You are on page 1of 23

TUTORIAL KE-1

PENGERTIAN DAN KINERJA MANAJEMEN


RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT)
KEGIATAN BELAJAR 1
Pengertian Supply Chain Management
PENGERTIAN MANJEMEN RANTAI PASOK

Manajemen rantai pasok (supply chain management) adalah


integrasi aktivitas-aktivitas yang berawal dari pengadaan
barang/jasa, mengubah bahan baku menjadi barang dalam
proses dan barang jadi, dan mengantarkan barang-barang
tersebut kepada para pelanggannya dengan cara-cara yang
efisien
PENGERTIAN MANJEMEN
RANTAI PASOK (Cont’d)

Simchi dan Levi (2003)


PENGERTIAN MANJEMEN
RANTAI PASOK (Cont’d)

Chopra & Meindl (2007)


TIGA ASPEK PENTING RANTAI PASOK

1.Manjemen rantai pasok ialah suatu pendekatan


untuk mengintegrasikan yang efisien dari Supplier,
manufaturer, distributor, retailer, dan customer
2.Manajemen rantai pasok mempunyai dampak
terhadap biaya-biaya
3.Manajemen rantai pasok mempunyai peranan
penting dalam meninkatkan kualitas pelayanan
kepada pelanggan
Jenis Persediaan

• Bahan Baku (Raw Material)


• Barang Setengah Jadi (work in process product
• Barang Komoditas (commodity)
• Barang Proyek
Inventory in Supply Chain
Proses Bisnis Rantai Pasok

• Customer Relationship Management


• Customer Service Management
• Demand Management
• Customer Demand Fullfillment
• Manufacturing Flow Management
• Procurement
• Pengembangan Produk & Komersialisasi
• Retur
KEGIATAN BELAJAR 2
Kinerja Manajemen Rantai Pasok
Mengelola Aliran Rantai Pasok

ertimbangan Pengelolaan Rantai Pasok:


Sasaran Lingkup Pasar (market coverage objective)
Perilaku Pembelian (customer buying behavior)
Tipe Distribusi

ipe distribusi :
Distribusi intensif
Distribusi Selekif
Distribusi ekslusif
Tipe Distribusi

Distribusi intensif
Produk-produk yang didistribusikan dijual sebanyak mungkin ke retail atau
grosir

Distribusi selektif
Produk didistribusi melalui grosir/retail terbatas yang prospektif
/menguntungkan dipilih secara selektif

Distribusi Eklusif
Distribusi produk melalui agen tunggal yang ditunjuk perusahaan diberi
hak eklusif
Sembilan Karakteristik Produk

. Nilai produk (The Product’s Value)


. Dasar-dasar teknis produk (The Technicality of the Product)
. Tingkat dukungan pasar (The degree of Market Acceptance)
. Tingkat kemampuan substitusi (The degree of Substitution)
. Bulk produk (The Product’s bulk)
. Kemampuan jangka panjang produk (The product’s
Perishability)
. Tingkat konsentrasi pasar ( The degree of market
concentration)
. Musiman (Seasonality)
. Batas kedalaman dan kelebaran lini produk (The Width and
Depth of the Product Line)
Tujuan Pengukuran Kinerja
Manajemen Rantai Pasok

. Untuk menciptakan proses penyampaian (delivery) secar


fisik (barang mengalir dengan lancer dan persediaan tida
terlalu tinggi)
. Melakukan strem lining information flow (adanya alira
informasi diantara tiap-tiap chanel
. Cash flow yang baik pada setiap chanel dalam rantai pasok
Pemain Utama Supply Chain

1. Supplier (Chain 1)
2. Supplier-Manufacturer (Chain 1-2)
3. Supplier-Manufactuer-Distributor (Chain 1-2-3)
4. Supplier – Manufacturer-Distributor-Retail outlet ( 1-2-3-4)
5. Supplier – Manufacturer-Distributor-Retail outlet- Custome
( 1-2-3-4-5)
Gambar Pemain Utama Supply
Chain
Supply Chain Process
Tiga Bentuk dasar
Pengukuran Persediaan

1. Nilai Agregat persediaan


adalah nilai total seluruh item yang tersimpan dalam persediaan

Nilai Rata-rata = (jumlah unit item A yang ada) (Nilai tiap-tiap item A)
+ Persediaan agregat + (jumlah unit item B yang ada) (Nilai tiap-tiap
item B)
Tiga Bentuk dasar
Pengukuran Persediaan

2. Minggu Pasokan
Adalah penilaian persediaan yang diperoleh dengan cara membagi rata-rata
nilai agregat persediaan berdasarkan penjualan per minggu berdasar biaya
(at cost)

Minggu Pasokan = Nilai Agregat rata-rata persediaan


Penjualan mingguan
Tiga Bentuk dasar
Pengukuran Persediaan

3. Perputaran Persediaan
Adalah perhitungan persediaan yang diperoleh dengan membagi penjualan
tahunan (berdasar biaya) dengan nilai agregat rata-rata persediaan selam
asatu tahun

Perputaran persediaan = Penjualan tahunan


Nilai Agregat rata-rata persediaan
Supply Chain Performance Correlation
With Financial Measure

Pengukuran Operasional Indikator Pengukuran Keuangan Indikator


Nilai Agregat Persediaan Turun Current Assets Turun
Minggu Pasokan Turun Modal Kerja Turun
Perputaran Persediaan Naik Modal Kerja Turun
Biaya Produksi dan Material Turun Contribution Margin Naik
Persentase Kerusakan Turun Contribution Margin Naik
Persentase Ketepatan Pengiriman Naik Pendapatan Naik
Waktu Pengembangan Produk Baru Turun Pendapatan Naik
Supplier Lead Times Turun Modal Kerja Turun
SUMBER PUSTAKA

Chopra, S., & Meindl, P. (2007). Supply chain management. Strategy, plannin
operation. In Das summa summarum des management (pp. 265-275). Gable

Guritno & Harsasi. (2016). Modul Manajemen Rantai Pasokan.Universita


erbuka.

ndrajit, R. E. (2003). Djokopranoto. Konsep Manajemen Supply Chain Strateg


Mengelola Manajemen Rantai Pasokan Bagi Perusahaan Modern di Indonesia
T Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

imchi-Levi, D., Simchi-Levi, E., & Kaminsky, P. (1999). Designing an


managing the supply chain: Concepts, strategies, and cases. New York
McGraw-Hill.