You are on page 1of 83

HIGIENE INDUSTRI

Disampaikan pada Pelatihan Petugas P2K3 di Perusahaan

DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN RI
Mataram, 2017
Ses.1

PENGERTIAN :
1. HIGIENE INDUSTRI (PERUSAHAAN)
Higiene Industri adalah perpaduan antara ilmu (science) dan seni
(art) yang mempelajari bagaimana melakukan antisipasi,
rekognisi /identifikasi, evaluasi dan pengendalian (AREP)
terhadap faktor-faktor lingkungan yang muncul di/dari tempat
kerja yang mungkin dapat mengakibatkan sakit, gangguan
kesehatan atau rasa ketidaknyamanan dan menyebabkan
menurunnya efisiensi kerja diantara para pekerja.

HIGIENE INDUSTRI BERSIFAT TEKNIS DAN
SASARANNYA ADALAH LINGKUNGAN KERJA

2. LINGKUNGAN KERJA

Lingkungan Kerja ialah Area/ruang yang dipergunakan untuk
kegiatan kerja, antara lain berupa ruang/tempat kerja, tempat
penyimpanan bahan baku, ruang/tempat proses, hasil produksi dan
benda-benda disekitarnya (Mesin/Peralatan).

MAKSUD DAN TUJUAN :
Adalah melindungi pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan atau
industri dari bahaya-bahaya yang mungkin timbul selama proses
produksii.

3. FAKTOR 2 LINGKUNGAN KERJA

Faktor lingkungan kerja yang dapat menimbulkan bahaya di tempat
kerja (occupational health hazards) adalah bahaya faktor fisika,
bahaya faktor kimia, bahaya faktor biologi, faktor ergonomi
dan psikologi.yang bersumber dari bahan baku, hasil produksi,
limbah produksi ekses dari kegiatan proses & peralatan/mesin
industri.

PRINSIP DASAR HI
1) Antisipasi
• Antisipasi
Antisipasi adalah memprediksi potensi bahaya dan risiko yang ada ditempat
• adalah memprediksi potensi bahaya dan risiko yang ada
1 kerja.ditempat
Langkah-langkah
kerja antisipasi adalah sbb:
 Pengumpulan Informasi melalui; studi literature, Mempelajari hasil penelitian,
• Rekognisi hazard (pengenalan potensi bahaya)
melihat dokumen perusahaan dan survey lapangan.
• Mengenali & mengidentifikasi seluruh faktor bahaya yg
2 Analisis
ada di .
LKdiskusi
dan
Diskusi dengan pihak Antisipasi
• Evaluasi
Antisipasi adalah memprediksi potensi bahaya dan risiko yang ada ditempat kerja.
• melakukan
Langkah-langkah antisipasi adalah tingkat
pengukuran sbb: pemaparan faktor bahaya
di LK, Informasi
3Pengumpulan membandingkan dgn literature,
melalui; studi standar ygMempelajari
berlaku, hasil penelitian, melihat
dokumen mengevaluasi
perusahaan dan risiko.
survey lapangan.
Analisis dan diskusi
• Pengendalian
Diskusi dengan pihak terkait yang kompeten
4Pembuatan Hasil dapat dilakukan
• mengendalikan
lokasi atau unit
bahaya berdasarkan:
pada batas aman sesuai hirarki.

kelompok pekerja
potensi bahaya
proses produksiterkait yang kompeten

potensi bahaya . Antisipasi Langkah-langkah antisipasi adalah sbb: a. .studi literature.survey lapangan. Pengumpulan Informasi melalui. . Pembuatan Hasil dapat dilakukan berdasarkan: . Analisis dan diskusi Diskusi dengan pihak terkait yang kompeten c.lokasi atau unit .proses produksi . b. .kelompok pekerja .melihat diagram alur proses produksi.mempelajari hasil penelitian. .1.

sifat. . Preliminary Hazard Analysis dll) yang sistematis sehingga dihasilkan suatu hasil yang objektif dan bisa dipertanggung jawabkan. ukuran (partikel). Rekognisi Rekognisis merupakan serangkaian kegiatan untuk mengenali suatu bahaya lebih detil dan lebih komprehensif dengan menggunakan suatu metode seperti (JSA. Gunanya adalah untuk mendapatkan informasi tentang konsentrasi. dosis. dll. HIRA .2. kandungan atau struktur. jenis.

