You are on page 1of 25

ANALISA SITUASI DAN STRATEGI PENGENDALIAN

PROGRAM TBC
PROVINSI JAWA TIMUR 2018

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR


Disampaikan dalam
Rapat Koordinasi dengan Dinkes Prov Jatim dalam Rangka Preparation plain Daerah Baru Community TB Care
Aisyiyah Jawa Timur
TAHAPAN PENGENDALIAN PENYAKIT

2020 2030 2050


TBC CDR : > 75% Tidak Ada Kasus
SR : > 90% Insidens menurun 80%
MDR : CDR > 80%, SR >75% Mortalitas menurun 90%
baru

REDUKSI ELIMINASI ERADIKASI

2
1. MISSING CASES
LEBIH DARI SEPARUH PASIEN TBC YANG DITANGANI DAN
TIDAK TERLAPORKAN DI INDONESIA
730.000 kasus TBC sudah
Insidens TBC
diobati di fasilitas layanan
1.020.000
1200 kesehatan
(WHO, 2017)
(Hasil Sementara Inventory
study 2017)
1000
Belum Terjangkau dan 290.000 kasus TBC
belum terjangkau dan
Belum Terdeteksi terdeteksi
800
(unreacheable and Penemuan kasus
undetected) : 28,4%
seharusnya 71,6%,
Belum Terlaporkan
600
659.435 369.435 kasus TBC tetapi baru 35,4%
64,6% belum dilaporkan sudah diobati namun yang terlaporkan
belum dilaporkan
400
(Under reported) :
(36,2% under
36,2% reporting)
200
360.565
360.565 kasus TBC
35,4% sudah dilaporkan di SITT
sudah dilaporkan ke
0 SITT (35,4%)
1990
1993
1996
1999
2002
2005
2008
2011
2014
PETA CASE DETECTION RATE INDONESIA TAHUN 2017

140%
124%
120%

100%
85%
78%
80%
68%
58% 56% 47%
60% 54% 53% 51%
48% 48% 45%
44% 43%
40%
40% 34% 34% 33% 32% 32% 31%
30% 29% 28% 28% 28% 28% 28%
27% 26% 25% 24%
23%
16%
20%

0%

GORONTALO
SULUT

PAPUA BARAT

INDONESIA
DKI JAKARTA

JATIM

NTB
RIAU

NTT

BENGKULU

BALI
PAPUA

KALTENG

ACEH
JABAR

SUMUT

SULBAR

SULTRA
MALUKU

KALTARA

MALUT

SULSEL

DIY
KALTIM

SUMBAR

KEPRI

SULTENG

BABEL

LAMPUNG
JATENG

SUMSEL

JAMBI
BANTEN

KALBAR
KALSEL
Data per 24 Maret 2018 5
PENINGKATAN PENEMUAN TBC (CDR) DI INDONESIA
TAHUN 2017
100%

80% Upaya yang dilakukan :


1.Kampanye TOSS TBC:
Case Detection Rate (CDR) TBC, penemuan aktif
60%
Indonesia Tahun 2000-2017 2.Perluasan layanan TBC
45% melalui Public Private Mix
40% 35%
3.Terintegrasi dengan
32% 33% 32% 31% 32%
26%
28% 28%
30% 29% 30% pendekatan PIS PK dalam
18%
22% melakukan kunjungan
20% 16%
rumah dan skrining kontak
8% 9%
4.Penggunaan alat
0% diagnostik baru
2010
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017
5.Penguatan Surveilans TBC
Data per 24 Maret 2018
% CASE DETECTION RATE (CDR) KAB/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2017
KOTA MALANG 129
KOTA MADIUN 112
KOTA MOJOKERTO 108
KOTA SURABAYA 75
KOTA PASURUAN 74
KOTA KEDIRI 74
TUBAN 61
KOTA BLITAR 59
SITUBONDO 59
LAMONGAN 58
KOTA PROBOLINGGO 56
GRESIK 54
BOJONEGORO 52
MADIUN 52
SUMENEP 49
PASURUAN 48
JEMBER 48
PAMEKASAN 45
SAMPANG 44
BANYUWANGI 43
LUMAJANG 43
SIDOARJO 43
PONOROGO 39
BANGKALAN 38
KEDIRI 37
NGAWI 36
JOMBANG 35
TULUNGAGUNG 34
PROBOLINGGO 32
MALANG 27
BONDOWOSO 27
MAGETAN 25
TRENGGALEK 20
BLITAR 19
MOJOKERTO 18
KOTA BATU 18
NGANJUK 18
PACITAN 14

