You are on page 1of 22

HEMATOLOGY ANALYZER

dan

BIOCHEMISTRY ANALYZER/PHOTOMETER

CREATED BY
M LUKMANULHAKIM
Product
BIOCHEMISTRY ANALYZER

HEMATOLOGY ANALYZER

BLOOD GAS ANALYZER

ELECTROLYTE ANALYZER

BLOOD BANK

URINE ANALYZER

IMMUNOLOGY / ELISA

HBA1C

REAGENT / RAPID TEST


After Sales Service

MAINTENANCE

SPARE PARTS

GUARANTEE

BACK UP
Facilities Cooperation

KREDIT /
TUNAI / CASH
LEASING

KSO
K.S.O
Ownership
Sistem Pendistribusian
RUMAH SAKIT
PRINCIPLE LAB KLINIK
UNIVERSITAS
etc

Instansi Pemerintahan
PT. TSB SUB-DISTRIBUTOR LKPP
etc

RUMAH SAKIT
LAB KLINIK
UNIVERSITAS
etc
CIRI-CIRI ORANG SUKSES

Salah satu ciri-ciri orang sukses ialah mampu


mendorong diri untuk mengambil tindakan
selalu. Mereka dengan tekun berusaha sampai
tujuannya tercapai. Mereka bisa terus menerus
mengambil tindakan sehingga semakin hari
semakin dekat dengan sukses.
Cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ pembentuk darah,
dan penyakitnya. Berasal dari bahasaYunani “Haima” yang berarti darah.
Hematology Analyzer sendiri ialah alat untuk mengukur sampel berupa
darah yang dapat mendiagnosis penyakit seorang pasien seperti kanker,
diabetes, dll. Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap
dengan cara menghitung dan mengukur sel darah secara otomatis
berdasarkan impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel
yang di lewatkan. Pemeriksaan hematologi rutin juga dapat dilakukan
seperti pemeriksaan hemoglobin, hitung sel leukosit, dan hitung jumlah
sel trombosit.
Hematology secara umum dibagi atas 3 bagian kecil
menurut jenis dan grup sel darah yang dipelajari
 Sel Darah Merah (RBC)
1. Anemia
2. Hemoglobin
3. Bank darah (sel darah merah dan plasma)

 Sel Darah Putih (WBC)


1. Leukimia
2. Neutropenia
3. Kelainan mieloproliferatif
4. Sindrom mielodisplasia
5. Limfoma
6. Multimieloma

 Plasma Darah dan Pembekuan Darah


1. Pendarahan dan kelainan pembekuan darah
2. Trombosis
3. Trombositosis
Prinsip kerja Hematology

Pengukuran dan penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang
gelombang tertentu dengan larutan atau sampel yang dilewatinya. Alat ini bekerja
berdasarkan prinsip flow cytometer . Flow cytometer adalah metode
pengukuran (=metri) jumlah dan sifat-sifat sel (=cyto) yang dibungkus oleh aliran
cairan (=flow) melalui celah sempit ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut
sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan
penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan informasi
intraseluler, termasuk inti sel.
Prinsip impedansi listrik berdasarkan pada variasi impedansi yang
dihasilkan oleh sel-sel darah di dalam mikroaperture (celah
chamber mikro ) yang mana sampel darah yang diencerkan
dengan elektrolit DILUENT akan melalui mikroaperture yang
dipasangi dua elektroda pada dua sisinya (sisi sekum dan konstan)
yang pada masing masing arus listrik berjalan secara continue
maka akan terjadi peningkatan resistensi listrik (impedansi) pada
kedua elektroda sesuai dengan volume sel (ukuran sel) yang
melewati impulst / voltage yang dihasilkan oleh amplifier circuit
ditingkatkan dan dianalisa oleh elektronik system lalu
hemoglobin diukur dengan melisiskan Red Blood Cell (RBC)
dengan LYSE membentuk methemoglobin , cyanmethemoglobin
dan diukur secara spektrofotometri pada panjang gelombang 550
nm pada chamber. Hasil yang didapat diprintout pada printer
berupa nilai lain grafik sel.
Prinsip light scattering
adalah metode dimana sel dalam suatu aliran
melewati celah dimana berkas cahaya
difokuskan ke sensing area. Apabila cahaya
tersebut mengenai sel, diletakkan pada sudut-
sudut tertentu akan menangkap berkas-
berkas sinar sesudah melewati sel. Alat yang
memakai prinsip ini lazim disebut flow
cytometri.
Kelebihan/Keuntungan Hematology Analyzer
1. Efisiensi Waktu
Lebih cepat dalam pemeriksaan hanya membutuhkan waktu sekitar
2-3 menit dibandingkan dilakukan secara manual dan lebih tanggap
dalam melayani pasien.
2. Sampel
Pemeriksaan hematologi rutin secara manual misalnya, sampel yang
dibutuhkan lebih banyak. Misalnya, manual prosedur yang dilakukan
dalam pemeriksaan leukosit membutuhkan sampel darah 10 mikron,
juga belum pmeriksaan lainnya. Namun pemeriksaan Hematologi
Analyzer ini hanya perlu menggunakan sampel sedikit saja.
3. Ketepatan Hasil
Hasil yang dikeluarkan oleh alat hematologi analyzer ini biasanya
sudah melalui quality control yang dilakukan oleh intern laboratorium
tersebut, baik di Institusi Rumah Sakit, Puskesmas, Rumah Sakit
Hewan, Laboratorium Klinik, dll.
Yang perlu diperhatikan pada layar alat
hematology analyzer, setelah pengukuran
spesimen darah, meliputi :

