You are on page 1of 136

PLENO MINGGU 3

KELOMPOK 12B
Muhammad Hafizh Abrar Nursal
Muhammad Rahmanto Akmal
Muhammad Zhikron Octoprima Orsal
Nurul Ahdiah Bt Muhammad Sayuty
Fatimah Az Zahra
Hatika Dara Mareti
Zahra Indria Zenti
Melita Husna
Sharifa A, Harnum

Rumusan Masalah
1. Mengapa kejadian penyakit diare dan ISPA masih banyak sedangkan penyuluhan sudah
berulang kali?
2. Apa contoh penyakit PM dan PTM dan bagaimana cara pencegahannya?
3. Apa saja tantangan dokter layanan primer dalam bertugas di kaki gunung?
4. Bagaimana hubungan masyarakat yang tinggal di kaki gunung merapi dengan ISPA & diare?
5. Apa yang dilakukan GERMAS?
6. Apa saja indikasi capaian GERMAS?
7. Apa saja faktor yang mempengaruhi teori prilaku Luwrence Green?
8. Mengapa masyarakat menjadi ujung tombak pada GERMAS?
9. Apa saja kegiatan PHBS?
10. Bagaimana pelaksanaan UKBM di masyarakat?
11. Apa upaya yang dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal?
12. Mengapa di puskesmas fokus memotivasi dan memberdayakan kader posyandu?

Mengapa kejadian penyakit diare dan ISPA
masih banyak sedangkan penyuluhan sudah
berulang kali?
• faktor resiko (-) karena:
• PM: orang yang sakit menularkan penyakit -->
TB, ISPA kesadaran kurang
• PTM: higiene dari luar yang buruk --> DM,
hipertensi, kanker, stroke
tenaga kesehatan kurang
masyarakat banyak percaya
mitos
pola pikir tentang kesehatan
masih kurang
kebiasaan yang sulit diubah
gaya hidup tidak sehat
promosi kurang menarik
tidak ada program lanjutan

air bersih) aktivitas fisik minimal 30 sumber air bersih -> menit mencuci. dan sehat sanitasi. Apa contoh penyakit PM dan PTM dan bagaimana cara pencegahannya? • pencegahan -> sesuai • berbasis lingkungan: etiologi: rumah 5 sehat (ventilasi membiasakan hidup bersih udara. limbah. BAB. minum konsumsi buah dan sayur jamban sehat tidak merokok pengolahan air limbah yang penyuluhan -> promkes -> baik . cahaya.

jangkauan. disparitas • sarana dan prasarana • cuaca • fokus pelayanan primer pada kuratif . Apa saja tantangan dokter layanan primer dalam bertugas di kaki gunung? • tantangan: • keterbatasan kualitas dan kuantitas • akses.

Bagaimana hubungan masyarakat yang tinggal di kaki gunung merapi dengan ISPA & diare? • Susahnya akses menuju yankes • air bersih yang tercemar • erupsi dari gunung • suhu yang panas dan dingin .

Apa yang dilakukan GERMAS? • GERMAS • tujuan: mengkonsumsi buah dan mengurangi beban PM dan sayur PTM memeriksa kesehatan rutin meningkatkan produktivitas penduduk mengurangi beban biaya kesehatan menghindarkan beban finansial penduduk tercapai dengan bantuan .

Apa saja indikasi capaian GERMAS? • masyarakat mengikuti KB • bayi diimunisasi dengan lengkap • asi eksklusif • pemantauan perkembangan anak • pengobatan TB paru sesuai standar • masyarakat tidak merokok • akses air bersih • jamban sehat .

pendukung • faktor penguat f. pendorong • faktor non prilaku: akses faskes biaya pengobatan program pemerintah . Apa saja faktor yang mempengaruhi teori prilaku Luwrence Green? • faktor prilaku: • faktor pendorong f. predisposisi • faktor pemungkin f.

komunikasi cepat .promkes -> kader -> masyarakat • GERMAS -> meningkatkan peran aktif masyarakat .AKI . Mengapa masyarakat menjadi ujung tombak pada GERMAS? • masyarakat -> yang • negara sehat menjalankan program .AKB .penyuluhan diberi ke masyarakat .

Apa saja kegiatan PHBS? • persalinan ditolong tenaga kesehatan • asi eksklusif • CTPS • memberantas jentik nyamuk • tidak merokok • konsumsi buah dan sayur • memantau perkembangan .

polindes .kader kesehatan .Bagaimana pelaksanaan UKBM di masyarakat? • UKBM: .dana sehat .upaya kesehatan dasar swasta .LSM .POD .TOGA .posyandu -> KB. imunisasi .

Apa upaya yang dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal? • diberikan usaha promotif dan preventif • pendekatan keluarga • GERMAS • masyarakat yang terorganisir • pendidikan kesehatan masyarakat -> berhasil bila sudah mengubah sikap dan prilaku .

.Mengapa di puskesmas fokus memotivasi dan memberdayakan kader posyandu? • kader adalah orang yang tau tentang masyarakat sehingga dapat mengajak masyarakat untuk menjalankan program- program yang direncanakan.

PENDIDIKAN KESEHATAN WIWIK AFRIDAH .

PENGERTIAN PENDIDIKAN KESEHATAN .

masyarakat dan ras. sikap. h:1): • Pendidikan kesehatan sebagai sekumpulan pengalaman yang mendukung kebiasaan. dan pengetahuan yang berhubungan dengan kesehatan individu. Pengertian • Wood (1926 dalam Suliha 2002. .

