You are on page 1of 50

STRUKTUR ATOM

ELEKTRON DALAM ATOM


RADIASI ELEKTROMAGNETIK

 = 1 x 10-10 m

 Sifat gelombang lainnya adalah frekuensi () yang dinyatakan


dalam satuan detik-1 yaitu jumlah kejadian atau putaran
(siklus) per detik
 Hasil kali  dengan  menghasilkan kecepatan gelombang:

c=.
Spektrum elektromagnetik
Spektrum dan Spektrograf

Spektrum sinar tampak  Spektrum atom


Spektrum Fraunhofer 1814
• Ternyata pola spektrum
tiap unsur memiliki
karakater berbeda,
ukurannya sangat pasti
• Tidak ada 2 unsur yang
memiliki pola garis yang
sama
• Jadi spektrum dapat
digunakan untuk
mengenali gas yang tak
diketahui.
Kesimpulan: untuk gas yang sama, frekuensi serapan = frekuensi
pancaran. Jadi ada karakteristik tigkat energi dalam gas yang bisa
berubah-ubah. Artinya, gas bisa menerima dan melepas energi.
INI SESUATU YANG MENARIK.
m = 5  λ = 4.340 Å

m = 6  λ = 4.101 Å m = 4  λ = 4.861 Å
m = 3  λ = 6.563
Å
m = ~  λ = 3.650 Å

Rumus yang lebih umum untuk


 h.m  2
persamaan Balmer:
   2 2 
m n   1 1 
  R .c  2  2 
Dimana: n m 
n =2  1 11 
m = 3, 4, 5, 6, .....  3,2881 x 10 det  2  2 
15

h = 3,6546 x 10-7 m n m 
R = konstanta Rydberg 10.967.800 m-1
C = kecepatan cahaya 2,997925 x 108 m/s
Soal Latihan
Gunakan Persamaan Balmer untuk menghitung
a. Frekuensi radiasi dengan n = 5
b. Panjang gelombang garis dalam deret balmer
dengan m = 7
c. Nilai m untuk garis dalam deret Balmer pada 380
nm.
Kenapa mempelajari struktur
atom?
 Ilmu kimia pada akhirnya bermuara pada struktur elektronik
molekul
 Alasan: Struktur elektronik mengatur ikatan, memprediksi
struktur molekul dan reaktifitas
 Struktur elektronik atom dapat dipaham dengan mudah
berdasarkan struktur atom

atomic structure  molecular structure  chemistry


• will introduce new concepts gradually
starting with the “simplest”:
H-Atom Energy levels, Wavefunctions, Born
Interpretation, Orbitals
Many electron atoms Effects of other electrons,
Penetration, Quantum Defect
The Aufbau Principle Electronic Configuration of atoms
and their ions
Trends in the PT Ionisation Energy, Electron Affinity, Size
of atoms and ions
The H-Atom
1
H
1.008

Energy Levels?
• Consider 3 approaches:
• Classical
• Bohr Model (old quantum theory)
• Full Quantum: Schrödinger Equation
Dalton’s Atomic Postulates (1803)
• Each element is composed of indivisible particles called
atoms.
• All atoms of an element are identical
• In chemical reactions, the atoms are not changed.
• Compounds are formed when atoms of more than one
element combine.
• Dalton’s law of multiple proportions: When two elements
form different compounds, the mass ratio of the elements
in one compound is related to the mass ratio in the other
by a small whole number.
J. J. Thomson’s Discovers the Electron (1897)
Mekanika Klasik

• In 1897 J. J. Thomson discover


the electron.
• Used cathode ray tubes and
high voltage cause rays to be
produced.
• These rays could be deflected
with a magnetic field.
• The rays must be negatively
charged particles not light
rays.
J. J. Thomson’s Atomic Model
“Plum Pudding Model”

• Atoms are not hard spherical


balls.
• Further experiments showed
two particles in atoms
• Protons (+) & electrons (-)
• Electrons were like raisins
stuck randomly inside a mass
of positively charged
“pudding”.
• Negative electrons used to
hold together the positively
changed mass of pudding.
Ernest Rutherford’s Experiment
Mekanika Klasik
• Fired He nuclei (α-particles)
at a sheet of gold.
• Most of the particles passed
through the gold foil.
• Some of them bounce back
at him.
• Some were deflected at
random angles.
• This could only happen if
atoms were mostly empty
space with a hard central
nucleus.
Rutherford’s Nuclear Model (1911)

• Central nucleus composed of


positively charged protons.
• Negatively charged cloud of
electrons surrounds the nucleus.
• Atoms were known to produce
emission line spectra specific to each
element.
• PROBLEM: As atoms lost energy why
didn’t the electrons eventually spiral
into the nucleus due to electrical
attraction of + for -?
• PROBLEM: How could all the positive
protons stay packed together in the
nucleus?
Teori Kuantum

 Max Planck (1900) mengajukan teori kuantum berdasarkan suatu gejala


yang disebut radiasi benda hitam
 Hipotesisnya menyatakan bahwa energi bersifat discontinue dan terdiri dari
banyak satuan terpisah yang sangat kecil yang disebut kuanta/kuantum.

