalah menetapkan serta
meurmuskan standar pelayanan profesi, standar pendidikan dan
pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi
drs_ K3_profesi 2

Manfaat organisasi profesi
• Menurut Breckon (1989) manfat organisasi
profesi mencakup 4 hal yaitu :
– Mengembangkan dan memajukan profesi
– Menertibkan dan memperluas ruang gerak profesi
– Menghimpun dan menyatukan pendapat warga
profesi
– Memberikan kesempatan pada semua anggota
untuk berkarya dan berperan aktif dalam
mengembangkan dan memajukan profesi

drs_ K3_profesi 3

pengembang dan pengawas kehidupan profesi (incl.research) • Pembina.colaboration) Assosiasi Profesi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tenaga Kerja di Tempat Kerja  Ketenagakerjaan drs_ K3_profesi 4 . pengembang dan pengawas terhadap mutu pendidikan dan pelayanan • Pembina serta pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi (incl. Peran organisasi profesi • Pembina.

PERCEPATAN SERTIFIKASI PROFESI. AGENDA PRIORITAS PEMBANGUNAN KETENAGAKERJAAN 1. KERJAAN 9. PENEGAKKAN HUKUM KETENAGAKERJAAN. PELAYANAN KETENAGAKERJAAN SEDERHANA. PENGUATAN PERENCANAAN TENAGA KERJA NASIONAL. 3. 4. TRANSPARAN DAN AKUNTABEL. drs_ K3_profesi 5 . PENCIPTAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG SEHAT KERJA DAN PRODUKTIF. PERCEPATAN PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA KERJA. 8. KETENAGA 7. PENGUATAN WIRAUSAHA PRODUKTIF. NAWA 5. PENINGKATAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN. 2. PERLUASAN KESEMPATAN KERJA FORMAL. 6.

K3 DALAM KONTEKS NAWA CITA • Risiko Rasa terkendali Aman • Selamat dan Sehat • Lingkungan Kualitas Kerja terjaga Hidup • Sarana Kerja standar • Kesejahteraan Produk meningkat tivitas • Kompetensi SDM • K3  Memberikan Rasa Aman (fungsi negara melindungi warga negara) • K3  Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia • K3  Meningkatkan PRODUKTIVITAS dan DAYA SAING drs_ K3_profesi 6 .

2. drs_ K3_profesi 7 . Menjaga aset perusahaan dan 3. Tujuan dan Sasaran K3 = menjamin kelangsungan BEKERJA dan BERUSAHA Sasaran K3 untuk menjamin : 1. Keselamatan pekerja dan orang lain. Agar semua aparat produksi dapat dipakai secara aman dan efisien guna meningkatkan produktifitas.

Changing Strategies of Business Actions – Journey towards Sustainable Development social sustainable dev. 2015 Target utamanya mengentaskan kemiskinan. Tapi. economic envionmental Sumber: Khofifah IP. lingkungan dalam skala kecil atau social economic development dan lingkungan yang besar atau environmental development berupa ketersediaan kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang 8 drs_ K3_profesi baik. yaitu pembangunan manusia atau human development yang meliputi pendidikan dan kesehatan. Indonesia akan menggunakan tiga indikator terkait dengan dokumen SDGs. .

. tetapi juga di pasar tenaga kerja) Bonus demografi dan jendela peluang 90 PELUANG 80 70 Bonus Demografi • Penduduk Indonesia paling banyak berada 60 Jendela peluang pada usia produktif (bonus demografi) Muda 50 * Sumberdaya Alam cukup memadai. Persentase 40 • Pertumbuhan ekonomi dan dominasi 30 ekonomi Indonesia di ASEAN meningkat. 2013 9 .Tantangan dan Peluang Globalisasi • Dunia terintegrasi dan borderless (dilingkungan asean : AEC 2015) • Berkualitas tinggi yang akan menang (bukan hanya di pasar barang dan jasa. 20 Lansia 10 * Letak Geografis yang strategis 0 1950 1960 1965 1970 1985 1990 1995 2005 2010 2015 2030 2035 2050 1955 1975 1980 2000 2020 2025 2040 2045 Tahun drs_ K3_profesi Sumber: Sri Moertiningsih A.

Pendidikan dan Entri Baru 15-24 tahun (Bonus Demografi) 100% >SMU 90% SMU 80% SLTP 70% Persentase AK 60% SD atau kurang 50% 40% 30% 20% entri baru. Asia Timur dan Australia akan berusia lanjut pada 2020. Amerika Utara. pendidikan??? 10% 0% 2005 2010 2015 2020 2025 Tahun drs_ K3_profesi 10 . sebanyak 50-60 persen penduduk Indonesia Proyeksi Angkatan Kerja Lama Menurut berada dalam usia produktif. 50-60 persen penduduk negara maju khususnya Eropa. BONUS DEMOGRAFI (Peningkatan Usia Produktif) Peluang atau Bencana ? pada 2020.

