You are on page 1of 57

MATA KULIAH BUDI PEKERTI

Landasan Budi Pekerti,
nilai & Moral

Diyan Mutyah S.Kep., Ns., M.Kes
• Dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti dalam
kehidupan sering terjadi benturan-benturan nilai
dan norma-norma yang kita rasakan. Apa yang
dahulu kita anggap benar mungkin sekarang
sudah menjadi salah. Apa yang dulu kita anggap
tabu dibicarakan sekarang sudah menjadi suatu
yang lumrah. Misalnya berbicara masalah seks,
hubungan pacaran, masalah politik, masalah hak
azazi manusia, dan sebagainya.
Pengertian

• Diterjemahkan sebagai moralitas
• Moralitas mengandung beberapa
pengertian antara lain: adat istiadat, sopan
santun, dan perilaku.
• Pengertian budi pekerti secara hakiki
adalah perilaku.
Pengertian
Haidar (2004) adalah usaha sadar yang
dilakukan dalam rangka menanamkan
atau menginternalisasikan nilai-nilai
moral ke dalam sikap dan perilaku
perawat agar memiliki sikap dan prilaku
yang luhur dalam kehidupan sehari-
hari, baik dalam berinteraksi dengan
Tuhan, dengan sesama manusia
maupun dengan alam/lingkungan.
Pengertian

Budi pekerti berisi nilai-nilai perilaku manusia
yang akan diukur menurut kebaikan dan
keburukannya melalui norma agama, norma
hukum, tata krama, sopan santun, norma
budaya dan adat istiadat masyarakat.
Pengertian

