You are on page 1of 23

FILADELFIA SARI

N 111 16 026

PEMBIMBING KLINIK
dr. Diany Nurdin, Sp.KK, M.Kes
BAB. I Pendahuluan
Onikomikosis merupakan infeksi
jamur pada kuku yang disebabkan
oleh jamur dermatofita (tinea
unguium), kapang nondermatofita,
dan ragi.
 Penyakit ini dapat terjadi pada
matriks, nail bed, atau nail plate.
BAB. II Tinjauan Pustaka
Anatomi Kuku Histologi Kuku
Definisi
Onikomikosis merupakan istilah umum yang
menggambarkan infeksi jamur kuku
disebabkan oleh dermatofit, nondermatofit,
atau ragi

Epidemiologi
Sebanyak 30% pasien infeksi jamur pada kulit,
juga mengalami infeksi jamur pada kuku.
Prevalensi onikomikosis berkisar 2,6% pada
anak di bawah usia 18 tahun, mencapai 90%
pada usia lanjut.
Etiologi
 Penyebab yang sering ditemukan adalah
dermatofita, yaitu Trichophyton rubrum,
Trichophyton metagrophytes dan
Epidermophyton yang menyerang kuku
kaki, sedangkan Candida spp.
Di Indonesia penyebab terbanyak yang
dilaporkan adalah Candida spp. dan
terutama pada kuku tangan, sedangkan dari
golongan dermatofita dilaporkan T. rubrum
dan T. mentagrophytes
Patogenesis
Gejala Klinis
Onikomikosis subungal distal dan lateral
(OSDL)

Disebabkan T. rubrum,
dan T. mentagrophytes var
interdigitale.
 penebalan kuku
 berbentuk longitudinal
atau
oval
 berwarna kekuningan
 hiperkeratosis
Onikomikosis subungual proksimal
(OSP)

Penyebab biasanya T.
rubrum.
 Hiperkeratosis
Onikolisis proksimal
 Berawal dari lipatan
kuku proksimal
 destruksi lempeng
kuku proksimal
 Umumnya sering
dijumpai pada pasien
HIV
Onikomikosis superfisial (OS)

 Penyebab tersering
adalah T.
mentagrophytes
 Jarang ditemukan
 ditandai adanya
bercak-bercak
 Kuku berwarna
putih keruh
 permukaan kuku
menkadi kasar, lunak
dan rapuh
Onikomikosis endoniks (OE)

Disebabkan oleh
dermatofit yang
menyebabkan infeksi
kulit kepala
endothrix, terutama T.
soudanense
 penetrasike lapisan
dalam kuku
 Pelepsan kuku
secara lamellar
Onikomikosis total distropik (OTD)

 sekunder dari
keempat bentuk
kelainan lainnya
 kuku menebal
Kuning
kecoklatan
 pembengkakan
falangs distal
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Langsung dengan KOH

Kandida Scopulariopsis Hifa Scytalidium


Pemeriksaan Biakan

Trichophyton rubrum Epidermophyton


Pemeriksaan Histopatologi

Onikomikosis dengan uniform Jumlah hifa yang terlihat pada


yeasts dengan pewarnaan pewarnaan Periodic Acid-
Periodic Acid-Schiff Schiff
Pemeriksaan Molekuler
Uji Polimerase Chain Reaction
(PCR) telah dikembangkan, yang
secara bersamaan deteksi dan
identifikasi paling lazim dermatofit
langsung dikuku, kulit dan rambut
sampel dan memiliki waktu perputaran
< 2 hari
Diagnosis Banding
Psoriasis Kuku Liken Planus
Diagnsosis Banding
Subungual
Melanocytic Nevus Keratoacanthoma
Penatalaksanaan
Non- Medikamentosa
 Mempertahankan kaki tetap kering
Memotong kuku
Mengikir kuku yang hipertrofik
Menghindari penggunaan sepatu yang dapat
menimbulkan trauma jari dan kuku kaki,
misalnya sepatu bertumit tinggi dan ujung
sempit
Medikamentosa
Antijamur Topikal
 Amorolfine  dioleskan 1 atau 2 kali seminggu
selama 6-12 bulan
 Ciclopirox  dioleskan pada kuku sekali sehari
selama 48 minggu
 Tioconazole
 Eficonazole  dioleskan sehari sekali pada kuku
selama 48 minggu
 Tavaborole  antijamur kelas baru, pengobatan
dapat dilakukan selama 48 minggu, menembus
lempengan kuku 250x lebih besar dari Ciclopirox
Antijamur sistemik
 Terbinafine  dosis 250 mg/hari selama
6-12 bulan
 Itraconazole  dosis 200 mg/hari
selama 6 bulan untuk kuku tangan dan 9
bulan kuku kaki atau 400 mg/hari selama
seminggu tiap bulan selama 2-3 bulan
 Fluconazoe  dosis 100mg/hari atau
150, 300, 450 untuk dosis mingguan
selama 6 bulan
Terapi operatif
 Terapi Laser

Terapi pembedahan
Prognosis
Penyebab kegagalan diduga adalah
diagnosis yang tidak akurat, salah
identifikasi penyebab, penyebab tidak
responsive terhadap antijamur misalnya
Scytallidium dimidiatum, bersamaan
dengan penyakit lain, misalnya psoriasis.