Pengertian • Nyswander (1947) yang dikutip oleh Notoatmodjo (1997) : menyatakan bahwa pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis .

. Resume Pendidikan kesehatan suatu proses perubahan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu. dan masyarakat.

mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan . keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat. serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal Terbentuknya perilaku sehat pada individu. keluarga.Tujuan Tercapainya perubahan perilaku individu. kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik.

WHO 1954 dalam Notoatmodjo 1997 memperinci tujuan pendidikan kesehatan sbb: • Menjadikan kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai dimasyarakat A • Menolong individu agar mampu secara mandiri atau berkelompok mengadakan kegiatan untuk B mencapai tujuan hidup sehat • Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang C ada .

yang kesehata kat . Sasaran Masyarak Individu Keluarga • Individu • Keluarga • a. at yang binaan Masyara mempun yang kat yai mempun binaan masalah yai Puskesm keperaw masalah as atan dan keperaw • b. kesehata atan dan Masyara n.

yang disingkat menjadi K. . Konsep Pendidikan kesehatan • Pendidikan kesehatan merupakan upaya yang ditekankan pada terjadinya perubahan perilaku. • Area Pendidikan Kesehatan adalah pada Knowledge (Pengetahuan).P. Attitude (Sikap) dan Practice (Perilaku).A. baik pada individu maupun masyarakat.

Resume H E Know Attitu ledge de Pract ice healthy behaviour healthy life style .

UPAYA KESEHATAN .

. Pengertian • Upaya kesehatan ialah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan/ atau masyarakat.

. kelompok. atau masyarakat.Hal ini berarti bahwa peningkatan kesehatan ini. baik kesehatan individu. kelompok masyarakat. ataupun swadaya masyarakat (LSM). harus diupayakan. lembaga pemerintahan. Upaya mewujudkan kesehatan ini dilakukan oleh individu.

memperpanjang hidup. dan meningkatkan kesehatan . yaitu: kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit. Upaya Pendidikan Kesehatan • Winslow (1920) seorang ahli kesehatan masyarakat. membuat batasan yang sampai sekarang masih relevan.

.melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk: 1) perbaikan sanitasi lingkungan. dan 5) pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin agar setiap orang terpenuhi kebutuhan hidupnya yang layak dalam memelihara kesehatannya. 2) pembersihan penyakit-penyakit menular. 3) pendidikan untuk kebersihan perorangan (personal hygiene) 4) pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini serta pengobatan.

budaya. sosial. ekonomi. Blum.Faktor yg mempengaruhi kesehatan adalah sebagai berikut: 1) lingkungan. 3) pelayanan kesehatan. 2) perilaku. politik. 1974. . dan 4) hereditas (keturunan). (lingkungan fisik. dan sebagainya).

fisik adalah dalam bentuk perbaikan sanitasi lingkungan. Upaya Kesehatan Masyarakat: 1. dan sebagainya . lingkungan sosial. politik. dan ekonomi dalam bentuk program-program peningkatan pendidikan. Intervensi terhadap faktor lingkungan : a. penstabilan politik dan keamanan. perbaikan sosial ekonomi masyarakat. b. budaya.

bagaimana menghindari atau mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan mereka dan kesehatan orang lain. Pendidikan kesehatan merupakan bentuk intervensi terutama terhadap faktor perilaku. ke mana seharusnya mencari pengobatan bilamana sakit. • Artinya. • Pendidikan kesehatan ialah suatu upaya atau kegiatan untuk menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan. dan sebagainya . pendidikan kesehatan berupaya agar masyarakat menyadari atau mengetahui bagaimana cara memelihara kesehatan mereka. Upaya Kesehatan Masyarakat: 2.

Intervensi terhadap faktor pelayanan kesehatan : adalah dalam bentuk penyediaan dan atau perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya Kesehatan Masyarakat: 3. dan sebagainya. . perbaikan sistem dan manajemen pelayanan kesehatan.

khususnya perbaikan gizi ibu hamil .Sedangkan intervensi terhadap faktor hereditas : antara lain dengan perbaikan gizi masyarakat. Upaya Kesehatan Masyarakat: 4.

Depkes RI) Membutuhkan intervensi integratif di aspek promotif dan preventif. TREND • Penyakit yang terkait dengan gaya hidup (penyakit kardiovaskuler dan kanker) menempati 5 besar penyebab kematian tertinggi di Indonesia (Survei Kesehatan Rumah Tangga 2001. .

PERAN PENDIDIKAN KESEHATAN Di Dalam Masyarakat .

ekonomi.Peran Pendidikan Kesehatan dalam Kesehatan Masyarakat • Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor. dan sebagainya . • Faktor internal ini terdiri dari faktor fisik dan psikis. pendidikan. baik faktor internal (dari dalam diri manusia) maupun faktor eksternal (di luar diri manusia). budaya masyarakat. lingkungan fisik. Faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor. antara lain sosial. politik.

. WC) keluarga. cuci. tempat sampah. MCK (sarana mandi.Peran Pendidikan Kesehatan dalam Faktor Lingkungan • Sarana sanitasi lingkungan dibangun untuk masyarakat. jamban umum. dan kakus). misalnya jamban (kakus. dan sebagainya.

Peran Pendidikan Kesehatan dalam Perilaku • Kesadaran masyarakat tentang kesehatan disebut “melek kesehatan” (health literacy). .

