You are on page 1of 45

KELUARGA

BERENCANA (KB)

YUYUN CHRISTYANNI
POLTEKKES PALANGKA RAYA
2017
PENGERTIAN KB
 Upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga
kecil yang bahagia sejahtera (Undang-undang No. 10/1992).

 Keluarga Berencana (Family Planning, Planned Parenthood) : suatu usaha
untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan
dengan memakai alat kontrasepsi

 WHO (Expert Committe, 1970), tindakan yg membantu individu/ pasutri
untuk: Mendapatkan tujuan tertentu, menghindari kelahiran yang tidak
diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval
diantara kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.
TUJUAN PELAYANAN KB

 Tujuan umum adalah
membentuk keluarga kecil
sesuai dengan kekuatan
sosial ekonomi suatu keluarga
dengan cara
pengaturan kelahiran anak, agar
diperoleh suatu keluarga bahagia
dan sejahtera yang dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya.

 Tujuan lain meliputi
pengaturan kelahiran,
pendewasaan usia perkawinan,
peningkatan ketahanan dan
kesejahteraan keluarga.
Karakteristik kontrasepsi yang ideal
 Aman
 100% efektif
 Bebas efek samping
 Mudah didapat
 Terjangkau
 Dapat diterima pengguna dan pasangannya
 Bebas efek samping pada kehamilan
berikutnya
Jenis-jenis Metode KB

 Natural contraception
 Mechanical contraception
 Hormonal contraception
 Surgical contraception
Natural Contraception
 Prinsip KB alami
KB alami prinsip pencegahan kehamilannya berdasarkan informasi
tentang sel telur pada wanita dan sperma pada pria, seperti berikut :
 Ovulasi pada wanita biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi
berikutnya
Contoh :Jika seorang wanita mempunyai siklus menstruasi 28 hari
dan hari pertama menstruasi disebut dengan hari ke-1, maka
biasanya dia akan mengalami ovulasi pada hari ke-14.
 Jika siklus menstruasinya 32 hari, maka biasanya ovulasi akan terjadi
pada hari ke-18.
 Ketika ovulasi terjadi, maka sperma mempunyai waktu 24 jam
untuk membuahi sel telur wanita yang berada di tuba falopi.Sperma
dapat bertahan hidup sampai 7 hari setelah terjadinya hubungan
seksual.
 Dengan pengetahuan ini, maka akan didapat informasi mengenai
fase kesuburan wanita pada setiap siklus menstruasi. Akan tetapi
apabila seorang wanita mempunyai siklus menstruasi yang tidak
teratur, akan menjadi lebih sulit untuk mengetahui masa suburnya
KB Alami: Metode irama tubuh

 Metode kalender
Dengan melihat waktu terjadinya menstruasi
pada siklus sebelumnya akan mendapat
gambaran mengenai kapan terjadinya masa
ovulasi pada wanita. Hal ini karena biasanya
masa subur akan terjadi 12-16 hari sebelum
terjadinya menstruasi.
Lanjutan Metode Irama Tubuh..
 Metode suhu tubuh
Pada saat terjadinya ovulasi, biasanya suhu
tubuh akan mengalami kenaikan 0,5 ° C
karena pengaruh hormone progesteron.
Jadi pada waktu-waktu yang dianggap
mendekati masa subur, dapat dilakukan
pemeriksaan suhu tubuh setiap pagi untuk
dapat mengetahui adanya kenaikan suhu
tubuh.
Lanjutan Metode Irama Tubuh..
 Tes lendir vagina
Pada saat terjadinya siklus menstruasi, kondisi lendir
didaerah vagina akan berubah-ubah akibat dari
pengaruh hormon estrogen dan progesterone.
Dengan mengetahui kondisi lendir vagina juga dapat
mengetahui kira-kira kapan masa ovulasi akan terjadi.
Pada saat sebelum terjadinya ovulasi, lendir vagina
akan menjadi lebih encer dengan warna transparan
atau sedikit kekuningan. Sedangkan saat terjadinya
ovulasi maka lendir vagina akan menjadi lebih banyak
dan kental seperti putih telur. Sedangkan pada saat
sesudah terjadinya ovulasi lendir vagina yang ada akan
menjadi lebih sedikit dan lebih kental serta lengket.
 Dengan mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh tersebut, baik melalui
metode kalender, metode suhu tubuh dan tes lendir vagina maka dapat
diperkirakan kapan terjadinya masa subur pada wanita.