 Energi terkait dengan kuantum dari REM dinyatakan dengan E = h


h = 6,626 x 10-34 J det-1

 Teori kuantum memperoleh pembuktian dari efek fotolistrik tahun 1955


oleh Albert Einstein
Soal Latihan
• Hitung energi dalam J/foton suatu radiasi
dengan frekuensi 3,10 x 1015 det-1!
• Berapa frekuensi radiasi yang terukur memiliki
energi 3,54 x 10-20 J/foton!
• Suatu energi sebesar 185 kJ/mol memiliki
panjang gelombang sebesar?
Neil Bohr’s Model of Hydrogen (1913)
Mekanika Kuantum Lama

Solves problem of why electrons to do fall


into nucleus.
• Used quantized orbits with specific
energies
• Electron can only move between orbits
by getting or losing the exact amount of
energy required.
• It could not take fractional steps.

Berdasarkan Rumus Nicholson (1881-1955)


(memberi batasan nilai momentum sudut
elektron dalam atom hidrogen 
L = mvR = n(h/2π)
Absorption & Emission Spectra
• Bohr’s model also explained
Kirchhoff’s Laws of Spectroscopy.
• Emission spectra produced when
electron releases energy and drops
to a lower orbit.
• Absorption spectra produced when
electron absorbed energy needed to
go to a higher orbit.

“Berdasarkan Pendekatan
Rumus Planck-Einstein 
E = h.ν”
Model Bohr untuk Atom Hidrogen
Hydrogen Energy Level Diagram
• Energy levels constructed
based on spectral lines
observed for Hydrogen.

• The Spectrum of Hydrogen is


like a very magnified view of
the electron energy levels
around the atom.

• WAY COOL!!!!!!!!!!
Emission Line Spectra

Each element has it own


unique electron energy
levels with different
energy spacing between
each level.
Keterangan
• Lintasan yang diizinkan untuk elektron dinomori n = 1,
n = 2, n =3 dst. Bilangan ini dinamakan bilangan
kuantum, huruf K, L, M, N juga digunakan untuk
menamakan lintasan
• Jari-jari orbit diungkapkan dengan 12, 22, 32, 42, …n2.
Untuk orbit tertentu dengan jari-jari minimum a0 =
0,53 Å
• Jika elektron tertarik ke inti dan dimiliki oleh orbit n,
energi dipancarkan dan energi elektron menjadi lebih
rendah sebesar:

B
E n  2 , B : konstanta numerik dengan nilai 2,179 x 10 -18 J
n
B B  B  B   1 1
E  E3  E 2   2    2    2  2   B  2  2 
 3   2  2  3  2 3 
E  h
 1 1  1 1
E  B 2  2  ; h  B 2  2 
2 3  2 3 
B 2,179 x 10 8 J 1
  3, 289 x 10 15
det
h 6,626 x 10 34 J det 1

Konstanta B/h identik dengan hasil dari R.c dalam


persamaan Balmer. Jika persamaan diatas dihitung maka
frekuensi yang diperoleh adalah frekuensi garis merah
dalam deret Balmer.
Soal Latihan
 Berapakah frekuensi dan panjang gelombang
cahaya yang dipancarkan jika elektron dari
atom hidrogen jatuh dari tingkat energi n = 6
ke n = 4? Dalam bagian spektrum
elektromagnetik manakah sinar ini?
Quantum mechanical Principles
and the Solution of the Schrödinger
Equation
Principles of Quantum Mechanics
Quantization
Classical mechanics Quantum mechanics
m 2 Energy levels
E v is continuous
2
Principles of Quantum Mechanics
How do we describe the electrons in
atoms?
e- You know: Electrons can be described as Particle
(characterised by mass, momentum, position…)

De Broglie
(1927) p = h/
However: Electrons can also be described as

Wavelength
(characterised by wavelength, frequency, amplitude)
and show properties such as interference,
diffraction
h = Planck’s constant = 6.626 10-34 Js
Principles of Quantum Mechanics
The Wavefunction

In quantum mechanics, an electron, just like any other


particle, is described by a
Wavefunction

Y(position, time)
Important

Contains all information there is to


know about the particle
The Results of Quantum Mechanics
Schrödinger equation:

  2 2 
   V(r)  Y  EY
 2μ 
  2
 2 2
where   2  2  2 ,
2

x y z
Y is the wavefunction,
E the total energy

Detail di Matakuliah Struktur Atom


Spherical Polar Coordinates
• Instead of Cartesian (x,y,z) the maths
works out easier if we use a different
coordinate system:

z  x = r sin cos
y = r sin sin
r z = r cos
y
(takes advantage of
x  the spherical symmetry
of the system)
Fungsi gelombang Radial dan Angular
 Fungsi radial bergantung pada jarak
antara elektron dan inti
 Fungsi angular bergantung arah atau
orientasi
 Ingat......!!!!!
Ψ2 merupakan probabilitas
ditemukannya sebuah elektron dalam
volume ruang, sehingga hal ini dapat
dijelaskan dengan persamaan R(r)2 dan
A(θ, φ)2
....which can be solved exactly for the H-atom with
the solutions called orbitals, more specifically,
atomic orbitals.

