You are on page 1of 12

OBAT-OBAT ANTI

KANKER

OBAT SINTETIK OBAT HERBAL


PENGERTIAN KANKER
Pengertian Penyakit Kanker
Penyakit kanker merupakan suatu penyakit
yang disebabkan pertumbuhan sel-sel jaringan
tubuh tidak normal (tumbuh sangat cepat dan
tidak terkendali), menginfiltrasi/ merembes, dan
menekan jaringan tubuh sehingga
mempengaruhi organ tubuh
(Akmal, dkk., 2010: 187).
PERTUMBUHAN KANKER
Pertumbuhan sel kanker tidak terkendali
disebabkan kerusakan deoxyribose nucleic acid
(DNA), sehingga menyebabkan mutasi gen vital
yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa
mutasi dapat mengubah sel normal menjadi sel
kanker. Mutasi-mutasi tersebut diakibatkan
agen kimia maupun fisik yang disebut
karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan
maupun diwariskan (Sunaryati, 2011: 12).
INDIKASI ANTIKANKER
Menurut Brule cs, WHO 1973 indikasi
pengobatan dengan Antikanker adalah untuk:
1. Menyembuhkan dan menghilangkan kanker
2. Memperpanjang hidup
3. Memperpanjang interval bebas kanker
4. Menghentikan progresifitas kanker
5. Mengecilkan volume kanker
6. Terapi valiatif ( pengobatan yang diarahkan hanya
untuk menghilangkan gejala pasien)
OBAT-OBAT SINTETIK
Klasifikasi Obat Antikanker berdasarkan
mekanisme kerja :

— Alkylating agents
— Antimetabolit
— Antibiotika
— Obat hormonal
Berbeda dengan pengobatan kanker menggunakan
obat sintetik yang dapat diberikan sebagai obat utama
atau sebagai terapi tambahan (adjuvant), pengobatan
dengan obat berasal dari tanaman dapat pula
dimaksudkan untuk usaha pencegahan
(kemopreventif).
OBAT-OBAT HERBAL ANTI KANKER
1. Benalu Teh (Loranthus
parasiticus)
Kandungan avicularin atau
senyawa flavonoid
berkhasiat sebagai obat
anti kanker. Ekstrak dari
benalu teh telah dibuktikan
mampu menghambat
perbanyakan dan
penyebaran sel kanker. Ia
juga memiliki efek
menenangkan serta
meluruhkan air seni.
MEKANISME BENALU TEH SEBAGAI
ANTI KANKER
Senyawa aktif yang terkandung dalam benalu
dari golongan flavonoid yang berperan sebagai
inhibitor bagi enzim DNA topoisomerase. Enzim
tersebut berfungsi sebagai pengontrol topologi
DNA. Adanya inhibitor, mengakibatkan
terjadinya kerusakan DNA sel kanker,
selanjutnya berpengaruh terhadap proses dalam
sel khususnya proses replikasi yang diakhiri
dengan kematian sel kanker.
2. Temu putih
(Curcuma zedoaria Rosc)
Kunyit putih dapat
membantu proses
penyembuhan kanker
karena mengandung
senyawa seperti,
ethylpmethoxycinnamate,
kurkuminoid,bisdemothxycu
rcumin, flavonoid, dan
demothxycurcumin yang
didapatkan dari ekstrak
etanol. Kunyit putih ini juga
mengandung Ribosome
Inacting Protein (RIP) yang
berfungsi menonaktifkan
perkembangan sel kanker
dan menghambat
pertumbuhan sel kanker.
MEKANISME TEMU PUTIH SEBAGAI
ANTI KANKER
Tang dan Eisenbrand melaporkan bahwa
Curcuma zedoaria juga mengandung kurkumin
yang menghambat pertumbuhan sel kanker
melalui tiga mekanisme, yaitu:
1) menghambat penggabungan uridin kepada sel
Hela;
2) menghambat penyatuan uridin kepada RNA;
dan
3) menghambat penyatuan leusin kepada protein
pada proses sintesa protein.
3. Daun Tapak Dara
(Catharanthus roseus /
Vinca rosea )
Daun dan akarnya
diketahui mengandung
lebih dari 60 macam
alkaloida, di antaranya
yang sangat terkenal
adalah vinkristin dan
vinblastin.
MEKANISME TAPAK DARA SEBAGAI
ANTI KANKER
Alkaloid yang terkandung dalam daun tapak
dara, yaitu vinkristin dan vinblastin tersebut
sangat poten menghambat polimerisasi
mikrotubuli mitotik sehingga dapat menghambat
proses mitosis pada metafase.
Yang akhirnya dapat mencegah terjadinya
kanker.