You are on page 1of 9

PERKEMBANGAN SAFE MOTHERHOOD

DAN STRATEGI MAKING PREGNANCY SAFER

Kelompok II
Di Susun Oleh
1. AINUR ROFIQ NPM 02170200060

2. ESTY PRATIWI NPM 02170200065

3. FAJAR ULFIANA NPM 02170200071

4. INDAH UMUL KHAIRI NPM 02170200112

5. TANIA SAPUTRI NPM 02170200110
PERKEMBANGAN SAFE MOTHERHOOD
DAN STRATEGI MAKING PREGNANCY SAFER
 Safe Motherhood adalah usaha-usaha yang
dilakukan agar seluruh perempuan menerima
perawatan yang mereka butuhkan selama hamil
dan bersalin.
 Program itu terdiri dari empat pilar yaitu :
1. keluarga berencana
2. Pelayanan antenatal
3. Persalinan yang aman
4. Pelayanan obstetri esensial
Upaya yang dilakukan Untuk
Menurunkan Angka Kematian Ibu dan
Kematian ibu hamil
 Persalinan yang ditolong dukun.
 Persalinan yang dilakukan dirumah, bila terjadi
komplikasi dan memerlukan rujukan, akan
membutuhkan waktu cukup lama.
 Derajat kesehatan ibu sebelum dan saat hamil
masih rendah yaitu 50% menderita anemia, 30%
berisiko kurang energi kronis, sekitar 65% berada
dalam keadaan 4 terlalu.
 Status perempuan masih rendah sehingga
terlambat untuk mengambil keputusan ditingkat
keluarga untuk mencari pertolongan.
Empat pilar Safe Motherhood
 Keluarga Berencana (KB)
Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera
dengan membatasi kelahiran. Dengan kata lain KB adalah
perencanaan jumlah keluarga.
 Pelayanan Antenatal
sangat penting untuk mendeteksi lebih dini komplikasi kehamilan.
- Skrining dan pengobatan anemia, malaria, dan penyakit menular
seksual.
- Deteksi dan penanganan komplikasi seperti kelainan letak, hipertensi,
edema, dan pre-eklampsia.
- Penyuluhan tentang komplikasi yang potensial, serta kapan dan
bagaimana cara memperoleh pelayanan rujukan.
 Persalinan Yang Bersih Dan Aman
Fokus asuhan persalinan normal adalah persalinan bersih dan
aman serta mencagah terjadinya komplikasi.
 Pelayanan Obstetri Esensial
tersedianya pelayanan secara terus menerus dalam waktu 24 jam
untuk bedah cesar, pengobatan penting, transfusi darah,
pengeluaran plasenta secara manual, dan aspirasi vakum untuk
abortus inkomplet.
Making Pregnancy Safer
Making Pregnancy Safer (MPS)
merupakan strategi sektor kesehatan yang
ditujukan untuk mengatasi masalah
kesehatan dan kesakitan ibu dan bayi.
Strategi MPS merupakan tonggak
sejarah yang menandai komitmen baru
untuk memastikan hak ibu dan bayinya.
Perkembangan Safe MotherhoodInitiative Making
Pregnancy Safer
Departemen Kesehatan pada tahun 2000 telah menyusun
Rencana Strategis (Renstra) jangka panjang upaya
penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru
lahir.

Tiga pesan kunci MPS itu adalah :
1. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
terlatih.
2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat
pelayanan yang adekuat akses terhadap pencegahan
kehamilan.
3. Setiap wanita usia subur mempunyai tidak diinginkan
dan penanganan komplikasi keguguran.
Program Kualitas dan Cakupan Pelayanan
Untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang baik
tenaga ahli dokter dan bidan bahkan dukun bayi mendapat
pelatihan-pelatihan agar mampu dan tidak melakukan
kesalahan yang menimbulkan banyak resiko terhadap Ibu hamil,
melahirkan dan dalam masa setelah persalinan .

Program Kemitraan Lintas Sektor
Dalam menjalankan program MPS untuk menurunkan AKI
di Indonesia, WHO dan Depkes tidak bekerja sendiri, adanya
kerjasama dengan organisasi-organisasi profesi seperti Ikatan
Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, dan Badan Koordinasi
Keluarga Berencana Nasional.
Program Pemberdayaan Wanita dan Keluarga
Meningkatnya pengetahuan Wanita dan Keluarga untuk
menjamin perilaku yang menunjang kesehatan ibu dan bayi baru lahir
serta memanfaatkan pelayanan yang tersedia. Meningkatnya upaya-
upaya dalam kegiatan Suami Siaga, untuk memantapkan keterlibatan
suami mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, KB, dan
pencegahan Penyakit Menular Seksual.

Program Pemberdayaan Masyarakat
Mantapnya Gerakan Sayang Ibu (GSI)
GSI merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan dalam upaya
membantu salah satu program pemerintah untuk peningkatan kualitas
hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang berdampak
terhadap upaya penurunan AKI karena hamil, melahirkan dan nifas.
TERIMAKASIH