You are on page 1of 26

Penyakit Etiologi Gambaran klinis Predileksi Pemeriksaan Tatalaksana

penunjang
Dermatofitosis Microsporum, Keluhan gatal. T. Kapitis – kulit & Pemeriksaan Terapi topikal:
Tricophyton, Kelainan berbatas rambut kepala kerokan kulit dan -Selenium sulfide 1% /
Epidermophyton tegas, polimorfi, T. Barbae – dagu & kuku dengan KOH – 2,5%
bagian tepi lesi lebih janggut hifa Panjang, -Zinc pyrithione 1% /
aktif (central T. Kruris – genitocrural, bersekat, bercabang, 2%
healing) sekitar anus, bokong, spora berderet -Povidone iodine 2,5%
perut bagian bawah (artospora) -Ketokonazole 2%
T. Pedis et Manum – kaki Lampu Wood –
& tangan kuning kehijauan Terapi sistemik:
T. Unguium – kuku jari -Griseofulvin
tangan & kaki -Terbinafine
T. Korporis – kulit -Itrakonazole
glabrosa pada bagian lain -Flukonazole
selain di atas
PEMERIKSAAN
KOH 20%
Gambaran infeksi jamur pada kulit
TINEA KAPITIS
TINEA KORPORIS
TINEA KRURIS
TINEA PEDIS
TINEA MANUM
TINEA UNGUIUM
TINEA BARBAE
Pitiriasis Malassezia spp. Lesi makula Badan bagian atas, Lampu Wood – Topikal:
Versikolor berbatas tegas, leher dan perut, kuning keemasan -Selenium sulfide sampo
D hipopigmentasi /
hiperpigmentasi dan
ekstrimitas sisi
proksimal. Kadang
Pemeriksaan KOH
20% – hifa pendek
1,8% atau losio 2,5%
-Ketokonazole sampo 2%
kadang eritematosa, ditemukan pada dan spora bulat -Krim derivate azol
berbagai ukuran, aksila, lipat paha, (spaghetti and (mikonazol, klotrimazol)
berskuama halus genitalia meatballs/ bananas
and grapes) Sistemik:
-Ketokonazol 200mg/h 5-
10 hari
-Itrakonazol 200mg/h 5-7
hari
Folikulitis Malassezia spp. Keluhan gatal pada Dada, punggung, Pemeriksaan KOH Antimikotik topikal:
Malassezia tempat predileksi. lengan atas. Kadang 20% - sel ragi dan -Ketokonazole sampo 2%
Papul dan pustul ditemukan pada spora bulat -Losion selenium sulfide
perifolikular leher dan jarang di 2,5%
berukuran 2-3mm wajah
diameter dengan Antimikotik oral:
peradangan minimal -Ketokonazole 200mg/h 4
minggu
-Itrakonazole 200mg/h 2
minggu
-Flukonazole
150mg/minggu 2-4 minggu
PITIRIASIS VERSIKOLOR
FOLIKULITIS MALASSEZIA
Piedra Piedra hitam Piedra hitam – Piedra hitam – Pemeriksaan KOH – -Memotong
– Piedraia asimtomatik, benjolan atau rambut kepala Piedra hitam : benjolan-benjolan rambut yang
hortae nodul hitam lonjong, keras, Piedra putih – terpisah terdiri atas anyaman terkena infeksi
Piedra putih - multipel, melekat erat rambut aksila, padat hifa berwarna coklat hitam -Larutan sublimat
Trichosporon pada rambut, ukuran genital, jenggot tersusun regular dalam substansi 1/2000 setiap hari
mikroskopis sampai 1mm. seperti semen. Di bagian tepi -Sampo
Rambut sering patah. ditemukan artrokonidia dan di ketokonazole
Piedra putih – benjolan tengah ditemukan askospora
lunak, multipel, ukuran berbentuk fusiformis
mikroskopis sampai 1mm, Piedra putih : benjolan cenderung
warna putih sampai coklat menyatu terdiri atas anyaman hifa
muda, tidak terlalu tersusun kurang regular
melekat pada rambut. membentuk massa seperti gelatin
menyelubungi rambut
Tinea Hortaea Makula coklat hitam Umumnya di Pemeriksaan KOH 20% - hifa -Antijamur topikal
Nigra werneckii, berbatas tegas, tidak telapak tangan, bercabang, bersekat, berwarna golongan azol
Palmaris Cladosporium bersisik, jarang ditemui lesi dan bisa di coklat muda sampai hijau tua -Kombinasi bahan
werneckii bersisik. telapak kaki dan Biakan agar Sabouraud – koloni antijamur dengan
permukaan kulit menyerupai ragi atau koloni keratolitik (salep
lainnya filamen berwarna hijau tua atau salisil sulfur,
hitam Whitfield, tinctura
jodii)
PIEDRA HITAM &
PIEDRA PUTIH
TINEA NIGRA
PALMARIS
KANDIDOSIS

