You are on page 1of 18

KIP ‫بسم هللا الرحمن الرحيم‬

KAJIAN ISLAM PEKANAN

SIFAT & TATA CARA
MENGKAFANI
JENAZAH
Disusun Oleh:
Ustaz Fadli M.I.
OPSI 1: 10.30 – 12.00 WIB
Disampaikan oleh:
Seluruh Kantor
OPSI 2: 13.30 – 15.00 WIB KONSULTAN KEISLAMAN BINTANG PELAJAR Bintang Pelajar
PEKAN KE-3 SEPTEMBER

2018 JABODETABEK, BANDUNG,
SEMARANG
UNIT PEMBINAAN AKHLAK PEGAWAI & PELANGGAN
(PAP2)
konsulislam@bintangpelajar.com DIVISI AKADEMIK 0822-1387-1866
INDIKATOR PENYAMPAIAN MATERI
1) Mengetahui Dalil tentang kewajiban mengkafani jenazah.
2) Mengetahui sumber biaya untuk membeli kain kafan jenazah
3) Mengetahui dalil larangan berlebihan dalam penggunaan kain kafan untuk jenazah.
4) Mengetahui dalil tentang cara mengatasi jika kain kafan tidak mencukupi untuk membungkus
jenazah.
5) Mengetahui cara mengkafani jenazah yang jumlahnya banyak
dan kafannya sedikit.
6) Mengetahui larangan melepas pakaian orang yang mati syahid
7) Mengetahui sunnah-sunnah dalam pemilihan kafan.
8) Mengetahui cara mengkafani jenazah perempuan.
DALIL TENTANG KEWAJIBAN MENGKAFANI JENAZAH.
Setelah selesai memandikan mayat, maka mayat wajib untuk dikafani. hal
tersebut hukumnya fardhu kifayah, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa sallam atas seorang meninggal dikarenakan yang terjatuh dari
unta tunggangannya :
‫و كفّنوه في ثوبيه‬
"...kafanilah ia dengan dua helai pakaiannya (pakaian ihramnya--- pen.)"
(HR. al-Bukhari & Muslim dalam kedua kitab Shahihnya, al-Baihaqi (3/390-393),
Abu Nu’aim dalam al Mustakhraj (140-139 ‫)ق‬
Maka wajib mengkafani seluruh tubuh mayat lelaki, kecuali kepalanya seorang
lelaki yang berihram, atau wajah wanita yang berihram [1]
DARIMANAKAH SUMBER BIAYA UNTUK MEMBELI KAIN KAFAN JENAZAH? (1)

Kafan yang digunakan untuk mayat hendaklah diebli dari hartanya, sekalipun ia
tidak mewariskan kecuali harta yang (hanya cukup) digunakan untuk membeli kain
kafan itu
Kain kafan serta biayanya diambil dari harta si mayat sendiri, meskipun
hartanya sampai habis, tidak ada yang tertinggal lagi/ tersisa bagi ahli warisnya.
Hal berdasarkan hadits Khabbab bin al Arat Radhiyallahu’anhu, ia berkata : kami
berhijrah (berjihad) fii sabilillah bersama Rasulullah ‫ ﷺ‬dan kami hanya mengharap
ridha-Nya, maka merupakan sebuah ketetapan dimana Allah akan mengganjar kami
[1]. Ketika itu ada diantara kami yang belum mendapatkan hasil kemenangan
(maksudnya harta rampasan perang), diantara mereka adalah Mush'ab bin Umair
Radhiyallahu’anhu yang mati syahid dalam perang Uhud,
DARIMANAKAH SUMBER BIAYA UNTUK MEMBELI KAIN KAFAN JENAZAH? (2)