 Efektifitas dari metode ini sebesar 91 % yang berarti 9 dari 100 orang wanita
dapat menjadi hamil apabila menggunakan metode ini. Catatan harus diberikan
pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur maka bisa saja tingkat
efektifitasnya menjadi lebih rendah lagi karena lebih sulit untuk menentukan
kapan kira-kira masa subur akan terjadi.
Kelebihan :
 Dapat dilakukan oleh siapa saja
 Tidak menggunakan peralatan apapun
 Tidak mengganggu aktifitas seksual
 Tidak mempengaruhi kesuburan dalam jangka panjang

Kekurangan :
 Tidak melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS).
 Perlu waktu dan latihan untuk dapat mengetahui secara tepat masa suburnya.
 Penentuan masa subur ini tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan
pengamatan 1 siklus mentruasi saja, setidaknya perlu pengamatan selama 6
bulan untuk lebih amannya.
KB Alami: Senggama Terputus
 Metode ini merupakan metode KB alami yang paling tua
yang digunakan oleh manusia.

 KB alami ini dilakukan dengan cara menarik penis dari
vagina sebelum terjadinya ejakulasi.

 Efektifitas dari metode ini sangat bergantung dari tingkat
kesadaran sang pria mengenai waktu ejakulasinya.

 Efektifitas berdasarkan penelitian menunjuk pada angka
antara 73-96 %.

 Metode ini juga tidak dapat dilakukan pada pria yang
mengalami masalah ejakulasi dini.
Lanjutan Senggama Terputus..
Kelebihan :
 Tidak membutuhkan biaya dan dapat dilakukan kapan saja.
 Tidak ada efek samping yang mungkin dirasakan baik oleh pria
ataupun wanita.
 Tidak merubah siklus menstruasi pada wanita.

Kekurangannya :
 Tidak melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS)
 Terjadinya interupsi saat hubungan seksual dapat mengurangi sensasi
hubungan seksual
 Sangat memerlukan kontrol diri dan kewaspadaan yang tinggi dari
pihak pria
 Kurang efektif dibandingkan metode KB lainnya
 Tidak efektif apabila keduanya atau salah satu pasangan dipengaruhi
oleh alkohol
Mechanical Contraception

 Kondom Pria
 Kondom Wanita
 Diaphragma
 Spermicidal
 Intrauterine devices (IUD)
 Sponge
Mechanical Contraception: Kondom Pria
 Berbentuk selubung plastik yang
digunakan pada penis saat
berhubungan seks untuk
menjebak sperma pada titik
ejakulasi.

 Kondom harus diletakkan di
penis segera setelah ereksi dan
sebelum kontak terjadi dengan
vagina.

 Pria harus menarik penis segera
setelah mengalami ejakulasi dan
berhati-hati untuk tidak
menumpahkan sperma. Kondom
harus digunakan dengan hati-
hati karena bisa terlepas atau
robek.
 Kondom tidak boleh
digunakan dengan
produk berbasis minyak
seperti petroleum jelly
atau suntan oil karena
ini akan merusak karet.

 Keuntungan: mudah
tersedia; menawarkan
perlindungan terhadap
infeksi menular seksual
termasuk HIV / AIDS.

 Efektivitas: 94% -98%
tergantung penggunaan
yang benar
Mechanical Contraception: Kondom Wanita

 Merupakan selubung poliuretan tipis yang ditempatkan
di dalam vagina (juga menutupi serviks dan area di luar)
untuk menghentikan sperma masuk.

 Bisa dipakai kapan saja sebelum coitus dan sebenarnya
lebih kuat dari kondom pria.

 Perlu dipastikan penis masuk kondom dan tidak
dimasukkan antara kondom dan dinding vagina.

 Keuntungan: menawarkan perlindungan terhadap infeksi
menular seksual, termasuk HIV / AIDS.

