You are on page 1of 12

PERSPEKTIF HUKUM DAN ETIK

pada ABORSI

DEFINISI ABORSI : HUKUM ≠ KEDOKTERAN KEDOKTERAN : KELUARNYA JANIN DALAM TRISEMESTER I & II KEHAMILAN HUKUM : KELUARNYA KONSEPSI SEBELUM WAKTUNYA .

Menurut cara Keluarnya :  Provocatus  Spontaneus Provocartus : dapat dengan istilah MEDICINALIS .

23 / 1992 Kenapa ABORSI perlu diatur :  Karena merupakan masalah Kesehatan Masyarakat  Banyak perempuan dibiarkan menjadi korban ABORSI illegal .Masalah ABORSI Bagi DOKTER :  Sudah ada di Sumpah Dokter  Sudah ada di KUHP  Sudah ada di UU Kes no.

ADA 2 KELOMPOK PRO ( humanitarian Principle) :  Aborsi illegal mengancam Kesehatan Masyarakat  Akses yang sama bagi kaya & miskin dalam melakukan ABORSI  Hak wanita mengontrol tubuhnya sendiri Kontra ( Hak – hak Janin ) :  Hak untuk dilahirkan hidup  Hak untuk dilahirkan normal .

. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Pasal 346 (KUHP) Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan-nya atau menyuruh orang lain untuk itu.

Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. 2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. Pasal 347 (KUHP) 1. . dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

2. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuan-nya. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. . dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 348 (KUHP) 1. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. . Pasal 349 (KUHP) Jika seorang Dokter .

23 /1992 Pasal 15 ayat 1 Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. . dapat dilakukan medis tertentu. UU Kes no.

Segala jenis ABORSI secara umum dilarang di Indonesia (ada pada KUHP) 2. 3. Abortus Provocatus Medicinalis telah cukup memberi payung dengan syarat – syaratnya yang berat. KESIMPULAN 1. RUU Kes sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi .