You are on page 1of 33

KAJIAN NEOTEKTONIK DAN

STUDI KEGEMPAAN
Tujuan Kegiatan

Melakukan studi, termasuk di dalamnya studi


literatur, analisis data digital, survei lapangan, survei
georadar, dan survei microearthquake; untuk
mengidentifikasi aktivitas gempa regional,
mengetahui zona-zona sumber gempa, dan
memverifikasi kemungkinan adanya patahan/sesar
aktif di sekitar lokasi rencana bendungan.
Kesimpulan
Sementara
(Interim)

1. Pengamatan sesar aktif dilakukan di daerah pekerjaan menemukan


bukti geologi bahwa Sesar Gorontalo dapat dikategorikan sebagai
sesar berpotensi aktif (potential active).
2. Hasil pengolahan dan interpretasi data survei georadar/GPR
memperlihatkan adanya tiga buah sesar yang diinterpretasikan
sebagai sesar normal di sekitar rencana lokasi as Bendungan Bolango
Ulu.
3. Hasil rekaman gempabumi mikro periode 6 Maret hingga 13 Mei
2018 atas tiga stasiun seismometer yang dipasang di sekitar daerah
Rencana Lokasi Bendungan merekam sejumlah 588 event mikro dan
ada 5 event gempa dengan magnitudo yang cukup signifikan.
Magnitudo bervariasi antara 1- 3 Skala Richter dengan kedalaman
antara 2,75 km hingga 309 km di bawah permukaan.
Sesar Aktif

Berdasarkan klasifikasi dari California State Mining


and Geology Board (dalam Keller dan Pinter, 2002),
sebuah sesar dinyatakan aktif jika sesar tersebut
pernah bergerak dalam kurun waktu 10.000 tahun
yang lalu.
Sesar Gorontalo

Nama Struktur Slip-rate Mekanisme


No Dip Top Bottom L (km) Mmax
Utama Segmen (mm/th) Pergeseran
1 Gorontalo North 1 Strike-slip 90 3 18 74 6.9
2 Gorontalo South 1 Strike-slip 90 3 18 70 6.8
Penarikan Kelurusan
Pengamatan Sesar Aktif

Kesimpulan: Sesar Gorontalo dikategorikan sebagai sesar potensial aktif


GPR Line 1

Soil

Batugampi
ng
GPR Line 2

Soil

Batugampi
ng
GPR Line 3

Soil

Batugampi
ng
GPR Line 4
GPR Line 5
Line
5

Soil /
aluvial

Granodiorit
GPR Line 6 Line
6

Soil /
aluvial

Granodiorit
Line
GPR Line 7 7

Soil / aluvial

Granodiori
t
GPR Line 8

Line
8

Soil /
aluvial

Granodiorit
GPR Line 9

Line
9

Soil /
aluvial

Granodiorit
GPR Line 10

Line 10

Soil /
aluvial

Granodiorit
GPR Line 11

Line 11

Soil /
aluvial

Granodiorit
Peta Lokasi Seismometer
Peta Distribusi Sumber Gempa
Analisis Mekanisme Fokus
ANALISIS BAHAYA GEMPA
Tujuan Kegiatan

Melakukan analisis bahaya gempa (seismic hazard


analysis) secara probabilistik (PSHA) dan
deterministik (DSHA) untuk mendapatkan nilai
percepatan puncak (peak ground acceleration) dan
respon spectra di batuan pada lokasi rencana
bendungan.
Studi Kegempaan Bendungan
Mulai

Pengumpul
an data Filtering data Penyiapan parameter
kegempaan tiap-tiap Perhitungan
kejadian gempa dan Penyiapan fungsi

Analisis Bahaya Kegempaan


sumber gempa: Probabilistik dan
gempa, dan kelengkapan data atenuasi yang
megathrust, background, deterministik
sumber gempa digunakan untuk
sesar/patahan bahaya gempa
gempa tiap-tiap sumber
(PSHA dan
gempa
DSHA)

PSHA 50% dalam PSHA 10% dalam PSHA 2% dalam 100


DSHA
100 th (RP 145 th) 100 th (RP1000 th) th (RP 5000 th)

PSHA 19% dalam PSHA 3% dalam PSHA 1% dalam 100


100 th (RP 475 th) 100 th (RP 3000 th) th (RP 10000 th)
Deagregasi Magnitude dan

18 Conditional Mean Spectrum


(CMS) pada beragam periode dan CMS PGA 0.2 1
Jarak Kegempaan

Deagregasi pada Periode


kala ulang di tiap sumber tipe
PGA, 0.2 detik, 1 detik
sumber gempa 145 CMS 1 CMS 2 CMS 3
untuk tiap-tiap return period
Didapatkan Magnitude
(kala ulang) dan jenis
dan Jarak Gempa
500 CMS 4 CMS 5 CMS 6
sumber gempa
yang paling 1000 CMS 7 CMS 8 CMS 9
berpengaruh terhadap
lokasi 2500 CMS 10 CMS 11 CMS 12
5000 CMS 13 CMS 14 CMS 15
10000 CMS 16 CMS 17 CMS 18
Matching Spektra

Kejadian Gempa)

Mencari data gempa (time Spectral matching Time histories Shallow Crustal Megathrust Background
(Spektra Sintetis

histories) paling cocok data seismogram Time histories Sintetik (pada sintetik PGA 0.2 1 PGA 0.2 1 PGA 0.2 1
dengan magnitude, jarak gempa yang batuan dasar) untuk skenario
dengan lokasi. Dicari cocok dengan tiap kala ulang, perioda dan
145 TS 1 TS 2 TS 3 TS 4 TS 5 TS 6 TS 7 TS 8 TS 9
pada katalog seismogram CMS yang telah sumber gempa 500 TS 10 TS 11 TS 12 TS 13 TS 14 TS 15 TS 16 TS 17 TS 18
yang ada dihasilkan 1000 TS 19 TS 20 TS 21 TS 22 TS 23 TS 24 TS 25 TS 26 TS 27
2500 TS 28 TS 29 TS 30 TS 31 TS 32 TS 33 TS 34 TS 35 TS 36
5000 TS 37 TS 38 TS 39 TS 40 TS 41 TS 42 TS 43 TS 44 TS 45
10000 TS 46 TS 47 TS 48 TS 49 TS 50 TS 51 TS 52 TS 53 TS 54
gempa (gempa sintetik)
ke permukaan tanah
Skenario Penjalaran

Akuisisi data
Shear Wave (VS) Data VS
di lokasi tapak Penjalaran time Time histories gempa sintetik di
Permukaan (12 skenario psha Data input time histories yang
(dengan down histories sintetik
dan 1 skenario DSHA (opsional)) siap digunakan untuk analisis
hole seismik) batuan dasar ke
dinamik bendungan
Data lapisan permukaan
tanah dan
batuan (log

Flowchart Pengerjaan
bor)
UHS PSHA

4% dalam 100 PGA (g) 0.604 PSA (g) 0.604


50% dalam 100 19% dalam 100 10% dalam 100 2% dalam 100 1% dalam 100 SS (g) 1.531 SMS (g) 1.531
tahun (Kala
Perioda tahun (Kala Ulang tahun (Kala Ulang tahun (Kala Ulang tahun (Kala Ulang tahun (Kala Ulang S1 (g) 0.61 SM1 (g) 0.61
Ulang 2500
145 tahun) 475 tahun) 1000 tahun) 5000 tahun) 10000 tahun) CRS 1.019 SDS (g) 1.021
tahun)
CR1 1.097 SD1 (g) 0.407
PBA 0.288 0.394 0.460 0.546 0.612 0.685 FPGA 1 T0 (detik) 0.08
0,2 detik 0.695 0.965 1.120 1.340 1.533 1.753 FA 1 TS (detik) 0.398
1,0 detik 0.215 0.304 0.359 0.436 0.497 0.555 FV 1
UHS PSHA

Spectral Acceleration (g)


Deterministic Source M R (km) Period
Mean 50th Percentile 84th Percentile
PGA 0.24 0.21 0.35
Sesar Gorontalo Selatan 7.2 14.6 0,2 sec 0.56 0.47 0.85
1 sec 0.17 0.14 0.26
Deagregasi 5000 tahun
Contribution
Periode Source Mechanism Dominant Source Mean Magnitude Mean Distance (km) Mean Epsilon
%

Shallow Background
Background 7.23 56.07 0.74 3.58
(Benioff/Intraplate)

PGA Gorontalo
Shallow Crustal 6.75 15.16 2.27 53.24
Selatan
Shallow Crustal Gorontalo Utara 7.01 33.89 3.17 0.8
Megathurst Sulawesi TL 7.45 91.62 2.99 0.04
(Interplate) Sulawesi Utara 7.27 70.96 2.71 42.14

