You are on page 1of 17

PEMBIMBING

:
dr. Surjit Sigh Sp.F, DFM
dr. Rahmawati Sp.F

OLEH :
Singgih Syahrial (10310367)
Veronita Oktaviani (10310398)

lebih cepat mana hanging atau di jerat ? 3) Pemeriksaan luar .Pertanyaan 1) Tanda-tanda asfiksia pada hanging ? 2) Beda nya korban dibunuh dan bunuh diri (hanging).

sedangkan di Indonesia kasus gantung diri masih sangat langka. polisi dan dokter nonforensik Hanging  metode bunuh diri yang paling sering ditemukan dibanyak negara. .Pendahuluan Hanging (penggantungan)  penyebab kematian asfiksia paling sering ditemukan dan menimbulkan persoalan salah interpretasi baik ahli forensik.

daya jerat ikatan tersebut memanfaatkan berat badan tubuh atau kepala. .Definisi  Hanging  keadaan dimana leher dijerat dengan ikatan.

Epidemiologi Menurut WHO tahun 2003 bahwa satu juta orang bunuh diri setiap tahunnya.000 penduduk . 41% diantaranya gantung Indonesia bunuh diri setiap diri.119 korban bunuh diperkirakan 150 orang di diri. Mayoritas dilakukan oleh kaum Menurut WHO tahun 2005 pria.8 per 100. dari 1. Angka bunuh diri di Jakarta sepanjang tahun 1995-2004 mencapai 5. 23% minum racun dan 356 hari orang sisanya overdosis obat terlarang.

Typical Hanging Gantung yang terjadi bila titik gantung terletak di atas daerah oksiput dan terjadi penekanan paling besar pada asteri karotis dan vena jugularis .Jenis – jenis gantung Menurut letak simpul 1.

Atypical Hanging peristiwa gantung yang terjadi bila titik gantung terletak di samping.2. . sehingga leher dalam posisi sangat miring (fleksi lateral) yang mengakibatkan hambatan pada arteri karotis dan arteri vertebralis.

. misal korban tergantung dalam posisi berlutut. Incomplate Hanging peristiwa gantung yang terjadi bila berat tubuh tidak sepenuhnya menjadi kekuatan daya jerat tali.Menurut posisi tubuh 1.

2. misal pada korban dalam posisi seluruh tubuh menggantung ke atas. Complate Hanging Jika berat tubuh sepenuhnya menjadi kekuatan daya jerat tali. .

Mekanisme Kematian Pada Gantung Diri Kerusakan batang otak dan medula spinalis asfiksia Iskemia otak Reflek vagal Apopleksia (kongesti pada otak) Kompresi pada arteri karotis .

auto erotic hanging merupakan kasus penyimpangan seksual menggunakan cara gantung b. Homicidal Hanging .Cara Kematian Korban Gantung a.mati tergantung sewaktu bermain .mati tergantung sewaktu bekerja . Bunuh diri c. Kecelakaan terbagi 3 kelompok : .

Pemeriksaan Pada Korban Gantung a.Dada dan perut .Kepala .Anggota gerak .Leher .Dubur dan Kelamin b. Pemeriksaan luar .Kepala . Pemeriksaan Dalam .

Pakaian tidak teratur.Temuan pada pemeriksaan TKP korban gantung  Kasus pembunuhan  Alat penjerat ○ Simpul biasanya simpul mati ○ Jumlah lilitan hanya satu ○ Arah jeratan mendatar ○ Jarak titik tumpu ke simpul dekat ○ Korban  Jejas jerat berjalan mendatar  Terdapat luka perlawanan  Terdapat luka-luka lain. Lokasi bervariasi . robek . sering di daerah leher  Jarak dari lantai jauh  TKP . Tidak ditemukan surat peninggalan . Ruangan tidak teratur. terkunci dari luar . Alat dari si pembunuh . Kondisi tidak teratur .

dapat tidak tergantung TKP -Lokasi tersembunyi -Kondisi teratur -Pakaian rapi dan baik -Alat berasal dari yang ada di TKP -Ditemukan surat peninggalan -Ruangan terkunci dari dalam . mungkin terdapat luka percobaan lain  Jarak dari lantai dekat. Kasus bunuh diri  Alat penjeret ○ Simpul biasanya simpul hidup ○ Jumlah lilitan satu atau lebih ○ Arah jeratan serong ke atas ○ Jarak titik tumpu ke simpul jauh ○ Korban  Jejas jerat berjalan meninggi kearah simpul  Tidak terdapat luka perlawanan  Biasanya tidak ada luka.

letak di bawah/ letak di atas kartilago tiroid di kartilago tiroid 2. telinga Sering 8. Jaringan bawah jejas Kecoklatan. Kartilago tiroid Jarang patah Sering patah 7. Cairan sperma Sering ada di glans penis Jarang 14. Melintang. memar 3. Perdarahan Hidung. mulut. ada bintik perdarahan perdarahan 9. Wajah Pucat. Air liur Menetes dari mulut Tidak ada 11. keras. jarang ada bintik Kongesti. kemerahan . Inkontinensia urin Jarang Sering danfaeces 13. Pinggiran jejas Batas tegas Batas tidak tegas. Arteri karotis Rusak. Tulang hyoid Sering patah Jarang patah 5.No Kategori Gantung Jerat 1. Tanda asfiksia Tidak jelas Jelas 10. mengkilat Lunak. Paru-paru Sering ada bula emfisema Jarang 12. Letak jejas Miring. lingkaran utuh. bila dijatuhkan dari Sering rusak ketinggian 6. Memar otot leher Sedikit Banyak 4. lingkaran tidak utuh.

Simpul tali Biasanya satu simpul pada bagian samping leher.Perbedaan gantung diri dan pembunuhan Perbedaan Bunuh diri Pembunuhan 1. Usia Lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa. mendatar. Korban tidak mempunyai riwayat 5. Jika lingkar tali tidak dapat maka dicurigakan bunuh diri keluar melewati kepala. Simpul tali lebih dari satu dan simpul biasanya simpul hidup. 2. Cedera Tidak terdapat luka yang menyebabkan kematian Terdapat tanda yang dan tidak terdapat tanda-tanda perlawanan. Lingkaran tidak terputus. Riwayat korban Korban mempunyai riwayat. 4. letak ditengah leher. mengarah ke pembunuhan 6. terikat kuat. Lingkaran tali Jika lingkaran tali dapat keluar melewati kepala. kemudahan Tempat kejadian mudah ditemukan Korban biasanya digantung ditempat yang sulit ditemukan. . 3. Tempat kejadian Jika tempat kejadian merupakan tempat yang Bila sebaliknya ditemukan tertutup atau didapatkan ruangan dengan pintu terkunci dari luar maka terkunci maka dugaan bunuh diri adalah kuat. penggantungan biasanya kasus bunuh diri 7. Tidak mengenal batasan usia. Jejas jerat Bentuk miring berupa lingkaran terputus. maka dicurigai pembunuhan 8.

Terima kasih .