You are on page 1of 14

KESELAMATAN PASIEN

MENURUT PERMENKES 11 TAHUN 2017

Pieter Mario.E
Keselamatan Pasien

Suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih


aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis
insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak
lanjutnya, serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah
terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
Sistem Pelayanan
Sebuah sistem pelayanan harus menjamin:
• asuhan pasien lebih aman, melalui upaya yang
meliputi asesmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan risiko pasien;
• pelaporan dan analisis insiden, kemampuan
belajar dari insiden, dan tindak lanjutnya; dan
• implementasi solusi untuk meminimalkan
timbulnya risiko dan mencegah terjadinya
cedera
Standar Keselamatan Pasien
• hak pasien;
• pendidikan bagi pasien dan keluarga;
• Keselamatan Pasien dalam kesinambungan pelayanan;
• penggunaan metode peningkatan kinerja untuk
melakukan evaluasi dan peningkatan Keselamatan
Pasien;
• peran kepemimpinan dalam meningkatkan
Keselamatan Pasien;
• pendidikan bagi staf tentang Keselamatan Pasien; dan
• komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai
Keselamatan Pasien.
Sasaran Keselamatan Pasien
• mengidentifikasi pasien dengan benar;
• meningkatkan komunikasi yang efektif;
• meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus
diwaspadai;
• memastikan lokasi pembedahan yang benar,
prosedur yang benar, pembedahan pada
pasienyang benar;
• mengurangi risiko infeksi akibat perawatan
kesehatan; dan
• mengurangi risiko cedera pasien akibat terjatuh.
Tujuh Langkah Keselamatan Pasien
• membangun kesadaran akan nilai Keselamatan
Pasien;
• memimpin dan mendukung staf;
• mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko;
• mengembangkan sistem pelaporan;
• melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien;
• belajar dan berbagi pengalaman tentang
Keselamatan Pasien; dan
• mencegah cedera melalui implementasi sistem
Keselamatan Pasien.
Jenis Insiden
1. Kondisi Potensial Cedera (KPC);
2. Kejadian Nyaris Cedera (KNC);
3. Kejadian Tidak Cedera (KTC); dan
4. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD).
Kejadian Potensial Cedera
(KPC)
Adalah kondisi yang sangat berpotensi untuk
menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi
insiden.
Contoh:
• Kesalahan persiapan obat
Kejadian Nyaris Cedera
(KNC)
Adalah kondisi terjadinya insiden yang belum
sampai terpapar ke pasien.
Contoh:
• Kesalahan pemberian obat, tapi belum
sempat diminum pasien
Kejadian Tidak Cedera
(KTC)
Adalah insiden yang sudah terpapar ke pasien,
tetapi tidak timbul cedera.

Contoh:
• Pasien salah minum obat, tetapi tidak
mengalami cedera
Kejadian Tidak Diharapkan
(KTC)
Adalah insiden yang mengakibatkan cedera pada
pasien.

Contoh:
• Pasien keracunan obat
Penanganan Insiden
• Pembentukan Tim Keselamatan Pasien
• Melewati tahapan berupa pelaporan,
verifikasi, investigasi, dan analisis penyebab
Insiden tanpa menyalahkan, menghukum, dan
mempermalukan seseorang
• Melapor kepada Komite Nasional Keselamatan
Pasien
Tahapan Penanganan Insiden
• Pelaporan kepada tim (maks 2x24 jam)
• Verifikasi laporan
• Investigasi; wawancara dan pemeriksaan
dokumen
• Melakukan grading dan Root Cause Analysis
(RCA)
• Tim memberikan rekomendasi