Shallow Background Background (3-50


7.28 49.71 1 2.04
(Benioff/Intraplate) km)

0.2 Gorontalo
Shallow Crustal 6.75 15.17 2.23 57.12
Selatan
Shallow Crustal Gorontalo Utara 6.97 33.97 3.27 0.78
Megathurst Sulawesi TL 7.45 91.62 2.92 0.97
(Interplate) Sulawesi Utara 7.33 70.96 2.66 39.04

Shallow Background
Background 7.53 57.75 1.27 1.43
(Benioff/Intraplate)

1 Gorontalo
Shallow Crustal 6.89 14.92 2.25 42.38
Selatan
Shallow Crustal Gorontalo Utara 7.03 34.92 3.11 1.35
Megathurst Sulawesi TL 7.42 91.62 2.76 6.29
(Interplate) Sulawesi Utara 7.35 70.96 2.63 48.48
Matching Time Histories

Jarak gempa
Matching spektra
Jenis Sumber terhadap
Periode Nama Sumber Gempa Gempa Tahun Magnitudo Tipe pergerakan Stasiun Seismik pada periode ulang
Gempa stasiun seismik
(th)
(km)
Tottori Jepang 2000 6.61 19.72 Strike slip OKY004 2500, 5000,
Shallow Crustal Sesar Gorontalo Selatan Iwate Jepang 2008 6.9 12.85 Reverse Kurihara City 500, 1000, 10000
Kobe Jepang 1995 6.9 17.85 Strike slip Fukushima 145
PGA Megathrust Sulawesi 145, 500, 1000,
Megathrust Utara Chi-chi 1999 7.62 57.69 Reverse Oblique ILA063 2500, 5000, 10000
145, 500, 1000,
Background
Iwate Jepang 2008 6.9 57.3 Reverse MYG002 2500, 5000, 10000
Iwate Jepang 2008 6.9 16.44 Reverse Kitakami Yanagiharach 145, 1000
Shallow Crustal Sesar Gorontalo Selatan Iwate Jepang 2008 6.9 12.85 Reverse Kurihara City 500
Tottori Jepang 2000 6.61 19.72 Strike slip OKY004 2500, 5000, 10000
Megathrust Sulawesi 145, 500, 1000,
0.2 detik
Megathrust Utara Taiwan Smart1 1986 7.3 57.13 Reverse SMART1 O02 2500, 5000, 10000
Iwate Jepang 2008 6.9 52.06 Reverse MYG001 145,
Background 500, 1000, 2500,
Iwate Jepang 2008 6.9 57.3 Reverse MYG002 5000, 10000
145, 500, 1000,
Shallow Crustal Sesar Gorontalo Selatan
Kobe Jepang 1995 6.9 17.85 Strike slip Fukushima 2500, 5000, 10000

1986 7.3 56.1 Reverse SMART1 I02 145


Megathrust Sulawesi
Megathrust Taiwan Smart1 56.6 SMART1 M02 500
1 detik Utara
1000, 2500, 5000,
1986 7.3 57.13 Reverse SMART1 O02 10000
Darfield New
Background Zealand 2010 7 52.13 Strike slip PEEC 145, 500, 1000, 2500
Iwate Jepang 2008 6.9 57.3 Reverse MYG002 5000, 10000
Matching Time Histories
PGA, 5000 th, Megathrust

Matching Time Histories


PGA, 5000 th, Shallow Crustal

Matching Time Histories


PGA, 5000 th, Background
Matching Time Histories
0.2 s, 5000 th, Megathrust

Matching Time Histories


0.2 s, 5000 th, Shallow Crustal

Matching Time Histories


0.2 s, 5000 th, Background
Sifat Perambatan Lapisan
Permukaan di Site Bendungan

Aluvial (0-8 m)
Vs (konversi dr N-SPT) = ~250 m/s

Granodiorit (>8 m)
Vs (konversi dr N-SPT) = ~900 m/s
Surface Time Histories
PGA, 5000 th, Megathrust

Surface Time Histories


PGA, 5000 th, Shallow Crustal

Surface Time Histories


PGA, 5000 th, Background
Surface Time Histories
0.2 s, 5000 th, Megathrust

Surface Time Histories


0.2 s, 5000 th, Shallow Crustal

Surface Time Histories


0.2 s, 5000 th, Background