 Efektivitas: 95% jika digunakan dengan benar.
Reality  : The Female Condom

The female condom is a lubricated polyurethane sheath, similar in appearance to a male condom. It is inserted into
the vagina. The closed end covers the cervix. Like the male condom, it is intended for one-time use and then
discarded.
The sponge is inserted by the woman into the vagina and covers the cervix blocking sperm from entering the cervix.
The sponge also contains a spermicide that kills sperm. It is available without a prescription.
Mechanical Contraception: Diaphragms
 Diafragma atau topi adalah kubah karet yang dipasang oleh wanita di atas serviks
sebelum berhubungan seks, bertindak sebagai penghalang untuk menghentikan
sperma masuk ke rahim.

 Diafragma harus digunakan dengan krim spermisida, jelly atau pessaries yang
mengandung zat kimia yang membunuh sperma.

 Diafragma harus tetap di tempat selama enam jam setelah berhubungan seks.

 Kelebihan: hanya perlu digunakan saat pasangan melakukan hubungan seks

 Kekurangan: Spermisida dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

 Efektivitas: 92% -96% jika digunakan dengan benar.
DIAPHRAGM

The diaphragm is a flexible rubber cup that is filled with
spermicide and self-inserted over the cervix prior to
intercourse. The device is left in place several hours after
intercourse. The diaphragm is a prescribed device fitted by a
health care professional and is more expensive than other
barrier methods, such as condoms
Mechanical Contraception: Spermicidal

 Berbentuk krim, gel atau spons yang mengandung zat
kimia yang membunuh sperma.
 Tidak efektif bila digunakan sendiri (tingkat efektifitas
76%), lebih efektif jika digunakan bersama metode
penghalang kontrasepsi tertentu seperti diafragma,
kondom, dll
Mechanical Contraception: IUD
 IUD - juga dikenal sebagai Coil - adalah perangkat plastik
dan tembaga kecil, yang biasanya berbentuk seperti 'T', yang
dipasang ke rahim wanita dengan prosedur sederhana.
 Bekerja dengan mencegah sel telur menetap di rahim. IUD
dapat bertahan selama lima tahun – terkadang 10 tahun.
 Keuntungan: praktis dan bertahan untuk waktu yang lama.
 Pertimbangan: Ada risiko infeksi yang lebih tinggi untuk
wanita dengan lebih dari satu pasangan. Hal ini dapat
menyebabkan periode menstruasi yang lebih berat dan lebih
menyakitkan.
 Efektivitas: 98% -99%.
Intrauterine Device (IUD)
 Benda berbentuk T
ditempatkan di rahim
untuk mencegah kehamilan.

 Harus pada saat menstruasi
pada saat pemasangan.

 Harus dalam hubungan
monogami
The intrauterine device (IUD) shown uses copper as the active contraceptive, others use
progesterone in a plastic device. IUDs are very effective at preventing pregnancy (less than 2%
chance per year for the progesterone IUD, less than 1% chance per year for the copper IUD). IUDs
come with increased risk of ectopic pregnancy and perforation of the uterus and do not protect
against sexually transmitted disease. IUDs are prescribed and placed by health care providers.
Mechanical Contraception:Vaginal Sponge

 Sponsepsi kontrasepsi vagina adalah spons
sintetis lembut yang jenuh dengan
spermisida. Sebelum melakukan hubungan
intim, spons dibasahi, dimasukkan ke dalam
vagina, dan diletakkan di atas leher rahim.

 Setelah bersenggama, spons dibiarkan di
tempat selama 6 sampai 8 jam. Hal ini sangat
mirip dengan diafragma sebagai mekanisme
penghalang.
Sponge

The sponge is inserted by the woman into the vagina and covers the cervix
blocking sperm from entering the cervix. The sponge also contains a
spermicide that kills sperm. It is available without a prescription
Hormonal Contraception
 Skin patch
 Vaginal ring
 Pills ( Combined & Minipill )
 Injection
 Implant
Hormonal Contraception: Skin Patch
 Patch Kontrasepsi terlihat seperti aid
band-square. Ditempelkan pada perut,
bokong, lengan atas, atau badan bagian atas.

