You are on page 1of 32

PRESENTASI KASUS

KATARAK MATUR
Pembimbing :
dr. Retno Wahyuningsih, Sp.M

Disusun oleh :
Vivi Anisa Putri 1710221021
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. A
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 65 tahun
No RM : 057671-2014
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat : Legarang Gunung 03/04
Jatirunggo, Pringapus
Keluhan Utama
Mata kanan tidak dapat melihat jelas.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengeluh mata kanannya tidak dapat melihat jelas dan hanya
dapat melihat cahaya sejak 1 tahun yang lalu, awalnya 5 tahun yang lalu
pandangan mata kanan hanya terasa kabur seperti terhalang kabut.
Kabut pada mata kanan dirasakan semakin bertambah tebal seiring
berjalannya waktu dan mulai terasa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan mata merah, mata berair, nyeri, dan silau saat melihat cahaya
disangkal. .
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien sudah pernah mengalami hal serupa sebelumnya pada mata
kiri dan sudah dioperasi 10 tahun yang lalu. Riwayat trauma pada
mata disangkal, riwayat alergi, darah tinggi, penyakit jantung, dan
kencing manis disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada yang mengalami hal serupa sebelumnya dI keluarga. Tidak
ada riwayat darah tinggi, kending manis, ataupun penyakit jantung di
keluarga.

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok atau minum minuman
keras.
.
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
Tanda-tanda Vital
TD : 120/70
Nadi : 80 kali/menit, reguler
RR : 20 kali/menit
Suhu : 36°C
STATUS OFTALMOLOGIS
STATUS OFTALMOLOGIS
MATA
Visus OD OS
Tajam penglihatan 1/300, LP (+), PW(+) 6/20
Koreksi tidak dilakukan tidak dilakukan
Addisi tidak dilakukan tidak dilakukan
Distansia Pupil tidak dilakukan tidak dilakukan
Kedudukan Bola Mata
Eksoftalmus - -
Enoftalmus - -
Deviasi - -
Gerakan mata baik ke segala arah
Supra Sillia
Warna hitam hitam
Letak simetris simetris
me
Palpebra Superior & Inferior
Injeksi konjungtiva
OD
-
OS
-
Injeksi siliar - -
Perdarahan subkonjungtiva - -
Entropion - -
Blefarospasme - -
Trikiasis - -
Sikatriks - -
Fisura palpebral 9 mm 9 mm
Hordeolum - -
Kalazion - -
Ptosis - -
Konjungtiva Tarsal Superior & Inferior
Hiperemis - -
Folikel - -
Papil - -
Sikatriks - -
Anemia - -
Kemosis - -
Konjungtiva Bulbi OD OS
Injeksi konjungtiva - -
Injeksi siliar - -
Perdarahan subkonjungtiva - -
Pterigium - -
Pinguekula - -
Nervus pigmentosus - -
Sistem Lakrimalis
Punctum lakrimal terbuka terbuka
Tes Anel tidak dilakukan tidak dilakukan
Sklera
Warna putih putih
Ikterik - -
Kornea OD OS
Kejernihan jernih jernih
Permukaan licin licin
Ukuran 12 mm 12 mm
Sensibilitas tidak dilakukan tidak dilakukan
Benda Asing - -
Ulkus - -
Perforasi - -
Arkus senilis - -
Edema - -
Bilik mata depan
Kedalaman normal normal
Kejernihan jernih jernih
Hifema putih putih
Hipopion - -
Efek Tyndall - -
Iris OD OS
Warna coklat coklat
Kripte jelas jelas
Bentuk bulat bulat
Sinekia - -
Koloboma - -
Pupil
Letak sentral sentral
Bentuk bulat bulat
Ukuran 4 mm 4 mm
Refleks cahaya langsung + +
Refleks cahaya tidak langsung + +
Lensa
Kejernihan keruh tdak keruh
Letak menyeluruh menyeluruh
Tes Shadow negatif tidak dilakukan
Badan kaca OD OS
Kejernihan tidak dilakukan tidak dilakukan
Palpasi
Nyeri tekan - -
Massa tumor - -
Tensi okuli (digital) tidak dilakukan tidak dilakukan
Tonometri Schiotz 9/5,5 (8,5) 9/5,5 (8,5)
Non Contact Tonometri tidak dilakukan tidak dilakukan
Kampus Visi
Tes Konfrontasi sama dengan pemeriksa
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Slit lamp
Laboratorium (DR, GDS, PT/APTT, HBsAg) RESUME
EKG Laki-laki, 64 tahun datang ke RSUD Ambarawa
dengan keluhan mata kanan tidak dapat melihat
DIAGNOSIS KERJA jelas sejak 1 tahun SMRS. Pasian mengaku hanya
Katarak Matur OD dapat melihat cahaya. Awalnya pasien merasa
pandangan berkabut dan kabut terlihat semakin
tebal seiring berjalannya waktu. Pasien tidak
memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman
beralkohol. Pasien dan keluarganya tidak
mempunyai riwayat darah tinggi, kencing manis,
dan alergi. Tekanan darah 120/70, Nadi 80x/menit,
Respirasi 20x/menit, Suhu 36oC. Pemeriksaan visus
didapatkan 1/300, LP(+), PW(+) OD dan 6/20 OS.
DIAGNOSIS BANDING Terdapat kekeruhan pada lensa mata kanan yang
Katarak imatur menyeluruh dengan shadow test (-).
Katarak hipermatur
PENGELOLAAN & TERAPI
Non medikamentosa
• Edukasi kepada pasien (katarak yang diderita, rencana
terapi/operasi dan komplikasi)
• Pro OP Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsular (EKEK) + Intra Okular Lens
(IOL)
Medikamentosa (post operasi)
• Ciprofloxacin tablet 500 mg 2 x sehari sesudah makan (7 hari)
• Natrium diclofenac tablet 50 mg 2 x sehari sesudah makan (7 hari)
• Floxa ED 3 x 1 tetes pada mata kanan
• Cendo xitrol ED 3 x 2 tetes pada mata kanan
PENGELOLAAN & TERAPI
Edukasi (post operasi)
• Kontrol ke poli mata 5 hari kemudian
• Sesampainya dirumah bebat dibuka dan mulai dieteskan antibiotik
setiap 3 jam sampai dengan pukul 21.00 kemudian mulai diteteskan
3 x sehari untuk keesokan harinya

PROGNOSIS
Ad vitam : ad bonam
Ad visam : ad bonam
Ad fungsionam : ad bonam
Ad sanationam : ad bonam
Ad kosmetikam : ad bonam
KATARAK

Definisi:
kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau
akibat keduanya.
Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang
terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 50 tahun
EPIDEMIOLOGI

• penyebab utama gangguan penglihatan di seluruh dunia.


• ras Afrika-Amerika > Kaukasia
• 90% dari seluruh kasus katarak adalah katarak senilis.
• Menurut sebuah studi yang dilakukan di Australia  2 x lebih
tinggi pada usia >40 tahun dan hampir seluruh individu berusia
diatas 90 tahun menderita katarak
ETIOLOGI
• Usia
• Keturunan
• Radiasi Ultraviolet
• Hormonal
• Faktor diet
• Krisis dehidrasi
• Alkohol
• Merokok
KLASIFIKASI
Berdasarkan etiologi
• Katarak kongenital
• Katarak akuisita:
• Katarak traumatik (trauma tumpul/ sengatan listrik)
• Katarak senilis
• Katarak komplikata
• Katarak metabolik (diabetes mellitus)
• Katarak karena radiasi
• Katarak karena obat-obatan (korikosteroid)
KLASIFIKASI
Berdasarkan lokasi
• Katarak kapsular • Katarak kortikal
• Katarak kapsular anterior • Katarak supranuklear
• Katarak kapsular posterior
• Katarak nuclear
• Katarak subkapsular
• Katarak Polaris
• Katarak subkapsular anterior
• Katarak polaris anterior
• Katarak subkapsular posterior
• Katarak polaris posterior
KLASIFIKASI
Berdasarkan usia
• Katarak kongenital
• Katarak juvenile
• Katarak senilis
• Katarak nuclear
• Katarak kortikal
• Katarak subkapsular posterior
STADIUM
• Katarak Insipien • Katarak intumesen/Imatur • Katarak matur
• Katarak hipermatur • Katarak Morgagni
PATOFISIOLOGI

• Semakin bertambahnya usia kandungan air di dalam lensa semakin


berkurang disertai pembentukan lapisan kortikal yang baru pada
lensa yang mengkibatkan nukleus lensa terdesak dan mengeras
(sklerosis lensa).
• Pemadatan yang terjadi disertai dengan perubahan protein lensa
menjadi protein dengan berat molekul yang lebih tinggi dan
mengakibatkan perubahan pada indeks refraksi lensa.
PATOFISIOLOGI
• Perubahan kimia ini juga diikuti dengan pembentukan pigmen pada
nuklear lensa dan mengakibatkan lensa menjadi keruh
• lensa menjadi tidak transparan sehingga menyebabkan gangguan
penglihatan (pandangan kabur/buram) dan pupil terlihat berwarna
abu-abu/putih.
• Kekeruhan yang terjadi menyebabkan fundus okuli menjadi sulit
untuk dinilai dan seiring semakin padatnya kekeruhan lensa reaksi
fundus dapat hilang sama sekali
GEJALA KLINIS

• Pandangan kabur/penurunan tajam penglihatan


• Silau
• Myopic shift
• Diplopia monokular atau poliopia
• Halo
• Perubahan persepsi warna
DIAGNOSIS
• Anamnesis
• Pemeriksaan oftalmologis
• Pemeriksaan visus
• Loupe & sentoloup atau slitlamp
• Pemeriksaan penunjang (laboratorium)
TATALAKSANA
Non operatif
• Edukasi
• Medikamentosa (midriatik agent, NSAID oftalmik, Kombinasi NSAID & Midriatik,
Kortikosteroid, Antibiotik)
Operatif
• Ekstraksi Katarak Intra Kapsuler (EKIK/ICCE)
• Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsular (EKEK/ECCE)
• Fakoemulsifikasi
• Penanaman lensa intraocular (IOL)
EKIK

Fakoemulsifikasi

EKEK
KOMPLIKASI
• Glaukoma (fakomorfik, fakolitik, lens-particle)
• edema kornea
• endoftalmitis
• TASS (Toxic Anterior Segment Syndrome)
PROGNOSIS
Dengan dilakukannya EKEK atau fakoemulsifikasi dapat terjadi
peningkatan tajam penglihatan sampai dengan 2 baris pada Snellen
chart. Prognosis visual akan menjadi kurang baik pada pasien dengan
diabetes mellitus dan retinopati diabetes.