You are on page 1of 11

KEHAMILAN

POST TERM

Kelompok IV • Listia Ari Putri • Maya Nurlianti • Nidaul Hasanah • Novi Haryanto • Nurana Fatikha • Rahma Hidayah .

2008). . Definisi Kehamilan postterm yaitu kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu (294 hari) atau lebih. dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele dengan siklus haid rata- rata 28 hari (Prawirohardjo.

Masalah bayi: • Kelainan pertumbuhan janin • Oligohidramnion . Etiologi Penyebab terjadinya kehamilan post matur belum diketahui dengan jelas. Masalah ibu: • Serviks belum matang • Kecemasan ibu • Hormonal • Faktor herediter 2. namun diperkirakan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu : 1.

• Telah lewat 22 minggu sejak terdengarnya DJJ pertama kali dengan stetoskop Laennec. Riwayat Pemerikasaan Antenatal • Tes Kehamilan • Gerak Janin • Denyut Jantung Janin (DJJ) Kehamilan dapat dinyatakan sebagai kehamilan postterm bila didapat 3 atau lebih dari 4 kriteria hasil pemeriksaan sebagai berikut: • Telah lewat 36 minggu sejak tes kehamilan positif. Diagnosis 1. • Telah lewat 24 minggu sejak dirasakan gerakan janin pertama kali. • Telah lewat 32 minggu sejak DJJ pertama terdengar dengan Doppler. Riwayat Haid • Penderita harus yakin betul dengan HPHT-nya • Siklus 28 hari dan teratur • Tidak minum pil antihamil setidaknya 3 bulan terakhir 2. .

derajat maturitas plasenta. . • Pemeriksaan kadar estriol dalam urine. • Amniocentesis pemeriksaan sitologi air ketuban. • Kardiotokografi untuk menilai ada atau tidaknya gawat janin. Pemeriksaan Penunjang • USG untuk mengetahui usia kehamilan. • Amnioskopi melihat kekeruhan air ketuban. • Uji Oksitisin untuk menilai reaksi janin terhadap kontraksi uterus. • Pemeriksaan sitologi vagina.

pengambilan contoh/sampel cairan amniotik di dalam rahim yang melingkupi janin dan diambil dengan menggunakan jarum halus. Prosedur dilakukan dengan panduan ultrasonografi. Dengan cara memasukkan jarum ke dalam rahim (namun tidak mengenai bayi). sehingga operator bisa melihat secara jelas ke di mana posisi jarum .

Dengan memasukkan alat ini melalui kanalis servikalis (pintu luar rahim) akan dapat diperhatikan tentang jumlah air ketuban dan kekeruhan air ketuban .Amnioskopi adalah pemeriksaan air ketuban yang dilakukan dengan mempergunakan alat "amnioskope" (alat bening seperti kaca) melalui jalan lahir.

. Tanda dan Gejala • Gerakan janin jarang • Berat badan bayi lebih berat dari bayi matur. • Tulang dan sutura lebih keras dari bayi matur • Rambut kepala lebih tebal.

Komplikasi Pada Ibu Pada Bayi • Inersia uteri • Distosia bahu • Perdarahan post partum • Asfiksia • Ruptur perineum tingkat lanjut • Atonia uteri • Retensio Placenta .

janin postmatur kadang – kadang besar dan kemungkinan disproporsi cephalopelvix dan distosia janin perlu diperhatikan. Penatalaksanaan • Setelah usia kehamilan lebih dari 40.42 minggu. kematian janin dalam kandungan. anak berharga dan kesalahan letak janin. . Selain itu janin post matur lebih peka terhadap sedative dan narkosa. partus lama dan terjadi gawat janin. pembukaan belum lengkap. pre eklamsi. hipertensi menahun. boleh dilakukan induksi persalinan. • Lakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan kematangan serviks. yang terpenting adalah monitoring janin sebaik – baiknya. primigravida tua. • Tindakan operasi SC dapat dipertimbangkan bila pada keadaan onsufisiensi plasenta dengan keadaan serviks belum matang. • Apabila tidak ada tanda – tanda insufisiensi plasenta. • Persalinan pervaginam harus diperhatikan bahwa partus lama akan sangat merugikan bayi. persalinan spontan dapat ditunggu dengan pengawasan ketat. apabila sudah matang.