You are on page 1of 11

Mengelola lahan gambut sebagai

solusi kebakaran tahunan

Kerjasama : Garda KOREM 044/GAPO-
Garda Ilmuwan Nusantara-Tim Restorasi
Lahan Gambut Nasional

• 2. Membuat kanalisasi pada lahan beserta pintu kontrol pengairannya • 4. agar PH lahan menjadi lebih bagus dan layak tanam. Pasca pemberian bakteri (3 minggu setelahnya) dilakukan upaya penekanan pada lahan gambut dengan menggunakan eksavator yang bertujuan agar rongga pada lahan menjadi lebih rapat • 3. al: • 1. Upaya pembusukan cepat lahan gambut dengan terapan biotekhnologi menggunakan bakteri Bacillus SP serta jenis dan varian lainnya . Secara ringkas penanganan terbagi pada 4 cara. Bila terjadi kebakaran digunakan tekhmologi pemadaman api dengan menggunakan busa dengan formula yang sudah ditemukan .

. Adapun kerap terjadinya kebakaran lahan gambut dalam setiap tahun disebabkan oleh gagal faham dan kesalahan pemerintah dalam mengelola lahan gambut tersebut. maka kesalahan ini tidak boleh terjadi lagi agar tidak lagi persoalan ini menjadi problem berkepanjangan. dan banyak contoh negara negara tetangga menerapkan solusi penanganan lahan gambut dengan cerdas sehingga lahan gambut tidak lagi menjadi masalah. • Pemadaman dengan menggunakan air sama sekali belum maksimal untuk dapat memadamkan bara dan api yang ada. bahkan sebaliknya lahan gambut tersebut menjadi lahan layak tanam yang membuat perekonomian masyarakat akan semakin membaik dimasa yang akan datang. • Banyaknya rongga-rongga pada lahan gambut yang mampu menjadi ruang yang cukup bagi oksigen untuk menjadi pendukung pembakaran. • Problem lahan gambut menjadi mudah terbakar disebabkan ikatan karbon pada lahan pada kondisi keasaman yang cukup tinggi sehingga pada waktu kering akan menjadi mudah terbakar karena didukung pula oleh mineral- mineral yang terkandung didalamnya. • Tekhnologi telah semakin maju.

agar mereka menjadi sejahtera di tanah air mereka sendiri • Upayakan kondisi pelapukan lahan gambut sesegera mungkin dengan menggunakan teknologi bio terapan. • Stop ide imajinatif yang tidak ilmiah dalam mempertahankan “Monumen Gambut Nasional” selama ini. jadikan lahan gambut sebagai lahan layak tanam atau layak olah oleh rakyat.Berdasarkan pada kondisi tersebut. . dengan menggunakan jasa bakteri pembusuk • Tutup atau minimalkan rongga lahan dengan upaya menekan lahan gambut agar menjadi relatif lebih padat dari sebelumnya • Tinggalkan cara memadamkan api lahan gambut bila terbakar dengan menggunakan air. maka sudah saatnya dilakukan upaya cerdas agar peristiwa kebakaran lahan gambut ini tidak menjadi langganan pada “ Monumen Gambut Nasional” yang selama ini membuat anggaran negara mubazir disebabkan banyaknya pengeluaran yang dilakukan untuk menangani problem terkait lahan gambut ini. gunakanlah teknologi pemadaman dengan memakai busa formula yang sudah ditemukan oleh anak bangsa sendiri. sebab hal tersebut tidak membuahkan hasil yang maksimal. • Bentuk kanal kanal atau sebagai wadah air beserta pintu kontrolnya atau sumur beserta pipa kontrol airnya.

