You are on page 1of 43

Badan Penelitian dan Pengembangan

Provinsi Riau
2018

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan


Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan
TIM PENELITI BALITBANG PROV. RIAU Pekanbaru,
Kawasan 11-07-2017
Pesisir Riau
Latar Belakang

Secara geografis Kawasan Pesisir mencakup


 DAS bagian hulu
 Lahan pesisir (pantai, dunes, lahan basah,
dll)
 Perairan pesisir dan estuaria
 Perairan laut lepas yang masih dipengaruhi
atau mempengaruhi wilayah pesisir

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Latar Belakang

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
SDA Pesisir Terancam

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Latar Belakang
1.2. Pemanfaatan Pesisir dalam Pembangunan Secara Berkelanjutan
• Proses dirancang untuk mengatasi permasalahan fragmentasi
yang secara inherent terjadi pada pendekatan pengelolaan
secara sektoral (seperti sektor perikanan, sektor migas,
perhubungan, pariwisata , dll); pada terpilahnya jurisdiksi antar
tingkatan pemerintahan, dan pada interface (peralihan) antara
lahan (daratan) dan perairan darat.
• Peran pengelolaan sumberdaya pesisir secara sektoral
(perikanan, pengeloaan komoditas air, pertambangan, dll),
tetapi menjamin bahwa kegiatan-kegiatan tersebut
berfungsi/berlangsung secara harmonis.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Mengapa Kawasan Pesisir Harus
dikelola dengan Baik?
Kawasan pesisir sangat produktif dan
mengandung potensi pembangunan
yang tinggi.
• 85% kehidupan biota laut tropis
bergantung pada ekosistem pesisir Ekosistem Mangrove
(Odum and Teal, 1976; Berwick,1982)
• Coastal zone (6%of the world’s surface)
comprising the nearshore marine
environments (I.e estuaries, coastal
wetlands, mangroves, coral reefs,
continental shelves) provides 43% of the Ekosistem Lamun
world’s ecosystem goods and services
(Costanza, et.al, 1997)
• 90% hasil tangkap ikan berasal dari laut
dangkal/pesisir (FAO, 1998)
Ekosistem T. Karang
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Maksud & Tujuan
 Kondisi existing perikanan budidaya di kawasan pesisir Riau (Kabupaten
Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai dan Pelalawan)
 Menentukan nilai potensi perikanan budidaya di pesisir Riau (Kabupaten
Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai dan Pelalawan)
 Mengetahui komoditas unggulan perikanan budidaya spesifik lokasi
dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan pesisir Riau
(Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai dan Pelalawan)
 Merumuskan pola dan strategi pengembangan komoditas unggulan
perikanan budidaya spesifik lokasi dalam mendukung percepatan
pembangunan di kawasan pesisir Riau (Kabupaten Rokan Hilir,
Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai dan Pelalawan).

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Sasaran

 Petani ikan
 Penduduk/masyarakat pesisir
 Stakeholder

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Ruang Lingkup Kegiatan
• Kegiatan akan dilakukan di 5 Kabupaten Prov. Riau seperti tahapan-
tahapan berikut :
• i. Riset desain dan Instrumen Survei
• ii. Teknik pengumpulan data dan jenis data yang dikolekting
• iii. Pengumpulan data
• iv. Pengukuran beberapa parameter kualitas air dan tanah
• v. Pengolahan dan analisis data
• vi. Diskusi/Seminar
• vii. Penyusunan laporan akhir
• viii. Publikasi (Ringkasan eksekutif, laporan akhir (dimasukkan
kepustakaan nasional daerah) dan Jurnal Ilmiah
Nasional/Internasional). Jurnal tetap dibuat walaupun jurnal tersebut
adalah additional (namun sangat bagus). Jurnal internasional akan
diterbitkan kemungkinan n + 1 dan bisa dianggarkan untuk tahun
berikutnya.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Output

Memberikan rekomendasi terhadap pemerintah, khususnya pemerintah


Kabupaten Palalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Dumai, dan Rokan Hilir serta
umumnya pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat tentang pola dan
strategi pengembangan unggulan subsektor perikanan budidaya dalam
mendukung percepatan pembangunan kawasan pesisir Riau. Selanjutnya,
beberapa partisi dari hasil penelitian akan diterbitkan dalam jurnal nasional
dan internasional.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Penerima Manfaat

 Pemerintah provinsi
 Pemda kabupaten
 Masyarakat kawasan pesisir
 Masyarakat ilmiah

Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah Kabupaten berupa masukan perencanaan


pembangunan dalam sektor perikanan untuk pembuatan kebijakan dalam rangka
pengembangan perikanan masa depan di kawasan pesisir Riau. Selanjutnya, penerima
manfaat masyarakat ilmiah dapat menjadikan sebagai rujukan ilmiah tentang potensi,
komoditi dan teknologi perikanan budidaya unggulan .

