You are on page 1of 16

Pengaruh Iradiasi Terhadap

Bahan Pangan
OLEH :
PUTRI DYANA (153020068)
FAJAR ARIYANTO B (153020073)
SYAWALUDIN AKBAR K (153020080)
Iradiasi
Iradiasi adalah salah satu jenis pengolahan pangan yang menerapkan
gelombang elektromagnetik, dengan energi ionisasi yang akan
mengakibatkan perubahan kimia dan berpengaruh terhadap proses
metabolism dasar dari jaringan itu sendiri.
Dosis dan Dampak Iradiasi
Dosis jumlah radiasi yang diserap oleh makanan tidak sama dengan
jumlah radiasi yang dipancarkan pembangkit. Dosis ditentukan intensitas
dan lama penyinaran. Satuannya gray (gy).

Keterangan :
1 gray = 1 gy = 100 rads = 0,00024 kal/kg pangan
1 kgy = 1000 gy
Dosis rendah (≤ 1kgy)
• Mengendalikan serangga pada biji-bijian.

• Mencegah pertunasan kentang.

• Mengendalikan cacing pita pada daging babi.

• Mencegah pembusukan dan mengendalikan serangga pada buah dan
sayur.
Dosis medium ( 1-10 kgy)
• Mengendalikan salmonella, versinia dan campylobacter
pada daging, produk unggas dan ikan.
• Mencegah jamur pada buah.
Dosis Tinggi (> 10 kgy)
• Membunuh mikroba dan serangga pada rempah-rempah.
• Sterilisasi makanan.
• Sterilisasi alat medis.
Penerapan Dosis Dalam Berbagai Penerapan Iradiasi Pangan
Tujuan Dosis (kGy) Produk
Kentang, bawang putih, bawang
Dosis rendah (s/d 1 KGy)
• Pencegahan pertunasan 0,05 – 0,15 bombay, jahe,
Serealia, kacang-kacangan, buah
• Pembasmian serangga dan 0,15 – 0,50 segar dan kering, ikan, daging
parasit 0,50 – 1,00 kering
• Perlambatan proses fisiologis Buah dan sayur segar
Dosis sedang (1- 10 kGy) Ikan, arbei segar
• Perpanjangan masa simpan Hasil laut segar dan beku, daging
1,00 – 3,00
• Pembasmian mikroorganisme unggas segar/beku
1,00 – 7,00
perusak dan patogen Anggur(meningkatkan sari),
2,00 – 7,00
• Perbaikan sifat teknologi sayuran kering (mengurangi waktu
pangan pemasakan)
Dosis tinggi1 (10 – 50 kGy)
• Pensterilan industri Daging, daging unggas, hasil laut,
• Pensterilan bahan tambahan 10 – 50 makanan siap hidang, makanan
makanan tertentu dan steril
komponennya

Sumber: Aplikasi Iradiasi Dalam Teknik Pengawetan Pangan, 2002
Contoh Penerapan Iradiasi pada Baso Ikan Patin
Pengaruh Radiasi Terhadap Retensi Vitamin (%)
dalam Hasil Laut

Kerang Haddcook
Krad Krad
Vitamin 450 350 250 150
Tiamin 80 67 37 78
Riboflavin 99 111 105 100
Niasin 84 97 106 100
Piridoksin 63 93 125 115
Asam pantotenat 115 115 164 178
Vitamin B-12 92 91 110 90
Pengaruh Radiasi Terhadap Retensi Vitamin
Gandum (%)

Krad Tiamin Ribofavin Niasin Piridoksin

20 88 91 88 -

200 88 87 91 -

30-502 100 100 89 100

30-503 100 100 100 100
Retensi Asam Askorbat dan Karoten
dalam Sayuran yang Diiradiasi
% Retensi
Produk Dosiss
Asam Askorbat Karoten
Krad
Wortel 10 102
20 115
30 113
40 109
80 99
Mrad
Buncis 4,8 73 169
Wortel 4,8 78 87
Jagung 4,8 71 56
Perubahan Pada Makanan yang Diiradiasi
• Perubahan tekstur mirip pasteurisasi atau pembekuan
• Pada peach: kulit melunak, pada daging : flavor berkurang
• Perubahan kimia: H20 →H202 90% perubahan kimia karena radiasi
menghasilkan komponen yang alamiah. Misal trigliserida→ asam lemak
• Protein pecah menjadi asam amino
• Asam askorbat berubah menjadi asam dehidroaskorbat. Vitamin E mudah
rusak.
Kelebihan Iradiasi
• Tidak meninggalkan residu bahan kimia

• Tidak menyebabkan perubahan suhu

• Tidak perlu dikarantina setelah proses(produk dapat langsung dimakan)

• Daya tembus tinggi sehingga efek penetrasi sinar gama merata hingga
kebagian dalam produk
Kekurangan Iradiasi
• Biaya operasional mahal

• Butuh prasarana dan sarana yang harganya mahal

• Perlu tenaga yang terlatih dan professional

• Kemungkinan terkena radiasi bagi tenaga operasional mengakibatkan
kemandulan.

• Melemahkan/mematikan metabolisme pasca panen
Kesimpulan
Tidak satupun proses pengolahan dan pengawetan pangan dapat
meningkatkan nilai gizi pangan. Karena iradiasi merupakan proses yang
tidak menggunakan panas sehingga kehilangan zat gizi terjadi dalam
jumlah minimal dan lebih kecil dari pada proses pengawetan lain seperti
pengalengan, pengeringan dan pasteurisasi. Codex Alimentarius
Commission dan International Atomic Energy Agency (IAEA), telah
melakukan berbagai kajian dan menyatakan bahwa iradiasi tidak
menimbukan masalah gizi khusus pada pangan. Bahkan hasil sidang
FAO, WHO dan IAEA di Jenewa pada tahun 1997 yang membahas
iradiasi dengan dosis tinggi (>10 kGy) menyimpulkan bahwa dosis di
atas 10 kGy tidak menyebabkan kehilangan zat gizi yang dapat
berdampak terhadap status gizi manusia.
TERIMAKASIH 