Bonus Demografi Landasan Pertumbuhan Ekonomi  Suplai tenaga kerja yang besar meningkatkan pendapatan per kapita apabila mendapat kesempatan kerja yang produktif  Modal manusia yang besar apabila ada investasi utk itu. drs_ K3_profesi 11 . • Biaya investasi untuk pelayanan dasar anak-anak dapat dialihkan untuk peningkatan mutu modal manusia. • Bonus demografi memberi peluang untuk meningkatkan produktivitas dan memicu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas human capital – Pada tahap fertilitas tinggi pertumbuhan pendapatan per kapita terserap untuk memenuhi kebutuhan penduduk muda yang besar jumlahnya.

kesehatan. menguasai matematika dan teknologi serta aspek-aspek sosial-budaya lainnya. kecukupan gizi. Apa yang harus dikerjakan untuk memanfaatkan terbukanya Window of Opportunity 2020-2030? Human Capital Deepening Semua resources dan upaya dicurahkan untuk meningkatkan mutu modal manusia baik dari segi pendidikan. . kemampuan berkomunikasi.

• Pada gilirannya meningkatkan pendapatan per kapita yang dapat dipakai untuk investasi peningkatkan kualitas SDM. drs_ K3_profesi 13 . Perlu iklim investasi yang kondusif. Bonus demografi dan peningkatan kesejahteraan rakyat • Bila semua penduduk usia kerja mempunyai pekerjaan yang produktif • Masuknya perempuan ke pasar kerja akan membantu meningkatkan pendapatan per kapita • Keduanya akan meningkatkan tabungan masyarakat yang jika diinvestasikan akan meningkatkan kesempatan kerja.

Mempermudah Tahun 2014: 6. ARAH KEBIJAKAN PASAR KERJA 2025 (UU No. 17/2007: RPJPN) 1. Meningkatkan/Mempertah strategis ankan Kesejahteraan TPT mencapai pertumbuhan alami 8. Pembekalan pengakuan Pekerja yang masih bekerja kompetensi pekerja sesuai di sektor informal dinamika kebutuhan industri dan persaingan global 14 drs_ K3_profesi 14 . Terciptanya sebanyak- banyaknya lapangan kerja formal 2. Pengelolaan pelatihan dan ke produktivitas yang lebih kerja per tahun 3. pemberian dukungan bagi tinggi 4. Keselamatan kerja yang 1. Pengangguran 5.0. Menciptakan Kesempatan memadai  Tingkat Kerja Formal seluas. Proses penyelesaian industrial luasnya memuaskan semua pihak Terbuka (TPT) 2.0 juta. Hubungan industrial yang harmonis dengan perlindungan TANTANGAN SASARAN yang layak 4. Kesejahteraan pekerja informal meningkat 3. hingga 2025 program-program pelatihan yang 3. Produktivitas yang tinggi agar 5-6% dapat bersaing menghasilkan perpindahan pekerja dari nilai tambah yang tinggi produktivitas yang rendah  Daya serap tenaga 7.

PARADIGMA DALAM PENGEMBANGAN SDM STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS SDM INDONESIA Competency Soft Competency ~ karakter Skills Attitude Knowledge Hard Competency .

Regulasi dan Lisensi . LH & . KETERKAITAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI SUATU TEKNOLOGI DENGAN SISTEM LAINNYA HAM Ketenagakerjaan -Dunia Industri/ usaha .Akademisi. Pengawasan. Kemkes.Institusi terkait K3 .Assosiasi/ pakar Kementerian terkait K3 1. Pengembangan SDM & Kompetensi K3 3. Penelitian dan Standardisasi K3 Kemnaker: 2.

2002. 155) Sumber: The Participation factor – How to increase involvement in occupational safety.NATIONAL OSH MANAGEMENT FRAMEWORK Safety culture = 3E-words (ILO C. .

analisa. penanganan dan pemantauan serta review risiko Pengendalian Administratif  Pemisahan lokasi  Pergantian shift kerja  Pemberlakuan sistim ijin kerja  Pelatihan karyawan Manajemen Risiko K3 drs_ K3_profesi 18 Pembatasan akses ke area kerja . evaluasi. Penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen. prosedur dan aktivitas dalam kegiatan identifikasi bahaya. penilaian.

Kenapa pencapaian Apakah ini yang bisa tinggi? kita harapkan? HANYA OH… KEBERUNTUNGAN TENTU.!! Apakah ini kita Bagaimana jika harapkan? begini? SANGAT TDK PERLU DIHARAPKAN PERBAIKAN BURUK BAGUS CARA KERJA drs_ K3_profesi 19 .

Peran profesi K3? drs_ K3_profesi 20 .

STRATEGI PENGEMBANGAN SDM INDONESIA BERBASIS KOMPETENSI (Bidang K3) KEBUTUHAN INDUSTRI Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Standar Kompetensi Kerja (Kekhususan Bidang K3) PELATIHAN BERBASIS SERTIFIKASI LEMBAGA LEMBAGA KOMPETENSI KOMPETENSI SERTIFIKASI PELATIHAN (PBK) 21 .