• Moniliasis, Thrush, Mycotic vulvuvaginitis, Dermatokandidosis,
Brenche Mycosis.
• Def : Peny. Jamur akut/subakut,o.k candida (albicans)
• Dapat mengenai : mulut, vulva/vagina, kulit, kuku, bronkus,
paru, kadang juga endokarditis, meningitis, septikemi
• E/
 C. Albicans : kulit, kuku, mukosa
 C. Parapsilosis : Endokarditis
 C.Trophicalis : Septikemi
KLASIFIKASI
1. Kandidosis selaput
lendir : Oral/thrush,
Perleche,
vulvovaginitis,
Balanitis/Balanopostitis,
Bronkopulmonal PREDISPOSISI
2. Kandidosis Kutis : 1. Endogen :
Intertriginosa, Perianal, Kehamilan,
Paronikia/Onikomikosis, kegemukan, Endokrin
Kandidosis
granulomatosa.
2. Eksogen : Kebersihan,
3. Kandidosis Sistemik : Kontak, Kebiasaan,
Endokarditis, Meningitis, Iklim
Septikemi
GEJALA KLINIK
Selaput lendir :
1. Thrush : bayi, pseudomembran/ putih
2. Perleche : Fisura disudut mulut, Predisp.  Def.Riboflavin
3. Vulvovaginitis : >>> wanita hamil
4. Balanitis/Balanopostitis : Erosi ( gland, preputium, sulc.coronarius ), sering
pada pria yang tidak sirkumsisi.
Kulit :
1. Intertriginosa :
 antara jari, ketiak, lipat paha, mammae.
 Berupa bercak bats jelas, skuama basah, eritematosa, lesi satelit.
2. Perianal :
 Lesi maserasi
 Pruritus ani
3. Paronikia/ Onikomikosis
 Kerjaan  berhub. Dengan air
 Kuku tebal, mengeras, berlekuk-lekuk, tidak rapuh
DIAGNOSIS
1. Klinis
2. Laboratoris :
 Langsung KOH dan gram
 Kultur
TERAPI
1. Hindari faktor predisposisi
2. Topikal :
 Gentian violet 1%
 Nistatin salep
 Amfoterisin B
 Azol grup
3. Sistemik :
 Tab. Nistatin
 Amfoterisin B
 Kotokonazol
CUTANEOUS CANDIDIASIS DISSEMINATA CANDIDIASIS

CANDIDIASIS
CANDIDA: Proxymal nail dystrophy and
Onycholisis
CANDIDIASIS
INTERTRIGINOSA
SKIN CANDIDIASIS

ORAL CANDIDIASIS
DIAPER CANDIDIASIS
CANDIDOSIS VULVOVAGINALIS
BALANITIS
CANDIDA

Candidal Pseodohyphae of
Balanoposthitis Candida Sp.
CANDIDIASIS
ORAL
BALANITIS CANDIDA

PARONYCHIA