• Tidak kurang dari 7.Peran Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan • Departemen Kesehatan telah menyediakan fasilitas kesehatan masyarakat dalam bentuk. Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). .000 Puskesmas tersebar di seluruh Indonesia. Namun pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat belum optimal.

. agar masyarakat atau orang tua menyadari dan melakukan hal-hal yang dapat mewariskan kesehatan yang baik kepada keturunan mereka.Peran Pendidikan Kesehatan dalam Faktor Hereditas • Pendidikan kesehatan diperlukan pada kelompok orang tua.

3. kesadaran. . perilaku masyarakat dalam menyikapi dan mengelola lingkungannya. dan praktik hidup sehat dalam mewariskan status kesehatan kepada anak atau keturunannya. perilaku masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Bentuk peran : 1. 2. perilaku masyarakat dan petugas kesehatan dalam menyikapi dan mengelola fasilitas atau pelayanan kesehatan.

Teori Perubahan Perilaku .

menghargai. analisis. Perilaku • Perilaku adalah hasil hubungan antara stimulus dengan respon/tanggapan • Domain perilaku menurut Benyamin Bloom : kognitif. mengaplikasikan. merespon. sintesis. bertangung jawab – Tindakan . evaluasi – Sikap -> 4 tingkatan : menerima. afektif. psikomotor • Notoadmojo --> memodifikasi teori Bloom – Pengetahuan -> 6 tingkatan : mengetahui. memahami.

Dalam keadaan ini ia siap menerima perubahan sikap dasar. Motivasi dan tingkah laku. dll . berada pada keadaan untuk mengubah kekuatan yang mempengaruhi prose perumusan kebijaksanaan. Fase Pencairan ( the unfreezing phase) : Individu mulai mempertimbangkan penerimaan terhadap perubahan. Fase-fase Perubahan “Unfreezing to Refreezing” Proses Perubahan perilaku menurut Lewin ( 1951 ) mengemukakan teori perubahan “ Unfreezing to refreezing” yang berlangsung dalam lima tahap berikut : • A. partisipasi masyarakat.Di dalam masyarakat pada fase ini.

maka individu menentukan tujuannya sesuai dengan perubahan yang diterimanya. Fase pembekuan ulang (the refreezing phase) : . Fase penentuan tujuan (Goal Setting Phase) : Apabila masalahnya telah dipahami. Fase Tingkah Laku baru (new behavior phase) : Pada fase ini individu mulai mencobanya dan membandingkan dengan praktik – praktik yang telah dilakukan dan diharapkan.Fase-fase Perubahan “Unfreezing to Refreezing” • C. • E. • D.

• 3. . Kesediaan untuk berubah ( Readiness to Change ) Apabila terjadi suatu inovasi atau program-program pembangunan di dalam masyarakat. Perubahan Alamiah ( Natural Change ) Perilaku manusia selalu berubah. • 2.BENTUK – BENTUK PERUBAHAN PERILAKU • 1. Perubahan terencana ( Planned Change ) Perubahan perilaku ini terjadi karena memang direncanakan sendiri oleh subjek. Sebagian perubahan itu disebabkan karena kejadian alamiah. maka yang sering terjadi adalah sebagian orang sangat cepat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut.

Pemberian informasi Dengan memberikan informasi-informasi tentang cara-cara mencapai hidup sehat. • 2. Dapat berlangsung cepat akan tetapi belum tentu berlangsung lama karena perubahan perilaku terjadi tidak atau belum didasari oleh kesadaran sendiri. cara . STRATEGI PERUBAHAN PERILAKU Beberapa strategi untuk memperoleh perubahan perilaku tersebut oleh WHO dikelompokkan menjadi tiga: • 1. Menggunakan kekuatan/kekuasaan atau dorongan Misal : dengan adanya peraturan – peraturan/ perundang – undangan yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat.

Teori Transformasi Belajar adalah suatu proses internal yang dipengaruhi faktor external. Teori Perubahan Perilaku A. Teori Stimulus Perubahan perilaku bergantung pada stimulus eksternal dan kurang memperhitungkan faktor internal. B. C. Teori Fungsi Perubahan perilaku terjadi akibat adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. .

Teori Festinger Perilaku seseorang disebabkan adanya keseimbangan antara alasan/dasar dengan keputusan yang diambil. Bila seseorang tersebut dapat merespon positif stimulus eksternal tersebut maka akan terbentuk keseimbangan baru dengan perilaku baru. dan perubahan akan muncul bila keseimbangan tersebut berubah .C. D. Teori Kurt Lewis Perilaku merupakan suatu keadaan seimbang antara kekuatan pendorong dan penahan. Jika terdapat stimulus eksternal yang kuat maka keseimbangan akan berubah.

TEORI“REACTION ACTION” (FESBEIN & AJZEN :1980) • Teori ini menekankan pentingnya “intention”/niat sebagai faktor penentu perilaku Niat itu sendiri • ditentukan oleh : sikap norma subjektif pengendalian perilaku • Contoh : Seorang ibu yang mau mengimunisasikan anaknya didasari niat. dimana niat itu ditentukan oleh sikap ibu yang setuju dengan imunisasi. keyakinan ibu akan perilaku yang diambil dan sudah siap bila anaknya panas setelah diimunisasi. .

nilai Enabling factors. terwujud dalam pengetahuan. kepercayaan. Ia punya bahan bangunan . TEORI PRECEDE-PROCEED (Lawrence Green : 1991) • Perilaku kesehatan ditentukan oleh faktor : Predisposing factors. tersedianya atau tidak tersedianya fasilitas Reinforcing factors. terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau dari kelompok referensi dari perilaku masyarakat • Contoh : Seorang bapak mau membangun WC yang sebelumnya masih BAB di sungai karena : 1. sikap.keyakinan. Ia tahu BAB di jamban lebih sehat( Pf) 2.