4. . Evaluasi Evaluasi adalah suatu kegiatan sampling dan mengukur bahaya dengan metode yang lebih spesifik. hasil dari pengukuran ini dibandingan dengan peraturan – peraturan pemerintah yang berlaku. contohnya: mengukur kebisingan dengan sound level meter. apakah melebihi nilai ambang batas (NAB) atau tidak. Pengendalian Dari hasil evaluasi/pengukuran apabila melebihi nilai ambang batas maka perlu dilakukan pengendalian.3. pengukuran kadar debu/partikel dengan menggunakan digital dust indikator dan sebagainya.

penerangan. asap. FAKTOR FISIKA Termasuk faktor fisika adalah kebisingan. awan. bakteri dan amuba. iklim kerja dan ventilasi. 2. virus. gas. uap dan cairan. 3. radiasi. jamur. uap logam. vibrasi. . FAKTOR BIOLOGI Termasuk faktor biologi adalah mikroorganisme yang ada dilingkungan kerja seperti. RUANG LINGKUP HIGIENE INDUSTRI DI LINGKUNGAN KERJA ADALAH : 1. FAKTOR KIMIA Bahan2 kimia dapat ditemukan di tempat kerja dalam sejumlah bentuk fisik yang berbeda seperti debu.

RADIASI 5. FAKTOR FISIKA TERDIRI DARI : 1. GETARAN (VIBRASI) 3. IKLIM KERJA 4. KEBISINGAN 2. PENERANGAN .

10 .

POKOK BAHASAN  PENDAHULUAN  PENGENALAN  PENGONTROLAN / EVALUASI  PENGENDALIAN  PENGENALAN ALAT .

dalam jangka panjang mengakibatkan Ketulian/NIHL  Perlu deteksi dini dan pengendalian bising di tempat kerja  Pelaksanaan Hearing Loss Preventive Program merupakan upaya pencegahan primer yg dapat dilakukan di tempat kerja .  Menyebabkan gangguan keseimbangan kesehatan terutama bagi TK yang setiap harinya terpapar bising LK.  Lama Terpapar Bising dgn Intensitas & Frekwensi Tinggi. PENDAHULUAN  Noise /Kebisingan sejak lama dikenal sebagai stressor/hazard dalam lingkungan kerja.

13 . BUNYI/ GELOMBANG SUARA : adalah getaran yg merambat melalui medium elastis (misal udara) diterima telinga dan diinterpretasikan oleh otak. Obyektif : Terdiri dari getaran komplek berbagai frekwensi & Amplitudo baik periodik/non periodik. PENGERTIAN KEBISINGAN Subyektif : Suara yg tidak diinginkan/ tidak enak di dengar oleh pendengaran manusia atau bentuk suara apapun secara tidak alamiah dan terjadi akibat tumbukan yang tidak wajar atau berulang.

4000 Hz  Telinga paling peka → 4000 Hz .000 Hz. bentuk dan pergerakan sumber.000 Hz  Percakapan Normal : 250 Hz . pendengaran normal orang dewasa dapat menangkap bunyi dengan frekuensi 20 . frekuensi dipengaruhi ukuran.FREKWENSI : Adalah jumlah getaran dalam tekanan suara per satuan waktu (Hertz atau cycle per detik).20. KARAKTERISTIK BISING DITENTUKAN OLEH: 1. (disebut juga tinggi rendahnya nada dari suatu bunyi)  Rentang Frekuensi dengar manusia adalah 20 Hz .20.

029 m/det (STEPHAN A. 1992 : 1. kayu 3.047) .  kecepatan bunyi melalui :  udara 344 m/det  zat cair 1.KONZ . VELOCITY/KECEPATAN : Kecepatan bunyi tergantung pada jumlah panjang gelombang ( dan besarnya frekwensi ( f ) V = f.962 m/det  logam 5.433 m/det  padat . 2..