• Kita memisahkan fungsi gelombang menjadi 2


macam:
Important

• a radial part R(r) and


• an angular part Y(,),

such that Y=R(r)Y(,)

• The solution introduces 3 quantum numbers: ?


The quantum numbers;
• quantum numbers arise in the solution;
• R(r) gives rise to:
the principal quantum number, n
Important

• Y(,) yields:
the orbital angular momentum quantum
number, l and the magnetic quantum number,
ml
i.e., Y=Rn,l(r)Yl,m(,)
Fungsi Gelombang Radial

• Fungsi Gelombang radial menunjukkan bagaimana variasi fungsi


gelombang dengan jarak, r, dari inti  ukuran orbital
• Kita menginginkan probabilitas dalam menemukan elektron dalam
permukaan 3 dimensi (orbital bola 1s)  fungsi 4πr2R(r)2 disebut
faktor probabilitas radial
𝟒𝛑𝐫 𝟑
dV 𝐕 =
𝟑
dr 𝐝𝐕 = 𝟒π𝒓𝟐
𝐑𝟐𝐝𝐕 = 𝟒π𝒓𝟐𝑹𝟐𝒅𝒓
r
Fungsi Probabilitas Radial

• R = 0, 4πr2R2 = 0  Fungsi pada inti harus = 0


• Nilai r besar  R mendekati nol dengan cepat dan , 4πr2R2
harus mendekati nol
• Diantara, r dan R mempunyai nilai terbatas  terdapat plot
probabiltas maksimum (4πr2R2 ) sebagai fungsi r.
Maksimum terjadi pada r = a0,  Radius Bohr
Fungsi Gelombang Radial (Lanjutan)

Catatan: Kemunculan radial nodes (Number of


nodes) = n – l - 1
Semua mempunyai nilai maksimum r
• Nilai n bergantung ukuran orbital
• Orbital semakin lebar dengan
peningkatan n
Fungsi Gelombang Angular
• Fungsi gelombang yang berperan sebagai sebuah fungsi sudut
dari asalnya  Bentuk Orbital
• Pada titik tertentu fungsi gelombang (Ψ) = 0
• Pada beberapa titik terdapat sebuah probabilitas nol pada
interaksi dengan elektron
• Saat titik pertemuan y = 0  nodal surface
• Satu sisi nodal surface fungsi gelombang adalah positif (+) dan
sisi lainnya negatif (-)  penanda fungsi gelombang

Sederhananya  angular nodes = l


Fungsi Gelombang Angular
Orbital Energi
• Energi atom hidrogen diikuti secara murni oleh prinsip bilangan kuantum
• Orbilat 1s merupakan energy terendah
• Semua orbital n = 2 (2s dan 2p)  energinya sama (degenerate)

• n = ~  energi ionisasi (energy untuk menghilangkan


sebuah elektron)
• Berdasarkan skala menunjukkan: energinya semakin
negatif  menuju bilangan kuantum yang lebih rendah
 lebih stabil
• Atom hidrogen: elektron ditempatkan pada orbital
energi terendah  ground state
• struktur elektronik ground state hidrogen  1s1
• Elektron dapat melepaskan energi pada orbital energi
diatasnya  excited state
You are familiar with these.....
• n is the integer number associated with an
orbital
• Different l values have different names arising
Important

from early spectroscopy

e.g., l =0 is labelled s
l =1 is labelled p
l =2 is labelled d
l =3 is labelled f etc...
The values of n, l, & ml

n = 1, 2, 3, 4, .......
Important

l = 0, 1, 2, 3, ......(n-1)
ml = -l, -l+1, -l+2,..0,..., l-1, l
Looked at another way.....
n =1 l= 0 ml= 0 1s orbital (1 of)
n =2 l= 0 ml= 0 2s orbital (1 of)
l= 1 ml= -1, 0, +1 2p orbitals (3 of)
Important

n =3 l= 0 ml= 0 3s orbital (1 of)


l= 1 ml= -1, 0, +1 3p orbitals (3 of)
l= 2 ml= -2, -1, 0, +1, +2 3d orbitals (5 of)
etc. etc. etc.
Hence we begin to see the structure behind
the periodic table emerge.
Latihan Soal

• Berapa orbital energi yang mungkin untuk n = 4?


Sebutkan yang gerade!
• Berapa orbital yang mungkin untuk n = 3? Sebutkan
yang ungerade!
• Berapa radial nodes dan angular nodes pada: 3s, 3p,
3d, 4p?