Ibu membuat tampilan makanan . Consequences : bisa positif( menerima).salah satunya dengan membuat tampilan makanan menarik (A).TEORI ABC (Sulzer. bisa alamiah ataupun man made • 2. Azaroff. Antecedent : trigger. atau negatif ( menolak ) • Contoh: Penyuluhan di Posyandu tentang bagaimana agar anak mau makan banyak. Behavior : reaksi terhadap antecedent • 3. Mayer : 1977 ) • Menurut teori ini perilaku manusia merupakan suatu proses sekaligus hasil interaksi antara :Antecedent Behavior Consequences • 1.

PA. Tidak ada tetangganya yang melahirkan di bidan(SC) 3. Tidak ada niat melahirkan di bidan(BI) 2. Social support 3. takut mertua(PA) 5. Tidak bebas menentukan.TEORI BEHAVIOR INTENTION (Snehendu Kar : 1980) • Menurut teori ini. Accessibility to information 4. Tidak mendapat informasi persalinan yang sehat(AI) 4. AI. AS ) Contoh: • Seorang ibu melahirkan di dukun yang belum mengikuti pelatihan asuhan persalinan normal. Behavior intention ( Niat Perilaku) 2. Kondisi jauh dari puskemas(AS) . bukan di tenaga medis terlatih. SS. Personal autonomy 5. perilaku kesehatan merupakan fungsi dari : 1. Action situation B = f ( BI. mungkin dikarenakan : 1.

karena diapunya keyakinan kalau payudaranya akan hilang keindahannya bila menyusui (TF). Culture B = f ( TF. atau karena . atau karena harus bekerja. tidak ada waktu untuk menyusui (R). atau karena artis yang diidolakannya tidak menyusui sehingga dia mengikuti (PR). PR. R. Resources • 4. C ) Contoh : • Seorang ibu habis melahirkan tidak mau menyusui anaknya. Thoughts and feeling • 2. Personal reference • 3.TEORI“THOUGHT AND FEELING” ( WHO:1984) Menurut teori ini perilaku kesehatan seseorang ditentukan oleh : • 1.

Upaya Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular .

Penyebab kematian DUNIA ASIA Sumber: WHO Global Status Report on TENGGARA Sumber: WHO global Health NCDs 2010 observatory 2011 .

• Penyakit tidak menular (PTM) penyebab kematian
didunia dan kematian tertinggi di Indonesia

• Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007 penyebab utama
kematian telah mengalami pergeseran dari penyakit
menular ke penyakit tidak menular.

PTM
1. Penyakit kardiovaskuler (30%)
2. Penyakit pembuluh darah otak (21%),
3. Penyakit jantung iskemik (12.9%),
4. Kanker (13%)
5. Diabetes mellitus (6.7%),
6. Hipertensi dengan komplikasinya (5.3%),
7. Kecelakaan transportasi (2.6%),

Faktor Risiko PTM
• Kurang aktivitas fisik
• Diet yang tidak sehat dan tidak seimbang
• Kurang konsumsi buah dan sayur
• Merokok
• Konsumsi alkohol
• Konsumsi lemak berlebih
• Overweight dan obesitas
• Hiperkolesterol
• Perilaku yang berkaitan dengan kecelakaan dan cedera, misalnya
perilaku berlalu lintas yang tidak benar.

Oleh karena itu, penting nya upaya promotif dan preventif dalam
pengendalian PTM

Surveilans faktor risiko 2. Promosi kesehatan dan pencegahan 3. Inovasi dan reformasi manajemen pelayanan kesehatan yang diterapkan secara integratif/terpadu dan komprehensif/menyeluruh.• Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan agar memusatkan penanggulangan PTM melalui tiga komponen utama yaitu : 1. .

• Peran Promkes dalam pencegahan maupun pengendalian PMT cukup besar terutama dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terkait dengan Faktor Risiko PMT • Dari 10 indikator PHBS di Rumah Tangga. Konsumsi sayur dan buah serta tidak merokok.3 diantaranya merupakan pencegahan faktor risiko bersama PTM yaitu Aktivitas fisik. .

.

• Program pengendalian PTM perlu difokuskan pada faktor risiko secara terintegrasi komprehensif (promotif- preventif. perilaku masyarakat dan dimensi pelayanan kesehatan. . kuratifrehabilitatif ) meliputi dimensi kebijakan. melalui pemberdayaan masyarakat dengan dukungan lintas program dan lintas sektor. lingkungan.

Program Pengendalian PTM .

monitoring/ pemantauan dan tindak lanjut faktor resiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan . dengan optimalisasi peran serta masyarakat untuk melakukan deteksi dini. PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MEULAR • Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu)adalah suatu kegiatan yang terpadu dan rutin.

.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Melalui GERMAS • Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran.kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup • Diutamakan promotif dan preventif .

Tujuan GERMAS • Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular. baik kematian maupun kecacatan • Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit • Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk • Menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan .

.

.

UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) .

serta meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Melalui pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan diharapkan masayarakat mampu mengatasi sendiri masalah kesehatan mereka secara mandiri juga mencakup kemampuan untuk memelihara dan melindungi diri baik individual. kemauan. memelihara. serta kemampuan masyarakat dalam rangka mengenal. melindungi. kelompok atau masyarakat dari ancaman kesehatan . mengatasi. pemberdayaan secara umum merupakan suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran.

serta pendanaan oleh masyarakat kesehatan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau lembaga kesehatan lainnya tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat bahkan tanggung jawab setiap orang . yakni: bentuk yang lestari dan mandiri . ditopang oleh kemampuan pengorganisasian. UKBM merupakan wujud nyata Peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diharapkan dapat berkembang kearah bentuk yang ideal.

• Pos Gizi.JENIS UKBM • Posyandu. • Pos Kesehatan Pesantren. • Saka Bakti Husada. • Pos Penyuluhan KB. . • Pos Obat Desa (POD). dan • Dana Sehat. • Polindes.

1. Polindes • Me’kan salah satu PSM dalam menyediakan tempat bersalin. • dikelola oleh pamong setempat. pelayanan KIA & KB di desa. . • hanya dapat dirintis di desa yang telah mempunyai bidan yang tinggal di desa tersebut.

Polindes.....
Kegiatan:
1. melakukan pemeriksaan (bumil, bufas, buteki,
bayi dan balita),
2. memberikan pertolongan persalinan normal
yang bersih dan aman,
3. memberikan pelayanan KB,
4. memberikan imunisasi,
5. penyuluhan kesehatan masyarakat terutama
kesehatan ibu dan anak,
6. serta pelatihan dan pembinaan kepada kader
dan masyarakat.

2. Pos Obat Desa (POD/WOD)

• merupakan perwujudan PSM dalam pengobatan
sederhana terutama penyakit yang sering terjadi pada
masyarakat setempat (Penyakit rakyat/penyakit
endemik)
• wahana edukasi dalam rangka alih pengetahuan dan
keterampilan tentang obat dan pengobatan sederhana
dari petugas kepada kader dan dari kader kepada
masyarakat guna memberikan kemudahan dalam
memperoleh obat yang bermutu dan terjangkau

POD/WOD......
• Obat-obatan sederhana
• obat khusus, mis: untuk program pemberantasan Diare
seperti Oralit, Obat anti Malaria untuk daerah endemik
malaria, obat anti Filaria (Penyakit Kaki Gajah) untuk
daerah endemik Filaria, serta obat untuk penderita
Kusta.
• Indikator:
* Jenis Obat
* Cakupan
* Dana Sehat

3. melalui PMT khusus kepada keluarga miskin rawan gizi. Pemberian penyuluhan gizi bagi ibu hamil. 2). • Kegiatannya: 1) PMT bagi balita. ibu bayi dan ibu balita. Pos Gizi (Pos Timbang) • Untuk mempertahankan status gizi yang baik. • Pos Gizi juga dapat diberdayakan untuk memantau dan melaporkan KLB gizi buruk untuk segera dirujuk .

. Sasaran Pos Gizi: Terutama dari keluarga miskin: • Bayi umur 6 – 11 bulan • Anak umur 12 – 23 bulan. dan • Seluruh ibu hamil dan ibu nifas terutama yang menderita kurang gizi. • Anak umur 24 – 59 bulan.

mengadakan perlombaan- perlombaan dibidang kesehatan. penyehatan lingkungan serta pelayanan kesehatan dasar lainnya. melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. 4. namun pos ini khusus ditujukan bagi para santri dan atau masyarakat disekitar pesantren Kegiatan: memberikan penyuluhan kesehatan. . imunisasi. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) = Pos Obat Desa.

Pramuka Penggalang berusia 14-15 tahun dengan syarat khusus memiliki minat terhadap kesehatan. yakni Pamong Saka. Dan anggota dewasa. pengetahuan dan keterampilan di bid kes bagi generasi muda  khususnya anggota Gerakan Pramuka untuk membaktikan dirinya kpd masy diling sekitar. • Sasaran:Anggota gerakan Pramuka Penegak dan Pandega. . Saka Bakti Husada (SBH) • wadah pengembang minat. 5. Instruktur Saka serta Pimpinan saka.

ditingkat desa  biasanya dijalankan oleh kader KB atau petugas KB dari tingkat kecamatan. menyimpan & menyalurkan obat/alat kontrasepsi. • Kegiatan:menerima. berupa peningkatan jumlah akseptor baru dan akseptor aktif. Pos KB Desa (RW) • untuk menjamin kelancaran program. . 6.

UKBM lainnya: • Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) • Kelompok Masyarakat Pemakai Air (Pokmair) Genthong 30 di Jogjakarta. Remaja anti diare (Remadi). Remaja Husada . • Karang Taruna Husada  (Remaja Darling).

2. dan lebih dari 50 % masyarakatnya telah menjadi anggota Dana Sehat atau JPKM . yaitu telah berjalan teratur. Pratama. cakupannya tinggi. Madya. yaitu UKBM yang telah berjalan teratur tapi masih rendah tingkat cakupannya. yaitu strata bagi UKBM yang baru dibentuk. Dan 4. 3. UKBM Mandiri.tingkat perkembangan UKBM 1. yaitu UKBM sudah berjalan teratur serta dengan tingkat cakupan yang tinggi. Purnama.

POSYANDU .

Preventif • Mulai dicanangkan 1986 .• Wujud pemberdayaan masyarakat • UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) • Promotif .

oleh. guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. . untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. PENGERTIAN  salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari.

