You are on page 1of 21

Kelompok 5

Fadhilla Balqis Lisa Yuniar

Fahirul Muhar Putra Utama

Indra Setyawan Yuliana SY


Archae
Tujuan
Tujuan : Agar dapat memahami
Mikroorganisme Archae, baik
ciri-ciri, habitat, bentuk, struktur,
reproduksi, maupun cara
mendapatkan makanan.
Archae
•Archae adalah Organisme yang paling
tua di bumi. Termasuk dalam prokariot
uniseluler, maksudnya archae adalah
mikroorganisme yang tidak memiliki
struktur membran dan merupakan
mikroorganisme bersel tunggal.
Ciri – Ciri Archae
 Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan,
membran sel mengandung lipid .
 Memiliki enzim RNA polymerase yang komplex dan
mirip dengan enzim pada eucaryota .
 Dapat hidup baik di tempat yang ekstrim .
 Tidak peka terhadap antibiotik seperti streptomycin
,chloramphenicol .
 Ada yang memiliki dan tidak memiliki flagel
sebagai alat gerak .
HABITAT ARCHAE
Bakteri hidup dimana – mana (kosmopolitan),
pada suhu bervariasi dan Ph tertentu sesuai
dengan jenisnya. Dapat hidup diberbagai
tempat seperti air, makhluk lain, atmosfer, Suhu
lingkungan hidup di atas 0 °C .s.d.±50°C. bahkan
tempat ekstrim dengan kadar garam tinggi ,dan
dikutub .
Bentuk – Bentuk Archae
 Batang atau Bacillus :
 Spiral atau Spirillium :
 Bulat atau Coccus :
 Koma atau Vibrio :
Struktur
Sel Archae

Bagian Luar Bagian Dalam


Dinding Sel Plasma Sel
Lapisan Lendir / Kapsul Nuleoid
Flagella Ribosom
Mesosom
Reproduksi Archae
 Reproduksi Aseksual/Vegetatif :
Dengan pembelahan biner(tanpa
melalui tahapan seperti mitosis).
 Reproduksi Seksual/Generatif :
Dengan konjugasi,pembelahan
secara langsung materi genetik
diantara dua sel bakteri melalui
jembatan sitoplasma.
Cara Mendapatkan Nutrisi
 Archae dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan
cara mendapatkan makanannya .
1. Archae Heterotrof : Archae yang tidak dapat
menyusun bahan makanan sendiri dan
kebutuhan makanan diperoleh dari
lingkungannya .
2. Archae Autotrof : Archae yang dapat menyusun
bahan organik dari bahan anorganik
.Kebutuhan karbon terutama diperoleh dari gas
CO2 .
Archae Heterotrof
 Dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
• Archae parasit
Archae yang memperoleh makanan dari
organisme yang masih hidup(organisme
inang)
• Archae saprofit
Archae yang memperoleh makanan dari
sisa organisme yang telah mati(bangkai
sampah,serasah)
Archae Autotrof
 Dibagi menjadi dua kelompok,yaitu :
• Archae Fotoautotrof (autotrof fotosintetik)
Archae yang menngunakan sumber energi
cahaya untuk menyusun bahan organik.
• Archae Kemoautotrof (autotrof kemosintetik)
Archae yang menggunakan energi dari hasil
reaksi kimia.
Struktur Sel Archae
 Struktur sel cyanobacteria terdiri atas bagian-
bagian berikut :
• Dinding sel Archae mirip seperti bakteri gram
negatif ,yaitu tersusun atas senyawa
peptidoglikan.
• Membran plasma ,terletak di sebelah dalam
dinding sel, tersusun atas fosolipid dan protein
atau biasa disebut lipoprotein.
• Sitoplasma, cairan di dalam sel, Archae tidak
memiliki nukleus sehingga inti selnya disebut
nukleoid.
Aplikasi Teknik Kimia
 Clostridium acetobutylicum : dapat mengubah zat pati
menjadi pelarut organik aseton dan butanol yang sangat
bermanfaat untuk industri.
 Deinococcus radioduran adalah mikroba yang dapat bertahan
di lingkungan radio aktif berdosis tinggi yang membunuh
hampir semua makhluk hidup lain. bakteri ini sangat
potensial untuk proses bioremediasi seperti pembersihan
lingkungan dari limbah radioaktif, logam berat, atau senyawa
kimia organik.
 Archaea Methanococcus jannaschii yang dapat menghasilkan
gas metan. Mikroba ini ditemukan di lingkungan berasap
hydrothermal, tanpa cahaya, tanpa oksigen, tanpa sumber zat
karbon.
 Nitrosomonas europaea, Prochlorococcus marinu,
Rhodopseudomonas palustris : menjadikan karbon dioksida
sebagai satu-satunya sumber nutrisi zat karbonnya. Dengan
demikian diharapkan mampu berperan mengatasi pemanasan
global (global warming) dengan menstabilkan jumlah karbon
dioksida di atmosfer.
Add Green Chemical To Your life

THE END
Assalamu`alaikum WR. WB.