You are on page 1of 38

SEJARAH PERKEMBANGAN
RUMAH SAKIT UMUM DELI

setelah dinilai bahwa rumah sakit itu memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan”.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 012 Tahun 2012 Tentang Akreditasi Rumah Sakit. . ”Pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri.

DUKUNGAN DUKUNGAN DUKUNGAN DIREKTUR & SELURUH UNSUR CIVITAS RS PEMILIK PEMBANTU ( implementasi lapangan ) PIMPINAN .

Penandatanganan Komitmen Bersama .

KEBULATAN TEKAD HANYA ADA SATU KELULUSAN TOTALITAS & LOYALITAS SELURUH CIVITAS RUMAH SAKIT KONSEKUENSI PENDANAAN LEADERSHIP .

DELI DENGAN IMPLEMENTASI STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 . PLAN OF ACTION PERSIAPAN AKREDITASI PROGRAM KHUSUS RSU.

PEMBENTUKAN TIM AKREDITASI ( Januari 2015 ) PENANGGUNG JAWAB KOORDINATOR UTAMA KOORDINATOR POKJA ANGGOTA POKJA .

• Memahami elemen penilaian • Menyusun / mempersiapkan dokumen .dokumen 1 .

Mengacu pada Buku Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi INVENTARISASI : Sosialisasi.Program . Dokumen di SPO. lapangan evaluasi DOKUMEN PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI akreditasi KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT 2012 . edukasi Kebijakan. Panduan. dan Implementasi Pedoman.

Tenaga Kesehatan Lain. • Melengkapi sarana prasarana • Memperbaiki alur pelayanan 2 • Mempersiapkan SDM ( Dokter.Pelatihan 3 • Pertemuan – pertemuan koordinasi. Perawat. penggunaan APAR. BLS. Evakuasi dll • Melakukan Pelatihan. Non Kesehatan) menguasai hand hygiene. edukasi dan evaluasi / telusur .

implementasi Profesional lainnya dan SPO. kebijakan dll Non Kesehatan . • Membahas progres hasil asesmen Internal Pokja internal Pokja dengan • Bimbingan internal pemenuhan Koordinator standar dan implementasi • Pertemuan koordinasi lintas Pleno Pokja pokja Staf Medis. Nakes • Sosialisasi / edukasi. Keperawatan.

Sosialisasi Standar Akreditasi .

Bimbingan Akreditasi .

Evaluasi tertulis pemahaman standar .

Etika batuk & Limbah . KEGIATAN PPI Penyuluhan Kebersihan tangan.

SOSIALISASI ALAT PELINDUNG DIRI ( APD ) .

SOSIALISASI ALAT PEMADAM API RINGAN ( APAR ) .

TELUSUR POKJA .

PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR ( BHD ) .

PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF .

.

Pada pasien dan keluarga (minimal 4 bagian) 2.Pada staf RS . program kerja. dll.Observasi : Fasilitas. standar prosedur operasional (SPO. (5R)dll 3.1. laporan harian. alat. NO BAB/POKJA STD EP 1 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 6 24 2 Hak Pasien dan Keluarga (HPK) 30 100 12 Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS) 24 99 13 Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) 24 78 . bukti pelaksanaan kegiatan. prosedur tindakan.Wawancara : Pada pimpinan RS . bulanan.Kelengkapan dokumen : Kebijakan/SK. pedoman.

Rapi dan Resik) 5. 4. Rajin Taatilah Peraturan yang Ada untuk mendorong Kegiatan secara mandiri .Rawat Mempertahankan dan melakukan Pengawasan terhadap 3R (Ringkas.

Penilaian lapangan ditekankan pada telusur pasien untuk di wawancarai/ observasi langsung atas pelayanan kesehatan yang telah/sedang/akan diterima pasien. Dilanjutkan telaah dokumen. 4. Pimpinan RS mempresentasikan program keselamatan pasien dan PPI RS 3.1. Tim penilai (surveior) akan berada di RS selama ± 2 hari yang terdiri dari 2 orang 2. . telaah rekam medik tertutup dan telaah rekam medik terbuka serta survei lapangan.

