You are on page 1of 22

NYERI PERUT KANAN

BAWAH PADA WANITA


DEWASA

Goza Ralinsa 102016035


Skenario 12
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke UGD RS
dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawahnya
sejak 6 jam yang lalu.
Rumusan Masalah
◦ Perempuan usia 35 tahun mengalami nyeri perut kanan bawah
sejak 6 jam lalu.
Mind Map
Anamnesis
Etiologi
PF
Patofisiologi
RM
PP Tatalaksana

WD Epidemiologi

DD Prognosis

Manifestasi
Klinis
Hipotesis
◦ Laki-laki 40 tahun diduga menderita penyakit apendisitis.
Anamnesis
◦ Identitas pasien
◦ Keluhan utama Pada skenario kali ini
◦ Riwayat Penyakit Sekarang didapatkan penderita dengan
-warna sisik dan apakah warna sisik keluhan berupa bercak merah
seperti mika atau perak? bersisik pada lengan sejak 6
-sejak kapan sisik muncul? minggu yang lalu. Bercak
-apakah ada rasa gatal? bersisik disertai rasa gatal.
-apakah sisik pernah berdarah? Makin lama bercak makin luas
dan sisik bertambah tebal
-apakah ada rasa gatal?
-keluhan lain?
◦ Riwayat penyakit dahulu
◦ Riwayat penyakit keluarga
◦ Riwayat Sosial dan Kebiasaan
Working Diagnosis

Apendisitis
 radang apendiks, suatu tambahan seperti kantung yang tak
berfungsi terletak pada bagian inferior dari sekum. Penyebab yang
paling umum dari apendisitis adalah obstruksi lumen oleh feses
yang akhirnya merusak suplai aliran darah dan mengikis mukosa
menyebabkan inflamasi.
Appendix

Sumber: Netter FH. Atlas of Human Anatomy dan Grey dasar dasar
Gejala klinis
◦ Nyeri mula-mula di epigastrium (nyeri visceral) yang
beberapa waktu kemudian menjalar ke perut kanan
bawa)
◦ demam ringan
◦ Mual, muntah
◦ hilangnya nafsu makan
◦ Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney bila
dilakukan tekanan.
◦ Nyeri tekan lepas mungkin akan dijumpai
Pemeriksaan Fisik
 KU
TTV
Pemeriksaan fisik
◦ Inspeksi: pada apendisitis akut sering ditemukan adanya
abdominal swelling, sehingga pada inspeksi biasa ditemukan
distensi perut.
◦ Palpasi: kecurigaan menderita apendisitis akan timbul pada saat
dokter melakukan palpasi perut. Pada daerah perut kanan
bawah seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan
dilepas juga akan terasa nyeri
◦ Perkusi: -
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Darah rutin:
◦ Leukosit meningkat sebagai respon untuk melindungi tubuh terhadap
mikroorganisme yang menyerang pada apendisitis akut dan jika
perforasi akan terjadi leukositosis yang lebih tinggi lagi.
◦ Hb (hemoglobin) tampak normal.
◦ Laju Endap Darah (LED) meningkat pada keadaan apendisitis
infiltrate.
◦ Urine penting untuk melihat apakah ada infeksi pada ginjal.

Leukosit 12000
Hb 13,
hematokrit 12%
Trombosit 200.000
LED 30
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiologi:

o Ultrasonografi  Radiografi toraks menyingkirkan penyakit


lapangan paru kanan bawah, yang dapat menyerupai nyeri
kuadran kanan bawah karena iritasi saraf
Etiologi
Penyebab apendisitis tersering adalah adanya obstruksi lumen. Pada
umumnya obstruksi ini terjadi karena:
◦ Hyperplasia dari folikel limfoid, ini merupakan penyebab terbanyak.
◦ Adanya faekolit dalam lumen apendiks.
◦ Striktura lumen karena fibrosa akibat peradangan sebelumnya.
◦ Penyebab lainnya adalah infeksi kuman dari colon. Kuman yang
terbanyak adalah E. coli dan streptococcus.
epidemiologi
◦ Apendisitis akut di negara maju lebih tinggi
◦ Pada laki-laki dan perempuan pada umumnya sebanding,
◦ kecuali pada umur 20 – 30 tahun insiden pada laki-laki lebih tinggi.
◦ Apendisitis dapat ditemukan pada semua umur, hanya pada anak
yang kurang dari satu tahun yang jarang dilaporkan, mungkin
karena tidak terduga sebelumnya.
◦ Insiden tertinggi terjadi pada kelompok umur 20-30 tahun, setelah
itu menurun
Patofisiologi
Diagnosis Banding

• Kehamilan ektopik terganggu


 kehamilan yang terjadi di luar Rahim.
 Gejala: perdarahan pervaginam dari bercak hingga berjumlah
sedang, kesadaran menurun, pucat, hipotensi dan hipovolemia,
nyeri abdomen dan pelvis
• Mesenteritis
 suatu penyakit di mana berlaku nekrosis, inflamasi dan fibrosis
jaringan adiposa mesenterium
 Gejala : gejala gastrointestinal dan gejala non-gastrointestinal.
 Gejala gastrointestinal adalah seperti nyeri abdomen, mual,
muntah, kembung, hilang nafsu makan, diare dan konstipasi.
 Gejala non-gastrointestinal pula adalah seperti lelah, penurunan
berat badan, keringat pada malam hari dan demam.
Diagnosis Banding (2)
• Adneksitis
 berlaku peradangan pada adneksa.
 Gejala: keluhan demam, vagina mengalami keputihan yang
banyak, gangguan menstruasi, mual, muntah dan malaise
• Diverkulitis
 suatu penyakit yang menyerang usus di mana bagian dalam
usus membentuk seperti kantong.
 Gejala: nyeri diabdomen kuadran kiri bawah, Nyeri akan
memburuk sewaktu bergerak, demam, menggigil, perut
kembung, diare, konstipasi, mual, muntah dan hilang nafsu
makan
Penatalaksanaan
◦ Terapi selalu operatif karena lumen yang terobstruksi tidak akan
sembuh dengan antibiotic saja.

Medikamentosa
◦ Antibiotika : Sefotaksim, Metronidazol,
Gentamisin, Penisilin
◦ Analgetik

Non Medikamentosa
◦ Appendiktomi
Komplikasi
◦ Peritonitis
◦ Abses Apendiks
◦ Abses subfrenikus
◦ Fokal sepsis intrabdominal
Prognosis
Dengan diagnosis yang akurat seta pembedahan, tingkat
mortalitas dan morbiditas penyakit ini sangat kecil.
Keterlambatan diagnosis akan meningkatkan morbiditas dan
mortalitas bila terjadi komplikasi. Serangan berulang dapat
terjadi bila apendiks tidak diangkat. Terminologi apendisitis
kronis sebenarnya tidak ada
Kesimpulan
◦ Hipotesis diterima
◦ Pasien yang datang dengan keluhan nyeri hebat di perut kanan
bawah diduga menderita apendisitis akut. Hal ini karena
apendisitis sering kali terjadi di titik McBurney yaitu titik yang
terletak di 1/3 distal Antara SIAS kanan dan umbilicus.