You are on page 1of 31

Clinical Report Session

Sirosis Hepatis Dekompensata et causa
Hepatitis B

Oleh :
Utari Wulandari Safitri - G1A217050

Pembimbing :
dr. Hasan Basri, Sp.PD-KGH, FINASIM

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN/SMF PENYAKIT DALAM RSUD RADEN MATTAHER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018

Pendahuluan
Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan
stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang
ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan
pembentukan nodulus regeneratif. Gambaran ini terjadi
akibat adanya nekrosis hepatoselular.

Sirosis hati mengakibatkan terjadinya 35.000 kematian setiap
tahunnya di Amerika.

Lebih dari 40%pasien sirosis adalah asimptomatis sering tanpa
gejala sehingga kadang ditemukan padawaktu pasien
melakukan pemeriksaan rutin atau karena penyakit yang
lain.Penyebab munculnya sirosis hepatis di negara barat
tersering akibat alkoholik sedangkan di Indonesia kebanyakan
disebabkan akibat hepatitis B atau C

Identitas Pasien

Tn. A
51 tahun
Laki-laki
Pegawai swasta
Menikah
Islam
RT.02 Dusun Sungai
Bayur Muara Sebo

kuning. perlahan-lahan menerus dan tidak menghilang dan menegang pada seluruh walaupun telah beristirahat. terus membesar. perutnya ± 5 hari SMRS badan lemas. ± 3 minggu yang lalu kedua mata pasien berkurang jika pasien duduk. semakin bagian perut. . nyeri (-). memberat dari hari ke hari. Anamnesa Keluhan utama : Perut membesar sejak ± 7 hari SMRS. dan seluruh tubuh pasien berwarna nyeri dada (-). muncul perlahan-lahan ± 7 hari SMRS. RPS : ± 5 hari SMRS sesak nafas saat berjalan dan berbaring.

Riwayat Penyakit Dahulu KELUHAN SERUPA HT (-) DM (-) (-) Riwayat Penyakit Keluarga KELUHAN SERUPA (-) HT (-) DM (-) SAKIT SAKIT JANTUNG GINJAL(-) (-) .

MEMILIKI 3 ANAK HUBUNGAN KELUARGA DENGAN PASIEN BAIK . HUBUNGAN PEGAWAI KELUARGA MENIKAH SWASTA BAIK RIWAYAT PRIBADI DAN SOSIAL PASIEN BEKERJA SEBAGAI PEGAWAI SWASTA MENIKAH.

reguler. (BB :50 kg / TB : 160 cm) IMT 19.PEMERIKSAAN FISIK VITAL SIGN Keadaan Umum : Tampak sakit Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan Darah : 110/80 mmHg.53 kg/m2 . Pernapasan : 22 kali per menit Suhu : 36. Nadi : 88 kali per menit.8oC.

akral dingin.Bibir : Mukosa Hepar. normal • Hidung ascites dengan cara undulasi • BJ I – II : Dalam batas normal (+) • Vesikuler (+/+) • Mulutgallop (-). CRT < 2 detik.LAPORAN KASUS ABDOMEN Kepala Normocephal Leher: konjungtiva • Mata : JVP 5+2anemis I:cmH2o Cembung.(+/+) spider naevi (-) Striae (-). lien. deformitas Shifting dullness (+) (-). •Kering limpa sulit Rh (-/-) (+) dinilai • Pemeriksaan faring : Dalam batasEkstremitas murmur (-) normal • Wh (-/-) Superior :Sianosis P:(-). ulkus (-) . CRT < 2 detik. A: BU (+) menurun akral dingin. edema (+). Telinga : Dalam Paru batas Nyeri Tekan (-). ulkus (-) Inferior:Sianosis (-). caput medusa (-) sklera Kelenjar: ikterik Tidak ada (+/+) kelainan • JantungP: Soepel. edema (-). deformitas (-).

.

.

