You are on page 1of 14

Pusat

Kesehatan
Masyarakat
Kelompok 10
1. Dwi Anita
2. Indana Zulfa
3. Lilik Setyaningsih
4. Sri Rahayu Ningsih
PENGERTIAN PUSKESMAS
Puskesmas juga dapat didefinisikan sebagai unit pelaksanaan
teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu
wilayah kerja (Depkes RI, 2004 (dalam Ferry Effendi dan
Makhfudli, 2009)).
Fungsi Dan Peran Puskesmas
Fungsi
 Sebagai pusat pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya

 Membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam


rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat
 Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan
terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya.
Peran Puskesmas
 Dalam konteks otonomi daerah saat ini, puskesmas
mempunyai peran yang sangat vital sebagai institusi pelaksana
teknis, dituntut memiliki kemampuan manajerial dan wawasan
jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan
Organisasi Puskesmas menurut (Ferry Effendi dan Makhfudli,
2009) :

Unsur pimpinan : Kepala Puskesmas

Unsur pembantu pimpinan : Tata usaha

Unsur pelaksana : unit I – unit VII


Program Pokok Puskesmas
1. Promosi kesehatan
 Penyuluhan kesehatan masyarakat
 Sosialisasi program kesehatan
 Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas)
2. Pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular (P2M)
 Surveilens Epidemiologi
 Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, DBD, Malaria, Flu
Burung, ISPA, Diare, IMS (Infeksi Menular Seksual),
Rabies
3. KIA/KB (kesehatan ibu dan anak / keluarga
berencana)
 ANC (Antenatal Care), PNC (Post Natal Care), KB
(Keluarga Berencana)
 Persalinan
 Rujukan bumil resiko tinggi
 OSOC (One Student One Client), adalah salah satu
program dimana mahasiswa / mahasiswi akan
menangani atau mengawasi satu ibu hamil sampai
masa nifas guna untuk menurunkan resiko
kematian ibu dan bayi.
Adapun tujuan dari program OSOC adalah :
o Terselenggaranya pendampingan ibu hamil
sampai nifas dengan OSOC.
o Terbangun kerjasama antar profesi kesehatan
sejak mahasiswa.
o Terlaksananya pendekatan multisektor dalam
pemberian pelayanan oleh tenaga kesehatan.
o Terbangun sistem pengelolaan ibu
hamil – nifas dengan melibatkan
keluarga dan masyarakat.
4. Perbaikan gizi masyarakat
•Penimbangan
•Pelacakan gizi buruk
•Penyuluhan gizi

5. Kesehatan lingkungan
 Pengawasan SPAL
(saluran pembuangan air
limbah), SAMI-JAGA
(sumber air minum-
jamban keluarga), TTU
(tempat-tempat umum),
Institusi pemerintah
 Survey jentik nyamuk
Program Tambahan

 UKS  Kesehatan remaja


 Kesehatan jiwa  Poskestren (Pos Kesehatan
 Kesehatan lansia Pesantren)
 Kesehatan olahraga  Keluarga sehat
Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat
telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk
penanda status kesehatan sebuah keluarga, yaitu :
1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif

5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai


standar
LANJUTAN…

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara


teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan
tidak ditelantarkan
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban
sehat
Fasilitas Penunjang (Ferry Effendi dan
Makhfudli, 2009) :
1. Bidan Desa
2. Puskesmas Pembantu
3. Puskesmas Keliling
4. Puskesmas Perawatan
PERAN PERAWAT DI PUSKESMAS (FERRY
EFFENDI DAN MAKHFUDLI, 2009)
 Kegiatan pokok yang dilakukan oleh perawat di
puskesmas adalah sebagai berikut :
 Melaksanakan fungsi-fungsi material.

 Melakukan pelayanan asuhan keperawatan.

 Mengoordinasi kegiatan penyuluhan kesehatan


masyarakat.
 Mengoordinasi pembinaan peran serta masyarakat
melalui pendekatan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat
Desa (PKMD).
 Mengoordinasi kegiatan lain seperti kegiatan lintas
sektoral.