• Istilah karakter dihubungkan dan dipertukarkan dengan
istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan
kekuatan moral, berkonotasi positif, bukan netral.
• Sedangkan Karakter menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak
atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang
lain.
• Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik
yang terpateri dalam diri dan perilaku. Karakter secara
koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa
dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok
orang.
Pengertian
• Secara etimologi budi pekerti terdiri dari dua
unsur kata, yaitu budi dan pekerti. Budi dalam
bahasa sangsekerta berarti kesadaran, pikiran dan
kecerdasan. Kata pekerti berarti aktualisasi,
penampilan, pelaksanaan atau perilaku. Dengan
demikian budi pekerti berarti kesadaran yang
ditampilkan oleh seseorang dalam berprilaku.
.
• Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989)
istilah budi pekerti diartikan sebagai tingkah
laku, perangai, akhlak dan watak. Budi pekerti
dalam bahasa Arab disebut dengan akhlak,
dalam kosa kata latin dikenal dengan istilah
etika dan dalam bahasa Inggris disebtu ethics.
Pengertian
• Balitbang Dikbud (1995) menjelaskan bahwa
budi pekerti secara konsepsional adalah budi
yang dipekertikan (dioperasionalkan,
diaktualisasikan atau dilaksanakan) dalam
kehidupan sehari-hari dalam kehidupan
pribadi, sekolah, masyarakat, bangsa dan
negara
PenGertian pendidikan budi pekerti
secara konsepsional
• Pengertian pendidikan budi pekerti menurut draft
kurikulum berbasis komptensi (2001) dapat ditinjau secara
konsepsional dan operasianal.
• Pendidikan budi pekerti secara konsepsioonal mencakup
hal-hal sebagai berikut :
1. Usaha sadar untuk menyiapkan perserta didik menjadi
mansia seutuhnya yang berbudi pekerti luhur dalam
segenap peranannya,sekarang dan masa yang akan datang.
2.Upaya pembentukan,pengembangan,peningkatan,pemeli
haraan dan perilaku peserta didik agar mereka mau dan
mampu melaksanakan tugas-tugas hidupnya secara
selaras,serasi,seimbang ( lahir batin,material
spiritual,dan individu sosial).
3.Upaya pendidikan untuk membentuk peserta didik
menjadi pribadi seutuhnya yang berbudi pekerti luhur
melalui kegiatan bimbingan,pembiasaan pengajaran
dan latihan serta keteladanan.
Pengertian budi pekerti secara
operasional
• Pendidikan budi pekerti secara operasional
adalah upaya untuk membekali peserta didik
melalui bimbingan,pengajaran,dan latihan selama
pertumbuhan dan perkembangan dirinya sebagai
bekal masa depannya, agar memiliki hati nurani
yang bersi, berperingai baik,serta menjaga
kesusilaan dalam melaksanakan kewajiban
terhadap Tuhan dan sesama mahluk.
• Budi pekerti secara operasional merupakan suatu
prilaku positif yang dilakukan melalui kebiasaan.
Artinya seseorang diajarkan sesuatu yang baik
mulai dari masa kecil sampai dewasa melalui
latihan-latihan, misalnya cara berpakaian, cara
berbicara, cara menyapa dan menghormati orang
lain, cara bersikap menghadapi tamu, cara makan
dan minum, cara masuk dan keluar rumah dan
sebagainya.
• Pendidikan budi pekerti sering juga diasosiasikan
dengan tata krama yang berisikan kebiasaan
sopan santun yang disepakati dalam lingkungan
pergaulan antar manusia. Tata krama terdiri atas
kata tata dan krama. Tata berarti adat, norma,
aturan. Krama sopan santun, kelakukan, tindakan
perbuatan. Dengan demikian tata krama berarti
adat sopan santun menjadi bagian dari kehidupan
manusia.
Pendidikan budi pekerti ini memiliki
fungsi sebagai berikut
• Media pengembangan, yaitu sebagai tahap
tingkatan agar dapat berperilaku yang lebih baik
di keluarga maupun masyarakat.
• Penyaluran, yaitu sebagai sarana memanfaatkan
keahlian tertentu agar semakin tersalurkan
dengan optimal serta dapat bermanfaat untuk
orang lain.
• Perbaikan, yaitu sebagai tahap evaluasi
tindakan. Supaya jika tanpa sengaja terjadi
kesalahan, maka dengan mudah dapat
memperbaiki kesalahan tersebut.
• Pencegahan, yaitu tahapan yang berfungsi
untuk mencegah segala tindakan dan perilaku
yang dinilai buruk atau kurang baik di
masyarakat.
• Pembersih, yaitu rasa tanggung jawab secara
psikologis. Seperti menjauhi perasaan sombong,
pendendam, pemarah, iri hati, dan lebih memiliki
rasa tenggang rasa, menghormati, sopan santun,
dan lain sebagainya.
• Filter, yaitu sebagai media penyaring kebudayaan
yang sesuai dengan budi pekerti dan norma-
norma yang berlaku di masyarakat.
APA ?

MENGAPA?

BAGAIMANA?

LAMIJAN 18
Nilai, Norma, Etika, dan Moral

Nilai, Norma, Etika, dan Moral saling
berkaitan, sebab semuanya
berusaha mengarahkan manusia
agar memiliki pola pikir, sikap, dan
perilaku yang baik dalam hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara
LAMIJAN 19
APA?
Etika dan Moral mempunyai pengertian
yang hampir bersamaan/berkaitan, karena
keduanya mengandung nilai dan norma
untuk mengatur tingkah laku manusia,
yang mengacu pada kebiasaan yang
berlaku dalam masyarakat
LAMIJAN 20
Sistematika Etika, ada dua
kelompok:

• Etika umum, membahas prinsip-prinsip moral
dasar, seperti kebebasan dan suara hati.
• Etika khusus, membahas penerapan prinsip-
prinsip moral dasar tersebut pada masing-
masing bidang kehidupan manusia. Etika
khusus ini dibagi lagi ke dalam:
a. Etika individual, membicarakan kewajiban
seseorang terhadap diri sendiri. Contoh,
kewajiban menjaga kebersihan diri supaya tetap
sehat.
b. Etika sosial, membahas kewajiban seseorang
sebagai anggota masyarakat atau ummat
manusia. Contoh, kewajiban menjaga kelestarian
lingkungan hidup bersama.