10 30 50 70 90 110 130
Update per 24 Maret 2018
PETA CDR PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017
2. COMPLIANCE
PETA SUCCESS RATE INDONESIA TAHUN 2017

95% 94% 94% 93% 92% 92% 91%


100% 91% 91% 91% 90% 90% 90% 89% 89% 88% 88% 88% 88% 87% 86% 86% 86% 87%
90% 85% 85% 85% 84% 82% 81%
79% 79%
80% 75% 74%
70%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

PAPUA…
GORONTALO

PAPUA

INDONESIA
NTB

JATIM

SULUT
NTT

BENGKULU

BALI

DKI JAKARTA
RIAU
ACEH

KALTENG
SULTRA

SULBAR

JABAR

SULSEL

SUMUT
LAMPUNG

KALTIM

SULTENG

DIY

MALUT
BABEL

MALUKU

KALTARA
SUMBAR

KEPRI
SUMSEL

JAMBI

JATENG
KALBAR

BANTEN
KALSEL

10
ANGKA SUCCESS RATE (SR)/KEBERHASILAN PENGOBATAN TBC
DI INDONESIA TAHUN 2017
100%

92%
90% 89% 90% 90% 90% 89%
88% 88% 88% 88% 87% 87%
80% 86% 85% 85% 85%
84%

Upaya yang dilakukan:


1. Memastikan ketersediaan OAT
60%
2. Memastikan setiap pasien TBC mendapatkan tatalaksana TBC sesuai
standar
40% 3. Memastikan Pengawas Menelan Obat (PMO) menjalankan tugasnya
dengan tepat
4. Penanganan efek samping secepatnya
20% 5. Pelacakan kasus mangkir
6. Memastikan hasil akhir pengobatan TB terlaporkan dengan lengkap,
akurat, dan tepat waktu
0%
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017
Data per 24 Maret 2018
SR KAB/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017
BOJONEGORO 99.0
MOJOKERTO 96.7
PAMEKASAN 96.6
NGANJUK 95.5
MADIUN 95.4
LUMAJANG 95.4
SITUBONDO 95.2
LAMONGAN 94.1
BANGKALAN 94.0
MAGETAN 93.8
KEDIRI 93.8
GRESIK 93.4
TRENGGALEK 93.3
TUBAN 93.2
JEMBER 93.1
PASURUAN 92.1
SUMENEP 92.0
BANYUWANGI 91.5
KOTA MADIUN 90.1
KOTA MOJOKERTO 89.7
PONOROGO 89.5
PROBOLINGGO 89.5
JOMBANG 88.4
SIDOARJO 88.0
BLITAR 87.7
MALANG 87.6 Target ≥
TULUNGAGUNG 87.5
KOTA SURABAYA 86.6 90%
BONDOWOSO 85.2
NGAWI 85.0
KOTA PROBOLINGGO 84.6
KOTA MALANG 83.9
KOTA BATU 83.2
KOTA PASURUAN 82.7
KOTA KEDIRI 81.2
SAMPANG 81.0
KOTA BLITAR 78.5
PACITAN 78.2
Update
0 per 24 10
Maret 201820 30 40 50 60 70 80 90 100
PETA SR PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017
DIAGRAM SCATTER SR 2016 DAN CDR 2017 JATIM
Target SR >= 90 % dan CDR >= 100 % dari masing-masing target
180
TUBAN
170
KOTA MALANG
160

