You are on page 1of 7

PAPARAN BIRO PERENCANAAN

TENTANG
REALISASI ANGGARAN KEMENPERIN DAN RKA-KL TAHUN 2016

JAKARTA, 2 SEPTEMBER 2015
1
REALISASI ANGGARAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
Realisasi Anggaran Kementerian Perindustrian s.d 31 Agustus 2015 sebesar
Rp. 1,2 Triliun atau 26,15% dari pagu anggaran sebesar Rp. 4,593 triliun. Namun
realisasi secara fisik telah mencapai sekitar 36%. Realisasi terbesar hingga 31
Agustus 2015 terjadi pada BPPI yang telah mencapai 51,50%, sedangkan realisasi
terendah pada Direktorat Jenderal PPI dibawah 10%. Sedangkan pada unit
Sekretariat Jenderal sendiri realisasi telah mencapai 38,37.
Secara rinci untuk masing-masing unit kerja ditampilkan pada tabel
dibawah.
Tabel 1. Realisasi Kementerian Perindustrian Per Unit Eselon I s.d 31 Agustus 2015
(Dalam ribu rupiah)
Realisasi s/d
Target s/d 31 Agustus 2015
Unit Pagu Anggaran 31-Agustus-15
(Rp) (%) Realisasi (%)
SETJEN 1.160.007.396 888.449.665 76,59 445.058.804 38,37
DITJEN IA 354.789.761 169.589.506 47,8 59.128.268 16,67
DITJEN IKTA (d/h Ditjen BIM) 354.575.743 129.420.146 36,5 104.136.250 29,37
DITJEN ILMATE (d/h Ditjen IUBTT) 369.035.768 171.823.054 46,56 60.492.496 16,39
DITJEN IKM 622.945.133 378.563.757 60,77 117.150.332 18,81
ITJEN 46.179.969 34.824.315 75,41 21.228.652 45,97
BPPI (d/h BPKIMI) 564.260.145 286.362.024 50,75 290.593.035 51,50
DITJEN PPI 1.071.892.000 515.044.106 48,05 80.207.935 7,48
DITJEN KPAII (d/h Ditjen KII) 49.860.699 31.806.140 63,79 23.269.654 46,67
TOTAL 4.593.546.614 2.605.882.712 56,73 1.201.265.426 26,15
Berkenaan dengan realisasi anggaran, Kementerian Perindustrian telah
melakukan langkah-langkah strategis dan berkoordinasi dengan Unit/Satuan Kerja
untuk meningkatkan percepatan penyerapan anggaran. 2
Kendala dan Hambatan yang dihadapi dalam merealisasikan anggaran, antara lain:
1. Adanya anggaran APBNP sebesar Rp. 4,593 Triliun yang turun pada bulan Mei yang sebagian
besar kegiatannya masih dibintangi dan baru selesai proses buka blokirnya pada bulan Juli.
2. Kegiatan Revitalisasi Gula sebesar Rp.153,9 Miliar yang tidak dapat dilaksanakan karena
Pabrik Gula Penerima Bantuan sudah mendapat tambahan alokasi anggaran dari Kementerian
BUMN berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).
3. UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Pasal 298 Ayat 5 (d) yang mengatur
terkait belanja hibah dan bantuan sosial dapat diberikan kepada badan, lembaga, dan
organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. Sementara itu calon penerima
bantuan mesin dan peralatan sebagian besar belum berbadan hukum khususnya calon
Wirausaha Baru, sehingga pemerintah daerah menolak hibah dari pemerintah pusat.
4. Beberapa kendala/hambatan pada kegiatan penumbuhan kawasan industri, antara lain:
a. Pembangunan Jalan Poros Halmahera Timur tidak dapat dilaksanakan disebabkan oleh
basic plan design yang dibuat tidak dilengkapi dengan data primer yang akurat sehingga
perlu dilakukan pekerjaan perencanaan teknis (DED) terlebih dahulu.
b. Pembebasan dan Pematangan Lahan di Palu dan Bitung tidak dapat dilakukan karena
proses penyiapan dokumen menjadi dokumen Pengadaan Tanah sesuai dengan UU
No.2/2012 memerlukan waktu kurang lebih 248 hari atau 8 bulan.
c. Pembangunan gedung, Peralatan Training Centre Building dan Sarana Sentra IKM di
kawasan industri Halmahera Timur, Morowali, dan Konawe, yang tidak dapat direalisasikan
karena adanya permasalahan terkait dengan tata ruang dan infrastruktur jaringan irigasi di
dalam Kawasan Industri serta waktu konstruksi dan sumber daya yang tersedia tidak
memungkinkan.
5. Belum diajukannya tagihan terhadap beberapa termin pembayaran yang sudah jatuh tempo
oleh pihak ke-3.
3
Langkah-Langkah Percepatan:
1. Mempercepat proses revisi anggaran dan pencairan tanda bintang.
2. Melakukan percepatan proses lelang pengadaan barang dan jasa yang
dilakukan oleh ULP.
3. Realokasi kegiatan revitalisasi gula sebesar Rp.153,9 Miliar untuk mendukung
program hilirisasi dan peningkatan daya saing industri agro.
4. Melakukan revisi anggaran dari bantuan pengadaan bahan mesin peralatan
kepada kegiatan peningkatan kemampuan SDM dan fasilitasi pembentukan
badan hukum IKM binaan (koperasi).
5. Mengusulkan pemanfaatan anggaran pada kegiatan penambahan kawasan
industri yang tidak dapat dilaksanakan (realokasi anggaran) untuk kegiatan
prioritas lain sesuai dengan RPJMN 2015-2019 dan Renstra 2015-2019.
6. Mendorong proses pembayaran uang muka atau penyelesaian pembayaran
untuk termin yang sudah jatuh tempo untuk ditagihkan oleh pihak ketiga.
7. Mempercepat kegiatan-kegiatan swakelola.

