You are on page 1of 17

REPRODUKSI PADA TUMBUHAN

Standar Kompetensi:
Mengidentifikasi organ dan proses reproduksi pada
tumbuhan, hewan dan manusia

Kompetensi Dasar:
Mengidentifikasi organ dan proses reproduksi pada tumbuhan dan
pemencarannya.

SMK N 1 JEPARA
Adaptif

: 2 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . reproduksi serta pemencarannya pada tumbuhan. Hal. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa diharapkan dapat mendeskripsikan perbedaan proses tumbuh dan berkembang.

Perkembangbiakan pada umumnya dibedakan dalam dua cara berikut ini: 1. 2. produksi = hasil). Dispersal. REPRODUKSI PADA TUMBUHAN Reproduksi (re = ulang. Perkembangbiakan seksual Hal.: 3 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Struktur bunga (Campbell. Perkembangbiakan aseksual Gambar. 2006). mengandung arti perkembangbiakan. artinya pemencaran alat-alat perkembangbiakan.

merupakan perkembangbiakan dengan bantuan campur tangan manusia. terjadinya calon individu baru tanpa peleburan gamet jantan dan gamet betina. PERKEMBANGBIAKAN ASEKSUAL (VEGETATIF) Reproduksi aseksual (vegetatif) yaitu. 1. Vegetatif buatan. Vegetatif alamiah. 2.: 4 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Hal. pada perkembangbiakan ini calon individu baru terjadi tanpa peleburan 2 buah gamet dan tanpa campur tangan manusia.

: 5 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . yaitu terjadinya calon individu baru didahului dengan peleburan sepasang gamet. Konyugasi (peleburan dua sel yang belum terspesialisasi disebut zygospora). 4. dapat menjadi individu baru). PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL (GENERATIF) Generatif (seksual). Hal. Fertilisasi (peleburan sepasang gamet membentuk zigot). Metagenesis (pergiliran keturunan dimana reproduksi vegetatif bergantian dengan generatif). Cara Perkembangbiakan generatif : 1. Partenogenesis (ovum tidak dibuahi. 3. 2.

Hal. Polinasi hanya terdapat pada tumbuhan yang mempunyai serbuk sari dan bakal biji.: 6 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . yaitu pada Angiospermae dan Gymnospermae. PENYERBUKAN DAN PEMBUAHAN TUMBUHAN BERBIJI Polinasi (penyerbukan) adalah jatuhnya serbuk sari yang berisi sperma ke tempat bakal biji yang berovum.

3. Penyerbukan sendiri (autogami). PENYERBUKAN BERDASARKAN ASAL SERBUK SARI 1.: 7 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Penyerbukan tetangga (geitonogami). 5. Penyerbukan silang (alogami). Hal. Penyerbukan bastar. Penyerbukan sendiri yang terjadi selagi bunga belum mekar (kleistogami). 4. 2.

kering dan warna mahkota tidak perlu menarik perhiasan bunganya tidak ada dan kalau ada hanya kecil. 2. Penyerbukan dengan bantuan serangga (entomogami). Penyerbukan siput (malakogami) 4. lembut. Ciri-ciri tumbuhannya ialah memiliki serbuk sari yang banyak. Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami).: 8 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Penyerbukan dengan bantuan angin (anemogami). Penyerbukan dengan bantuan hewan (zoidogami) a. d. b. Penyerbukan dengan bantuan kelelawar (kiropterogami). Penyerbukan dengan bantuan air (hidrogami) 3. karena di alam tidak adaperantara yang cocok dalam proses penyerbukannya Hal. sederhana dan ringan. PENYERBUKAN BERDASARKAN FAKTOR PERANTARA 1. Penyerbukan dengan bantuan burung (ornitogami) c.