8 cm x 3. Biotekhnologi pada lahan gambut • Sudah pernah diadakan riset pada tanah organik telah dicampurkan dengan suspensi Bakteri Bacillus subtilis. metode ini disebut dengan biogrouting • Ini membuktikan bahwa Baccillus subtilis dapat merubah kondisi fisik tanah menjadi lebih padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam tanah terjadi proses biodegradasi oleh Bakteri Bacillus subtilis dengan perantara enzim urease yang bersifat biokatalisator dan menghasilkan zat kapur yaitu kalsium karbonat (CaCO3) yang membentuk ikatan kimia antara butiran tanah organik yang mampu meningkatkan kekuatan dan kekakuan dari tanah organik. Dari hasil pengujian kuat tekan bebas didapatkan hasil peningkatan nilai kuat tekan terhadap nilai kuat tekan tanpa bakteri. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari bulan April sampai Agustus 2014. Pengujian dilakukan dengan model fisik laboratorium dengan pengujian kuat tekan bebas yang dirancang dengan ukuran 7. dan 28 hari. . Pal (1998) melaporkan bahwa bakteri pelarut P (Bacillus sp) pada tanah yang dipupuk dengan batuan fosfat dapat meningkatkan jumlah dan bobot kering bintil akar serta hasil biji tanaman pada beberapa tanaman yang toleran masam (jagung. 12x105 koloni/ml. serta variasi pemeraman selama 7. metode pengerasan tanah yang ramah lingkungan dilakukan dengan pemanfaatan mikroorganisme yang berasal dari bakteri karna dapat menghasilkan kalsit/kristal kalsium karbonat yang bisa merubah butiran pasir menjadi batuan pasir. 9x105 koloni/ml.Ini menjadi sandaran bagi kita bahwa bakteri tersebut nantinya akan membantu para petani saat menggunakan lahan gambut sebagai media tanam. bayam dan kacang panjang).9 cm dengan penambahan bakteri sebesar 6x105 koloni/ml. Lokasi penelitian dilaksanakan di Laboratorium Unhas dan dianalisis di Laboratorium Geoteknik Gowa. 21. Untuk pengujian tanah standar SNI dan ASTM.

Hal tersebut akan memperlambat proses dekomposisi bahan organik dan akhirnya bahan organik itu akan menumpuk. Bacillus sp merupakan bakteri Gram positif. berbentuk batang. mampu mendegradasi Xylandan karbohidrat (Cowandan Stell’s. 1973). . dalam keadaan yang selalu tergenang. misalnya pada cekungan atau depresi. danau atau daerah pantai yang selalu tergenang dan produksi bahan organik yang melimpah dari vegetasi hutan mangrove atau hutan payau. dalam hal ini jenis Bacillus SP merupakan bakteri yang paling mampu bertahan hidup dalam kondisi terberat sekalipun. Maka jelas sangat dibutuhkan upaya pembusukan yang maksimal yang dilakukan oleh mikroba tanah. dapat tumbuh pada kondisi aerob dan anaerob. (4) mampu menghasilkan spora dan (5) mempunyai daya proteolitik yang tinggi dibandingkan mikroba lainnya. (3) mampu tumbuh pada konsentrasi garam tinggi (>10%). dimana proses dekomposisinya berlangsung tidak sempurna sehingga terjadi penumpukan dan akumulasi bahan organik membentuk tanah gambut yang kedalamannya di beberpa tempat dapat mencapai 16 meter. Di daerah tropis khususnya Indonesia menurut Driesen (1978) terbentuknya gambut pada umumnya terjadi dibawah kondisi dimana tanaman yang telah mati tergenang air secara terus menerus. Sporanya tahan terhadap panas (suhu tinggi). (2) mampu bertahan terhadap pasteurisasi.• Seperti kita ketahui bahwa lahan gambut merupakan tanah hidromorfik yang bahan asalnya sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik sisa-sisa tumbuhan. • Lahan gambut terbentuk karena laju akumulasi bahan organik melebihi proses mineralisasi yang biasanya terjadi pada kondisi jenuh air yang hampir terus menerus sehingga sirkulasi oksigen dalam tanah terhambat. Bacillus spp mempunyai sifat: (1) mampu tumbuh pada suhu lebih dari 50 oC dan suhu kurang dari 5 oC.