AKB dan AKABA.  Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu. terutama berkaitan dengan penurunan AKI.  Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar. AKB dan AKABA . TUJUAN  Meningkatnya peran masyarakat dalam  penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI. AKB dan AKABA. terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI.

ibu nifas dan ibu menyusui • Pasangan Usia Subur (PUS) . SASARAN • Bayi • Anak balita • Ibu hamil.

terutama berkaitan dengan penurunan AKI. . AKB dan AKABA. FUNGSI  Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI. AKB dan AKABA.  Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar.

Terhadap Forum Peduli Kesehatan Kecamatan  satuan organisasi yang mendapat arahan dan dukungan sumberdaya dari Forum Peduli Kesehatan Kecamatan. keuangan. Terhadap Pokja Posyandu  sebagai satuan organisasi yang mendapat binaan aspek administratif. Terhadap Beberapa UKBM  Sebagai mitras 4. Terhadap Puskesmas  Sbg UPT 5. . dan program dari Pokja. KEDUDUKAN 1. Terhadap Pem Desa/Kelurahan  Wadah pemberdayaan masy 2. 3.

STRUKTUR Ka Desa/Kelurahan Pengurus Posyandu Posyandu A Posyandu B Posyandu C .

. Memiliki semangat pengabdian. PENGELOLA MASYARAKAT • Dipilih oleh masyarakat • Kriteria: 1. Diutamakan berasal dari para dermawan dan tokoh masyarakat setempat. Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat. 3. 2. berinisiatif tinggi dan mampu memotivasi masyarakat.

mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu secara sukarela . KADER POSYANDU • anggota masyarakat yang bersedia.

. Pendekatan eksternal  Persiapan utk mendapat dukungan dr masy 3. Pendekatan Internal  Persiapan petugas pusk utk bekerja sama dg masy 2. Survei Mawas Diri (SMD)  menimbulkan rasa memiliki masyarakat (sense of belonging) melalui penemuan sendiri masalah yang dihadapi serta potensi yang dimiliki. PEMBENTUKAN POSYANDU 1.

dan penanggulangan diare. . MMD (Musyawarah Masy Desa) • ditetapkannya daftar urutan masalah dan upaya kesehatan yang akan dilakukan. imunisasi. gizi. yang disesuaikan dengan konsep Posyandu yakni KIA. KB.4.

Penyelenggaraan dan Pemantauan Kegiatan Posyandu . PEMANTAUAN POSYANDU 1. Pemilihan pengurus & Kader posyandu 2. Pembentukan & peresmian posyandu 4. Orientasi pengurus dan Pelatihan kader posyandu 3.

KEGIATAN POSYANDU 1. Penanggulangan & pencegahan Diare . Menyusui. Balita) 2. Nifas. Bayi. Gizi 5. KIA (Ibu Hamil. Imunisasi 4. KB 3.

Bina Keluarga Balita (BKB). Pertusis. Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman (PAB – PLP). 3. (ISPA). Luar Biasa (KLB). Kelas Ibu Hamil dan Balita. . Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD). misalnya: Infeksi Saluran Pernafasan Atas 5. KEGIATAN TAMBAHAN 1. Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tetanus Neonatorum. Polio. 7. 6. 2. Penemuan dini dan pengamatan penyakit potensial Kejadian 4. 8. Difteri. gizi buruk. Campak.

6. melalui Taman Obat Keluarga (TOGA). Pemberdayaan fakir miskin. Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin). seperti: Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Kegiatan ekonomi produktif. 4. Program diversifikasi pertanian tanaman pangan dan pemanfaatan pekarangan. Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan sosial. 2. . 1. usaha simpan pinjam. 3. LANJUTAN…. Kesehatan lanjut usia melalui Bina Keluarga Lansia (BKL). 5. Tabungan Masyarakat (Tabumas).

PENYELENGGARAAN • Waktu : 1 x sebulan • Tempat : mudah dijangkau • Tenaga : 5 kader + petugas pusk .

5 MEJA Lang Kegiatan Pelaksana kah 1 Pendaftaran Kader 2 Penimbangan Kader 3 Pengisian KMS Kader 4 Penyuluhan Kader 5 Pelayanan Kader atau Kesehatan Kader + ptgs pusk .

PEMBIAYAAN • Masyarakat • Dunia usaha • Hasil usaha • Pemerintah .

• kegiatan bulanan Posyandu BELUM RUTIN • Jumlah Kader < 5 • karena belum siapnya masyarakat. • Intervensi :memotivasi masyarakat serta menambah jumlah kader. . POSYANDU PRATAMA • Adalah Posyandu yang belum mantap.

• Jumlah Kader >= 5 • cakupan kelima kegiatan utamanya masih rendah. yaitu kurang dari 50%. • Intervensi : – Pelatihan TOMA – SMD dan MMD . POSYANDU MADYA • Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan > 8 kali per tahun.

POSYANDU PURNAMA • Jumlah keg >= 8 kali/tahun • Mampu melaksanakan keg tambahan • Cakupan keg > 50% • Jumlah kader >= 5 • Dana sehat dengan Jml Peserta < 50% KK • Intervensi: – Sosialisasi dan Pelatihan Dana sehat .

POSYANDU MANDIRI • Jumlah keg >= 8 kali/tahun • Mampu melaksanakan keg tambahan • Cakupan keg > 50% • Jumlah kader >= 5 • Dana sehat dengan Jml Peserta >= 50% KK • Intervensi: – Pembinaan Dana sehat .