Sedangkan tidak didapati padanya sesuatupun (dalam riwayat lain : tak meninggalkan
sesuatu kecuali sepotong kain). Dan ketika kami mentupi bagian bagian kepalanya, maka
tampaklah bagian kakinya. Namun ketika kami menutupi bagian kakinya, maka tampaklah bagian
kepalanya. Tatkala itu Rasulullah‫ ﷺ‬memerintahkan kami dengan sabdanya :
"Tutupilah bagian kepalanya (dalam riwayat lain : tutupilah dengan kain tersebut bagian
kepalanya) dan tutupilah bagian kakinya dengan idzkir (rumput-rumputan yang harum baunya--
pen). Dan diantara kami ada yang mendapatkan hasil penaklukan"
(HR. al-Bukhari (3/110), Muslim (3/48) Redaksi diatas adalah miliknya, Ibnul Jarud (al-
Muntaqa 260), at-Tirmidzi (4/395) dia pun menshahihkannya, an-Nasai (1/269), al-Baihaqi
(3/401), dan Ahmad (6/395)
KRITERIA KAIN KAFAN
Seharusnya kain kafan menutupi semua anggota tubuhnya.
Jika seandainya kain kafan tidak mencukupi semua tubuhnya, maka diutamakan
menutupi kepalanya sampai ke sebagian tubuhnya, adapun yang masih terbuka
maka ditutupi dengan idzkir ( jenis rumput yang harum baunya), atau rumput/
jerami yang lain
Hal yang seperti ini memang jarang terjadi pada zaman kita sekarang ini, tetapi
bagaimanapun juga ini adalah hukum syar'i.
SUNNAH-SUNNAH DALAM PEMILIHAN BAHAN KAIN KAFAN
Hal-hal yang dianjurkan dalam pemakaian kain kafan :
1. Berwarna putih [1]
2. Menyiapkan tiga lembar kain [2]
3. Satu diantaranya bergaris-garis di antara ketiga lembar kafan tadi -- hal Ini tidaklah
bertentangan dengan bagian poin ke-1. dikarenakan dua hal :
(a) Pada umumnya kain putih bergaris-garis putih,
(b) Bahwa salah satu dari dari tiga kain itulah yang bergaris-garis, sedangkan yang dua
kain lainnya berwarna putih--.
4. Memberikan wangi-wangian tiga kali.
5. Mebaguskannya, yaitu dari segi kebersihannya, ketebalannya dan ketertutupannya
(terhadap aurat), dan sifat pertengahannya (tawassuth/proporsional)
SUPLEMEN : JUMLAH & UKURAN KAIN KAFAN
Syaikh Shalih Fauzan --hafizhahullah-- berkata : Ukuran kafan yang wajib adalah sebuah
pakaian yang dapat menutup seluruh badan mayat, namun mengkafani mayat dengan tiga
lembar kain merupakan perkara mustahab (disunnahkan) , adapun bagi wanita sebanyak
maka sebanyak lima pakaian, berupa : Sarung, Kerudung dan Gamis, [ hal ini dapat pula
dihitung sebagai lapis kain pertama—pen] lalu ditambah dengan dua lembar kain.
Sedangkan untuk kafan anak kecil maka cukup satu lembar saja dan dibolehkan jika
menggunakan tiga pakaian/lembar, sedangkan untuk anak perempuan yang masih kecil
dikafani dengan sebuah gamis dan dua lembar kain.
Disunnahkan pula menggabungka/menghimpun kain kafan dengan dupa setelah diciprati
dengan air mawar atau sejenisnya agar baunya bersenyawa dengan bau dupa tersebut.
DALIL TIDAK BOLEHNYA BERLEBIHAN DALAM
PENGGUNAAN KAIN KAFAN UNTUK JENAZAH
Tidak boleh berfoya-foya dalam pemakain kain kafan, dan tidak boleh melebihkannya
dari tiga lembar, karena hal itu menyalahi cara kafan Rasulullah ‫ ﷺ‬, dan terlebih lagi
perbuatan itu termasuk menyia-nyiakan harta, hal ini berdasarkan hadits :