Bacillus SP solusi masa depan lahan gambut nasional .

lahan gambut ternyata memiliki lubang atau rongga yang berisi udara di bawah permukaan. Untuk pemadatan di area 40. Lahan gambut yang dipadatkan akan menjadi zero burn (tidak terbakar) Hasilnya. . Bila ada kebakaran. yakni dilalui ekskavator. Dengan teknik sederhana yakni pemadatan. Air tidak mudah turun ke bawah bila memasuki musim kering. Bila ada pohon. Tekhnologi Press Lahan Gambut • Pada kebun sawit milik Woodman di Malaysia dilakukan proses teknik kompak alias pemadatan sebelum proses penanaman. rongga menyempit sehingga tak ada ruang bagi api untuk merembet hingga ke bawah permukaan gambut. tidak pernah ada kebakaran meski pada musim kemarau. Woodman mengoperasikan 300 e kskavator.000 hektar. apalagi saat musim kemarau. Selain itu. Kenapa lahan gambut mudah terbakar dan berlangsung lama? Alasannya. itu terjadi karena lompatan api dari lahan gambut di luar perkebunan namun hal itu tidak merembet lebar dan cepat teratasi. batang harus dicabut hingga dipastikan tak ada kayu dalam proses pemadatan. Proses ini juga sangat tergantung pada jenis tanah gambut. kelembaban tanah meningkat karena air merambat naik dan terjaga dengan baik sebab lubang pori mengecil. Rongga ini yang memicu api mudah merambat saat kebakaran. Lahan gambut dipadatkan dengan cara sederhana. Ekskavator bergerak 5-6 kali pada area lahan gambut agar lahan menjadi padat.

PHP?MOD=PENELITIAN_DETAIL&SUB=PENELITIANDETAIL&ACT=VIEW&TYP=HTML&BUKU_ ID=62844) . JELUK MUKA AIR TANAH GAMBUT SEKITAR KANAL YANG DIBENDUNG MENDEKATI LAPISAN ATAS TANAH DI MUSIM KEMARAU DI AKHIR PENELITIAN. KEMAMPUAN MENYEDIAKAN LENGAS TERSEDIA HAMPIR MENDEKATI LENGAS TERSEDIA PADA TANAH HUTAN GAMBUT ALAMI UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN VEGETASI SERTA KEMASAMAN TANAH. C-O DARI POLISAKARIDA TANAH GAMBUT SEKITAR KANAL YANG DIBENDUNG PADA KEDALAMAN TANAH 0 – 20 CM DAN JARAK 200 – 400 M DARI HAL TERSEBUT AKAN DAPAT MENJADI BAHAN PAKAN BAGI BAKTERI BACILLUS SP YANG DILEPASKAN DI LAHAN TERSEBUT (LIHAT HTTP://ETD. SURVEI PENDAHULUAN SEBULAN SETELAH KANAL DIBENDUNG DILAKSANAKAN UNTUK MENGAMATI LANGSUNG KONDISI BIOFISIK KETIGA LOKASI PENELITIAN.REPOSITORY.ID/INDEX. SERANGKAIAN PENELITIAN DILAKSANAKAN DI LAPANGAN DAN DI LABORATORIUM. ANALISIS FTIR SPEKTROFOTOMETER MENUNJUKKAN KEHADIRAN GUGUSGUGUS C-C. C-OH ATAU C-O-C DARI GLUKOSA. PENGAMATAN DILAKUKAN PADA MUSIM PENGHUJAN DAN MUSIM KEMARAU SELAMA TIGA TAHUN. JELUK MUKA AIR TANAH.UGM. DAN JELUK MUKA AIR KANAL. PENELITIAN LABORATORIUM DILAKSANAKAN UNTUK MENGKARAKTERISASI TANAH GAMBUT YANG BERASAL DARI KETIGA LOKASI TERSEBUT. DAN DISEKITAR KANAL YANG TELAH DIBENDUNG ATAU HULU KANAL. WATAK KIMIA TANAH. Kanalisasi dan pintu kanal atau sumur dan kontrol air • TELAH DILAKUKAN PENELITIAN DALAM MEMAHAMI PERBEDAAN WATAK FISIKA DAN KIMIA TANAH GAMBUT TERDEGRADASI DI SEKITAR KANAL DRAINASE ATAU HILIR KANAL. MEMAHAMI WATAK FISIKA TANAH.AC. DAN FLUKTUASI JELUK MUKA AIR TANAH DI HUTAN GAMBUT ALAMI. PENELITIAN DI LAPANGAN DILAKSANAKAN PADA LAHAN GAMBUT DI SEKITAR LAHAN YANG TELAH DIBENDUNG. KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN C ORGANIK MENINGKAT SECARA SIGNIFIKAN MENGINDIKASIKAN LAHAN GAMBUT INI MULAI MENGALAMI PEMULIHAN. FLUKTUASI JELUK MUKA AIR TANAH DAN JELUK MUKA AIR KANAL BERHUBUNGAN ERAT HINGGA SANGAT ERAT DENGAN CURAH HUJAN. MEMAHAMI HUBUNGAN CURAH HUJAN.INTERPRETASI CITRA SATELIT DILAKUKAN UNTUK MENGETAHUI PERUBAHAN YANG TELAH DIBENDUNG. GAMBUT SEKITAR KANAL YANG DIBENDUNG MEMILIKI JELUK MUKA AIR TANAH YANG MENDANGKAL SECARA SIGNIFIKAN.