00002 N/m2 (0 dB)  DAN TERTINGGI 200 N/m2 (140 dB)/ Ambang sakit.  SATUAN3. INTENSITAS : DESIBEL (dB) ADALAH BESARNYA ENERGI YG DIGETARKAN PARTIKEL UDARA YANG DITANGKAP OLEH TELINGA. 3. (dB(A)). .: N/m INTENSITAS : DESIBEL (dB) 2 (Pascal) / Skala logaritma dB  AMBANG DENGAR TERENDAH 0. BIASANYA DINYATAKAN DALAM SUATU LOGARITMIS YANG DISEBUT DECIBEL.

pompa. . bising ini dihasilkan oleh mesin yang beroperasi tanpa henti. kipas angin. 2. gergaji seluler.dibagi:)  BISING KONTINYU : Yaitu bising yang relatif stabil (konstan) tdk terputus-putus dimana fluktuasi intensitasnya tdk lebih dari 6 dB. kipas angin dan dapur pijar. Bising kontinyu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: 1. Bising berspektrum frekuensi luas cth. katup gas. gergaji seluler. mesin tenun. JENIS BISING (Berdasarkan sifat & spektrum bunyi. Bising berspektrum frekuensi sempit cth. dapur pijar dan peralatan pemprosesan. misalnya blower.

 BISING IMPULSIF BERULANG Bising yang terjadi secara berulang- ulang.putus dalam selang waktu tertentu . Cth suara lalu lintas. BISING TERPUTUS-PUTUS/ FLUKTUASI Yaitu bising yg terjadi secara terputus. Cth tembakan. suara ledakan mercon dan meriam. kendaraan dll. lapangan terbang.  BISING IMPULSIF / IMPACT Yaitu bising yg memiliki perubahan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengaran. Cth mesin tempa .

PEMAPARAN KEBISINGAN DILATASI PUPIL MATA SECRETION of THYROID HORMONE HEART PALPILATION SECRETION of ADRENALINE SECRETION OF ADRENALIN CORTEX HORMONE MOVEMENT of THE STOMACH INTESTINE MUSCLE REACTION CONSTRICTION OF THE BLOOD VESSELS .

k. temporary = TTS. A. pergeseran pada frequensi tinggi antara 3000 – 6000 Hz. s. datangnya tidak terasa. terutama untuk kata2 yang mengandung huruf c. EFEK KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN 1. maksimum pada 4000 Hz  Berikutnya pada frequensi percakapan 250-3000 Hz (95 % komponent kata2 dalam percakapan terletak pada frequensi ini) Kemampuan dengar manusia : 20 – 20.JANGKA PANJANG PTS(NIHL)/Sensorineural  Disebabkan oleh bising level lemah  Merusak sel-sel syaraf pendengaran  Prosesnya lama ( bertahun-tahun). shg. f. dan permanent = PTS  Mula2 tjd. seringkali diabaikan  Terjadi Threshold Shift (ambang dengar bergeser).000 Hz  Akibatnya akan sulit mendengar percakapan. t .

Lanjutan 2.JANGKA PENDEK TTS  GANGGUAN FISIOLOGI  GANGGUAN PSIKOLOGI  PRESBIACUSIS  GANGGUAN DLM KOMUNIKASI  GANGGUAN PERFORMANCE & BEHAVIOR  GANGGUAN TIDUR .

perintah. sehingga akibatnya akan terjadi kecelakaan .  Salah memahami perkataan. EFEK KEBISINGAN TERHADAP DAYA KERJA & PEKERJAAN  Kebisingan dapat mengganggu konsentrasi dimana pada suatu lokasi kerja konsentrasi ini diutamakan terutama untuk pekerjaan - pekerjaan yang memerlukan banyak berpikir.  Berbicara di dalam suasana bising akan memerlukan energi yang lebih banyak karena harus berteriak– teriak. atau peringatan keamanan yang penting menyangkut pekerjaan.B.  Berperan meningkatkan kelelahan.