Exit Conference . Wawancara Pimpinan 8.5. 7. kelengkapan dokumen akreditasi juga di observasi dan ditanyakan pada jajaran staf dan pimpinan RS. Temuan atas ketidaklengkapan dokumen/ kekurangan mutu pelayanan harus diperbaiki saat itu setelah mendapat rekomendasi surveyor. Dalam waktu yang bersamaan. 6.

kegiatan/tindakan sudah berjalan minimal 2 bulan terakhir dari masa penilaian .Ada 4 kriteria hasil penilaian terhadap EP : 1. atau dapat menjawab sesuai dengan konteks pertanyaan  Melalui observasi dokumen. Tercapai penuh ( skor 10)  Melalui wawancara baik pada pasien/keluarga dan staf ditemukan jawaban “ya” atau “selalu”. ditemukan minimal 8 dari 10 dokumen yang diminta atau ≥80 % dokumen lengkap  Melalui observasi bukti pelaksanaan.

ditemukan 21 sampai 79 % dokumen yang diminta  Bukti dipenuhinya persyaratan hanya dapat ditemukan di sebagian daerah/unit kerja dimana persyaratan harus ada  Kebijakan/prosedur dapat dilaksanakan tetapi tidak dapat dipertahankan  Melalui observasi bukti pelaksanaan.  Melalui observasi dokumen. kegiatan/tindakan sudah berjalan 1 bulan terakhir dari masa penilaian . Lanjutan 2. Tercapai sebagian (skor 5)  Melalui wawancara baik pada pasien/keluarga dan staf ditemukan jawaban “tidak selalu” atau “kadang-kadang”.

ditemukan 20% dari dokumen yang diminta  Bukti dipenuhinya persyaratan tidak dapat ditemukan di daerah/unit kerja dimana persyaratan harus ada  Kebijakan/proses ditetapkan tetapi tidak dilaksanakan  Melalui observasi bukti pelaksanaan. kegiatan/tindakan sudah berjalan hanya ≤1 bulan terakhir dari masa penilaian . Tidak tercapai (skor 0)  Melalui wawancara baik pada pasien/keluarga dan staf ditemukan jawaban “jarang” atau “tidak pernah”. Lanjutan 3.  Melalui observasi dokumen.

RS tidak melakukan riset. Tidak dapat diterapkan  Sebuah EP dinilai “tidak dapat diterapkan” jika persyaratan dari EP tidak dapat diterapkan di RS (contohnya. tidak ada donasi organ) . Lanjutan 4.

4 Pilar Kunci Akreditasi Apakah Organisasi sudah inline dengan tujuan Apakah Budaya Patient Akreditasi ? Safety sudah berjalan ? ORGANIZATION Apakah Struktur Organisasi sdh sesuai dgn Standar Akreditasi ? Apakah budaya Akreditasi akan menjadi dasar dalam memberikan pelayanan ? Apakah Akreditasi sudah dipahami oleh seluruh Stake holder dalam Organisasi? CULTURE AKREDITASI PEOPLE Apakah Manajemen dan Karyawan memiliki STSTEM komitmen dan persepsi yg Apakah System / SPO sdh sama? dibuat dan Infrastruktur sdh Mendukung? Apakah Karyawan sudah efektif (loyal dan terberdayakan)? Apakah System berjalan secara efektif dan efisien? Apakah Karyawan bisa menjadi “Brand Agent” bagi perusahaan? .

SPO • Internallisasi : • Membangun infrasruktur sesuai standar Akreditasi •Patient Safety • Sosialisasi dan Implementasi SPO •Akreditasi / SPO • Evaluasi dgn audit internal . • Membuat Struktur Komite Medis PPI • Sosialisasi Struktur • Membentuk TIM Audit Internal • Sosialisasi TIM / POKJA System Culture • Membuat Kebijakan.Organization People • Membuat Struktur Organisasi • Membentuk TIM / POKJA Akreditasi : KPS. HPK. Panduan. SKP.

.

.

Memperbaiki Sistem Pelayanan RS Meningkatkan Keselamatan Pasien Dan Nakes Meningkatkan Mutu Layanan Meningkatkan Kepuasan Pasien Meningkatkan Image Baik RS dan Mengangkat Brand RS Menghindari Dan Atau Mengurangi Tuntutan Hukum Kepada RS maupun Nakes (Mus Aida 2014) .

dan SPO yang telah ditetapkan  Senantiasa evaluasi diri untuk mutu pelayanan yang lebih baik  Utamakan kepentingan & keselamatan pasien .Langkah menuju sukses akreditasi :  Komitmen dari semua staf dan pimpinan rumah sakit terhadap akreditasi  Bekerja sesuai dengan kebijakan. pedoman.