You are on page 1of 32

REFERAT

KANKER PARU DAN


ASPEK RADIOLOGI
Pembimbing: dr. Herman W. Hadiprodjo, Sp.Rad
Disusun: Nico – 406162100

KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI


RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA
Anatomi Paru
Normal CXR PA
Normal CXR Lateral
Normal Chest Axial CT-Scan
Normal Chest Axial CT-Scan
Nodus Limfe Regional Paru
Kanker Paru
• Kanker paru adalah keganasan yang
berasal dari saluran pernapasan
(bronkus, bronkiolus, alveolus) dan
parenkim paru.
• Kanker paru merupakan kanker yang
paling sering di dunia dengan sekitar
1.600.000 kasus baru dan 1.380.000
kematian pada tahun 2008.
Klasifikasi
Staging
CXR - Jinak atau Ganas
CXR - Jinak atau Ganas
CXR - Golden S Sign
• Golden S sign merupakan gambaran
dari tumor yang terletak pada hilus
yang mengakibatkan atelektasis
perifer (umumnya sumbatan berada
di lobus kanan atas).

• Dengan adanya atelektasis maka


secara normal lobus atas paru kanan
akan kolaps dan diikuti dengan
melipatnya fisura mayor ke atas
yang muncul dari hilus ke aspek
lateral dada
CXR - Tumor Pancoast
• Tumor Pancoast merupakan kanker
pada lobus atas yang telah
mengenai pleura dan struktur yang
berdekatan seperti iga.

• Gambar di bawah ini menunjukan


gambaran tumor pancoast pada
bagian apeks paru kanan.
CXR - Stenosis Bronkial
CXR - Hilar Tumour Shadow
• Banyak tumor paru yang tumbuh
secara intrabronkial sehingga pada
gambaran radiologi terdapat
peningkatan opasitas pada regio
hilus sebelum berkembang menjadi
stenosis bronkial.

• Awalnya satu hilus berubah bentuk


dan membesar, lalu tumor mengisi
bagian bayangan hilus lateral dan
akhirnya mengenai semua bagian
hilus.
CXR - Hilar Tumour Shadow
CXR - Nodul Soliter
CXR - Penilaian Massa
• Lihat tepi lesi, apakah lesi berduri, terlobulasi, atau ireguler.
Bila ya, dicurigai suatu keganasan
• Lihat daerah yang terkalsifikasi. Kalsifikasi jarang terdapat
pada keganasan, kecuali kalsifikasi pada tepi lesi.
• Lihat apakah terdapat air bronchogram. Jika ya, maka lesi lebih
dicurigai konsolidasi
• Lihat apakah terdapat lesi koin lainnya. Bila ada, maka
dicurigai massa ganas yang bermestastasis ke paru
• Lihat daerah distal dari lesi. Tumor dapat dapat menyebabkan
kelainan pada daerah distal seperti infeksi yang menyebabkan
konsolidasi
• Lihat daerah mediastinum dan tulang. Tumor yang dicurigai
ganas akan menyebabkan limfadenopati mediastinal dan/atau
metastasis ke tulang
• Lihat foto sebelumnya. Lesi cenderung tidak ganas bila tidak
ada pertumbuhan massa yang berarti dalam 2 tahun.
CXR - Pneumonic Form
• Gambaran yang terbentuk berupa
konsolidasi homogen atau bercak
dengan batas tidak tegas pada
distribusi segmental atau non
segmental.

• Terkadang dapat juga terlihat air


alveologram dan air bronchogram.
Konsolidasi seperti ini sering
didiagnosis dengan pneumonia.
CXR - Karsinoma Invasif
• Tanda pada foto polos yang dapat
menunjukan adanya karsinoma
invasif adalah invasi pada iga dan
vertebra yang mengakibatkan
osteolisis dan fraktur patologis,
paralisis diafragmatika yang
disebabkan oleh infiltrasi pada saraf
frenikus, striktur esofagus, dan efusi
pleura.
CXR - Pembesaran Nodus Limfa
Mediastinum
• Adanya pembesaran pada nodus limfa voluminous,
paratrakeal, trakeobronkial, dan peribronkial
mengakibatkan meluasnya bayangan mediastinum
sehingga terlihat kontur polisiklik pada paru.
• Dibawah ini merupakan contoh gambaran
adenokarsinoma pada lobus atas paru kiri yang disertai
dengan pembesaran hilus pada paru kanan.
CT-Scan
• CT scan adalah modalitas pencitraan yang paling penting
untuk staging kanker paru.
• Pemeriksaan CT scan biasanya disertai kontras intravena
agar tumor, adenopati, dan pembuluh darah paru apa
terlihat jelas.
• Peran dari staging kanker paru adalah untuk menentukan
apakah tumor dapat direseksi atau tidak dan apakah
reseksinya berupa lobektomi atau penumonektomi.
• Lobektomi tidak dapat dilakukan jika terdapat
pertumbuhan transfisura, invasi pembuluh darah paru,
invasi bronkus utama, dan adanya keterlibatan bronkus
lobus atas dan bawah.
CT Scan - Nodul Soliter
• Ukuran:
• Lesi berukuran lebih besar dari 3 cm (massa) memiliki
kecenderungan bersifat malignan.
• Pada satu penelitian, 80% massa soliter bersifat
malignan, sementara hanya 20% nodul yang bersifat
malignan.
• Penelitian lain menggunakan CT menunjukkan bahwa
lebih dari 90% lesi berukuran lebih dari 3 cm bersifat
malignan.
CT Scan - Nodul Soliter
• Kalsifikasi:
CT Scan - Nodul Soliter
• Atenuasi:
• Koefisien atenuasi nodul paru adalah ukuran densitas
elektron dibandingkan dengan atenuasi air, dinyatakan
dengan Hounsfield unit (HU).
• Atenuasi lemak pada nodul sugestif untuk hamartoma.
• Atenuasi kalsium biasanya ditemukan pada nodul jinak,
• Dengan kontras, atenuasi dapat menunjukkan keganasan
suatu lesi, biasanya ditandai dengan atenuasi >20 HU
CT Scan - Nodul Soliter
• Batas:
• Batas yang beraturan memiliki kecenderungan
menunjukkan nodul maligna sebesar 20%.
• Kecenderungan malignansi meningkat hingga 60%
dengan batas tidak beraturan, 90% dengan spikulasi, dan
95% dengan adanya korona radiata.
Kanker Paru Sentral
• Kanker paru sentral sering kali terlihat pada gambaran
radiologi sebagai massa hilus atau kolaps dan konsolidasi
paru dengan disertai hilangnya volume.

• Untuk membedakannya dapat dibantu dengan


menggunakan kontras diikuti dengan CT scan pada level
adanya abnormalitas, pada kolaps/konsolidasi paru akan
terlihat enhancement, sedangkan enhancement tumor
akan minimal dan tertunda.
Kanker Paru Sentral
CT Scan - Staging
CT Scan - Staging
TERIMA KASIH