II. EVALUASI /PENGONTROLAN REGULASI Exchange rate Level Acuan Standard (dB) (dBA) OSHA 5 90 KEMNAKERTRANS 13/MEN/2011 3 85 (NAB) NIOSH 3 85 DEPARTMENT OF NAVY USA 4 84 OSHA = Occupational safety and health administration NIOSH = National Institute for occupational safety and Health NAB = Untuk kebisingan adalah 85 dBA selama 8 jam /hari atau 40 jam/minggu .

II. EVALUASI /PENGONTROLAN  REGULASI Exchange rate Level Acuan Standard (dB) (dBA) OSHA 5 90 KEMNAKERTRANS 13/MEN/2011 3 85 (NAB) NIOSH 3 85 DEPARTMENT OF NAVY USA 4 84 OSHA=Occupational safety and health administration NIOSH=National Institute for occupational safety and Health NAB = Untuk kebisingan adalah 85 dBA selama 8 jam /hari atau 40 jam/minggu .

88 130 .06 118 7.88 109 0.5 103 3.STANDAR KEBISINGAN (NAB) MENURUT PERMENAKER No.75 106 1. 13/MEN/2011 Waktu pemajanan Satuan Intensitas per hari Kebisingan (dBA) 8 Jam 85 4 88 2 91 1 94 30 Menit 97 15 100 7.94 112 28.76 127 0.03 121 3.52 124 1.12 Detik 115 14.

Pengukuran Kebisingan Tergantung tujuan dari pengukuran: Evaluasi kondisi melebihi NAB atau tidak Mengetahui kesesuain norma yg berlaku Pengecekan efektifitas alat-alat Penelitian Mendapatkan noise kontur Sebagai dasar penentuan APD Monitoring Lingkungan PENGUKURAN KEBISINGAN DILAKUKAN TERHADAP :  SUMBER  SEBARAN  PENERIMA .

SETINGGI TELINGA. CARA PENGUKURAN  DITEMPAT TK BEKERJA.INTERVAL WAKTU . ( Sound Level Meter / Dosi Meter) Melakukan kalibrasi alat sebelum digunakan Melakukan Pengukuran .KONTINYU LANGKAH2 PENGUKURAN INTENSITAS KEBISINGAN: Melakukan Survey Pendahuluan Pemilihan alat Pengukur Intensitas Kebisingan .  MENURUT WAKTU : -SESAAT .

ALAT UKUR KEBISINGAN

NOISE KALIBRATOR
NOISE
MEASUREMENT KIT

SOUND LEVEL METER
SOUND LEVEL METER NOISE DOSIMETER

PEMERIKSAAN AUDIOMETRI

Sensitivitas pendengaran

IV. PENGENDALIAN KEBISINGAN
Pengendalian kebisingan dilakukan di 3 bagian yaitu:

SUMBER PATHWAY/MEDIA PENERIMA/RECEIVE

1. SECARA TEKNIS
 SUMBER:
(Isolasi, Substitusi, Enclosure, Silencers, Barriers)
 SEBARAN:
(Perisai, perpanjang jarak, Blower sistem dan
Barriers)
 PENERIMA:
(Isolasi pekerja, Reduksi waktu, Menggunakan APT.

2.  TRAINING PROGRAM KONSERVASI PENDENGARAN  PEMERIKSAAN KETAJAMAN PENDENGARAN SECARA PERIODIK/TES AUDIOMETRI 3.SECARA ADMINISTRASI  ROTASI TEMPAT KERJA  MEMINDAHKAN TK dari TEMPAT BISING KE TEMPAT TDK BISING  PENGATURAN WAKTU PENGOPERASIAN. PENDIDIKAN / PELATIHAN HEARING LOSS PREVENTIV PROG. MENGGUNAKAN APP(alat pelindung pendengaran) 4. 32 .

 TRAINING PROGRAM KONSERVASI PENDENGARAN  PEMERIKSAAN KETAJAMAN PENDENGARAN SECARA PERIODIK/TES AUDIOMETRI 3.SECARA ADMINISTRASI  ROTASI TEMPAT KERJA  MEMINDAHKAN TK dari TEMPAT BISING KE TEMPAT TDK BISING  PENGATURAN WAKTU PENGOPERASIAN.2. PENDIDIKAN / PELATIHAN HEARING LOSS PREVENTIV PROGRAM .MENGGUNAKAN APP(alat pelindung pendengaran) 4.

