You are on page 1of 4

Pemeriksaan penunjang

Kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dL (11.1 mmol/L). Pada penderita
asimtomatis ditemukan kadar gula darah puasa lebih tinggi dari normal dan uji toleransi
glukosa terganggu pada lebih dari satu kali pemeriksaan
Gula darah puasa dianggap normal bila kadar darah pada darah vena (plasma) <
140 mg/dL (7,8 mmol/L) atau darah kapiler < 120 mg/dL (6,7 mmol/L)
Pengukuran C-Peptida dapat digunakan untk melihat fungsi sel beta residu yaitu
sel beta yang masih memproduksi insulin dan dapat digunakan apabila sulit membedakan
diabetes tipe 1 dan 2.
Pemeriksaan HbA1c dilakukan rutin setiap 3 bulan. Manfaat HbA1c dapat
mengukur kadar gukosa darah selama 120 hari yang lalu (sesuai usia eritrosit), menilai
perubahan terapi 8-12 minggu sebelumnya, menilai pengendalian penyakit DM dengan
tujuan mencegah terjadinya komplikasi diabetes.
Glukosuria tidak spesifik untuk DM perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan gula
darah. DM tipe 1 mangandung 70 – 80 % autoantibodies (ICA, IAA) sehingga bukan
merupakan syarat mutlak diagnosis.

TERAPI DM tipe 1 memerlukan pengobatan seumur hidup. Home monitoring (pemantauan mandiri) . Penyuluhan pada pasien dan keluarga harus terus menerus dilakukan. Edukasi 5. kepatuhan dan ketaraturan pengobatan merupakan kunci keberhasilan. Pengaturan makan 3. Pemberian Insulin 2. Penatalaksanaan dibagi menjadi: 1. Olahraga 4.

lemak darah.Prognosis DM Tipe 1 Beberapa pasien dengan diabetes tipe 1 memiliki kesehatan yang cukup baik tetapi ada peningkatan risiko kebutaan. Necrosis biasa terjadi pada bagian bawah tubuh. dapat juga mengalami gangguan serius yang disebut ketoasidosis diabetik. sel-sel tubuh tidak dapat menerima glukosa dari aliran darah dan kemudian mati. tekanan darah dan berat badan merupakan faktor dari prognostik penting. penyakit jantung. gagal ginjal. . yang kemudian mempengaruhi beberapa organ termasuk otak dan dapat mengancam jiwa apabila tidak didiagnosis dan diobati di rumah sakit. Selain necrosis. yang akan membuat lumpuh. Pada ketoasidosis diabetik. Mengontrol gula darah. dan ada beberapa kasus terjadi kematian dini. Komplikasi DM Tipe 1 Komplikasi yang sangat mungkin terjadi dari diabetes kronis yang tidak diobati. adalah necrosis. baik tipe 1 maupun 2. Tanpa pengobatan dan manajemen yang baik. substansi berupa keton menumpuk. Keton di dalam darah dapat membuat darah sangat asam.

tekanan darah meningkat yang menandakan terjadi hipertensi. Latihan jasmani 3.PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan untuk semua kasus DM tentunya membutuhkan pendekatan dari multidisiplin. Diet 2. Edukasi PEMERIKSAAN FISIK Inspeksi : Pada DM tipe 1 didapatkan pasien mengeluh kehausan.tampak banyak makan. Ada 4 pilar pengelolaan DM. Auskultasi : Adanya peningkatan tekanan darah . tampak lemah dan mengalam penurunan tonus otot Palpasi : Denyut nadi meningkat. tampak kurus dengan berat badan menurun. yakni 1. terdapat penurunan lapang pandang. Medikamentosa 4.