INDIKATOR PERKEMBANGAN POSYANDU .

USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) .

perguruan agama serta usaha- usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan dilingkungan sekolah . DEFINISI 1. Departemen Pendidikan & Kebudayaan UKS adalah upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan yankes di sekolah.

• UKS merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat. Departemen Kesehatan UKS adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan hidupnya sebagai sasaran utama.2. yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang optimal .

Azrul Azwar UKS adalah bagian dari usaha kesehatan pokok yang menjadi beban tugas puskesmas yang ditujukan kepada sekolah- sekolah dengan anak beserta lingkungan hidupnya. dalam rangka mencapai keadaan kesehatan anak sebaik-baiknya dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak sekolah setinggi- tingginya .3.

5. Anak sekolah merupakan klpk terbesar dari klpk usia anak-anak yang menerapkan wajib belajar. 2.Sekolah merupakan institusi masyarakat yang terorganisasi dengan baik. Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan terhadap masalah kesehatan. Keadaan kesehatan anak sekolah akan sangat berpengaruh thd prestasi belajar yang dicapai.Pendidikan kesehatan melalui anak-anak sekolah sangat efektif untuk merubah perilaku dan kebiasaan hidup sehat umumnya . 4. 3.Usia sekolah sangat peka untuk menanamkan pengertian dan kebiasaan hidup sehat. ALASAN PERLUNYA UKS 1. 6.

TUJUAN UKS Tujuan Umum Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. .

alkohol dan obat-obatan berbahaya lainnya. d. e. Meningkatkan daya tangkal dan daya hayat terhadap pengaruh buruk narkotika. mental maupun sosial. Agar peserta didik memiliki pengetahuan. sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip- prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah. b. mencakup : a. meningkatkan kesehatan peserta didik baik fisik. menurunkan angka kesakitan anak sekolah. . rokok. c. Meningkatkan cakupan yankes thd anak sekolah.Tujuan Khusus Memupuk kebiasaan hidup sehat dan mening katkan derajat kes peserta didik.

serta SLB. dilaksanakan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan menengah. termasuk sekolah agama dan TK. Melalui sekolah (UKS). melalui kelompok-kelompok khusus ( kelompok dasa wisma). . Program Pembinaan Anak Usia Sekolah 1. Di luar sekolah. lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya. 2. organisasi pemuda ( karang taruna).

pendidikan kesehatan 2. . RUANG LINGKUP KEGIATAN UKS Kegiatan umum UKS disebut dengan Trias UKS. pelayanan kesehatan 3. yang terdiri dari : 1. pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat.

SASARAN UKS Seluruh peserta didik dari tingkat pendidikan : 1. sekolah taman kanak-kanak 2. pendidikan kejuruan 6. pendidikan menengah 4. pendidikan khusus (sekolah luar biasa) . pendidikan agama 5. pendidikan dasar 3.

kemungkinan kontak dg berbagai penyebab penyakit lebih besar. Kelas III mengevaluasi hasil pelaksanaan UKS di kelas I dan langkah- langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam program pembinaan UKS. .Tingkat SD prioritas kelas I. III. VI.dg alasan: Kelas I merupakan fase penyesuaian dlm lingk sekolah yg baru dan lepas dari pengawasan orang tua. Kelas VI mempersiapkan kes peserta didik ke jenjang pendidikan selanjutnya  memerlukan pemeliharaan dan pemeriksaan kes yang cukup. saat yang baik untuk diimunisasi ulangan.

Tingkat Kecamatan dibentuk tim pembina usaha kesehatan sekolah (TPUKS). 3.Prop. Depag 2. terdiri dari : Depkes. Tingkat Nasional.terdiri dari : • Dokter • Perawat • Jurim • Ahli Gizi • Ahli Kesling. .Kab/Kota (SK Bersama lintas sektor). Pembina UKS : 1. Tingkat di Puskesmas (dibawah seorang koordinator). Diknas. Depdagri. dll.

Uraian Kegiatan TPUKS
1. Membina sarana keteladanan gizi (kantin
sekolah,dll)
2. Membina sarana keteladanan lingkungan
a. menggerakkan pemeliharaan dan pengawas
an lingk sekolah ( pengelolaan sampah, SPAL,
WC dan kamar mandi, kebersihan kantin
sekolah, ruang UKS dan ruang kelas)
b. mencegah terbentuknya tempat pembiakan
binatang penyebar penyakit ( lalat, nyamuk).
3. Membina kebersihan perseorangan peserta
didik
a. pemeriksaan rutin kebersihan kuku, telinga,
rambut, gigi
b. mengajarkan cara gosok gigi yang benar.

4. Mengembangkan kemampuan peserta didik
untuk berperan serta aktif dalam yankes,bentuk:
a. kader kesehatan sekolah
b. dokter kecil
5. Penjaringan kesehatan peserta didik baru kelas
6. Pemeriksaan kesehatan secara periodik
7. Imunisasi
8. Pengawasan terhadap keadaan air
9. Pengawasan ringan dan P3K di sekolah
10. Rujukan medik
11. Penanganan kasus anemia
12. Forum komunikasi terpadu
13. Pencatatan dan pelaporan

Pelaksana UKS :
• Guru UKS
• Peserta Didik
• Tim UKS Puskesmas
• Masyarakat Sekolah (Komite Sekolah)

tiap-tiap instansi mempunyai tugas yang jelas  tidak tumpang tindih dalam kegiatan . Yankes menyeluruh yang menyangkut segala upaya kesehatan pokok puskesmas sebagai satu kesatuan yang utuh dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. meliputi : guru. Melibatkan kerja sama lintas sektoral  diperlukan kerja sama tim dan terorganisasi. karyawan sekolah. 3. Kegiatan yang terintegrasi. Mengatasi masalah kesehatan yang tak dapat diatasi di sekolah ke fasilitas kesehatan ( puskesmas/ RS). Kolaborasi Tim. PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN UKS : 1. 4. Komite Sekolah (orang tua murid). Mengikutsertakan PSM sekolah. 2. peserta didik. Melaksanakan rujukan.

