You are on page 1of 23

MODEL KOMPARTEMEN SATU TERBUKA

Pemberian : peroral

1
SALAH SATU KEGUNAAN UJI PK PERORAL :
Bioavailability : Fraction of administered drug that
reaches systemic circulation in active form. (after a
particular route of administration admin’)

90
Bioavailability Factor (F) = (AUC)o
(AUC)iv
Plasma concentration

80
70 AUC i.v. route
60
50
40
30 AUC oral route
20
10
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8
Time (hours)
(Ahmed Ali, 2007) 2
Important Point
• The pharmacokinetic profile of a drug also
depends on its mode of administration …

3
Absorpsi Obat

 Proses pelintasan obat dari tempat aplikasi ke dalam


sirkulasi sistemik
 Cara pemberian yang relevan dengan proses ini : oral
(po), subcutaneous (sc), intramuscular (im), rectal
(pr), sublingual (sl).
 Absorpsi suatu obat tergantung pada : bentuk sediaan,
anatomi dan fisiologi tempat absorpsi

4
Farmakokinetik obat pemberian peroral
 Sebagian besar model farmakokinetik menganggap absorpsi
mengikuti orde satu
 Laju perubahan obat dalam tubuh dDB/dt tergantung pada laju
absorpsi dan eliminasi obat
 Laju perubahan obat dalam tubuh setiap waktu sama dengan
laju absorpsi dikurangi laju eliminasi obat

5
Model kompartemen satu terbuka pemberian po
Perubahan kadar obat dalam darah dapat digambarkan dengan kurva berikut :
dDGi dDE
Fase Absorpsi : dt
>
dt

Fase puncak Absorpsi : dDGi = dDE


dt dt

dDGi dDE
Fase Eliminasi : <
dt
dt

6
Model absorpsi orde satu
Model ini menganggap bahwa masukan dan eliminasi mengikuti orde satu.

dDB = rate in – rate out


dt

Persamaannya adalah :

Persamaan tersebut dapat diintegrasikan, sehingga menjadi :

7
Cmax : Kadar
puncak plama

AUC : Area Under Curve


CT : Jumlah obat yang
ada dalam tubuh

t maks : Waktu
yang dibutuhkan
untuk mencapai
C maks

+
8
Menetapkan Ke dan ka dengan metode residual
Langkah-langkah :
 Gambarkan kurva kadar
obat dalam darah
 Tetapkan fase eliminasi
(garis BC), dengan
ekstrapolasi, tetapkan titik-
titik X’1, X’2, X’3
 Tetapkan pula XR (X’t-Xt)

9
Intersept = B = Cp0 =
F.D0.ka
ln konsentrasi (ug/ml)

VD (ka-k)

Regresi Linear I
ln Cp Vs t pada fase eliminasi
ln Cp = - k.t + ln Cp0

Waktu

Slope = - k

10
Intersept = A

Regresi Linear II
Slope = -ka ln Cr Vs t fase
absorpsi
Y = -bx + a
ln Cr = -k.t + ln Cr0

Cp  B.e  kt  A.e  Kat


11
Menentukan Cpmaks dan tmaks
1. Dengan gambar kurva, dapat ditentukan Cp maks dan t maks

2. Dengan perhitungan :

tmaks= ln(ka/k)
(ka-k)

Cp maks = F. ka. Do (e- k.tmaks – e- ka.tmaks)


VD (ka-k)

12
IKHTISAR RUMUS
F.D0 .ka  k.t  kat
Cp  .(e  e ) 0 D 0 .F
VD .(ka  k) AUC 
k.Vd
Cp  B.e -kt - A.e -kat AUC 0 B A
 
ln(ka/k) k ka
t maks 
(ka  k)
Cpmaks  Cp pada saat t maks
D 0 .F.ka
Vd  .(e  kt  e  kat )
Vd(ka  k) 13
Contoh soal
1. Dalam studi PK, suatu dosis oral tunggal (10 mg/kgbb). Cuplikan
darah diambil secara berkala dan fraksi serum dari tiap cuplikan
dianalisis dan didapatkan kadar obat dalam darah sebagai
berikut :