Herkogami. yaitu serbuk sari dan putik terletak pada individu yang berbeda. yaitu putik matang lebih dulu. lanjutan … Faktor-faktor yang menyebabkan tumbuhan tidak dapat mengadakan penyerbukan sendiri (autogami) adalah: 1.: 9 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Heterostili Hal. Protandri. dapat dibedakan atas: a. c. 2. yaitu serbuk sari tidak dapat jatuh ke kepala putik d. yaitu serbuk sari suatu bunga masak lebih dulu. Dioseus (berumah dua). yaitu masaknya serbuk sari dan putik tidak bersamaan. Dikogami. b. Protogini.

PEMBUAHAN PADA TUMBUHAN Pembuahan (fertilisasi) adalah peristiwa terjadinya peleburan antara gamet jantan dan betina. Pembuahan ganda terjadi dua kali pembuahan yang menghasilkan satu embrio dan endosperm (Gambar.). Pembuahan tunggal terjadi pada tumbuhan Gymnospermae b.: 10 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Pembuahan tunggal terjadi bila setiap pembuahan (satu kali pembuahan) menghasilkan embrio. Pembuahan ganda pada terjadi pada tumbuhan Angiospermae Hal. a.

: 11 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . 2006).Gambar Perkembangan Gametofit Dan Pembuahan Ganda Pada Angiospermae (Campbell. Hal.

Ampomiksis. yaitu pembentukan embrio dari bagian lain kandung lembaga tanpa perkawinan. yaitu masuknya sperma ke dalam kandung lembaga melalui mikropil. Amfiksis. Hal.: 12 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . Kalazogami. 3. 4. yaitu pembentukan embrio dari sel telur yang tidak dibuahi. yaitu masuknya sperma ke dalam kandung lembaga melalui kalaza. Porogami. yaitu embrio yang terjadi dari sel-sel lain kandung lembaga. c. Partenogenesis. 2. yaitu pembentukan embrio tanpa didahului oleh peleburan sperma dan ovum. Embrio adventif. b. Apogami. SAAT-SAAT PEMBUAHAN 1. merupakan peleburan ovum dan sperma yang kemudian berkembang menjadi embrio. Terjadi karena: a. Apomiksis menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam biji dan kejadian ini disebut poliembrio. Sedangkan bila tidak melalui mikropil disebut aporogami.

PEMENCARAN ALAT PERKEMBANGBIAKAN Tumbuhan Kosmopolit.: 13 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . yaitu tumbuhan yang areal penyebarannya luas (terdapat di mana- mana). hanya terdapat di daerah tertentu saja. Tumbuhan Endemik. Hal. tumbuhan yang daerah penyebarannya terbatas.

 Pembentukan tunas-tunas (anakan) yang tetap berada dekat induknya sehingga terjadi rumpun. Hal. PEMENCARAN TANPA BANTUAN FAKTOR LUAR  Rhizoma tumbuh menjalar dalam tanah.: 14 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . dan pada suatu jarak tertentu dari induknya tunas rhizoma muncul di atas permukaan tanah menjadi tumbuhan baru. Gerak ini menyebabkan biji terpelanting.  Tumbuhan induk pada geragih (stolon). pada jarak tertentu dapat menghasilkan tumbuhan baru.  Gerak higroskopis.

Hidrokori dengan perantaraan air. Zookori dengan perantaraan hewan. Mamokori. Ornitokori. 3. Berdasarkan jenis hewan perantaranya dibedakan atas: a. b. Entomokori. yaitu pemencaran melalui mamalia. yaitu pemencaran dengan bantuan kelelawar. yaitu pemencaran dengan bantuan serangga. PEMENCARAN DENGAN BANTUAN FAKTOR LUAR 1. 4. Dengan bantuan panas Hal. Kiropterokori. c. Antropokori dengan perantara manusia. 5. 2. yaitu pemencaran dengan bantuan burung.: 15 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif . d. Anemokori dengan perantaraan angin.

Hal.: 16 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif .

: 17 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif .COMPILED BY: Hal.