• Pelatihan Kerja Research • Pengalaman Kerja Kompetensi . SKEMA PENGEMBANGAN SDM-K3: INTERVENSI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KOMPETENSI K3 BAGI SDM INDONESIA Revitalisasi BLK Pemagangan DN/LN Penyelarasan pembelajaran Dunia Pendidikan Kapasitas Pengajar knowledge attitude kurikulum KOMPETENSI K3 skill Standardisasi dan Sertifikasi Pemagangan • Pendidikan.

Pengembangan Kompetensi Skills Attitude Knowledge Adaptasi pemikiran Ki Hardjar Dewantara drs_ K3_profesi 23 .

keterbukaan. mulat sarira hangrasa wani) – Ing Ngarso Sung Tulodho – Ing Madyo Mangun Karso – Tut wuri Handayani drs_ K3_profesi 24 . melu hangrungkebi. Worldviews • Cara pandang terhadap dunia • Nilai-nilai yang populer • Menumbuhkan sikap mental yang positif (kerangka pikir yang positif) • Nilai-nilai kejujuran. keikhlasan dan kesabaran (melu handarbeni.

competencies and patterns of behaviour that determine the commitment to.” drs_ K3_profesi 25 . attitudes. . . and the style and proficiency of. an organization's health and safety programs. PERAN budaya K3 DAN PRODUKTIVITAS Daya Saing • Meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab ber-K3 • Menurunkan angka kecelakaan dan atau penyakit akibat kerja • Meningkatkan kualitas produk • Meningkatkan kepuasan pelanggan • “ .” (The UK Health and Safety Executive) • “Safety culture is how the organization behaves when no one is watching. the product of the individual and group values.

SMK3 belum cukup (Keys to Behaviour Based Safety. tapi memerlukan “kepemimpinan”  Perlu sifat kepemimpinan untuk membangun Budaya K3 total Vision LEASDERSHIP Objectives Values MANAGEMENT Goals Practices Activities Behaviors drs_ K3_profesi Results 26 . Scott Geller. E. 2001)  Karena Budaya K3 tidak hanya memerlukan Sistem Management.

Memulai duluan 1. Ikut saja drs_ K3_profesi 27 .PENGIKUT 1. Mengikuti ide orang 4. Berpikir jauh ke depan 5. Banyak ide-ide lain 5. Perlu diingatkan kapan berhenti 4. Tahu kapan mulai dan 3. CIRI-CIRI LEADER – PEMIMPIN FOLLOWER. Bergerak sendiri 2. Menunggu diperintah mengikuti standar 3. Mengekor saja 2.

Proses Membangun Perilaku Pelatihan BANGGA Safety MELAKUKAN MELAKUKAN INGIN 100% MELAKUKAN DIAPRESIASI (MALU. MELANGGAR) 60% MELAKUKAN DIBERI TEST CASE TAHU BELUM 40% TAHU 20% 0% drs_ K3_profesi 28 . WAKTU 80% MERASA RAGU DIAWASI DOSA KALAU .

Kedewasaan Sistem K3 Avoidance Compliance Values Driven Driven Driven K3 K3 K3 K3 K3 K3 Beban Tuntutan Prioritas Tujuan Nilai Siapa hidup kita REFLECTION BASED SAFETY drs_ K3_profesi 29 .

The Power of Recognition Komunikasi POSITIF INTERAKSI POSITIF VS drs_ K3_profesi 30 .

Komunikasi dan Konsultasi Tujuan:  Memberikan informasi kepada pekerja mengenai risiko yang ada di tempat kerja  Memberikan awareness kepada pekerja mengenai risiko dan berperan aktif dalam identifikasi bahaya  Memastikan pekerja memahami dan menerima strategi pengendalian yang ditetapkan Tentukan: Bahaya/risiko  Kenapa dikomunikasikan  Bagaimana  Untuk Apa Position of the victim fell down from the cabin to the ground/road. drs_ K3_profesi 31 .

masyarakat secara keseluruhan) • Regulasi yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM • Alokasi anggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM • Lembaga pendidikan dan pelatihan adalah lembaga investasi sumber daya manusia drs_ K3_profesi 32 . pemerintah pusat. HAL YANG PERLU DILAKUKAN • Harus ada “awareness” bahwa upaya peningkatan kualitas SDM adalah hal yang utama (wakil rakyat. pemerintah daerah.

drs_ K3_profesi 33 . • Communicating agency: mediator terhadap pemerintah (pusat/ daerah) dan stakeholders. pengembangan dlm pelaksanaan profesi maupun dlm pengabdian kpd masyarakat. pembinaan. • Supporting agency: pemikiran maupun tenaga ahli dlm penyelenggaraan. Peran Assosiasi Profesi K3 • Sebagai advisory agency: memberi masukkan kpd pemerintah (Paper policy). • Controlling agency: mengkritisi dan mengontrol dlm transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan.

• Budaya K3 merupakan modal dasar utama untuk tercapainya Produktivitas. pengusaha. PENUTUP • Perlu upaya untuk merubah tantangan menjadi peluang dari berbagai pihak  pemerintah. drs_ K3_profesi 34 . non pemerintah. • Komitmen antar pemangku kepentingan untuk bekerja dalam kerangka peraturan-peraturan pemerintah untuk mewujudkan terlaksananya Budaya K3 secara optimal. organisasi profesi dan keilmuan.