You are on page 1of 21

Disaster Management

Roberthy Maelissa, dr., Sp.B., FINACS

Bencana
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam
dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan
timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda,
dan dampak psikologis.
(UU No. 24 tahun 2007)

Bencana alam: disebabkan oleh alam. kecelakaan transportasi masal. gunung meletus. seperti epidemi dan wabah penyakit. dll. tsunai. Bencana sosial: diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau komunitas masyarakat. (UN-ISDR) . Bencana non-alam: disebabkan oleh non-alam. seperti gempa. 2. gagal teknologi 3.Bencana Jenis Bencana di Indonesia: 1.

Bencana di Indonesia  Tsunami (Aceh. Kalimantan)  Kerusuhan SARA (Maluku. Riung)  Kebakaran hutan dan asap (Sumatra. Pangandaran)  Gempa bumi (Yogyakarta. Poso. Padang. Mentawai)  Banjir bandang (Wasior. Parigi)  Gunung meletus (Merapi. Nias. Sampit) .

Bagaimana menanggulanginya? .

Disaster management deals with situation that occurs prior to. (University of Wisconsin) . and after the disaster. during.Disaster Management The range of activities designed to maintain control over disaster and emergency situation and to provide a framework for helping at-risk persons to avoid or recover from the impact of disaster.

selama. (University of Wisconsin) . dan setelah bencana. Manajemen bencana berkaitan dengan situasi yang terjadi sebelum.Disaster Management Serangkaian kegiatan yang didesain untuk mengendalikan situasi bencana dan darurat dan untuk mempersiapkan kerangka untuk membantu orang yang rentan-bencana untuk menghindari atau mengatasi dampak bencana tersebut.

Disaster Management Process of forming common objectives and common value in order to encourage participants to plan for and deal with potential and actual disaster. Proses pembentukan atau penetapan tujuan bersama dan nilai bersama untuk mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk menyusun rencana dan menghadapi bencana yang sedang atau yang akan terjadi. (University of British Columbia) .

Mempercepat pemulihan kondisi sehingga individu dan masyarakat bangkit ke kondisi sebelum bencana. atau bahkan mengejar ketinggalan dari individu atau masyarakat lain yang tidak terkena bencana. 3. ekonomi. maupun negara berupa kerugian yang berkaitan dengan orang.Tujuan Manajemen Bencana 1. 5. fisik. 4. Memperbaiki kondisi sehingga individu dan masyarakat dapat mengatasi permasalahan akibat bencana. . dan lingkungan bila bencana tersebut terjadi. masyarakat. Menghindari kerugian pada individu. maupun negara melalui tindakan dini (sebelum bencana terjadi). Meminimalisasi kerugian pada individu. 2. Meminimalisasi penderitaan yang ditanggung oleh individu dan masyarakat yang terkena bencana. masyarakat.

Kobe  2015. Yokohama  2005. Sendai United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) .  1994.Penanggulangan Bencana Dunia World Conference on Disaster Risk Reduction diselenggarakan PBB. 3rd World Conference on Disaster Reduction. 2nd World Conference on Disaster Reduction. 1st World Conference on Natural Disasters.

1st World Conference on Natural Disasters.Cycle of disaster management 1994. Yokohama .

Prinsip penilaian risiko bencana HxV R= C .

. harta benda.Prinsip penilaian risiko bencana Risk/risiko bencana (R): ◦ Risiko adalah perhitungan kerugian yang mungkin didapatkan dari sebuah perisitiwa berbahaya. Level risiko berdasar pada: ◦ Sifat dari bahaya ◦ Vulnerabilitas elemen yang terkena dampak ◦ Nilai ekonomi elemen tersebut Hazards/ancaman bahaya: ◦ Fenomena atau situasi yang memiliki potensi untuk menyebabkan gangguan atau kerusakan terhadap orang. fasilitas. maupun lingkungan.

melakukan mitigasi.Prinsip penilaian risiko bencana Vulnerability/kerentanan: ◦ Suatu kondisi yang menurunkan kemampuan seseorang atau komunitas masyarakat untuk menyiapkan diri. sosial dan budaya. Contoh: kemiskinan. siap menghadapi dan pulih dari akibat bencana dengan cepat. bertahan hidup. atau merespon potensi bahaya. . Capacity/kapasitas: ◦ Kekuatan dan sumber daya yang ada pada tiap individu dan lingkungan yang mampu mencegah. pendidikan.

Tahapan/Proses Penanggulangan Bencana Manajemen Penanggulangan Bencana Pra Bencana Saat Bencana Pasca Bencana Manajemen Risiko Bencana Manajemen Kedaruratan Manajemen Pemulihan Mitigasi Tanggap Darurat Rekonstruksi Kesiapsiagaan Rehabilitasi .

pengurusan pengungsi. perlindungan. baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. harta benda.  Tanggap darurat: serangkaian kegiatan yang dilakukan dengen segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan.  Kesiapsiagaan/preparedness: serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat dan berdaya guna. meliputi penyelamatan dan evakuasi korban.Tahapan/Proses Penanggulangan Bencana  Mitigasi/mitigation: serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. Contoh sistem peringatan dini. pemenuhan kebutuhan dasar. serta pemulihan prasarana dan sarana. .

.  Rekonstruksi: pembangunan kembali semua prasarana dan sarana.Tahapan/Proses Penanggulangan Bencana  Rehabilitasi: perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana. kelembagaan pada wilayah pasca bencana.

Contoh di dunia medis? ATLS dan ACLS .

Dimulai saat terjadinya bencana. Mengatur penyelamatan dan penatalaksanaannya. ◦ Triage ◦ Primary and secondary survey ◦ Terapi definitif .Golden hour pada trauma Waktu kritis untuk menyelamatkan nyawa orang yang terkena trauma dan syok.

) . 8th ed. contoh IGD ◦ Tim penyelamatan yang terlatih ◦ Penilaian peralatan dan sarana di tempat ◦ Evakuasi dan penyelamatan yang cepat (ATLS.Manajemen pada Golden hour Perencanaan yang terintegrasi ◦ Terkait dengan unit manajemen terkait.

Terima Kasih .