150

140

130
KOTA SURABAYA
120
BOJONEGORO
110 KOTA MADIUN
SIDOARJO GRESIK
100
SITUBONDO
PONOROGO
MALANG KOTA MOJOKERTO
PASURUAN
90 KOTA KEDIRI KOTA PROBOLINGGOTULUNGAGUNG JATIM
NGAWI KEDIRI
BANYUWANGI
NGANJUK SAMPANG BONDOWOSO JOMBANG JEMBER MADIUN
80 KOTA PASURUAN LUMAJANG
% KOTA BLITAR
LAMONGAN
BANGKALAN PAMEKASAN
CDR 70
BLITAR SUMENEP
PROBOLINGGO TRENGGALEK
60
PACITAN KOTA BATU
50 MAGETAN MOJOKERTO

40
70 80 90 100

% SR
3. PENANGGULANGAN TBC RESISTAN OBAT
360 RUMAH SAKIT DAN BALKES
PELAKSANA LAYANAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT
10 RS RUJUKAN TB RESISTEN OBAT DI JAWA TIMUR
1. RSUD dr. Soetomo Surabaya
2. RSUD dr. Saiful Anwar Malang
3. RS Paru Jember
4. RSUD dr. Soedono Madiun
5. RSUD dr. Iskak Tulungagung
6. RSUD Ibnu Sina Gresik
7. RSUD Jombang
8. RSD Soebandi Jember
9. RSUD Sidoarjo
10. RSU Haji Surabaya
PENEMUAN TBC RO PROV JAWA TIMUR
(THN 2013 – 2017)

30000 28353

25000

TERDUGA TERKONFIRMASI DIOBATI


20000

15000

10000

5182
5000
2798
2013
242 83 51 481149 93 573177106 882258189 300196 332228 359242 955501
58 32 18
0
18
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
JUMLAH TERDUGA DAN KASUS TBC RO PER KAB/KOTA (TAHUN 2017)
NAMA TERKON- NAMA TERKON-
No KABUPATEN TERDUGA FIRMASI DIOBATI No KABUPATEN TERDUGA FIRMASI DIOBATI
1 BANGKALAN 562 28 9 20 LUMAJANG 305 20 12
2 BANYUWANGI 277 17 8 21 MADIUN 334 2 2
3 BLITAR 623 21 12 22 MAGETAN 139 2 2
4 BOJONEGORO 491 14 7 23 MALANG 2961 46 23
5 BONDOWOSO 545 15 2 24 MOJOKERTO 218 10 7
6 GRESIK 1862 74 50 25 NGANJUK 115 9 5
7 JEMBER 4862 122 66 26 NGAWI 176 4 4
8 JOMBANG 1071 21 16 27 PACITAN 152 5 3
9 KEDIRI 560 50 25 28 PAMEKASAN 219 9 1
10 KOTA BATU 184 1 0 29 PASURUAN 918 39 19
11 KOTA BLITAR 116 1 0 30 PONOROGO 485 7 5
12 KOTA KEDIRI 82 3 2 31 PROBOLINGGO 385 7 1
13 KOTA MADIUN 93 6 3 32 SAMPANG 435 30 10
14 KOTA MALANG 2719 24 15 33 SIDOARJO 706 56 34
15 KOTA MOJOKERTO 62 5 2 34 SITUBONDO 553 19 6
16 KOTA PASURUAN 401 25 6 35 SUMENEP 419 15 3
17 KOTA PROBOLINGGO 262 7 0 36 TRENGGALEK 391 6 4
18 KOTA SURABAYA 2252 145 86 37 TUBAN 156 18 19 11
ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN KASUS TB-MDR PER PROVINSI
DI INDONESIA TAHUN 2015
90 86
TARGET : 70%
80
69
67
70 64 63
61
57 56
60 55 54 53
51 50
47 48 47 47
50 46 46 46 44
44
41
40 36
33