yang sudah bercampur foam. Setelah median dibakar begitu lama. Teknik foam aga beda dengan penyiraman dengan air. Jika disiram air maka akan mengeluarkan asap. Yaitu eksperimen untuk mematikan kebakaran di areal gambut menggunakan busa atau foam. menghabiskan 55 Liter foam dengan harga per liter 1.Selama ini kita melihat pemadaman menggunakan air. Selanjutnya tim Pemadam dari jepang langsung menyemprotkan busa ke area yang terbakar hingga memenuhi tanah setinggi 10-15 sentimeter yang dilakukan sebanyak dua kali. Kali ini dicoba dengan foam. Sementara Kepala UPT Cimptrop Unpar. terlihat titik panas berkurang drastis. Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (Cimptrop) Universitas Palangka Raya (Unpar) dan Fais. Shabondama Co Ltd Japan. Foam yang dipakai ramah lingkungan dan tidak merusak tumbuhan karena sudah diuji. salah satu tim mengecek dengan pendeteksi suhu panas di sekitar median yang terbakar dengan memperlihatkan kepada awak media bahwa di area gambut tersebut terdapat titik api. bila sedikit air akan kembali menyala. Dr Ir Suwido H Limin mengatakan. Kaspinoor. titik hotspot berkurang dan hilang . Bagian yang terbakar lalu diisap foam. Busa Ramah lingkungan sebagai pemadam kebakaran lahan gambut Telah dilakukan Percobaan hasil kerjasama University of Kitakyushu diwakili Prof Dr Eng Kazuya Uezu. Pada Ujicoba itersebut turut serta menyaksikan Danrem 102/Panju Panjung Kolonel (Arh) Purwo Sudaryanto dan Kepala Badan Penelitian Pengembangan Inovasi dan Teknik (BPPIT) Kota Palangka Raya. Perbandinganya dengan 3-5 liter air per meter persegi dan foam nya hanya satu persen untuk satu hectare. tapi pola pemadaman yang digunakan tetap sama dari tahun ke tahun. Teknik ini sudah dilakukan oleh pemadam kebakaran di Jepang. tetapi dengan foam intinya busa menyumbat oksigen yang masuk ke lapisan gambut sehingga efisien dengan sedikit air.500 Yen (sekitar Rp150 ribu). sudah hampir 18 tahun menangani kebakaran lahan dan hutan dan terlibat langsung dalam pemadaman.

Busa sebagai solusi pemadaman terbaik pada lahan gambut .