1. Perhatikan Hematokrit (HCT)


2. Hb kira-kira 1/3 Hematokrit.
3. Perhatikan MCHC
4. Kemungkinan ada kesalahan semua atau
salah satu dari hasil
5. Perhatikan juga sel leukosit terutama
distribusi diff. counting
Adapun sisi kelemahan dari
Hematology Analyzer
Pemeriksaan Hematology Analyzer ini tidak
selamanya mulus, karena pada kenyataannya
alat ini juga memiliki beberapa kekurangan,
seperti dalam hal menghitung sel-sel
abnormal. Seperti dalam pemeriksaan hitung
jumlah sel, ini bisa saja nilai dari hasil hitung
semisal leukosit atau trombosit bisa saja
rendah karena ada beberapa sel yang tidak
terhitung dikarenakan sel tersebut memiliki
bentuk yang abnornal.
Cara Perawatan Hematology Analyzer
Cara perawatan hematologi analyzer adalah dengan menyimpan dengan
baik di tempat yang datar dan kering. Alatnya pun harus dijaga dalam
keadaan kering jika tidak digunakan untuk tetap menjaga keawetan
alat. Kebersihannya pun penting agar ketelitiannya tetap terjaga.
Inilah yang harus diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa
alat-alat yang bisa dikatakan “bandel”. Namun sebandel-bandelnya
alat tersebut, tetap saja harus mendapatkan perhatian khusus seperti
:
 Suhu ruangan.
 Lakukan control secara berkala.
 Selalu cek reagen : Diluent, Rinse, Minidil, Minilyse, dsb.
 Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak
hasil jika terhisap.
Verifikasi Kalibrasi Alat Hematology
Analyzer

 Dilakukan minimal selama 6 bulan sekali.


 Ada perawatan preventif besar atau penggantian bagian-
bagian penting yang mungkin mempengaruhi kinerja
test/alat ini. Ini termasuk ketika laboratorium mengirimkan
test sistem kepada produsen untuk
perbaikan. Laboratorium harus memverifikasi kalibrasi dari
sistem test sebelum melanjutkan pengujian pasien dan
pelaporan hasil.
 Mengkoreksi nilai hasil QC (quality control) apakah sudah
sesuai dengan hasil verifikasi kalibrasi yang dilakukan
sebelum QC (quality control).
Check, Recheck dan Troubbleshooting Kondisi

 Periksa teknik sampling dan jenis spesimen yang digunakan.


 Check suhu ruang memenuhi suhu pada 18-20 derajat celcius, kondisi meja harus dari
beton dan gunakan thermometer.
 Check cara penyimpanan dan lama penyimpanan.
 Lakukan homogenisasi sebelum mengukur minimal 1 menit dan lebih bagus lagi setelah
sampling masukkan darah dengan penggiling khusus yang biasa disebut “Rotator”.
 Pastikan alat telah di warm up dan telah dibuat background.
 Check kondisi volume dan kemasan reagent Diluent, Lyse dan Rinse.
 Lakukan pencucian setiap 20 sampel running.
 Lakukan pemeliharaan dengan menggunakan larutan pencuci hipoklorit setiap minggu.
 Lakukan setiap 2 minggu sekali atau sebulan sekali menggunakan larutan enzim digestif
(EZ cleanser) untuk menghancurkan sisa bekuan atau sisa pembuangan darah yang tidak
sempurna.
 Jangan gunakan alat selama 24 jam penuh tanpa istirahat, karena dapat berakibat
kesalahan pencucian alat dan kesalahan keakuratan alat berkurang.
 Gunakan darah kontrol yang masih baru dan tidak expired date.
 Konsultasikan hasil printout hematology analyzer dengan staff ahli laboratorium dan atau
DSPK bila mencurigakan.
HEMATOLOGY ANALYZER