• Dewasa ini yang paling banyak mendapat sorotan
tajam adalah berkaitan dengan “etika sosial”,
seperti: etika keluarga, etika profesi, etika politik,
etika lingkungan hidup, dsb.
KESIMPULAN
konsep utama budi pekerti terdiri dari 3 pendekatan :
1.Pendekatan Etika (filsafat moral) :
Budi pekerti adalah watak/tabiat khusus seseorang untuk
berbuat sopan dan menghargai pihak lain yang tercermin
dalam perilaku dan kehidupannya.
Watak : merupakan keseluruhan dorongan, sikap,
keputusan, kebiasaan, dan nilai moral seseorang yang baik,
yang dicakup dalam satu istilah sebagai kebajikan
2.Pendekatan Psikologi :
Budi pekerti mengandung watak moral yang
baku dan melibatkan keputusan berdasar nilai-
nilai hidup. Watak seseorang dapat dilihat pada
perilakunya yang diatur oleh usaha dan
kehendak berdasar hati nurani sebagai
pengendali bagi penyesuaian diri dalam hidup
bermasyarakat.
3.Pendekatan Pendidikan :
Pendidikan budi pekerti merupakan program
pengajaran di sekolah yang bertujuan
mengembangkan watak/tabiat siswa dengan
cara menghayati nilai-nilai dan keyakinan
masyarakat sebagai kekuatan moral dalam
hidupnya melalui kejujuran, dapat dipercaya,
disiplin, dan kerja sama.
KESIMPULAN
Dalam Taksonomi Bloom, pendidikan budi
pekerti menekankan :
ranah afektif (perasaan dan sikap), tanpa
meninggalkan ranah kognitif (berpikir
rasional) dan ranah skill/psikomotorik :
keterampilan, terampil mengolah data,
mengemukakan pendapat
PENGERTIAN NILAI
 NILAI ialah sesuatu yang memberi makna
hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai
dan menjiwai tindakan atau perilaku
seseorang (Steeman, dalam Eka Darma Putra,
1999)
 NILAI adalah penghargaan, penghormatan atau
kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat,
menyenangkan, memuaskan, menarik, atau
sebagai sistem keyakinan (Lamijan, 1995)

LAMIJAN 27
SIFAT DAN JENIS NILAI
1. bersifat relatif, artinya nilai bergantung oleh tempat dan
waktu
2. Lebih bersifat subjektif, nilai berbeda-beda bagi setiap
orang
PROF. DR. NOTONAGORO membagi nilai:
1. Nilai Material
2. Nilai Vitalitas/Kehidupan
3. Nilai Kerohanian :
a. Nilai Kebenaran
b. Nilai Keindahan
c. Nilai Moralitas/Kesusilaan
d. Nilai Religius
LAMIJAN 28
PENGERTIAN NORMA
NORMA adalah pedoman, ukuran, kriteria,
atau ketentuan yang mengatur tingkah laku
manusia dalam masyarakat berdasarkan nilai-
nilai tertentu.
NORMA adalah ukuran, pedoman, aturan atau
kaidah yang menjadi dasar pertimbang-an dan
penilaian yang mengandung sanksi dan
penguatan terhadap tingkah laku manusia.

LAMIJAN 29
EMPAT MACAM NORMA
1. Norma Kesopanan
2. Norma Kesusilaan
3. Norma Agama
4. Norma Hukum
Norma Hukum, punya karakteristik
tersendiri, yakni berupa sanksi yang
tegas dan imperatif, jika dibanding
dengan norma-norma yang lain
LAMIJAN 30
PENGERTIAN ETIKA
BERTEN (1993)
1. Etika adalah nilai, norma, dan ajaran yg dijadikan pegangan orang atau
sekelompok orang
2. Etika adalah kumpulan azas-azas/nilai-nilai dan kode etik dalam
aktivitas/profesi tertentu
3. Etika adalah cabang ilmu tentang perbedaan ting-kah laku yang baik dan
buruk dalam kehidupan manusia

ALGERMON D BLACK (1993)
Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup
dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat

LAMIJAN 31
MORAL DLM BERBAGAI BAHASA
• Bhs Yunani: Moral disebut Ethos, Ethikos (adat
istiadat, kebiasaan, tingkah-laku, tabiat, watak)
• Bhs Latin: Moral disebut Mos, Mores, Moris (adat
istiadat, kebiasaan, tingkah-laku, tabiat, watak)
• Bhs Arab: Moral disebut Akhlaq (perilaku yang baik,
adab yang sopan)
• Bhs Indonesia: Moral/moralitas disebut juga
Kesusilaan (budi pekerti dan perilaku yang mulia)

LAMIJAN 32
PENGERTIAN MORAL

1. Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong
manusia untuk melakukan tindakan yang baik
sebagai kewajiban atau keharusan
2. Moral adalah sarana untuk mengukur benar
atau tidaknya sikap dan tindakan manusia
3. Moral adalah kepekaan dalam pikiran,
perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip
dan aturan-aturan (Helden,1997 & Richard,
1971)
LAMIJAN 33
Lanjutan
4. Moral adalah pandangan tentang baik
dan buruk, benar dan salah, apa yang
dapat dan tidak dapat dilakukan oleh
manusia (Atkinson, 1969)
5. MORAL adalah ajaran yang berisi nilai dan
norma untuk mengatur sikap dan tingkah
laku manusia agar dapat melaksanakan
perbuatan baik (Lamijan, 1995)
LAMIJAN 34
HUBUNGAN NILAI, NORMA, MORAL,
ETIKA, SIKAP DAN TINGKAH LAKU
Ragaan
NILAI NORMA MORAL ETIKA

SIKAP DAN PERILAKU MANUSIA

LAMIJAN 35
MANFAAT Kita Mempelajari Nilai,
Norma, Etika, dan Moral
• Kita dapat menjunjung dan menghargai
nilai-nilai kemanusiaan
• Kita lebih toleran, etis/santun, dan adil
dalam bersikap dan bertindak
• Kita lebih dapat menghargai kemampuan
dan karya orang lain
• Kita lebih bertanggung jawab terhadap
bidang ilmu yang diampunya
• Kita dapat meningkatkan profesionalitas
LAMIJAN 36
Untuk menghindari kerancuan pendidikan
budi pekerti dengan jenis pendidikan
afektif, pendidikan moral, pendidikan nilai,
dan pendidikan karakter, perlu
dikemukakan pengertian masing-masing :
Pendidikan Afektif
pendidikan ini berusaha mengembangkan
aspek emosi/perasaan yang umumnya
terdapat dalam pendidikan humaniora dan
seni,namun juga dihubungkan dengan
sistem nilai-nilai hidup, sikap, dan
keyakinan untuk mengembangkan moral
dan watak seseorang.
Pendidikan Nilai-nilai

Pengembangan pribadi siswa tentang pola
keyakinan yang terdapat dalam sistem
keyakinan suatu masyarakat tentang hal
baik yang harus dilakukan dan hal buruk
yang harus dihindari
Pendidikan Moral

Berusaha untuk mengembangkan pola
perilaku sseorang sesuai dengan kehendak
masyarakat. Kehendak ini berwujud
moralitas atau kesusilaan yang berisi nilai-
nilai dan kehidupan yang berada dalam
masyarakat.
Pendidikan Karakter

Sering disamakan dengan pendidikan budi
pekerti. Seseorang dapat dikatakan
berkarakter/berwatak jika telah berhasil
menyerap nilai dan keyakinan yang
dikehendaki masyarakat serta digunakan
sebagai kekuatan moral dalam hidupnya.
Pendidikan Budi Pekerti

Merupakan program pengajaran yang bertujuan
mengembangkan watak/tabiat siswa dengan cara
menghayati nilai-nilai dan keyakinan masyarakat
sebagai kekuatan moral dalam hidupnya melalui
kejujuran, dapat dipercaya, disiplin, dan kerja sama yang
menekankan ranah kognitif (berpikir rasional) dan ranah
skill/psikomotorik (keterampilan, terampil mengolah
data, mengemukakan pendapat, dan kerja sama)
VISI & MISI
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI
Visi budi pekerti