Primer Sirosis Hepatis dekompensata et causa hepatitis B Sekunder Ikterus et causa Sirosis Hepatis dekompensata et causa hepatitis B Anemia et causa Penyakit Kronis Hiperbilirubinemia Hipoalbuminemia Diagnosis Banding Ascites ec hepatoma .

anti HbsAg. Pemeriksaan yang Dianjurkan • SADT • Serologis  HbsAg. HCV anti HCV • USG Abdomen • Foto Rontgen Thoraks • Endoskopi • Biopsi Hati .

medikamentosa: Medikamentosa: • Tirah baring • . suhu) • Observasi berat badan. keseimbangan cairan (Input-Output) • Observasi darah rutin • Obeservasi elektrolit • Edukasi : Hindari mengkonsumsi makanan yang pedas dan asam. respirasi.5 mg • Pemasangan NGT • Observasi tanda-tanda vital (tekanan darah.Entecavir Tablet 1x0.Infus NaCl 20 tts/menit • Diet hati • .2 gram atau 90 • .Spironolakton Tablet 1x 100mg • Diet rendah garam 5.Curcumin Tablet 1x500 mg • Pemasangan kateter foley • . Tatalaksana Non. merokok dan alkohol . lingkar perut.Tranfusi Albumin 25% 1x 25 gr mmol/hari • . nadi.

Prognosis • Quo ad vitam : Dubia ad malam • Quo ad functionam : Dubia ad malam • Quo ad sanationam` : Dubia ad malam .

FOLLOW UP .

7 2018 (+) O : TD : 110/80 mmHg.70 . kaki bengkak . Perhatikan input dan output cairan O : TD : 120/80 mmHg. LP : 87 A : Ascites ec et causa Sirosis Hepatis dekompensata et causa hepatitis B P : . badan lemah . IVFD RL 20 gtt/menit . RR : 23x/i. tidak BAB (+). sesak . T: 36. T: LP: 86 370 A : Ascites ec et causa Sirosis Hepatis dekompensata et causa hepatitis B P : . Cefixime 2x1 gr . nyeri perut (+). RR : 22x/i. Liver Prime 3x 1 . Metronidazole infus ts IX .IVFD RL 20 gtt/menit .Albumin : 2. Tiofusin E 1000 16 S : Perut membesar berkurang (+).nyeri perut (+).Tangga Pemeriksaan Keterangan l 15 S : Perut membesar (+). N : 82 x/i. N : 79 x/i. tidak BAB (+). Mata Kuning Hasil Kimia Darah : April (+). NGT terpasang (residu berwarna hijau muda) April (-). Ceftriaksone vial 1 gr . badan lemah (+) . Bilas NGT 2018 (-).Diet hati lunak . Mata Kuning (+). Liver Prime 3x1 .

Metronidazole infus ts IX .40 A: Meteorismus ec et causa Sirosis Hepatis dekompensata et LP :85 causa hepatitis B P: . nyeri perut Memperhatikan input dan ouput cairan 2018 (+). VU. T: 36. T: 36. Liver Prime 3x 1 . N : 86 x/i. RR : 20x/i.50 pancreas. Ceftriaksone vial 1 gr . Ceftriaksone vial 1 gr . N : 82 x/i. RR : 20x/i. nyeri perut Kesan : Cirrosis hepatis.IVFD RL 20 gtt/menit . tidak BAB (-). badan lemah (+) O : TD : 120/80 mmHg. Mata Kuning (+). Liver Prime 3x 1 . Metronidazole infus ts IX 18April S : Perut membesar berkurang (+). badan lemah (+) efusi pleura bilateral splenomegaly ringan. ginjal. dengan ascites dan 2018 (+).17April S : Perut membesar berkurang (+).IVFD RL 20 gtt/menit LP: 85 . Mata Kuning (+). A : Meteorismus ec et causa Sirosis Hepatis dekompensata dalam batas et causa hepatitis B P: . O : TD : 110/80 mmHg. kandung empedu. aorta.