HEARING PROTECTION DEVICES NRR 20 dB NRR 27 dB NRR 29 dB .

HEARING PROTECTION DEVICES NRR 20 dB NRR 27 dB NRR 29 dB .

NIHL IS DANGEROUS !!!!  PAINLESS  INVISIBLE  SLOW BUT REAL  PERMANENT .

.

 VIBRASI DPT MENIMBULKAN KETIDAK NYAMANAN. MEMPENGARUHI KERJA DAN MEMPENGARUHI KESEHATAN.  TUBUH MANUSIA DPT MERUPAKAN SISTEM MEKANIS. SHG GETARAN YG DITIMBULKAN DPT MENJALAR DAN MENGAKIBATKAN RESONANSI SELURUH TUBUH. PENGERTIAN  VIBRASI ADALAH GERAKAN BOLAK BALIK LINIER YG BERLANGSUNG DGN CEPAT DARI SUATU OBJEK THDP SUATU TITIK / KEDUDUKAN. .

BILA TUBUH TENAGA KERJA TERPAPAR OLEH GETARAN DALAM WAKTU LAMA .000 Hz. YANG SERING DITERIMA DI TEMPAT KERJA ADALAH 1 Hz s/d 5000 – 10. KARAKTERISTIK VIBRASI / GETARAN FREKWENSI GETARAN UMUMNYA FREK. MAKA GANGGUAN KESEHATAN YG DITIMBULKAN AKAN SEMAKIN PARAH.  AMPLITUDO GETARAN DIUKUR DALAM KECEPATAN (m/det) dan percepatan (m/det2)  LAMANYA WAKTU PEMAPARAN. .

GETARAN SETEMPAT (SEGMENTAL VIBRATION) ADALAH GETARAN YG TERJADI PD TANGAN. 8 Hz – 1 KHz. TERJADI KRN GETARAN PADA PERALATAN/MESIN TANGAN MERAMBAT PADA TANGAN & LENGAN UMUMNYA mempunyai FREK. 1 – 80 Hz. UMUMNYA MEMPUNYAI FREK. 2. GETARAN UMUM (WHOLE BODY VIBRATION) ADALAH GETARAN YG MENJALAR PD SELURUH TUBUH DLM POSISI DUDUK DIKURSI ATAU BERDIRI PADA ALAS YANG BERGETAR (BAHAN YANG MENUNJANGNYA). . JENIS DARI VIBRASI / GETARAN 1.

.  ALAT – ALAT PERTAMBANGAN  ALAT PEMBUAT JALAN  ALAT PENGGALI TANAH HAV  ALAT BOR  ALAT PEMOTONG POHON  ALAT-ALAT ELEKTRIK LAINNYA. SUMBER VIBRASI : WBV PERALATAN – PERALATAN BESAR.

 GANGGUAN REPRODUKSI WANITA . mual dan lelah)  PANDANGAN KABUR PEMAPARAN JANGKA PANJANG (KRONIS)  KERUSAKAN PERMANEN PD TULANG DAN PERSENDIAN  GANGGUAN PENCERNAAN  EFEK PD TEK. LELAH DAN LESU. LEMAH. GANGGUAN TIDUR . EFEK VIBRASI PD KESEHATAN  WHOLE BODY VIBRATION PEMAPARAN JANGKA PENDEK (AKUT)  MOTION SICKNESS/ MABUK PERJALANAN (tidak nyaman. DARAH MENIMBULKAN MASALAH PD JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH  GANGGUAN SYSTEM SYARAF DPT MENIMBULKAN KELUHAN SAKIT KEPALA.

 HILANGNYA INDERA PERABA  PELEMBEKAN METACARPAL DAN CARPAL (CARPAL TUNNEL SYNDROME)  TERHENTINYA PERTUMBUHAN OTOT. . SEGMENTAL VIBRATION (hand arm vibration): PEMAPARAN JANGKA PENDEK MENYEBABKAN :  KELELAHAN  KETIDAK NYAMANAN SAAT BEKERJA  PRODUKTIVITAS KERJA KURANG PEMAPARAN JANGKA PANJANG MENYEBABKAN  RAYNAUD’S SINDROME  DEGENERASI SYARAF.