 Patch diubah setiap minggu untuk jadwal 3
minggu dan 1 minggu libur.

 Bekerja dengan perlahan melepaskan
kombinasi hormon estrogen dan progestin
melalui kulit. Hormon ini mencegah
ovulasi (pelepasan telur dari ovarium) dan
menebalkan lendir serviks, menciptakan
penghalang untuk mencegah sperma
memasuki rahim.

 Efektivitas: Bila digunakan dengan benar,
kira-kira 99% efektif sebagai alat
kontrasepsi kecuali untuk wanita dengan
berat 198 pound atau lebih.
Hormonal Contraception:Vaginal Ring
 Cincin vagina yang lembut dan fleksibel, berdiameter 2
inci, menghasilkan estrogen dan progestin dosis rendah
ke dalam tubuh.

 Membantu mencegah kehamilan dengan menekan
ovulasi dan menebalkan lendir serviks, yang membantu
menghalangi sperma memasuki rahim.

 Cincin itu dimasukkan ke dalam vagina dan dibiarkan
selama 3 minggu. Saat menstruasi dilepas selama 1
minggu dan setelahnya sebuah cincin baru dimasukkan
setelah "istirahat" 1 minggu.

 Cincin vagina setidaknya 98 persen efektif dengan
penggunaan sempurna, mengacu pada penggunaan yang
selalu benar dan konsisten.
Hormonal Contraception: Combined Pill
 Merupakan tipe yang paling umum digunakan, mengandung dua hormon
Estrogen dan Progesteron yang mencegah sel telur terlepas dari ovarium wanita
setiap bulannya.

 Pil kombinasi dapat mengurangi sindrom pra menstruasi (PMS) dan nyeri
periode.

 Keuntungan: Pil tidak mengganggu spontanitas seks.

 Riwayat medis lengkap sangat penting karena pil tidak sesuai untuk wanita yang
memiliki kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi, penyakit peredaran darah
atau diabetes. Wanita di atas usia 35 yang merokok atau sangat kelebihan berat
badan disarankan untuk memilih metode kontrasepsi lain.

 Pil kombinasi tidak efektif jika diminum terlambat lebih dari 12 jam atau jika
mengalami muntah dan diare. Beberapa obat seperti antibiotik juga bisa
mempengaruhi efektifitasnya.

 Efektivitas: 99% jika dikonsumsi dengan benar
Hormonal Contraception:
Progesterone-only pill (mini pill)

 Berbeda dengan pil kombinasi, pil ini hanya mengandung hormon Progesteron.
Bekerja dengan menebalkan lendir serviks, yang bertindak sebagai penghalang
untuk menghentikan sperma memasuki rahim. Hal ini juga membuat lapisan
rahim lebih tipis, untuk mencegahnya menerima sel telur yang telah dibuahi.

 Jenis pil ini bagus untuk wanita yang sedang menyusui, wanita yang lebih tua,
perokok dan lainnya yang tidak bisa menggunakan pil kombinasi. Hal ini juga
dapat membantu dengan sindrom pra menstruasi (PMS) dan periode yang
menyakitkan.

 Keuntungan: tidak mengganggu spontanitas seks.

 Diminum pada waktu yang sama setiap hari atau paling banyak terlambat tiga
jam. Tidak akan berhasil jika terlambat lebih dari tiga jam, atau jika muntah dan
diare.

 Efektivitas: 98% jika digunakan dengan benar.
Emergency Contraception
 Harus dikonsumsi dalam 72 jam setelah coitus atau saat metode
kontrasepsi gagal

 Harus diperoleh dengan resep dokter

 Efektif mencegah kehamilan 75-84%
Birth Control Pills

 Dapat mencegah kehamilan
 Aman dan efektif jika digunakan dengan benar
 Efektifitas lebih dari 99%
 Wanita harus melakukan pap smear untuk mendapatkan resep pil KB
 Tidak mencegah terjadinya STD’s
Bagaimana pil bekerja?
 Menghentikan ovulasi
 Menipiskan lapisan dinding uterus
 Menebalkan lendir serviks
Hormonal Contraception: Injection

 Merupakan suntikan hormon yang
memberikan alternatif pengobatan yang
lebih lama. Bekerja dengan perlahan
melepaskan hormon progesteron ke
dalam tubuh untuk menghentikan ovulasi.
Setiap suntikan berlangsung selama 8-12
minggu.