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Metodologi

Lokasi Penelitan
Kabupaten Rohil, Inhil, Bengkalis, Dumai, dan Pelalawan.

Waktu Penelitan
Juli hingga Oktober 2018

Macam dan Sifat Penelitan


Sifat penelitian : Penelitian deskriptif  produksi dan potensi pengembangan
sektor perikanan khususnya sektor perikanan budidaya dalam mendukung
percepatan pembangunan kawasan pesisir Riau dengan menggunakan metode
survei.
Deskrptif : menggambarkan objek tertentu dan menjelaskan hal-hal yang terkait
dengan atau melukiskan secara sistematis fakta-fakta atau karakteristik populasi
tertentu dalam bidang tertentu secara faktual dan cermat (Azwar, 1998), dan
semata-mata menggambarkan suatu objek untuk menggambil kesimpulan-
kesimpulan yang berlaku secara umum (Hadi, 1986)
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Metode Pengumpulan Data

Data/informasi yang akan dikumpulkan :


 Data primer : diperoleh langsung dari tangan pertama (dari responden melalui
kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti
dengan nara sumber)

 Data sekunder : data diperoleh dari sumber yang sudah ada (dari dokumentasi :
berupa absensi, gaji, laporan keuangan, laporan pemerintah, data yang diperoleh
dari majalah, dan lain sebagainya)

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Metode Pengumpulan Data Primer

 Pengamatan terlibat (Participant Observation)


Jlh Informen : 5-10% dari 30 orang responden
Peneliti terlibat : Melihat langsung jenis-jenis usaha, komoditi, produksi, dan
potensi sektor perikanan budidaya
Kegunaan : Kebenaran data dan memperkecil kesalahan

 Wawancara mendalam (Indepth Interview)


Jlh Informen : 30 orang (20 petani ikan + 10 steakholder)
Peneliti terlibat : Pertemuan
Kegunaan : Mengecek ulang atau pembuktian terhadap informasi atau
keterangan yang diperoleh sebelumnya dan juga merupakan
teknik komunikasi langsung antara peneliti dan sampel
(responden)

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
 Kuesioner/angket (Quistioner)

Jlh Informan : 30 orang (20 petani + 10 steakholder)


Peneliti terlibat : Penyebar angket
Kegunaan : Menghimpun data melalui pertanyaan-pertanyaan sesuai
jenis paket kuesioner
Jenis Paket : 2 jenis (paket petani ikan & paket steakholder)
Total Paket/Kab : 30 paket (20 paket untuk petani ikan + 10 paket steakholder)
Sistem kuesioner : tertutup dan terbuka
Pertanyaan : Petani Ikan (kepemilikan usaha: jenis usaha budidaya, jenis
komoditi, produksi, luas kepemilikan usaha, dsb)
Steakholder (produksi, PAD, PDRB, kekuatan, peluang,
kelemahan, ancaman, strategi, dan kebijakan lainnya dalam
pengembangan usaha perikanan budidaya)

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
 FGD (Focus Group Discussion)
Jlh pserta/Informen : 5 orang/FGD
Peneliti terlibat : Berpartisipasi langsung
Kegunaan : Diskusi sesuai topik
Peserta FGD : homogen/FGD sesuai nama/tujuan
Jumlah jenis FGD : 7 FGD/Kabupaten
Jenis/Topik FGD : 1. FGD Udang
2. FGD KJA
3. FGD Bandeng
4. FGD Nila/Patin
5. FGD Kerang/Siput
6. FGD Rumput laut
7. FGD steakholder
Frek. Pertemuan : 3-4 kali
Durasi pertemuan : Awal 3 jam, selanjutnya 1,5 jam

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
 Pengukuran secara in situ dan ex situ
Pengumpulan data :
 Secara in situ : Data dari lapangan : pengukuran lapangan
Secara ex situ : melalui analisis di laboratorium
Metode Pengumpulan Data Sekumder
Sumber data : Media (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain)
Data sekunder : berupa bukti, laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang
dipublikasikan dan/atau tidak
Data sekunder bukan menekankan pada jumlah, tetapi pada kualitas dan kesesuaian,
harus selektif dan hati-hati
Sebelum proses pencarian : perlu identifikasi kebutuhan
Cara : membuat pertanyaan :
1. Apakah kita memerlukan data dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti?
2. Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi diharapkan dapat
membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Pengumpulan data sekunder dilakukan:
1. secara manual,
2. Secara online
3. kombinasi manual dan online