TINJAUAN PUSTAKA .

Siti. DEFINISI • Hepatitis B adalah Penyakit infeksi • Sirosis hati adalah penyakit hati akut yang menyebabkan kronis yang dicirikan dengan peradangan hati yang disebabkan distorsi arsitektur hati yang oleh Virus Hepatitis B. Sirosis Hati dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. akut • klasifikasi: 2. normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodul-nodul regenerasi sel hati. 2010. Jakarta: FK UI. Dekompensata 1. Kronik 1. Kompensata 2.668-673 . Nurdjanah. • 2 fase akut dan kronis : 1.

Diunduh www.WHO.net/mobile/ 3. Mortaliuty from viral hepatitis in the western pacific region in 2015.iint . Preetika Murya . Slideshare. 2 EPIDEMIOLOGI 3 2. Epidemiology prevention and control of viral hepatitis B . Diunduh www. Wpro.

Pathophysiology of cirrhosis to ascites. Diunduh https://evolve. PATOFISIOLOGI SIROSIS HEPATIS 5.com .elsevier.

Jakarta: FK UI. tatalakasana spesifik sesuai komplikasi 2. Volume I. . Lorraine MW. Sirosis. 2010. Edisi keenam. atau penggunaaan obat tertentu 3. EGC.668-673 7. Sirosis Hati. Pertimbangkan transplantasi hati 6. Jakarta: 2005. Sirosis Hati dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. Nurdjanah. Identifikasi dan tatalaksana faktor pencetus seperti seperti sepsis. tatalaksana 1. Lorraine MW. Siti.1:493- 501. Dalam: Sylvia AP.

Komplikasi • asites • varises esofagus • Ensefalopati hepatik • Spontaneus bacterial peritonitis 6.668-673 . 2010. Nurdjanah. Sirosis Hati dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. Jakarta: FK UI. Siti.

Ikterus dengan air kemih berwarna • Riwayat penyakit hepatitis B (+) seperti teh pekat • Riiwayat minum alkohol (+) . (-). bingung. 3-4x/hari. nyeri (-) . sesak nafas berkurang jika pasien duduk • ± 3 hari yang lalu kedua kakinya yang bengkak Gejala sirosis hepatis dekompensata • Tidak nafsu makan. Nurdjanah.Gangguan pembekuan darah. 6. . sukar konsentrasi. berat badan turun . muntah (-). Analisa kasus Anamnesa : (kasus) Gejala awal sirosis hepatis kompensata: • Tn. melena . rambut rontok .Selera makan berkurang berwarna kuning . darah (-). MA laki-laki 51 Tahun .668-673 . Sirosis Hati dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. sulit berkonsentrasi (-). muntah darah (-).Mual • ± 4 hari SMRS sesak nafas saat berjalan dan .Perubahan mental. epistaksis. . kuning-kecoklatan. gangguan gusi berdarah . 2010. lendir (- ). mudah lupa.Demam tidak begitu tinggii • BAB lancar. Siti.Perasaan kembung • ± 5 hari SMRS badan lemas . Jakarta: FK UI. siklus haid mudah lupa. (-) demam (-).Muntah darah. • Keluhan mual (-).Kerontokan rambut • BAK lancar . perdarahan gusi. 1-2 x hari.Berat badan menurun berbaring.Perasaan mudah lelah dan lemas • KU : ± 7 hari SMRS perut membesar • ± 3 minggu kedua mata pasien dan tubuh . ½ gelas kecoklatan seperti .Gangguan tidur teh pekat. agiitasi.

Nurdjanah. Pitting Asites edem (+) Asteriixiis bilateral Caput medusa Pelebaran vena kolateral 6. bising Jari gada hepatomegali usus (+) menurun Spelenomegali • Palmar eritem (+). Atrofi testis sklera ikterik (+/+) Ginekomastia • Asites (+). Jakarta: FK UI. 2010.undulasi (+). Sirosis Hati dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. Siti. Pemeriksaan fisik : (kasus) • Takipneu Ikterus • wajah tampak lesu Spider navi • Conjungtiva anemis (+/+). Alopesia pada dada dan ketiak perkusi pekak seluruh Eritema palmaris lapang abdomen.668-673 .