CTH. HAND ARM VIBRATION SYNDROME .

Health Effects Hand-Arm Vibration  Vibration White Finger or Raynaud’s Syndrome  Nerve and blood vessel degeneration Normal Muscle Damage Artery Artery Normal Flow flow Restriction .

.

.

TLV. Whole Body. .

.

WHOLE BODY VIBRATION METER RSNI NO. 7168 : 2007 .

HAND-ARM VIBRATION METER SNI NO. 16.7054 : 2004 .

.

5. PENGENDALIAN SECARA TEKNIS 1. Menggunakan remote control. 4. TK tdk terkena paparan getaran. Dilengkapi damping atau peredam. Menggunakan peralatan kerja yg rendah intensitas getarannya. Pembatasan penggunaan alat . misalnya membalut pegangan alat dgn karet. 3. Memelihara atau merawat peralatan dgn baik. krn dikendalikan dari jauh. Menambahkan atau menyisipkan damping diantara tangan dan alat. 2. PENGENDALIAN VIBRATION A. Dgn mengganti bagian2 yg aus atau memberikan pelumasan.

B. sesuai NAB yg berlaku  Pemeriksaan berkala VWF 1 x/tahun C.PENGENDALIAN SECARA MEDIS  Pemanasan tangan dalam air panas  Pemijatan  Meniupkan udara panas ke tangan  Menggerakkan tangan secara berputar  Bila dimungkinkan Setiap 1 jam kerja. istirahat 10 menit D.PENGENDALIAN SECARA ADMINISTRATIF  Merotasi pekerjaan  Mengurangi jam kerja.PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI  Pemakaian sarung tangan yg telah dilengkapi peredam getaran (busa)  Pemakaian Safety Shoes.  Pemakaian bantalan kursi .

.

.

.  Iklim kerja panas umumnya lebih banyak menimbulkan permasalahan bagi negara tropis seperti Indonesia. dimana suhu dan kelembaban udara sehari-hari relatif tinggi. yang tidak terkendali dapat meningkatkan kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas. PENDAHULUAN  Kondisi iklim kerja yang kurang sesuai seperti suhu yang terlalu panas atau dingin yang menimbulkan masalah terhadap kesehatan tenaga kerja.  Permasalahan kesehatan dan ketidaknyamanan bekerja yang ditimbulkan oleh iklim panas.

. perbaikan jalan. peralatan listrik.  Sedangkan lingkungan kerja di dalam gedung (indoor work) seperti pengecoran logam. dsb. konstruksi. pembuatan makanan dsb. pertambangan terbuka. eksplorasi minyak. perikanan. industri plastik/logam/gelas/karet/keramik. Sumber pemaparan panas di tempat kerja bisa berasal dari panas matahari (lingkungan kerja luar/outdoor work) seperti pertanian.

KECEPATAN GERAKAN UDARA DAN SUHU RADIASI sebagai akibat dari pekerjaannya (baik dari peralatan maupun aktivitas TK) . Iklim Kerja Cuaca Kerja Tekanan Panas Cuaca Kerja Adalah keadaan iklim lingkungan kerja yang merupakan perpaduan antara SUHU. Kombinasi ke 4 faktor ini dihubungkan dgn produksi panas oleh tubuh disebut Tekanan Panas (panas yg berlebihan yg diterima oleh tubuh) . A. KELEMBABAN.

