You are on page 1of 6

1. Apa saja yang terjadi pada Ny.

A yang dapat mengarahkan


diagnosa pada TB?
• Riwayat batuk selama 2 bulan yang akhir-akhir ini menjadi produktif
• Mengalami penurunan berat badan
• Fatigue (kelelaha)
• Berkeringat pada malam hari
2. cara-cara penularan penyakit TB? Faktor yang mempengaruhi
penularan TB? Upaya untuk mencegah penularan tsb?
a.) Penularan
• Melalui batuk atau bersin
Saat batuk atau bersin, penderita TB akan mengeluarkan partikel – partikel yang
mengandung 1 hingga 3 bacilli (droplet nuclei) yang berukuran sangat kecil ( 1 – 5
mm). Droplet ini kemudian tersebar diudara dan dapat terhirup oleh orang lain.
Droplet yang terhirup dapat masuk dan menembus permukaan alveolar sehingga
menyebarkan kuman ke paru-paru orang lain.
• Melalui udara
Berada dalam 1 ruangan yang sama dengan pasien penderita TB dapat
menyebabkan penularan TB. penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan
droplet nuclei berada dalam waktu yang lama.
b.) Faktor yang mempengaruhi penularan
• Faktor predisposisi (status gizi, imunisasi, HIV, DM dan pendidikan)
• Faktor pendukung(Lingkungan rumah, sosial ekonomi, fasilitas dan sarana kesehatan)
• Faktor Pendorong (gaya hidup dan prilaku masyarakat)
• Faktor lainnya (umur dan jenis kelamin)

c.) Upaya untuk mencegah penularan


• Penderita TB harus menggunakan masker
• Ruangan penderita TB harus memiliki ventilasi yang baik sehingga udara dan sinar
matahari dapat masuk
• Saat penderita TB ingin meludah harus ditempat tertentu dan diberikan desinfektan
• Menjemur kasur, bantal dan tempat tidur terutama pagi hari
• Semua barang yang digunakan penderita Tb harus terpisah begitu juga dengan
penyucian harus terpisah dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
• Penderita TB direkomendasikan untuk memakan makanan yang tinggi karbohidrat dan
protein
3. TB laten dan TB aktif
TB Laten TB Aktif

Penderita yang tidak menunjukkan gejala TB, tidak Penderita yang menunjukkan gejala TB, merasa sakit dan
merasa sakit, tidak menularkan Tb kepada orang lain dapat menularkan Tb kepada orang lain. Hasil tes kulit
namun saat tes kulit atau tes darah umumnya atau tes darah mengidentifikasikan adanya infeksi TB.
mengindikasikan adanya infeksi TB. Hasil pemeriksaan Hasil pemeriksaan mikroskopis sputum positif dan
mikroskopik sputum negatif dan Mycobacterium Mycobacterium tuberkulosis berkembang biak aktif
tuberculosis inaktif dan tidak berkembang biak. TB laten sehingga merusak organ yang diserang. TB aktif harus
dapat menjadi Tb aktif sehingga diperlukan pengobatan. diobati agar tidak menularkan kepada oranglain.
4. tahap-tahap yang perlu dilakukan terhadap Ny. A untuk
memastikan kalau Ny. A mengalami TB?
• Uji tuberkulin
Lokasi penyuntikan uji mantoux umumnya pada ½ bagian atas lengan bawah kiri
bagian depan, disuntikkan intrakutan (ke dalam kulit). Penilaian uji tuberkulin
dilakukan 48–72 jam setelah penyuntikan dan diukur diameter dari pembengkakan
(indurasi) yang terjadi:
1. Pembengkakan (Indurasi) : 0–4mm, uji mantoux negatif.
Arti klinis : tidak ada infeksi Mycobacterium tuberculosis.
2. Pembengkakan (Indurasi) : 5–9mm, uji mantoux meragukan. Hal ini bisa karena
kesalahan teknik, reaksi silang dengan Mycobacterium atypikal atau pasca vaksinasi
BCG.
3. Pembengkakan (Indurasi) : >= 10mm, uji mantoux positif.
Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis
• Uji Mikroskopis sputum (dahak)
Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis pada semua suspek TB dilakukan
dengan mengumpulkan 3 spesimen dahak yang dikumpulkan dalam dua hari
kunjungan yang berurutan berupa dahak Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS):
S(sewaktu): Dahak dikumpulkan pada saat suspek TB datang berkunjung
pertama kali. Pada saat pulang, suspek membawa sebuah pot dahak untuk
mengumpulkan dahak pagi pada hari kedua.
P(Pagi): Dahak dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua, segera setelah
bangun tidur. Pot dibawa dan diserahkan sendiri kepada petugas di UPK.
S(sewaktu): Dahak dikumpulkan di UPK pada hari kedua, saat menyerahkan
dahak pagi.