Pencarian Secara Manual


Cara yang paling efisien : Melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature
yang sesuai dg persoalan akan diteliti

Data sekunder diklasifikasikan menjadi dua


 data internal data yang sudah tersedia di lapangan
data eksternal data dapat diperoleh dari berbagai sumber lain

Pencarian Secara Online


Keuntungan cara ini bagi peneliti :
1. Hemat waktu : hanya dengan duduk didepan komputer
2. Ketuntasan: dapat mengakses secara tuntas kapan saja
3. Kesesuaian: dapat mencari sumber data yang sesuai
4. hemat biaya: hemat waktu dan cepat

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Analisis Data
1. Analisis Kontribusi Sektor Perikanan Budidaya terhadap Pembangunan Kawasan
Pesisir Riau.

Analisis Kontribusi (perkembangan) : Analisis Shift share - mengetahui besarnya


kontribusi sektor perikanan budidaya terhadap PDRB (Produk Domestik Regional
Bruto) formula (Swasono dan Endang dalam Anita, 1999):

Ki = Vi / Pi x 100%
Dimana :
Ki = besarnya kontribusi sektor perikanan Kab. pd thn ke-i
Vi = Jumlah PDRB sektor perikanan di Kab. pd thn ke- i
Pi = Total PDRB seluruh sektor di Kab. pd thn ke-i

33
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Analisis Sektor Basis
Pendekatan Location Quotient (LQ) : Mengetahui apakah sektor perikanan budidaya
merupakan sektor basis atau sektor non-basis (Budiarsono, 2001) :

LQ = (Vi/Vt)/(Pi/Pt)
Dimana :
LQ = Location Quotient
Vi = Jumlah PDRB sektor perikanan Budidaya di Kabupaten
Vt = Jumlah PDRB sektor perikanan di Kabupaten
Pi = Jumlah PDRB seluruh sektor di Kabupaten
Pt = Jumlah PDRB seluruh sektor di Kabupaten

34
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Kriteria penilaian Penetapan Sektor Basis :

1. Jika LQ < 1, berarti sektor perikanan


budidaya bukan merupakan kegiatan basis
dalam wilayah Kabupaten penelitian

2. Jika LQ > 1, berarti sektor perikanan


merupakan kegiatan basis dalam wilayah
Kabupaten Penelitian

35
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Analisis Pola dan Struktur Pertumbuhan.
Analisis : menggunakan Tipologi Klassen yang pada dasarnya membagi daerah
berdasarkan 2 (dua) indikator utama :
1. Pertumbuhan ekonomi daerah : Rerata pertumbuhan ekonomi Vertikal
2. Pendapatan perkapita daerah : Rerata pendapatan per kapita sumbu horisontal
akan menghasilkan 4 klasifikasi (Sjafrizal, 2008) :

Klasifikasi sektor PDRB menurut tipologi Klassen sebagaimana


tercantum pada kuadran-kuadran berikut

Kuadran I Kuadran II
Sektor maju dan tumbuh dengan pesat (developed Sektor maju tapi tertekan
sector) (Stagnant sector)
si > s dan ski > sk si < s dan ski > sk

Kuadran III Kuadran IV


Sektor potensial atau masih dapat berkembang Sektor relatif tertinggal
(developing sector) (underdeveloped sector)
si > s dan ski < sk si < s dan ski < sk

36
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Analisis Aglomerasi
Untuk mengetahui tingkat konsentrasi/pemusatan kegiatan sektor perikanan budidaya
pada suatu wilayah. Formula yang digunakan

α it = (Vi/Pi) – (Vt/Pt)
Dimana :
αit = Tingkat Aglomerasi
Vi = Jumlah PDRB sektor perikanan di Kabupaten
Pi = Jumlah PDRB seluruh sektor di Kabupaten
Vt = Jumlah PDRB sektor perikanan di Kabupaten
Pt = Jumlah PDRB seluruh sektor di Kabupaten
Kriteria nilai aglomerasi : jika hasil αit ∞i 1 atau bernilai positif, menunjukan bahwa
sektor perikanan budidaya terkosentrasi/terpusat pada suatu wilayah. Jika αit ∞ nol
atau bernilai negatif menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya tidak terpusat/
terkosentrasi pada suatu wilayah.