33 • SGOT dan SGPT meningkat HB:10. Jakarta: FK UI.4 • Hiperkalsemia • Hematokrit menurun • Hiperbilirubinemia • Hiperkalsemia • Hipoalbuminemia • Hiperbilirubinemia • Natrium menurun • Hipoalbuminemia • Kelainan hematologi : anemia. Sirosis Hati dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. leukopenia • SGOT dan SGPT meningkat • Usg : melihat sudut hati. homogenitas. Pemeriksaan penunjang: (kasus) • Anemia ringan (RBC : 3.668-673 . Siti. permukaan hati. • HBV HBS AG (+) adanya masa dan untuk • Kesan USG : sirosis hepatis. • Globulin meningkat trombositopenia. Nurdjanah. 2010. splenomegali dengan ascites dan efusi pleura bilateral splenomegali ringan 6. melihat asites.

lingkar perut. merokok dan alkohol . respirasi.2 gram atau atau 90 mmol/hari 90 mmol/hari • Observasi balance cairan • Pemasangan kateter foley • Pemasangan NGT • Observasi tanda-tanda vital (tekanan darah. TATALAKSANA (kasus) Teori : a.2 gram • Diet rendah garam 5. Non medikamentosa A. keseimbangan cairan (Input-Output) • Observasi darah rutin • Edukasi : Hindari mengkonsumsi makanan yang pedas dan asam. non medikamentosa • Tirah baring • Tirah baring • Diet hati • Diet rendah garam 5. nadi. suhu) • Observasi berat badan.

com . maksimal dosisnya 160 mg/hari. Jika • Tranfusi Albumin 25% 1x 25gr spironolakton tidak adekuat. Management Of ascites due to cirrhosis Diunduh https://evolve.elsevier. Pemberian furosemid bisa ditambah 9 dosisnya bila tidak ada respon.5 kg/hari. Teori: • Awalnya spironolakton dengan dosis 100- b. • Penggunaan albumin untuk pasien dengan sirosis hati dilandasi oleh pemahaman bahwa pada sirosis hati akan terjadi hipovolemia. tanpa adanya edema kaki atau • Spironolakton Tablet 1x 100mg 1 kg/hari dengan adanya edema kaki. Medikamentosa (kasus) 200 mg sekali sehari. Respon diuretik bisa • Infus NaCl 20 tts/menit dimonitor dengan penurunan berat badan 0. yang akan menyebabkan aktivasi sistem renin-angiotensin- aldosteron. 9. dikombinasi dengan furosemid dosis 20-40 mg/hari.

• Curcumin juga mampu meningkatkan gluthation S- transferase (GST) dan mampu menghambat beberapa faktor proinflamasi . 2012 . ekspresi gen dan replikasi virus hepatitis B melalui downregulation dari PGC-1α. • Curcumin sebagai hepatoprotektor diberikan tablet b. Konsesus nasional penatalaksanaan hepatitis B di indonesia. 10. PPHI. Efek kurkumin sebagai antioksidan yang • Curcumin Tablet 1x500 mg mampu menangkap ion superoksida dan memutus rantai • Vitamin B kompleks Tablet 1x10 mg antar ion superoksida (O2-) sehingga mencegah kerusakan sel hepar. Medikamentosa (kasus) 1x500 mg.

dan menterminasi pemanjangan rantai DNA. Analog nukleos(t)ida • Entecavir Tablet 1x0.idl . Peranan Virus yang Merugikan Bagi Kehidupan.co. 11 11 . Entecavir. berkompetisi dengan nukleosida atau nukleotida.5 mg bekerja dengan menghambat tempat berikatan polimerase virus. Diunduh dari http://literasibit.