You are on page 1of 60

INFEKSI MENULAR

SEKSUAL
By HAPSARI KARTIKA DEWI
DEFINISI

• Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri,
virus, parasit, atau jamur yang penularannya terutama melalui hubungan seksual
dari seseorang yang terinfeksi kepada mitra seksualnya.
• Penularan lain :
• Genito - genital
• Oro - genital
• Ano - genital
• Mano - genital
• Infeksi genital unspesifik
• Gonore
• Herpes simpleks
• Trikomoniasis
• Vaginal bakterial
• Sifilis
• Limfogranuloma venerium
• Ulkus mole
• Granuloma inguinale
• Acquired immune deficiency-syndrome (AIDS)
SIFILIS
• Penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri
Treponema pallidum yang merupakan bakteri gram negatif dan
berbentuk spiral
• Merupakan penyakit kronik dan bersifat sistemik
• Etiologi:
- Treponema pallidum ditemukan oleh SCHAUDINN dan HOFFMAN
(1905)
- Kuman ini termasuk :
Ordo : Spirochaetalis
Famili : Spirochaetaceae
Genus : Treponema
Sifilis Kongenital
• Kelainan yang didapat dari ibu ke janin
• Kelainan didapatkan pada kulit, mukosa, kelenjar,
• Klasifikasi berdasarkan klinis
hepar, lien, ginjal, pulmo, mata , tulang, SSP
• Dibagi menjadi : Dini, Lanjutan, Stigmata

Sifilis Akuisata (Didapat)
• Dibagi menjadi 2 yaitu Klinis (SI,SII dan SIII) serta
Epidemiologik
KLASIFIKASI
• Klasifikasi WHO berdasarkan epidemiologi

Sifilis Dini Menular
•Dalam 1 tahun sejak terinfeksi
•SI SII stadium rekuren dan stadium laten dini
•Ditemukan T.pallidum lesi kulit infeksi

Sifilis Lanjutan tak Menular
• Setelah 1 tahun sejak terinfeksi
• Tidak ditemukan T.pallidum pada lesi kulit
• Penularan hanya melalui ibu dan janin transplasenta
Sifilis Kongenita
Keratitis interstisialis

Sifilis Kongenita
Sunffle nose, crusting, nasal discharge
Sifilis Kongenita
Periostitis

Sifilis Kongenita
Early Congenital Syphilis

Sifilis Kongenita
Sifilis Akuisata
Penyakit ini dibagi dalam 3 stadium
Gejala Klinis
Sifilis Primer (SI)

• Masa tunas: 2-4 minggu

• Ulkus durum (afek primer) : soliter, dasar granulasi, atas serum,
tak bergaung, indolen, indurasi, sekitar tanda radang (-)

• Lokasi: pria:sulkus koronarius, wanita: labia mayora, labia minora

• Sembuh sendiri ( 3-10 minggu)

• 1 minggu ulkus → limfadenitis regional → soliter, tak sakit, tanda
radang (-) → kompleks primer

• SIFILIS D’EMBLEE → TAK ADA AFEK PRIMER
Sifilis Sekunder

• 6-8 minggu setelah SI
• Lamanya sampai 1 th
• Gejala konstitusi ringan
• Kelainan kulit berupa the great imitator
- Roseola
- Papul skuamosa, psoriasiform, kondiloma lata
- Pustula
• Mukosa
- Angina sifilitika eritematosa, kondiloma lata
- Plaque muqueuses
• Rambut: alopesia areata/difusa
• Kuku: onikia sifilitika
• Pada organ-organ lain
- Kel. Limfe : limfadenitis generalisata
- Mata : uveitis anterior
- Hepar : hepatitis
- Tulang : artritis
- Saraf : meningitis
Sifilis std II, Mucous patch - tongue

Sifilis II, Interstitial glossitis
SIFILIS AKUISITA – STADIUM LATEN DINI

• Tanda-tanda klinis (-), bersifat menular.
• Tes serologi darah (+) sedangkan tes likuor serebrospinalis (-)
• Penegakkan diagnosis  STS yang positif.

MDL/S/Peb/2006
SIFILIS AKUISITA – STADIUM REKURENS

• Terutama pada Sifilis yang tidak diobati atau yang mendapat pengobatan
yang tidak cukup
• Kelainan klinis seperti kelainan stadium II, namun juga dapat seperti seperti
kelainan stadium I.
• Kadang-kadang kelainan bersifat monorecidivr.
SIFILIS AKUISITA – STADIUM LANJUT
(TIDAK MENULAR)
STADIUM LATEN LANJUT
• Disebut laten lanjut > 2 tahun setelah infeksi.
• Kelainan klinis (-) dan hanya dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan STS
yang positif.
• Lamanya masa laten ini dapat berlangsung bertahun-tahun, bahkan dapat
berlangsung seumur hidup.
• Dapat diperiksa juga adakah skariks bekas SI pada alat genital atau colar of
Venus bekas SII
SIFILIS AKUISITA – STADIUM LANJUT
(TIDAK MENULAR)

STADIUM III
• Kelainan timbul 3 – 10 tahun sesudah stadium I
• Kelainan khas – guma : infiltrat berbatas tegas, bersifat kronis, cenderung
mengalami perkejuan (perlunakan) & pecah  ulkus
• Ulkus : dinding curam, dasar : jaringan nekrotik berwarna kuning keputihan (ulkus
gumosum) & bersifat destruktif & serpiginosa.

