You are on page 1of 39

POTENSIAL LISTRIK MEMBRAN

SEL DAN PERUBAHANNYA
Oleh
dr.Lili Irawati,M.Biomed
BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN
SEL SEBAGAI SUMBER LISTRIK
Sel : 1. Membran sel
2. Inti
3. Sitoplasma
 Zat penyusun Sel : Protoplasma tdd:Lipid,
protein. KH, air dan Elektrolit.
 Elektrolit: lar. yg dpt menghantarkan arus listrik
krn tdd ion (+) dan ion (-)
 Elektrolit tubuh antara lain:
- Ion (+) : H+, K+, Na+, Ca++, Fe++, Zn++, dll
- Ion (-): CL-, F-, PO4-3, OH-, SO4-2, dll
 konst. ion diluar dg didlm sel   muatan 
Potensial listrik : P L membran.
Komposisi Elektrolit
Intra Sel Elektrolit Ekstra Sel
10 meq/l Na+ 142 meq/l
141 meq/l K+ 5 meq/l
4 meq/l Cl- 103 meq/l
10 meq/l HCO3- 28 meq/l
155 meq/l A- 7 meq/l
7 meq/l pH 7,4 meq/l
konsentrasi ion di dalam dan diluar sel:
SEL SEBAGAI GENERATOR LISTRIK TUBUH

Potensial Membran Istirahat :

Potensial membran pd saat sel berada dlm keadaan
istirahat .
Normal – 70 s/d – 90 mV, diukur dgn Galvanometer
-Utk sel saraf : - 70 mV
-Utk sel skeletal: - 90 mV

Faktor yg berperan pd potensial membran istirahat:
a.Potensial difusi K
b.Potensial difusi Na
c.Pompa Na-K
Faktor yg berperan dlm potensial membran:

1.Difusi.
-Terjadi krn membran sel bersifat
semipermiable.
- Konstanta Nerst →potensial Nerst →Besarnya
ditentukan ol perbandingan konst ion pd
kedua sisi membran
-Smkn > nilai perbandingan → smkn >
kecendrungan utk berdifusi
- Persamaan goldman:

 → potensial membran akibat proses difusi
bergt pd 3 faktor:
a.Polaritas muatan listrik masing2 ion.
b.Permeabilitas membran.
c.Konst masing2 ion didlm dan luar membran
2.Transport aktif.
 Trjd krn pompa Na dan K bersifat
elektrogenik, lbh byk mengeluarkan ion positif
(3 ion“Na”akan keluar setiap 2 ion“K”masuk
→gradien konst yg ↑ antar ion Na dan ion K)

3. Kebocoran K dan Na mll membran.
 Saluran jauh lbh permeabel thdp K dr pd Na
→ sekitar 100 x
DASAR BIOLISTRIK
 Biolistrik: kelistrikan di dlm sel / jar. hidup

 Bbg kerja sistem tubuh diatur ol sistem
syaraf  trmsk sistem pengendali tubuh

 Sel syaraf  sel peka rangsang
Potensial Listrik Sel pada Keadaan yang
Berbeda
“ISTIRAHAT” Beda potensial listrik POLARISASI
Perpindahan ion antar
ekstrasel dan intrasel
antara ekstrasel dan
(Isoelektris)
intrasel: mantap
(melalui membran sel)

Pasif: + _+_+_+_ Na+ Cl- K+ +_ +_ +_ +
_
Beda Kadar
Beda Muatan Listrik
- 70 mV Na+ Cl- K+
Kemudahan
menembus membran
(saluran ion)

Aktif:
Pompa Na - K

Ekstrasel: Na+ Cl - K+ Intrasel: Na+ Cl - K+
BILA SEL DIRANGSANG?
 MEKANIK
RANGSANG  SUHU
 LISTRIK
 KIMIA
PROSES

TRANSDUKSI RESEPTOR
RESPONS

Perubahan Kegiatan Listrik Membran Reseptor

Penghantaran Kegiatan Listrik ke Pusat Saraf
pengantar faal/ikun/2007 11
BILA SEL DIRANGSANG?
 TRANSDUKSI RESEPTOR
 Membran akan lebih permeabel, → ion Na ekstrasel
masuk ke intrasel  kenegatifan intrasel berkurang
p↓ beda potensial ekstrasel & intrasel
(DEPOLARISASI)
 Depolarisasi akan m↑ permeabilitas membran → mkn
banyak ion Na ekstrasel yg masuk ke intrasel dan
depolarisasi mkn > (LINGKARAN HODGKIN)
 Bila peristiwa terus berlanjut, → depolarisasi
mencapai ambang letup → tbtk POTENSIAL AKSI; bila
tidak berlanjut akan kembali ke keadaan istirahat
(REPOLARISASI)
 Potensial aksi yang menjalar IMPULS
RANGSANG

Permiabilitas membran

Hodgkin Cycle

Depolarisasi Na+ masuk intrasel
Potensial Listrik Sel pada Keadaan yang
Berbeda

“ISTIRAHAT” Beda potensial listrik
POLARISASI
Perpindahan ion antar antara ekstrasel dan
ekstrasel dan intrasel intrasel: mantap (Isoelektris)
(melalui membran sel)
Peningkatan beda
HIPER
potensial listrik antara
ekstrasel dan intrasel POLARISASI
DIRANGSANG
Penurunan beda
potensial listrik antara DEPOLARISASI
ekstrasel dan intrasel

Beda potensial listrik
antara ekstrasel dan
PEMULIHAN intrasel ke polarisasi
REPOLARISASI
TAHAP POTENSIAL AKSI
-Polarisasi
-Depolarisasi,
-Repolarisasi
PENJALARAN POTENSIAL AKSI
 Dasar:
- P A dpt tjd di setiap tempat
- merangsang tempat terdekat pd
membran

 Proses transmisi depolarisasi disebut
impuls syaraf

 PA menjalar ke seluruh jurusan dr titik
perangsangan
SISTEM SYARAF

a. SSP : otak, MS dan syaraf perifer.

