You are on page 1of 10

A k u yang Terbuang

A k u adalah orang yang terbuang.

Dicampakkan oleh k eluarga dan
handai taulan.

Disingkirkan oleh masyarakat.

Bermula saat aku beranjak dewasa.

Mulailah berbagai pengalaman yang
"aneh" terjadi.
A k u mendengar suara-suara orang
berbicara di telingaku.

Hanya suara.... Tanpa wujud.

Mengolok, mencerca, mengomentari.

Membuat panas hatiku.

Suara-suara itu menyuruhku melakuk an
hal-hal yang tak k uingini.

Meskipun kucoba melawan.......

Tapi tak k uasa.
Pikiranku pun mempermainkan aku.

A k u yakin ada orang-orang yang berniat
jahat padaku.

A k u percaya bahwa apa yang kupikirkan
diketahui oleh orang banyak.

Saat aku pergi ke suatu tempat aku
merasa orang-orang di situ
membicarakan aku.

Mereka mengetahui isi pik iranku.
A k u menyalakan TV dan ternyata
siarannya mengenai aku.

TV itu j uga menyampaikan pesan khusus
kepadaku.

Emosiku terombang-ambing tak wajar.

Tertawa atau menangis tidak pada
situasinya.

A k u tidak dapat berkomunikasi secara
normal dengan orang lain.
A k u k emudian dibawa k e orang sakti
untuk mengusir roh jahat yang berdiam
dalam tubuhku.

Hasilnya, badanku penuh luka bakar
sundutan rokok dukun itu.

Berikutnya, aku dimasukkan k e rumah sakit
jiwa karena kondisiku tidak membaik.

Obat yang diberikan mengurangi suara-suara di
telingaku, mulai meluruskan pikir anku dan
membuat aku lebih t enang.

Tapi, aku menjadi terlalu "tenang" bagaikan
mayat hidup.
Setelah beberapa waktu aku
dipulangkan.

Tapi pengobatanku terputus dan aku
kumat lagi.

Keluargaku sangat kewalahan dan
putus asa.

Karena perilakuku membahayakan,
mereka mengikat aku dengan rantai k e
tiang rumah.

Dua puluh empat j am sehari.

Berbulan-bulan.

Bertahun-tahun.
Seorang pamanku rupanya merasa iba dan
m mele n ntaiku.

A k u lari tak tahu ke mana. Jauh dari rumah.

Berkeliaran.

Setengah telanjang.

Kotor dan bau.

Anak-anak mengolok-olok dan melempari aku.

Orang-orang yang berpapasan menghindar
ketakutan.

A k u semakin kotor. Hitam berdaki dengan rambut
gimbal.

A k u mengais tempat sampah dan makan dari situ.

Kakiku luka karena menginjak paku. Bernanah.
Suatu hari ada razia oleh petugas
pamong praja.

"Garukan" kata orang.

A k u ditangk ap dan dibawa k e suatu

tempat penampungan.

A k u dimasukkan ke dalam suatu ruangan
terkunci yang penuh sesak dengan orang-
orang berpenampilan m irip aku.

Untuk duduk berselonjor pun sulit.

Orang-orang buang hajat di tempat.

Untuk membersihkan kami, petugas
menyemprot k ami dengan air dari selang.
A k u yang Terbuang…