terbentuknya manusia berkualitas & berakhlak
Misi budi pekerti
• Mengoptimalkan substansi praktis
mata pelajaran yang relevan untuk
menyemaikan/menanamkan budi
pekerti.
• Mewujudkan interaksi yang kondusif
yang mencerminkan akhlak/moral
luhur
TUJUAN
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI
(Haidar, 2004)
memfasilitasi agar mampu menggunakan
pengetahuan, mengkaji dan menginternalisasi
serta mempersonalisasi nilai,
mengembangkan keterampilan sosial yang
memungkinkan tumbuh dan berkembangnya
akhlak mulia serta mewujudkannya dalam
perilaku sehari-hari, dalam berbagai konteks
sosial budaya yang berbhineka sepanjang
hayat.
Tujuan pendidikan budi pekerti berdasarkan
kerangka pemikiran para ahli
a. memahami nilai - nilai budi pekertidi lingkungan keluarga, lokal,
nasional, dan internasional melalui adat istiadat, hukum, undang -
undang dan tatanan antar bangsa.
b. mampu mengembangkan watak atau tabiatnya secara konsisiten
dalam mengambil keputusan budi pekerti di tengah - tengah
rumitnya kehidupan bermasyarakat saat ini.
c. mampu menghadapi masalah nyata dalam masyarakat secara
rasional bagi pengambilan keputusan yang baik setelah melakukan
pertimbangan sesuai dengan norma pendidikan budi pekerti .
d. mampu menggunakan pengalaman budi pekerti yang baik bagi
pembentukan kesadaran dan pola perilaku yang bergunadan
bertanggung jawab batas tindakannya.
SASARAN BUDI PEKERTI
Pendidikan budi pekerti mempunyai sasaran
kepribadian siswa, khususnya unsur
karakter/Watak yang mengandung hati
nurani sebagai kesadaran diri untuk berbuat
kebajikan
FUNGSI BUDI PEKERTI
Kegunaan dan Fungsi Pendidikan Budi Pekerti, KBK (2001)

a. Pengembangan, yaitu untuk meningkatkan perilaku yang baik bagi
siswa yang telah tertanam dalam lingkungan keluarga dan masyarakat
b. Penyaluran, yaitu untuk membantu siswa yang memiliki bakat tertentu
agar dapat berkembang dan bermanfaat secara optimal sesuai dengan
budaya bangsa
c. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan
kelemahan siswa dalam perilaku sehari-hari
d. Pencegahan, yaitu mencegah perilaku negatif yang tidak sesuai dengan
ajaran agama dan budaya bangsa
e. Pembersih, yaitu untuk membersihkan diri dari penyakit hati seperti :
sombong, egois, iri, dengki, agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai
dengan ajaran agama dan budaya bangsa
f. Penyaring (filter), yaitu untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan
budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti.
Fungsi
Cahyoto (2001:13)
• memahami susunan pendidikan budi pekerti dalam lingkup etika
bagi pengembangan dirinya dalam bidang ilmu pengetahuan.
• memiliki landasan budi pekerti luhur bagi pola perilaku sehari-
hari yang didasari hak dan kewajiban sebagai warga negara.
• mencari dan memperoleh informasi tentang budi
pekerti,mengolahnya dan mengambil keputusan dalam
menghadapi masalah nyata dimasyarakat.
• berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain untuk
mengembangkan nilai moral.
SIFAT-SIFAT
BUDI PEKERTI
Scope Nilai Budi Pekerti
a)meyakini adanya Tuhan YME dan selalu
menaati ajaranNya
b)menaati ajaran agama
c)memiliki dan mengembangkan sikap toleransi
d)memiliki rasa menghargai diri sendiri
e)tumbuhnya disiplin diri
f) mengembangkan etos kerja dan belajar
g)memiliki rasa tanggung jawab
h)memiliki rasa keterbukaan
a) mampu mengendalikan diri
b) mampu berpikir positif
c) mengembangkan potensi diri
d) menumbuhkan cinta dan kasih sayang
e) memiliki kebersamaan dan gotong royong
f) memiliki rasa kesetiakawanan
g) saling menghormati
h) memiliki tata krama dan sopan santun
i) memiliki rasa malu
j) menumbuhkan kejujuran
TERIMA KASIH