4
RKA-KL TAHUN 2016

Berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S-505/MK.02/2015 tanggal 7 Juli
2015 tentang Pagu Anggaran Kementerian / Lembaga dan Penyelesaian Rencana
Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga TA 2016, pagu anggaran Kemenperin
TA 2016 adalah sebesar Rp. 3.339.228.559.000,- atau mengalami penurunan
pagu anggaran sebesar Rp. 576.907.459.000,- dari alokasi pagu awal sebesar
Rp 3.916.136.018.000,- dengan rincian sebagai berikut::
a. Alokasi Belanja Pegawai sebesar: Rp 634.677.000.000,-
b. Alokasi Belanja Operasional sebesar Rp 172.490.000.000,-
c. Alokasi Belanja Non-Operasional sebesar Rp 2.532.061.559.000,- termasuk
didalamnya Fungsi Pendidikan sebesar Rp. 370.275.000.000,-

5
Tabel 2. Pagu Anggaran Kementerian Perindustrian Per Program Tahun 2016
(Dalam ribu rupiah)
BELANJA NON- PENGURANGAN / PENAMBAHAN PAGU
BELANJA BELANJA OPERASIONAL
No Program OPERASIONAL PAGU ANGGARAN 2016 ANGGARAN
PEGAWAI
RM PNBP RM PNBP RM PNBP / BLU TOTAL 2016
(11) = (3 + 4 +
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
5 + 6 + 7 + 10)
1 Program Penumbuhan dan 21.902.000 1.469.000 - 279.333.000 - (58.000.000) - (58.000.000) 244.704.000
Pengembangan Industri Logam, Kimia,
Tekstil dan Aneka
2 Program Penumbuhan dan 17.684.000 1.169.000 - 226.903.000 - (30.000.000) - (30.000.000) 215.756.000
Pengembangan Industri Berbasis Agro
3 Program Penumbuhan dan 19.859.000 2.063.000 - 209.137.000 - (30.212.452) - (30.212.452) 200.846.548
Pengembangan Industri Alat
Transportasi, Mesin, Elektronika dan Alat
Pertahanan
4 Program Penumbuhan dan 21.876.000 1.137.000 - 506.655.000 - (96.800.000) - (96.800.000) 432.868.000
Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah
5 Program Penumbuhan dan 11.845.000 2.048.000 - 639.100.000 - (112.500.000) - (112.500.000) 540.493.000
Pengembangan Perwilayahan
Persebaran Industri
6 Program Pengamanan Industri dan 13.541.000 2.016.000 - 34.705.000 - - - - 50.262.000
Kerjasama Internasional
7 Program Pengembangan Teknologi dan 266.839.000 56.526.953 14.958.649 303.589.047 135.395.814 (206.633.436) 200.000 (206.433.436) 570.876.027
Kebijakan Industri
8 Program Peningkatan Pengawasan dan 12.673.000 1.807.000 - 35.089.000 - - - - 49.569.000
Akuntabilitas Aparatur Kementerian
Perindustrian

9 Program Pengembangan SDM Industri 248.458.000 104.254.047 3.225.005 659.551.971 45.403.532 (45.000.000) 2.038.429 (42.961.571) 1.017.930.984
dan Dukungan Manajemen Kementerian
Perindustrian

10 Program Peningkatan Sarana dan - - - 15.923.000 - - - - 15.923.000
Prasarana Aparatur Kementerian
Perindustrian

TOTAL 634.677.000 172.490.000 18.183.654 2.909.986.018 180.799.346 (579.145.888) 2.238.429 (576.907.459) 3.339.228.559

6
Terima Kasih

7