ّ ِ ‫ فَ ْليُ َح‬،ُ‫« ِإذَا َكفَّ َن أ َ َح ُد ُك ْم أ َ َخاه‬
»ُ‫س ْن َكفَنَه‬
“Jika salah seorang diantara kalian mengkafani saudaranya, maka hendaiklah ia
mebaguskannya (jika mampu)” [1]
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan membaguskannya adalah
yang dari segi kebersihannya, ketebalannya dan ketertutupannya (terhadap aurat), dan
sifat pertengahannya (tawassuth/proporsional), bukanlah yang dimaksud dengannya
adalah mahal harganya & bermewah-mewah.
TATA CARA MENGKAFANI MAYAT
1. Bentangkanlah tiga lapis kain dengan cara menumpukkannya satu sama lain diatasnya
2. [untuk memudahkan, Sebelumnya dapat juga kita meletakkan beberapa helai tali
dibawahnya, sehingga mempermudah mengikat kain kafan setelah mayat diletakkan,
sehingga tidak perlu untuk diangkat-angkat untuk menyelipkan lagi talinya dari bawah
badan mayat. Adapun tentang jumlah tali tersebut maka tidak ada ketentuan jumlah
tali harus ganjil, namun disesuaikan dengan kebutuhan]
3. Lalu mayat diletakkan dalam keadaan wajib tertutup auratnyai dengan kain
4. Lalu mayat diletakkan diatas ketiga lapisan kain secara terbentang
TATA CARA MENGKAFANI MAYAT
5. Lalu sisa kapas yang telah dibubuhi minya wangi diletakkan diatas kedua matanya ,
kedua lubang hidung , mulut dan kedua telinganya dan pada anggota badan yang
digunakan untuk bersujud [kening, hidung, kedua tangannya], lalu pada kedua ketiak,
lipatan kedua lutut dan pusarnya. Demikian pula diletakan diantara lapisan-lapisan
kain yang telah dibubuhi wewangian pada kepala mayat.
6. Lalu kain dilipatkan ke dalam, dimulai dari ujung lembaran kain atas dari sisi kiri
dilipatkan ke sisi kanan, demikian pula kain pada bagian tengah dilipatkan ke sisi
kirinya [dalam prakteknya dapat pula dengan menggulung pertemuan kedua sisi kain
tersebut, ini lebih kokoh, walau seandainya tidak ada peniti dsb--pen]. Demikian pula
halnya dengan lembaran kain kedua dan ketiga.
TATA CARA MENGKAFANI MAYAT
7. Berikanlah pada mayat wewangian yang diletakkan pada kapas yang diletakkan
diantara kedua pantatnya, lalu diikat dengan pecahan kain diatasnya.
8. Lalu panjang kelebihan kain pada ujung kain diarah atas kepala , hendaklah lebih
panjang dari kelebihan kain pada bagian kakinya, lalu dijalin pada bagian atas kain
[agar lebih kokoh pertemuan ujung kain tersebut dapat diguling]
9. Kemudian kelebiha kain tersebut dikembalikan ke arah wajah (menutupinya), dan
dijalin pula kain ada bagian kaki lalu dikembalikan lagi ke arah kaki,
10. lalu lembaran kain diikat dengan mantap agar ikatannya tidak tercerai berai dan
terelepas [ketika dimasukkan] di dalam kubur
CARA MENGKAFANI JENAZAH YANG JUMLAHNYA
BANYAK SEDANGKAN KAFANYA SEDIKIT
Jika kain kafan kurang, sementara jumlah mayat banyak, maka boleh
mengkafani mereka secara massal dalam satu kafan, yaitu dengan cara
membagi-bagi jumlah tertentu di kalangan mereka [membagi &
menggabungkan dalam jumlah tertentu] , dengan mendahulukan orang-
orang yang lebih banyak mengetahui dan menghafal Al-Qur'an ke arah
kiblat
LARANGAN MELEPAS PAKAIAN ORANG YANG MATI
SYAHID & MENINGGAL DALAM KEADAAN IHRAM ?
Tidak boleh membuka pakaian orang yang mati syahid yang dipakainya sewaktu
mati, ia dikuburkan dengan pakaian yang dipakai syahid.
Dianjurkan mengkafani orang yang mati syahid dengan selembar kain kafan
atau lebih di atas pakaian yang sedang di pakai
Orang yang mati dalam keadaan berihram (haji/umroh) maka dia dikafani
dengan kedua pakaian ihram yang sedang dipakainya
CARA MENGKAFANI JENAZAH PEREMPUAN
Dalam cara mengkafani tadi, mengkafani wanita sama caranya
dengan mengkafani pria karena tidak adanya dalil yang menjelaskan
perbedaan itu.
Catatan sebagian ulama memahami makna tiga lembar denan lebih
fleksibel, dimana kafan bagi wanita sebanyak maka sebanyak lima
pakaian/lembar, berupa : Sarung, Kerudung dan Gamis, [ hal ini dapat
pula dihitung sebagai lapis kain pertama—pen] lalu ditambah dengan
dua lembar kain.
VIDEO TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH

LINK VIDEO
📌"Tata Cara Mengkafani Jenazah (Part 1) | Ustadz Ali Nur, Lc"
https://youtu.be/rX4_Rz6k9f0(Part 2) | Ustadz Ali Nur, Lc"
https://youtu.be/V44d4jzdqsc
• 📌"Tutorial Praktek Tata Cara Mengkafani Jenazah - Ustadz
Zaenuddin Al-Anwar" mahad
Jamilirrahmanhttps://youtu.be/MbBOPL8Rb5U
• 📌"Fiqih Perawatan Jenazah, Teori dan Praktek - Ustadz Zaid
Susanto, LC" https://youtu.be/mmSWqpInyqg
• 📌"Panduan Menyediakan Kafan Untuk Jenazah Lelaki"
https://youtu.be/cDF4UvmWrKc
• 📌"Tutorial Pengurusan Jenazah" 20 menit/ ust M.
Na'imhttps://youtu.be/LTH3oHaQtyU
KIP

‫شكرا وجزاكم هللا خيرا‬
KAJIAN ISLAM PEKANAN

SEMOGA ALLAH MEMBALAS ANDA SEKALIAN DENGAN KEBAIKAN

َّ‫ش َه ُد أ َ ْن الَ ِإلَ ٰـهَ ِإال‬ ْ َ ‫ أ‬،‫س ْب َحانَ َك اللَّ ُه َّم َو ِب َح ْم ِد َك‬
ُ
‫ب ِإلَ ْي َك‬
ُ ‫و‬ْ ُ ‫ت‬َ ‫أ‬ ‫و‬
َ ، َ
‫ك‬ ‫ر‬
ُ ‫ف‬
ِ ْ
‫غ‬ َ ‫ت‬ ‫س‬
ْ َ ‫أ‬ ، َ‫ت‬ ْ
‫ن‬ َ ‫أ‬
Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan
bertaubat kepada-Mu. (HR. Tirmidzi 3/153.)

UNIT PEMBINAAN AKHLAK PEGAWAI & PELANGGAN
(PAP2)
konsulislam@bintangpelajar.com DIVISI AKADEMIK 0822-1387-1866