You are on page 1of 29

PERAN KELUARGA

dalam TUMBUH KEMBANG ANAK


by : Wahyu
PERAN KELUARGA
DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

 Keluarga :
Arti :
Yang bertumbuh dengan anggota keluarga yang
perlu dirawat
Klp yg mengikut aktifkan diri
dengan anggotanya
Terdiri dari 2 org/ lebih
Ada/ tidak ada hubungan darah/ hukum
 Yang berfungsi dalam keluarga
 Interaksi anak sehat/ sakit dengan keluarga (Gilliss ’89)
 Anggota keluarga saling mempengaruhi
terhadap status kesehatan keluarga
 Keluarga terlibat dalam membuat keputusan
proses terapeutik
 Peran keluarga : sesuai dengan kemampuan
anggota keluarga:
 Provider – penyedia
 Pengatur rumah tangga
 Perawatan anak
 Sosialisasi
 Therapeutik
 Seksual
Kebutuhan dasar tumbuh kembang :
Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh faktor
keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anak
melalui pola asuh, asih dan asah:

1. Peran Pola Asuh( memenuhi kebutuhan fisik – bio medis)

nutrisi yg cukup & seimbang utk pertumbuhan otak

Sejak dlm kandungan  ibu hamil


Asi eksklusif dan makanan tambahan
Melakukan perawatan kesehatan dasar :
Imunisasi, Pemeriksaan berkala saat sehat/ sakit,
Deteksi dini, Bila ada kelainan segera diatasi
Tapi Ibu...
Engkau sudah terlalu tua...
Untuk mengharapku ada...
Kau semakin terlihat letih...
Peluh sering menggenangi
tubuhmu...
Bahkan tungkaimu kian
membengkak...
Ibu...
Aku menghawatirkanmu...
 Memberikan pakaian yang cukup :
Bersih dan nyaman dipakai

Mengasuh dalam rumah yang sehat

Menjaga kebersihan diri & lingkungan :


Mencegah penularan penyakit, Aktivitas
bermain  aman

 Memberi kesempatan olah raga & rekreasi :


Kekuatan otot motorik 
perkembangan,
Membuang sisa metabolisme,
Bermain yang menyenangkan
2. Pola Asih (kebutuhan emosi dan kasih sayang)
 Sejak anak dalam kandungan
 Upaya kontak psikologi (bicara, mengelus)
 Setelah lahir perlu dekapan
 Ikatan emosi  menentukan perilaku anak
 Merangsang perkembangan otak & perhatian
 Meliputi :
 Memberikan kasih sayang  rasa aman &
senang
 Interaksi yg harmonis
 Mengakui keberadaan anak/ harga diri utk
menghindari frustasi
 Memberikan support saat anak melakukan
aktivitas., bila melarang  anak
ragu
PERAN ORTU/ KELUARGA DLM PERKEMBANGAN ANAK

1. KB  mempunyai pengaruh :
☀ Hubungan ortu – anak  ikatan batin
☀ Pola jarak waktu kelahiran
☀ pemulihan ibu
☀ ±  2,5 th bina kasih sayang, anak bisa :
* jalan * ADL
* toilet training * jalin hub dgn adik
2. Sikap & Harapan Ortu :
★ Sikap sebagai ortu :
☃ Peran ayah & ibu  sbg Role model
☃  menuntut anak memenuhi harapan &
sikap tertentu anak menghargai ortu

Sikap ortu dipengaruhi oleh pengalaman masa


kecil
 melatih anak mandiri sesuai kemampuan
& perkembangan
 melatih anak utk rasa memiliki
barangnya  belajar tggjwb
 memberi kesempatan utk berkembang,
mendapat pengalaman & menjadi
sukses

3. Pola Asah (kebutuhan stimulasi)


 Memberikan rangsangan utk beraktivitas yg
berupa alat permainan, gambar, dll
 Memberikan rangsangan berupa sentuhan/
membelai, bercanda
 Dilakukan sejak masa pra natal, natal & post
natal
 utk perkembangan mental psikososial
 dengan cara mendidik & melatih
★ Pandangan tentang anak :
☿ Bayi dianggap sbg anak tak berdosa, tidak
beradab, tabularasa, dibutuhkan scr genetik.
☿ Sebagai akar histori, filosofi, religius, lmiah.
☿ Kalau ayah/ ibu bersikap bertentangan thd
pemeliharaan anak  harus kompromi lebih dulu
 efektif sbg ortu

★ sejak anak dlm kandungan  ortu sdh ada sikap & harapan
faktor – factor yang memperngaruhi :
♆ Kepuasan &perasaandlm perkawinan
♆ Ekonomi keluarga, Kebutuhan emosional
♆ Anggapan : - sebelum anak lahir sbg penyelamat/
kesalahan (usaha tak disadari)
- sengaja utk mempertahankan perkawinan yg
sdh goyah/ pengganti pasangan yg tak punya
anak
- kebahagiaan.
normal :
# anak sbg perluasan diri
# aspek tertentu kepribadian sesuai
bimbingan & penyuluhan ortu
# anak sbg pengganti yg 
 sbg anak yg rawan, manja
berlebihan
 rentan spt anak sblumnya
Ortu dgn keadaan anak yang bermasalah