 Cara kerja sama dengan pil KB

 Keunggulan: Berbeda dengan pil yang
tidak perlu diingat untuk mengkonsumsi
tablet setiap hari. menstruasi bisa menjadi
tidak teratur atau berhenti sama sekali.
Perlu waktu lebih dari satu tahun agar
kesuburan bisa kembali normal setelah
menghentikan suntikan kontrasepsi, jadi
jika pasien berencana untuk memulai
sebuah keluarga dalam waktu dekat,
mungkin tidak sesuai.

 Efektivitas: 99%.
Injection..
 Perdarahan menstruasi yang sangat tidak
teratur dan bercak selama 3-6 bulan
 Tidak mengalami mentruasi setelah 3-6
bulan
 Perubahan berat badan
 Nyeri pada payudara
 Perubahan suasana hati

*efek samping ini tidak dirasakan setiap
wanita!
Hormonal Contraception: Implant

 Tongkat kecil berisi hormon progesteron yang
dimasukkan di bawah kulit di lengan.
 Hormon ini perlahan dilepaskan ke dalam tubuh,
mencegah telur terlepas dari ovarium, mencegah
sperma mencapai telur atau mencegah telur
menetap di rahim.
 Keuntungan: implan adalah metode yang baik untuk
wanita yang menginginkan kontrasepsi jangka
panjang, karena setiap implan berlangsung selama
tiga tahun.
 Mentruasi bisa menjadi tidak teratur atau berhenti
sama sekali.
 Efektivitas: 99%.
Norplant I vs. Norplant II
 Six capsules  Two capsules
 Five years  Three years

The pill works in several ways to prevent pregnancy. The
pill suppresses ovulation so that an egg is not released
from the ovaries, and changes the cervical mucus, causing
it to become thicker and making it more difficult for
sperm to swim into the womb. The pill also does not
allow the lining of the womb to develop enough to
receive and nurture a fertilized egg. This method of birth
control offers no protection against sexually-transmitted
diseases.
Norplant Implant
Efek Samping KB Hormonal
 Mual
 Penambahan berat badan
 Sakit kepala
 Nyeri tekan payudara
 Perdarahan
 Infeksi vagina
 Hipertensi ringan
 Depresi
Kontraindikasi Pemakaian KB
Hormonal

 Menyusui
 Riwayat keluarga stroke
 Riwayat thromboembolic disease
 Riwayat penyakit liver
 Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis
Surgical Contraception: Male sterilization
 Operasi kecil (bedah minor)
yang dilakukan untuk
mencegah transportasi
sperma.

 Vasektomi merupakan
prosedur yang sangat efektif
untuk mencegah terjadinya
kehamilan karena bersifat
permanen.

 Pada kondisi vasektomi sperma
tidak dapat melalui saluran vas
deferens sehingga akan larut
atau terserap oleh tubuh.
During a vasectomy (“cutting the vas”) a urologist cuts and
ligates (ties off) the ductus deferens. Sperm are still produced
but cannot exit the body. Sperm eventually deteriorate and
are phagocytized. A man is sterile, but because testosterone
is still produced he retains his sex drive and secondary sex
characteristics.
Surgical Contraception: Female sterilization

 Tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur
(tuba fallopi) sehingga sel telur tidak bisa memasuki
rahim untuk dibuahi. Tubektomi bersifat permanen.

Surgical sterilization which
permanently prevents the transport
of the egg to the uterus by means of
sealing the fallopian tubes is called
tubal ligation, commonly called
"having one's tubes tied." This
operation can be performed
laparoscopically or in conjunction
with a Cesarean section, after the
baby is delivered. Tubal ligation is
considered permanent, but surgical
reversal can be performed in some
cases
LAPAROSCOPY-’BAND-AID’
STERILIZATION
Selamat Belajar

TERIMA KASIH