kecepatan gerak udara dan panas radiasi) maupun non iklim (panas metabolisme. dan radiasi (pancaran panas tubuh dengan pancaran panas lingkungan). Keseimbangan Panas  Tubuh manusia mempunyai mekanisme pertahanan tubuh yang relatif konstan pada 37oC. . pakaian kerja dan tingkat aklimatisasi). Panas tubuh yang berlebihan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui sirkulasi darah dalam tubuh yang berfungsi sebagai pendingin. Sedangkan panas metabolisme tergantung pada aktivitas tubuh dan keadaan suhu sekitar. konveksi (tubuh dengan udara sekitar). sebagai akibat keseimbangan antara panas yang dihasilkan dalam tubuh karena metabolisme dan pertukaran panas antara tubuh dengan lingkungan.  Pertukaran panas antara tubuh dengan lingkungan terjadi melalui konduksi (melalui kontak tubuh dengan benda sekitar). Tekanan panas ini disebabkan oleh faktor iklim (suhu udara.  Pemaparan panas yang berlebihan disertai dengan panas metabolisme sebagai akibat aktifitas kerja akan menimbulkan tekanan panas (Heat stress). kelembaban. dan penguapan dengan cara pengeluaran keringat.

 Konveksi (tubuh dengan udara sekitar). .  Sedangkan panas metabolisme tergantung pada aktivitas tubuh dan keadaan suhu sekitar.Pertukaran panas antara tubuh dengan lingkungan terjadi melalui :  Konduksi (melalui kontak tubuh dengan benda sekitar).  Radiasi (pancaran panas tubuh dengan pancaran panas lingkungan).

Keseimbangan Panas Tubuh Diatur tubuh melalui PELEPASAN atau PENGAMBILAN PANAS ke atau dari lingkungan .

IKLIM KERJA DIBEDAKAN ATAS :  Iklim kerja panas. yang biasa disebut tekanan panas (heat stress) dan  Iklim kerja dingin (cold stress). EFEK TEKANAN PANAS TERHADAP KESEHATAN PEKERJA BERUPA GANGGUAN-GANGGUAN ANTARA LAIN:  HEAT CRAMP  HEAT EXHAUSTION  HEAT STROKE  HEAT RASH  HEAT SYNCOPE .

. tangan .HEAT CRAMPS  Kerja berat dalam waktu lama  Banyak kehilangan keringat (NaCL)  Kejang kaki . perut Penanggulangannya : • Memindahkan Tenaga kerja dari lingkungan panas •Banyak diberi minum.

Heat exhaustion GEJALA:  Terjadi karena cuaca yang sangat panas dan belum beraklimatisasi  Banyak keluar keringat  Suhu badan normal dan subnormal  Tekanan darah menurun dan nadi lebih cepat  Lemah dan pingsan PENANGGULANGAN  Pakaian dilonggarkan bila suhu rendah korban harus pakai selimut.  Istirahat dan beri minum dan makan yang cukup untuk penyembuhan .

HEAT STROKE ( SUN STROKE)) GEJALA:  Kulit panas.  Bekerja terlalu berat ( > performa kerja ) . kering. merah  Demam tinggi  Pingsan KEMUNGKINAN PENYEBAB:  Belum beraklimatisasi.

. Heat Rash Gejala : Ruam-ruam pada kulit terjadi akibat pengeluaran keringat yang terhambat.  Penanggulangan : Menjaga kulit tetap kering dan mengobati infeksi dengan salep antibiotik. heat rash biasanya dianggap tidak terlalu serius tetapi dapat menimbulkan masalah bila terjadi infeksi.

. Berdiri tetap menyebabkan aliran darah terpusat pada tubuh bagian bawah.Heat Syncope : Gejala : keadaan pingsan atau hampir pingsan yang disebabkan oleh terlalu lama berdiri pada posisi tetap dibawah sinar matahari langsung atau dapat juga di lingkungan panas. Penanggulangan : Seseorang yang mengalami heat syncope harus dibaringkan pada tempat yang teduh dan diberi minum air.

waktu pengambilan keputusan dan mengganggu kecermatan otak.Efek Tekanan Panas Terhadap Efisiensi Kerja antara lain:  Mempercepat timbulnya kelelahan.  Mengganggu koordinasi syaraf perasa dan motorik sehingga memperpanjang waktu reaksi. . sehingga mengurangi kelincahan kerja dan daya pikir.

CARA PENILAIAN PANAS…? Yes WBGT Index (ISBB) Wet Bulb and Globe Temperature Index (Indeks Suhu Basah dan Bola) .

