You are on page 1of 11

Eka Putra Ramdhani, S.T., M.

SC

Kelompok Kece :
1. Norsela (NIM : 160384204007)
2. Nur Asti Nadiah Siregar (NIM : 160384204009)
3. Eni Wahyu Handayani (NIM : 160384204037)
4. Intan Fitriyanti Sahra (NIM : 160384204038)
5. Natalia Oktavia Tamba (NIM : 170384204045)
6. UlilAmri (NIM : 170384204048)
Kimia Surfaktan
Kelompok Kece
Kimia Surfaktan

“ Surfaktan (surface active agent) merupakan molekul-molekul yang mengandung gugus

hidrofilik (suka air) dan gugus lipofilik (suka minyak/lemak) pada molekul yang sama
(Sheatdan Foster, 1997). Sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air
dan minyak.

Surfaktan adalah bahan aktif permukaan.
Aktifitas surfaktan diperoleh karena sifat ganda dari molekulnya.
Kimia Surfaktan

“ Molekul surfaktan yang suka akan air (hidrofilik) merupakan bagian polar dan molekul
yang suka akan minyak/lemak (lipofilik) merupakan bagian non polar. Bagian polar
Molekul surfaktan dapat bermuatan positif, negatif atau netral. Umumnya bagian non

Polar (lipofilik) merupakan rantai alkil yang panjang, sedangkan bagian yang polar
(hidrofilik) mengandung gugus hidroksil.
Surfaktan (surface active agent) adalah zat yang
ditambahkan pada cairan untuk meningkatkan sifat
penyebaran dengan menurunkan tegangan
permukaan cairan. Kemampuan surfaktan dalam
menurukan tegangan dikarenakan surfaktan memiliki
struktur molekul amphiphatic yaitu mempunyai
struktur molekul yang terdiri dari gugus hidrofilik dan
gugus hidrofobik.
Sifat-sifat surfaktan yaitu:
01
Dapat menurunkan tegangan permukaan

02
Tegangan antar muka

03 Meningkatkan kestabilan partikel yang
terdispensi

04 mengontrol jenis formulasinya baik oil in water
(o/w) atau water in oil (w/o).
Struktur micelle pada lingkungan air terdapat
Dalam beberapa kemungkinan:
(a) Ekor yang over lapping pada bagian tengah,
(b) Air menembus kebagian tengah,
(c) Rantai – rantai yang saling membengkok dan
menonjol.

(Sumber : Schramm, 2000).

Kimia Surfaktan
Klasifikasi surfaktan berdasarkan muatan
Surfaktan Anionik
surfaktan yang bagian alkilnya Surfaktan kationik
Terikat pada suatu anion. surfaktan yang bagian alkilnya
Karakteristiknya yang hidrofilik Terikat pada suatu kation.
Disebabkan karena adanya gugus Surfaktan ini memecah dalam
anionic yang cukup besar, media air, dengan bagian kepala
Biasanya gugus sulfat atau
A B Bertindak sebagai pembawa sifat
aktif permukaan.
surfonat.

C D
Surfaktan nonionik
surfaktan yang bagian alkilnya Surfaktan amfoter
Tidak bermuatan. surfaktan yang bagian alkilnya
Mempunyai muatan positif dan
negatif.
Karakteristik utama surfaktan

Karakteristik utama Surfaktan pada
aktivitas permukaannya.

Surfaktan mampu meningkatkan kemampuan menurunkan
tegangan permukaan dan antar muka suatu cairan, meningkatkan
kemampuan pembentukan emulsiminya kedalam air, mengubah
kecepatan agregasi partikel terdispersi yaitu dengan menghambat
dan mereduksi flokulasi dan penggabungan (coalescence) partikel
yang terdispersi, sehingga kestabilan partikel yang terdispersi makin
meningkat. Surfaktan mampu mempertahankan gelembung atau
busa yang terbentuk lebih lama. Sebagai perbandingan gelembung
atau busa yang terbentuk pada air yang dikocok hanya bertahan
beberapa detik. Namun dengan menambahkan surfaktan maka
gelembung atau busa tersebut bertahan lebih lama.
Surfaktan merupakan komponen yang paling penting pada system
pembersih, sehingga menjadi bahan utama pada deterjen.
Aplikasi surfaktan pada industry tergantung pada proses pembuatan produk dan
karakteristik surfaktan serta produk akhir yang diinginkan. Peranan surfaktan yang
berbeda – beda dikarenakan struktur molekulnya yang tidak seimbang. Molekul surfaktan Kimia
dapat divisualisasikan seperti berudu yang memiliki kepala dan ekor. Bagian kepala
bersifat hidrofilik (suka air), merupakan bagian yang sangat polar, sedangkan bagian ekor surfaktan
bersifat hidrofobik (benci air/suka minyak), merupakan bagian nonpolar. Kepala dapat
berupa anion, kation atau nonion, sedangkan ekor dapat berupa rantai linier atau cabang
hidrokarbon. Konfigurasi kepala - ekor tersebut membuat sufraktan memiliki fungsi yang
beragam di industry (Hui, 1996).

Aplikasi surfaktan sangat luas. Beberapa contoh aplikasi surfaktan antara lain bahan
utama untuk industry deterjen dan pembersih lainnya, bahan emulsifier pada industry
kosmetik dan farmasi, bahan emulsifier untuk sanitasi industry pangan. Selain itu
surfaktan juga digunakan untuk Enchance Oil Recovery (EOR). EOR adalah metode yang
digunakan untuk meningkatkan recovery minyak bumi dengan melibatkan penginjeksian
material biasanya menggunakan injeksi gas tercampur, bahan kimia (chemical) ataupun
thermal energy untuk mengubah karakteristik reservoir sehingga minyak yang diperoleh
lebih besar dibandingkan sebelumnya (Supriningsih, 2010). Salah satu material tersebut
ialah surfaktan.
Thank you
Wassalamualaikum wr. Wb
Kelompok kece 