Kegiatan-kegiatan UKS: • Pemeriksaan kes. . meliputi gigi dan mulut. dsb. • Pemeriksaan perkembangan kecerdasan • Pemberian imunisasi • Penemuan kasus-kasus dini • Pengobatan sederhana • Pertolongan pertama • Rujukan bila menemukan kasus yang tidak dapat ditanggulangi di sekolah • Termasuk: pemeliharaan dan pemeriksaan kes guru. mata telinga dan tenggerokan. kulit dan rambut.

air limbah. Lingk kes sekolah sehat 1. dan kebersihan lingkungan sekolah • pengawasan kantin sekolah • pengawasan bangunan sekolah yang sehat • pengawasan binatang serangga dan pengerat yang ada di lingkungan sekolah • pengawasan terhadap pencemaran lingkungan tanah. sampah. dengan kegiatan-kegiatan : • Pengawasan terhadap sumber air bersih. air dan udara disekitar sekolah. tempat pembuangan tinja. Lingkungan fisik. .

murid.2. serta masyarakat sekolah. 3. dengan kegiatan-kegiatan : • Memberikan perhatian terhadap perkembangan peserta didik • memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak didik yang bermasalah • membina hubungan kejiwaan antara guru dengan peserta didik. dengan kegiatan : • Membina hubungan yang harmonis antara guru dengan guru • membina hubungan yang harmonis antara guru dengan peserta didik • membina hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan peserta didik lainnya • membina hubungan yang harmonis antara guru. dan karyawan sekolah. . Lingkungan sosial. Lingkungan psikis.

jamban. tidak sakit-sakitan dan bebas narkotika • Absensi sakit menurun • Pertumbuhan dan perkembangan peserta didik sesuai dengan golongan usia • Murid TK dan sekolah dasar/madrasah telah mendapatkan imunisasi ulangan. TOLOK UKUR KEBERHASILAN PEMBINAAN 1. Dilihat dari lingkungan sekolah : • Semua ruangan dan kamar mandi. 2. dan pekarangan bersih • Tidak ada sampah • Ada sumber air bersih . Dilihat dari peserta didik : • Sehat.

dalam bentuk kader kesehatan sekolah (dokter kecil). Peningkatan kesehatan : • Memberikan keteladanan di sekolah. kebersihan jamban dan kamar mandi) – Tidak ada tempat pembiakan binatang penyebar penyakit • membina kebersihan perorangan peserta didik • membina peran serta peserta didik pelayanan kesehatan. . Standar Yankes Minimal Tk SD 1. meliputi : – Warung sekola yang memenuhi persyaratan – Kebersihan lingkungan sekolah yang memenuhi persyaratan( pengelolaan sampah. saluran air.

Peyembuhan dan pemulihan • Pengobatan ringan dan perawatan/P3K • Rujukan medik • Penanganan kasus anemia gizi .2. Pencegahan • Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I • Pemeriksaan kesehatan periodik • Imunisasi ulangan kelas I dan VI • Pengawasan keadaan air 3.

dalam rangka : – Perencanaan program pelayanan UKS – Pemantauan dan evaluasi – Pertemuan antara puskesmas dan sekolah • Pembinaan teknis dan pengawasan ke sekolah • Pencatatan dan pelaporan . Penatalaksanaan • Pertemuan komunikasi terpadu antar kegiatan pokok puskesmas.4.

PETUNJUK PELAKSANAAN UKS DI PUSKESMAS Fungsi • Menyelenggarakan yankes melalui keterpaduan berbagai kegiatan pokok. • melaksanakan koordinasi yankes mencakup sinkronisasi. . termasuk penyelenggaraan berbagai intervensi untuk mengatasi berbagai masalah kes di sekolah. alih kelola teknologi. PSM sekolah). • melaksanaan pembinaan (teknis medis. integrasi dan motivasi termasuk mengatur pendelegasian wewenang dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah.

Fungsi pokok dalam penatalaksanaan yankes di sekolah mencakup : • Melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data • koordinasi penyusunan rencana kerja terpadu • koordinasi pelaksanaan operasional pelayanan kesehatan • mengikuti dan memantau perkembangan pelaksanaan operasional • menyusun laporan .

• Penyusunan perencanaan kegiatan UKS bersama TPUKS • Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun • Penilaian dan pemantauan hasil kegiatan UKS • Pencatatan dan pelaporan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. analisa data. 3. . 2. Sebagai pengelola kegiatan UKS. Peranan Perawat Pada Kegiatan UKS 1. Sebagai penyuluh dalam bidang kesehatan. Sebagai pelaksana askep di sekolah : • Mengkaji masalah kes dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data. dan perumusan masalah dan prioritas masalah. • Anggota dalam TPUKS • Koordinator UKS di puskesmas.