CARA PENILAIAN PANAS…? Yes  WBGT Index (ISBB)  Wet Bulb and Globe Temperature Index (Indeks Suhu Basah dan Bola) .

3 GT  OUTDOOR with solar Load: ISBB out = 0. yaitu suhu yang diukur dengan termometer bola (globe thermometer) DB : Suhu kering (oC).2 GT + 0.7 x WB + 0. yaitu suhu udara yang diukur dengan termometer .1 DB Dimana : WB : Suhu basah alami (oC).7 x WB + 0. RUMUS ISBB :  INDOOR / Out door with no solar Load (ACGIH): ISBB in = 0. yaitu suhu yang diukur dengan termometer yang dibasahi dan ditiupkan udara GT : Suhu bola atau suhu radiasi (oC).

Iklim Kerja.Pengukuran TWA Rata-rata ISBB: WBGT1 x t1 + WBGT2 xt2 +….+ WBGTnx t n t1 + t 2 + … + t n Pendekatan rumus ini digunakan jika area tempat kerja berbeda dengan tempat istirahat .

NAB (TLV) Kategori Beban Kerja • Ringan : 200 kcal per jam • Sedang : 200-350 kcal/jam • Berat : 350-500 kcal/jam Beban kerja diukur dengan proses aktivitas yang dilakukan ditambah metabolisme basal tubuh manusia .

PARAMETER WBGT (ISBB): PARAMETER ALAT Suhu Basah Alami Termometer suhu basah Suhu Udara Kering Termometer suhu kering Suhu Radiasi Termometer suhu globe Kecepatan gerakan Kata termometer udara Kelembaban Pschrometer .

PENENTUAN TITIK PENGUKURAN  Letak titik pengukuran ditentukan pada lokasi tempat tenaga kerja melakukan pekerjaan.  Waktu pengukuran dilakukan 3 kali dalam 8 jam kerja yaitu pada awal shift kerja. pertengahan shift kerja dan akhir shift kerja. .

Alat Ukur Heat Stress  Wet Bulb Globe Temperature/WBGT  Personal Heat Stress Monitor .

30.1 30.7 - menerus (8 jam/hari) 75% kerja 25% istirahat 30.0 26.6 28.9 50% kerja 50% istirahat 31. 13/MEN/2011 Pengaturan Waktu Kerja ISBB (oC) Setiap Jam Beban Kerja Waktu kerja Waktu istirahat Ringan Sedang Berat Bekerja terus .9 25% kerja 75% istirahat 32.0 25. NAB Iklim Kerja ISBB Yang Diperkenankan Permenaker No.4 29.4 27.2 31.0 .

Kategori Beban Kerja • Ringan : 200 kcal per jam • Sedang : 200-350 kcal/jam • Berat : 350-500 kcal/jam  Beban kerja diukur dengan proses aktivitas yang dilakukan ditambah metabolisme basal tubuh manusia SUHU BASAH ALAMI DAN KELEMBABAN • Suhu Basah Alami (SBA) : 24oC – 30oC • Suhu nyaman SBA : 24oC – 26oC • Kelembaban : 65 % .90 % .

periodik. spesifik)  Aklimatisasi  Pemberian tablet NaCl & Air minum .2.3 Pengendalian Suhu Panas  TEKNIS  Mempercepat Ventilasi udara  Water spray  Suplay udara segar/Ventilasi  Isolasi Sumber panas (metal sheet)  MEDIS  Pemeriksaan Kesehatan (pra.

2. ADMINISTRASI 1. Penyediaan air minum pada tempat yang sesuai. yaitu menggunakan topi/pakaian yang mampu melindungi terhadap panas dan nyaman untuk melakukan pekerjaan . 4. Penerapan siklus waktu istirahat (work rest cycle) 3. Melakukan aklimatisasi terhadap panas  APD Penggunaan Pelindung Diri. Penyediaan tempat istirahat dengan temperatur nyaman 5. Membatasi waktu pemaparan di tempat kerja panas.

PENGENDALIAN SCR UMUM  Training  Pemantauan tempat kerja  Medical surveilance  Spesific control  Engineering control  Administrasi  PPE .

TO BE CONTINUE ........ ...