Dengan anggapan bahwa obat terabsorpsi 80%,


t (jam) Cp(ug/ml)
a. Tentukan model kompartemen data disamping ini!
1 0,7
2 1,2 b. Tentukan harga k, t1/2 eliminasi, ka, Cp maks, t maks, Vd
3 1,4
dan AUC 0-
4 1,4
6 1,1
8 0,8
10 0,6
12 0,5
16 0,3 14
10
Log konsentrasi (ug/ml)

1
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

0,1
waktu (jam)

15
Kurva CT

10

Log Kadar (ug/ml)

1
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

0,1
Waktu (jam)

Model Kompartemen Satu terbuka


t Cp ln Cp
(jam) (ug/ml) JAWAB
1 0,7
2 1,2
3 1,4
4 1,4
6 1,1 0,10 Fase eliminasi
8 0,8 -0,22 Regresi Linear I ln Cp vs t
10 0,6 r = -0,996
-0,51
Y= -0,127 x + 0,815
12 0,5 -0,69 Slope (b) = -0,127
16 0,3 -1,20 Intersept (a) = 0,815
JAWAB
t Cp ln Cp Slope = -0.13
(jam) (ug/ml)
k = 0,13 jam -1
1 0,7
Intersept (a) = 0,815
2 1,2 Cp0 = ln-1Intersept
3 1,4 = ln-1 0,815
4 1,4 = 2,26 mg/L
6 1,1 0,10 Fase eliminasi B = Cp0 = 2,3 ug/ml
Regresi Linear I ln Cp vs t
8 0,8 -0,22 r = -0,996
10 0,6 -0,51 Y= -0,127 x + 0,815 k = 0,13, maka

12 0,5 -0,69 Slope (b) = -0,127 t1/2 = 0,693/k


Intersept (a) = 0,815
16 0,3 -1,20
=0,693/0,13
=5,45 jam
t Cp ln Cp C’ CR =(C’-Cp) ln CR
(jam) (ug/ml) Fase Absorpsi
Regresi Linear II ln Cp vs t
1 0,7 1,99 1,29 0.25 r = -0,991
Y= -0,85 x + 1,10
Slope (b) = -0,85
2 1,2 1,75 0,55 -0,59 Intersept (a) = 1,10
3 1,4
4 1,4
Slope = -0,85
6 1,1 0,10 ka = 0,85 jam-1
8 0,8 -0,22 Intersept =1,10
10 0,6 -0,51 A = anti ln intersept = anti ln 1,10
12 0,5 -0,69 = 3,0 ug /ml
16 0,3 -1,20

Sehingga dapat disusun persamaan perubahan kadar obat


Cp = 2,26.e-0,13.t - 3,0.e-0,85.t
Sehingga dapat disusun persamaan perubahan kadar obat
Cp = 2,3.e-0,13.t - 3,0.e-0,85.t

tmaks = ln(ka/k)
(ka-k)
t maks = ln(0,85/0,13)
(0,85-0,13)
t maks = 2,6 jam

Cpmaks = B.e-k.tmaks - A.e-ka.tmaks


Cpmaks = 2,3 . e-0,13x2,6 – 3,0 . e -0,85 x2,6

Cpmaks = 1,65 – 0,33


Cpmaks = 1,32 ug/ml
Vd = F.D0.ka
Cp0.(ka-k)
Vd = 0,8 x10 mg/kg x 0,85 jam
-1

2,3 mg/L.(0,85-0,13)jam-1

Vd = 4,10 L/kgbb
D0.F
AUC0- =
k.Vd

10 mg/kg x 0,8
AUC0- =
0,13 jam-1 x 4,10 L/kg

AUC0- = 15 mg.jam.L-1
1. Cuplikan darah diambil setelah pemberian oral obat dengan dosis 10
mg/kgbb. Diketahui kadar obat dalam darah pada berbagai waktu
sampling adalah :
Waktu Cp
(jam) (ug/ml)
2
4
6
23,7
25,4
39,6
PR
8 39,6 Dengan anggapan bahwa obat terabsorpsi 80%,
10 37,2
12 33,7 a. Tentukan model kompartemen data disamping
14 29,7 ini!
16 25,8
18 22,1 b. Tentukan harga k, t1/2 eliminasi, ka, Cp maks, t
20 18,7 maks, Vd dan AUC 0-
22 15,8
24 13,2
26 11,0
22
28 9,14
23