30 22
20
11
10
0 0 0 0
0
SR TBC RESISTEN OBAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015
PACITAN 100%
NGAWI 100%
MOJOKERTO 100%
LUMAJANG 100%
BLITAR 100%
PASURUAN 90%
MALANG 70%
LAMONGAN 67%
BONDOWOSO 67%
MADIUN 50%
KOTA MADIUN 50%
JOMBANG 50%
GRESIK 46%
BANYUWANGI 40% Target ≥ 70%
KOTA SURABAYA 35%
JEMBER 35%
PROBOLINGGO 33%
MAGETAN 25%
KEDIRI 25%
BOJONEGORO 20%
BANGKALAN 17%
PONOROGO 0%
PAMEKASAN 0%
KOTA PROBOLINGGO 0%
KOTA PASURUAN 0%
KOTA MALANG 0%
KOTA BLITAR 0%
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
KEGIATAN PENCEGAHAN & PENGENDALIAN TUBERKULOSIS
(Permenkes No. 67 Tahun 2016)

Penemuan Pengobatan Kegiatan khusus


1. Tipe/kategori TB • Pengobatan TB
2. TB sensitif obat dan Resistan Obat jangka
Aktif Pasif/Intensif
resistan obat pendek
1. Pelacakan kontak 1. Pelibatan fasyankes • Pengobatan profilaksis
2. Skrining di tempat pemerintah-swasta 3. Paket obat : intensif -
TB laten
khusus 2. Jejaring Layanan lanjutan • Imunisasi BCG
3. Pengendalian faktor 3. Pemeriksaan 4. Pemantauan minum • Dukungan psikososial
risiko Laboratorium obat (pendampingan pasien
4. Promosi kesehatan 5. Penanganan Efek dan pemeberian
5. Transport sputum Intensif enabler)
Samping
6. Pelibatan Ponkesdes 1. Manajemen Layanan TB 6. Evaluasi hasil
terpadu (HIV, DM, pengobatan
rokok, penyakit paru,
Masif dll)
Skrining di tempat khusus 2. Pemeriksaan
(Rutan, lapas, tempat kerja, Laboratorium
asrama)

Cakupan Penemuan Keberhasilan Pengobatan


KEGIATAN PRIORITAS UNTUK PROGRAM TBC

Mengatasi Mengoptimalkan Mengakses yang Kegiatan khusus


Underreporting TBC RO
di Fasyankes yang sudah belum terjangkau
• Pelayanan TBC RO di
• Penerapan PPM dicapai • Penemuan dan 360 RS dan Balkes
berbasis kab/kota • Penguatan pelacakan kontak • Pengobatan TBC RO
• jangka pendek
Wajib Lapor dan surveilans • Skrining di tempat • Desentralisasi
Penguatan
surveilans • Peningkatan khusus layanan ke
• Pengendalian puskesmas
• Sinkronisasi dengan kepatuhan minum • Dukungan psikososial
BPJS (data dan faktor risiko (pendampingan
sistem rujuk balik) obat (PMO)
• Promosi kesehatan pasien dan
• Manajemen Layanan • Pelacakan pasien pemeberian enabler)
TBC yang • Penanganan efek
terintegrasi (HIV, mangkir samping
DM, gizi, rokok,
penyakit paru, dll)
UPAYA PERCEPATAN PENCAPAIAN TARGET
1. PPM berbasis Kabupaten/ Kota bekerja sama dengan koalisi profesi
2. Penemuan aktif dan masif melalui Pendekatan Keluarga
3. Penguatan surveilans aktif (penyisiran kasus, mandatory notification, berbasis IT)
4. Perluasan layanan TB melalui sinkronisasi JKN TB dan sinkronisasi laporan
5. Pelacakan kontak dan kasus mangkir serta penguatan peran PMO dan keluarga
dalam memastikan kepatuhan minum obat
6. Peran kader (peer group dan keluarga) sebagai pendamping minum obat
7. Ekspansi layanan TBC RO dan Pengobatan TBC RO Jangka Pendek
8. Melibatkan Perawat Ponkesdes dalam penemuan kasus TB dan Pengawasan
Menelan Obat (PMO)
9. Memperluas akses diagnosa dan layanan TB
10. Investigasi Kontak yang dilakukan oleh Puskesmas dan jejaringnya
TERIMA KASIH