You are on page 1of 13

ULKUS MOLE

Disusun Oleh:
z
Vindhita Ratiputri (1102014273)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kulit dan Kelamin


RSUD Pasar Rebo Jakarta
Periode 6 Agustus 2018 – 8 September 2018
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
z

Penyakit ulkus
Sinonim: genital akut
Chancroid
• Setempat

Dapat
Etiologi:
berinokulasi
Haemophilus
sendiri
ducreyi
(Autoinokulasi)
z
EPIDEMIOLOGI

Lebih sering dijumpai Dapat menjadi pembawa


pada laki-laki penyakit yang asimtomatik

 Penjaja seks
 Individu dengan kebersihan pribadi yang kurang
 Laki-laki yang tidak disirkumsisi
z
ETIOPATOGENESIS
Haemophilus ducreyi

 Bakteri basil Gram negatif


 Tidak berkapsul
 Anaerob fakultatif

PMN & makrofag Perkembangan


Masuk ke kulit dan/atau Tidak mampu
mengitari bakteri penyakit dari
membran mukosa dalam pustul menyingkirkan
bentuk pustular
melalui abrasi mikro bakteri
mikro  ulseratif

Cara penularan:
Hubungan seksual dengan
individu yang telah terinfeksi
z
MANIFESTASI KLINIS
Masa
inkubasi: Tanpa
3-7 hari gejala
prodromal
Penyebaran ulkus
• Autoinokulasi →
Menyebar ke perineum,
Ulkus anus, skrotum, tungkai
• Multipel, dangkal, tidak ada atas, atau abdomen
indurasi, sangat nyeri bagian bawah
Papul inflamasi • Bagian tepi bergaung,
rapuh, tidak rata, kulit atau
mukosa sekeliling ulkus
eritematosa
• Dasar ulkus dilapisi oleh
eksudat nekrotik kuning
keabu-abuan dan mudah
berdarah jika lapisan
tersebut diangkat
z
MANIFESTASI
KLINIS
Pada laki-laki:
 Predileksi ulkus: Di preputium,
frenulum, dan sulkus koronarius.
 Paling mudah terluka pada waktu
melakukan hubungan seksual.
 Ulkus terasa lebih nyeri
dibandingkan pada perempuan.
z
MANIFESTASI
KLINIS

Pada perempuan:
 Predileksi ulkus:

Di introitus, vestibulum
dan labia minor.
 Disuria, nyeri saat
defekasi, dispareunia,
atau duh vagina.
z
MANIFESTASI
KLINIS

Kissing lesions:
Lesi yang timbul pada permukaan
yang saling berhadapan.
z
Varian Ulkus Mole

• Terutama pada perempuan


berkaitan dengan folikel
• Lesi kecil, dangkal, dapat
Dwarf Transcient rambut di daerah labia
mirip herpes genitalis, mayor dan pubis
chancroid chancroid
relatif tidak nyeri • Pustul folikularis  ulkus
klasik

• Ulkus soliter dan besar,


granulomatosa, di lokasi • Ulkus angat dangkal,
Giant Phagedenic
bubo inguinal yang segera sembuh diikuti
chancroid chancroid
pecah, meluas bubo inguinal yang khas
melampui tepinya
z
Varian Ulkus Mole

• Ulkus nekrotik akibat • Papul berulserasi


infeksi sekunder granulomatosa, dapat
Phagadenic
fusospirocheta
Papular
menyerupai donovanosis
chancroid chancroid
• Menyebabkan destruksi atau kondilomalatum
luas genitalia

• Beberapa ulkus • Nyeri tanpa indurasi


Serpigenous bergabung, menyebar Mixed terdapat bersama
chancroid akibat perluasan ulkus chancroid dengan ulus sifilis
dan inokulasi sendiri • Masa inkubasi: 10-90 hari
z
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pewarnaan • Basil kecil Gram negatif yang


Gram berderet berpasangan

• Hasil yang cepat, spesifik


Tes PCR dan sensitivitas lebih baik
dibandingkan kultur
z
TATALAKSANA

Siprofloksasin 2 x 500 mg per oral selama 3 hari


Azitromisin 1 gram per oral dosis tunggal
Eritromisin 4 x 500 mg per oral selama 7 hari
Seftriakson 250 mg injeksi intramuskular dosis tunggal