Syaraf perifer :
- Afferen : mengirim inform sensoris ke otak
/MS
- Efferen : dari otak/MS ke otot dan kelenjar

b. SSO :
Mengatur organ dlm tubuh spt: jantung, usus
dan kelenjar scr tidak sadar.
Sel syaraf terdiri dari :
 Inti sel
 Dendrit bermyelin dan tanpa myelin
 Neurit/akson bermyelin dan tanpa myelin
KELISTRIKAN SYARAF
 Kecepatan impuls saraf:
~ φ serat saraf
-mkn besar φ akson →mkn pendek lamanya P A →
mkn cepat penghantarannya
~ ada/ tidaknya myelin
- neuron yg bermyelin lbh cepat penghantarannya
: yg tdk bermyelin

 Myelin = insulator(isolasi) yang baik; kemampuan
mengaliri listrik ↓
KONDUKSI PADA AKSON
 Tanpa selubung myelin
- merambat, menyebar
- lambat

 Dengan selubung myelin
- melompat2 lewat nodus Ranvier → SALTATORY
CONDUCTION
-Lebih cepat 50 x

 Keuntungan saltatory conduction
- lebih cepat
- hemat energi
- hemat tempat
- cocok utk impuls frek.tinggi
SALTATORY CONDUCTION:
 P A berjalan antar nodus
 sal. Voltage-gate Na+ lbh terbuka lbh
cepat dr pd sal.K+
 Manfaat: m↑ kec.transmisi syaraf
Potensial Generator Potensial Aksi
(Reseptor)

Akson
Node of Ranvier
Sel Schwann
Penghantaran potensial aksi melalui saraf
bermyelin

Saltatory Conduction

Impuls: potensial aksi yang dihantarkan
Penghantaran Impuls di Neuron bermyelin
Penghantaran Impuls di Neuron
tak bermyelin
B. Kelistrikan Otot Jantung
- Otot Jantung (miokardium) berbeda dg syaraf dan
otot bergaris.

- Ion Na+ mudah bocor → stlh repolarisasi, ion Na+
akan masuk kembali ke sel → Depolarisasi spontan.
(nilai ambang dan PA tanpa memerlukan rangsangan
dr luar).

- Sekumpulan sel utama yg scr spontan menghasilkan
PA →depolarisasi sel otot miokardium yg sdg
mengalami istirahat → Pace Maker / pemacu
jantung → frek jntg
Sistem Konduksi Jantung
 Sel jantung bersifat outomatisasi
 Sistem kelistrikan jantung dimulai dari nodus
sinoatrial
Potensial aksi dibagi 5 fase :
 Fase istirahat (fase 4)
 Fase 0: Depolarisasi cepat
awal PA berupa garis vertical ke atas → lonjakan
potensial mencapai +20 mV.
 Fase 1:
masa repolarisasi parsial → potensial kembali dr
+20 mV mendekati 0 mV.
 Fase 2 – Plateu :
fase datar → potensial berkisar pd 0 mV.
tjd gerak masuk ion Ca++ utk mengimbangi
gerak keluar dr ion K+
 Fase 3:
masa repolarisasi cepat → potensial kembali
secara tajam pd tingkat awal yaitu fase 4
Ada 2 jenis refrakter dalam fase siklus
elektrofisiologi jantung yaitu :
Refrakter Absolut:
 tidak ada rangsangan & unsur kekuatan
utk menghasilkan PA lain

Refrakter Relatif:
 bila ada rangsangan yg kuat akan
menghasilkan PA baru →
stlh sel membran mendekati repolarisasi
seluruhnya
 Otot jantung menganut hukum ‘All or
None’ dalam menanggapi rangsang.
 Ketika ada rangsangan masuk, otot
jantung hanya akan menanggapi
rangsangan yang mencapai nilai thresh
hold.
 Rangsangan ini → P A mll peristiwa
depolarisasi.
 Depolarisasi tgt pd:
- intensitas impuls
- nilai ambang membran
- konsentrasi ion
 Sinyal Listrik jantung

P : depolarisasi atrium.
Q : defleksi neg. pertama ssdh gel. P,
mendahului defleksi R, → depolarisasi
permulaan ventrikel.
R : defleksi pos. pertama ssdh gel. P →
depolarisasi utama ventrikel.
S : defleksi neg. ssdh defleksi R.
T : repolarisasi ventrikel.
Elektroda
 Elektroda : untuk mengukur PA; dg
memindahkan transmisi ion ke penyalur
elektron
 Elektroda : Perak (Ag) & tembaga (Cu)
Isyarat listrik tubuh

 EMG (Elektromiogram)→ otot
 ENG (Elektroneurogram) → miastenia gravis
 ERG (Elektroretinogram) → perubahan
pigmen retina
 EGG (Elektrogastrogram) →gerakan
peristaltik
 EEG (Elektroensefalogram) → otak (epilepsi)
 EKG (Elektrokardiogram) → jantung