37
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Analisis Spesialisasi
Mengetahui tingkat spesialisasi kegiatan sektor perikanan pada suatu wilayah.
Formula :

β it = (Vi/Vt) – (Pi/Pt)
Dimana:
βit = Tingkat spesialisasi
Vi = Jumlah PDRB sektor perikanan di 5 Kabupaten
Vt = Jumlah PDRB sektor kelautan dan perikanan
Pi = Jumlah PDRB seluruh sektor di 3 (tiga) Kabupaten
Pt = Jumlah PDRB seluruh sektor
Kriteria nilai spesialisasi jika βit mendekati 1 atau bernilai positif, menunjukan
sektor terspesialisasi. Sedangkan βit mendekati nol atau bernilai negatif menunjukkan
sektor tidak terspesialisasi.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Analisis SWOT
Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah Analisis SWOT (Rangkuti, 2008).

Tahap-tahap dalam analisis ini adalah sebagai berikut:


 Tahap pengumpulan data. Tahap ini dilakukan pengumpulan, evaluasi dan
pengklasifikasian data melalui pencermatan terhadap faktor internal (kekuatan dan
kelemahan) dan faktor eksternal (ancaman dan peluang), sehingga pada tahap ini
data dibedakan atas data internal dan data eksternal.

39
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Adapun cara penentuan
Selanjutnya data-datafaktor strategi
tersebut internaldalam
dimasukan dan eksternal dalam
dua matriks matriks
pada tahapadalah
ini,
sebagai
yakniberikut:
matriks faktor strategi internal dan matrik faktor strategi eksternal,
1. untuk
Susunlah dalam kolom
menentukan 1 faktor-faktor
prioritas kekuatan
pada data-data dan kelemahan
tersebut atau peluang dan
melalui pemberian
ancaman.
bobot, rating, dan peringkat.
2. Berikan bobot pada masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat
penting) sampal dengan 0,0 (tidak penting). Pemberian bobot ini dengan
pencermatan bahwa faktor internal dan eksternal dapat memberikan dampak atau
pengaruh terhadap posisi strategis pengembangan sektor perikanan.
3. Berikan rating dalam kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala
mulai dari 4 (outstanding) sampal dengan 1 (poor). Skala tersebut adalah 4 = sangat
menonjol, 3 = menonjol, 2 = cukup menonjol, dan 1 = kurang menonjol. Pemberian
rating ini dengan pencermatan bahwa pengaruh faktor internal dan eksternal
terhadap strategis pengembangan sektor perikanan.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh skor
terhadap masing-masing faktor pada kolom 4.
5. Gunakan kolom 5 untuk memberikan peringkat berdasarkan skor pada masing-
masing faktor. Peringkat ini yang menentukan prioritas dari masing-masing faktor
internal dan eksternal.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Tahap analisis. Pada tahap ini disusun faktor-faktor strategis melalui matriks SWOT.
Matrik ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman yang
dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan. Matriks ini
menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi, yakni:
1. Strategi SO (strengths-opportunities)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran memanfaatkan seluruh kekuatan untuk
merebut dan memanfaatkan peluang.
2. Strategi ST (strengths-threats)
Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman.
3. Strategi WO (weaknesses-opportunities)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara
meminimalkan kelemahan.
4. Strategi WT (weaknesses-threats)
Strategi ini dasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha
meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

41
Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Setelah diperoleh alternatif-alternatif strategi,
selanjutnya adalah menentukan prioritas dalam
perumusan strategi dan usulan program pengelolaan
pengembangan sektor perikanan budidaya di 5 Kabupaten
di Provinsi Riau. Melalui penggunaan dan penjumlahan
nilai bobot pada matrik faktor strategi internal dan
eksternal, kemudian diberi peringkat sesuai dengan
besarnya nilai bobot pada masing-masing alternatif
strategi.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau
Referensi
• BKI KAPAL KAYU 1996
• Nasoha, M (2014) Data Prasarana Penangkapan Ikan Kabupaten Bengkalis
Tahun 2014. Dinas Kelautan dan Perikanan: Pemerintah Kabupaten
Bengkalis.
• Fernata, Feri 2012. Kapal Fibreglas Sebagai Altenatif Pengganti Kapal Kayu
3 Gross Tonnage, Penelitian Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (PENPRINAS MP3EI 2012).
• Jamal, 2015 “analisa desain struktur kapal pompong berbahan plastik high
density polyethylene di perairan riau pesisir” Tesis Pasca Sarjana Teknik
Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
• Matthew, 1993 “Pemanfaatan Kain Perca sebagai Campuran Beton”, Thesis
Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
• Mikell, 1996, “Analisis Sifat Mekanis Polyester dengan Penambahan Serat
Gelas”, Jurusan Teknik Mesinfakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
Malang.

Studi Potensi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Pesisir Riau