✣ Anak sakit kronis  perkembangan anak tdk sht


✣ Anak gangguan emosional  destruktif pd anak
✣ Anak RM  shg ortu tdk puas & kecewa

Dr, perawat Bimbingan Penyuluhan utk


percaya thd ^ menyadari
peran ortu, ^ menerima dgn menyatakan
pemeliharaan anak perasaan
^ hati-hati & jgn bersikap (-)

✣ permasalahan moral & etika


✣ ambil keputusan utk dilakukan pemeriksaan/ tindakan
✣ sesuai latar belakang ortu (pendidikan, agama, budaya, dll)
3. Perangai dlm hub ortu & anak :
✿ Perangai  fisiologi  scr genetik melalui cara
berpikir, merasa & bertindak

✿ kepribadian dibentuk oleh lingk,  genetika tetap

✿ Perangai dpt diramalkan pd tk aktivitas anak yg > besar

✿ Perangai ortu  utk berinteraksi efektif  ortu ada


perasaan segan pd anak

✿ Interaksi yg tak menyenangkan & ortu merasa bersalah :


✷ cemas  anak jd pemarah & menarik diri
✷ marah sbg pertahanan thd frustasi
✿ Hub ortu dgn anak yg saling mengisi  bahagia

✿ Ibu tenang/lamban bayi hiporeaktif


perkembangan. anak kurang perlu stimulasi
dgn bermain,belajar

sebaliknya :
ibu mengurangi rangsang anak, mencegah
iritabilitas
✿ Mengukur perangai bayi dlm berbagai :
aktivitas , intensitas , adaptabilitas
Suasana hati , resistensitas

✿ Ortu yg beda perangai  bisa saling


menolong

✿ Ortu yg > aktif, ekspresif, kreatif 


memberikan perhatian khusus pd anak utk
adaptasi

✿ Ortu yg tenang & santai  mengambil alih/


membantu anak saat perlu konsolidasi &
asimilasi

✿ Koordinasi perangai & kepribadian ortu 


menghindari rintangan (stasis) anak
✿ Ortu yg berbeda tsb  saling melengkapi
 menerima konsep kebersamaan sbg efektivitas
& suportif, bukan destruktif

✿ Pengganti ortu  mempunyai irama positif &


menyenangkan

✿ Perangai & kepribadian ortu mempengaruhi pd anak


❉ ibu yg gembira menghadapi tantangan pada
anak sdh remaja   gairah & positif
❉ Ayah bersifat pendidik, stabil, hiporeaktif
merasa > efektif dg anak prasekolah d.p anak
usia 10th yg bersifat ingin tahu
❉ Pengalaman ibu usia remaja anak jg akan
mengalami masalah yg sama
4. Ortu sebagai guru :
✏ Ortu sbg guru pertama & terpenting :
 mendidik
 mengajar  bayi utk mempercayai, menyandarkan
diri & bergantung pd orang & lingk  H.A.M
✏ Menanamkan sikap sportif & perlakuan wajar
✏ Ortu membacakan cerita  motivasi baca
ortu menjelaskan informasi  perkembangan bahasa
 gaya komunikatif
 teknik pemecahan masalah
ortu agresif  anak frustasi
✏ Usaha edukatif bukan hanya memberikan isi, info &
nasehat. Tetapi nilai klg & budaya.
✏ Ortu cenderung tidak menyadari peran edukatif  hanya
tergantung pd guru di sekolah
❂ Penyuluhan kes mental  ortu berperan

❂ Prog. pendidikan kompensatoris afektif,


alami & kognitif:
➼ merubah perilaku maladaptif
➼ Bantu pelajaran di sekolah

✏ Peran merawat dan peran ekonomi 


mempersiapkan sebelum
dewasa
6. Peran Ortu dlm Sosialisasi, Disiplin & Hukuman
Sosialisasi :
Proses interaksi anak-ortu-org dewasa lain
 seumur hidup
Meliputi : penget, kecakapan, teknik adaptif
Cara : formal/ non formal, sengaja/ tdk
/perintah
Utk pembentukan sikap & tingkah laku
sosial adaptif primer
Disiplin :
Definisi :
 Sbg latihan dlm t.l & tindakan
yg tepat mempunyai aspek
mental & moral
 Menertibkan berarti mendidik,
melatih, mengendalikan
 Gagasan perlindungan,
5. Peran Ortu dlm Ketergantungan & Otonomik Anak
¤ Scr psikologis anak menjadi berdiri sendiri 
selama masa perkembangan
6 bl - 4 th  dlm stadium otonomi
remaja  mencari identitas
 pemikiran abstrak
19-22 th  berdiri sendiri
ortu bantu anak merasa senang 
anak berhasil pd tumbuh kembang
ortu bantu anak merasa aman  dewasa, efek
positif
¤ Ortu tidak merintangi utk anak mandiri  tetapi
ortu prihatin bila anak belajar mandiri keluar rumah
¤ Anak yg terlalu ketergantungan  merasa
pemeliharaannya terancam, Misal sakit fisik
¤ Anak yg kehilangan ortu  mandiri scr prematur
Sehingga : membentuk sifat responsif, sumbangan
gagasan otonomi, wewenang & integritas pribadi,
sbg dasar dlm peraturan, kaidah, undang2, moral,
prinsip agama & etis

Mulai ± sejak 18 bl ) shg masa dewasa kognitif ,


hadapi kaidah, ) = emosi & fisik ,sosial sbg
peraturan, harapan ) standart &
dlm kelg. ) pengembangan pengendalian
t.l

Ortu harus tegas & jelas dlm sikap nilai


merawat anak
Pendekatan ortu pd anak :
க Menghargai, nilai belajar hasil t.l

memberi hadiah  t.l (+)


memberi hukuman  t.l (-) tahu
akibat
க Meninjau kembali pengalaman kekerasan wkt
kecil  tdk melampiaskan pd anak dgn otoriter,
tp dgn disiplin & tegas
க Ortu tdk menganggap anak sumber masalah
krn keras kepala/ sulit dibimbing, memakai
pikirannya sendiri  menjadi pemikir
pemimpin yg mandiri & kreatif
க Hukuman :
◌ Merupakan aspek disiplin
◌ Membantu perkemb t.l yg disetujui, mengurangi
t.l yg tdk disetujui
◌ Berhubungan dg pembentukan suara hati
tergantung pd sikap, nilai, motivasi, harapan,
hadiah, sanksi hukum, sosial & kultural
◌ Ortu hrs sgr memberi hukuman saat diketahui
pelanggarannya  efektif & tdk mengulang
kesalahan
◌ Ortu tdk memberikan hukuman dgn intensitas
tinggi  mengganggu belaj ,ansitas, takut
& panik
◌ Hukuman diberikan saat hub ortu-anak 
mesra
◌ Ortu beri perhatian (+) & persetujuan
=========anak tdk pemalu
◌ Ortu beri hukuman  ber alasan
◌ Penegakan disiplin & hukuman yg tdk
konsisten   kenakalan anak
◌ Ortu beri hukuman  beri contoh t.l
agresif
◌ Ortu mengolok – menghina  anak
melawan, rasa dendam
◌ Usia anak 7-12th dihukum fisik  cenderung
mengulang kesalahan, tidak peduli,
penarikan diri
◌ Ortu memberi dorongan dg hati yg baik 
mengurangi t.l agresif
◌ Ortu memberi contoh yg terbaik  model
t.l  yg diidentifikasi anak
7. Peran dlm Pembentukan Suara Hati
☻ Mengidentifikasi faktor yg menyebabkan
belajar t.l yg (+) disetujui & tidak menentang
melanggar aturan klg/ masy
☻ Ortu sbg rujukan dr anak utk pertimbangan,
perbuatan marahthd hukum/ prinsip universal
☻ Psikoanalitik (Erikson) : super ego berfungsi
sbg perkembangan suara hati =
perkembangan kognitif (Kohlberg, Peaget)
8. Peran dlm Perkembangan Khusus :
a. T.l cinta
♫ Dukungan klg utk menyayangi, bl ibu depresi 
gagal tumbuh kembang
b. Retardasi intelektual & gangguan emosional
♣ Anak tinggal di tempat penitipan  agresif &
kurang kooperatif
♣ Anak < 5th sekamar dg ibu  cegah respon
emosional mal adaptif
♣ Anak dg cacat, buta, tuli  cinta & kasih sayang
>> besar dr peran ibu & ayah
♣ Identitas & peran jenis kelamin :
♣ Ortu punya harapan jenis kelamin ♀/♂ 
karakter beda
♣ Ortu menjelaskan pd anak usia mulai 18 bln ttg
jenis kelamin, model pakaian, mainan,
tingkah laku, dsb.
♣ Ayah/ ibu sbg role model yg benar
♣ Ortu memberi arahan ttg :
@ masturbasi/ menstruasi
@ minat hetero seksual
c. Pengawasan ortu thd risiko kecelakaan :
► jauhkan./ hindari alat/ bahan yg berbahaya
► Memberikan kebebasan aktivitas dg
pengawasan
d. Toilet training
e. Hubungan dgn saudara kandung
SUMBER PUSTAKA :
 Nelson, I Kesehatan Anak
 Dona L, Wong, Pedoman Klinis Keperawatan
Pediatrik
 Sutjiningsih, Tumbuh Kembang Anak
 Nursalam, Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak
 Imam dkk, Auhan Keperawatan Keluarga
BAHAN PENUGASAN

ROLLE PLAY PERAN KELUARGA DALAM


TUMBUH KEMBANG ANAK:
1.Keluarga berencana
2.Pendidik
3.Harapan
4.Otonomi anak
5.Disiplin dan Hukuman
6.Suara hati
7.Perkembangan khusus