MDL/S/Peb/2006
Nasal perforation ec nasal gumma

Sifilis Stadium III, Large gumma
Sifilis III, Gumma on lower lip

Saddle Nose, Destruction nasal bone
Kelompok noduldi skrotum, lesi
khas ulkus punch-out

Lesi plak di lengan dengan nudul multipel
& ulkus yang khas
Lesi multipel dg pola sirsiner

Nodul multipel dg lesi krusta
Lesi di garis scalp
DIAGNOSIS
Pemeriksaan Pembantu Diagnosis Sifilis
• Pemeriksaan Treponema pallidum
• Tes Serologik Sifilis (STS)
• Pemeriksaan penunjang lain
Pemeriksaan Treponema pallidum
• Pengambilan serum dari lesi kulit
• Pemeriksaan mikroskop lapangan gelap melihat bentuk dan pergerakkan
Treponema yang dilakukan selama 3 hari berturut - turut
• Pewarnaan Burri (tinta hitam)  tidak adanya pergerakan Treponema, - T.
pallidum telah mati  kuman berwarna putih dikelilingi oleh lapang yang
berwarna gelap.
• Gerakannya memutar terhadap sumbunya dan bergerak perlahanlahan
melintasi lapang pandang
Serologi Tes sifilis (STS)
STS penting untuk diagnosis dan pengamatan hasil pengobatan.
• Prinsip pemeriksaan STS - mendeteksi bermacam antibodi yang berlainan akibat
infeksi T. pallidum.
• Ada 2 jenis : tes treponema (contoh : TPHA) dan non treponema (dengan
menggunakan kardiolipin, contoh : VDRL)
Terapi Sifilis
STADIUM I
Benzatin penisilin: total dose 4,8juta U dalam 1x seminggu
Atau Penisilin G Prokain dalam akua : 600.000 U per hari selama 10 hari
Atau Penisilin prokain + 2 % Aluminium Monostrerat dosis total 4,8juta U / 2x
seminggu dengan dosis 1,2juta tiap kalinya

SATDIUM II pengobatan sama dengan Stadium I

STADIUM LATEN
Benzatin Penisilin : 7,2 jt U (total dose)
Penisilin G Prokain : 12 jt U sda (total dose)
Penisilin G Prokain + 2 % aluminium Monostrearat : 7,2 jt U sda (total dose)
Dengan dosis yang sama dengan Stadium I
STADIUM III
Benzatin Penisilin : 9,6 jt U (total dose)
Penisilin G Prokain : 18 jt U sda
Penisilin G Prokain + 2 % aluminium Monostrearat : 9,6 jt U sda
Dengan dosis yang sama dengan Stadium I

BILA ALERGI PENISILIN
1. Tetrasiklin/eritromisin:4x500mg/hr ATAU Doksisiklin 2 x 100mg/hr
SI dan SII : 15 hari
Stadium Laten : 30 hari
2. Azitromisin: 1 x 500mg / hr → 10 hari
Limfogranuloma Venereum
• Penyakit menular seksual yang jarang, ditandai dengan limfadenopati
inguinal
• Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis
• Chlamydia trachomatis adalah bakteri intracelluer obligat
• Terdapat 15 serotipe C. trachomatis, namun pada infeksi LGV : L1, L2, L3
• Infeksi terjadi setelah kontak langsung dengan kulit atau membran
mukosa dari orang terinfksi. Organisme ini tidak menembus kulit yang
intak
LGV terbagi dalam 3 stadium :
1. Stadium 1 : lesi primer yang sering tidak dikenali sebagai LGV 
papul atau pustul yang dirasa nyeri di genital, biasanya cepet
sembuh
2. stadium 2 : terjadi 2-6 minggu setelah lesi primer. Ditandai dengan
rasa nyeri pada limfadenopati inguinal
3. Stadium 3 : yang lbih umum pada wanita, terjadi setelah beberapa
tahun sejak infeksi awal dan ditandai dengan proctocolitisj
DIAGNOSIS
• Diagnosis ditegakkan berdasar temuan klinis
• Pemeriksaan penunjang bisa dilakukan dengan aspirasi jarum untuk
mengambil jaringan untuk kemudian dikultur
TERAPI
• Terapi yang diberikan meliputi pemberian antibiotik yang sesuai dan
drainase pada lesi yang terinfeksi
• Doxisiklin 100 mg PO 2 x 1 selama 21 hari
• Eritromisin 500 mg 4 x 1 PO selama 21 hari
• Azitromisin 1 x 500mg PO selama 21 hari
Ulkus Mole
• UM – penyakit infeksi genital – akut, lokalisata, disebabkan oleh kuman
Streptobacillus ducreyi (Haemophilus ducreyi)
• Gambaran klinis :
Diawali dengan papul inflamasi yang cepat berkembang menjadi ulkus
nyeri dalam 1 – 2 hari. Gejala sistemik (-). Bagian tepi bergaung, rapuh,
tidak rata, kulit atau mukosa sekeliling ulkus eritematosa. Dasar ulkus
dilapi oleh eksudat nekrotik kuning keabu-abuan yang mudah berdarah
apabila lapisan diangkat
EPIDEMIOLOGI
• Penyakit ini bersifat endemik, tersebar - tropik & subtropik, t.u. di kota &
pelabuhan.
• Penularan (+)  hubungan seksual, secara kebetulan terinokulasi ke jari
dokter atau perawat
• Penyakit ini > diderita - kulit coklat.
• Pembawa kuman atau carrier kuman H ducreyi > banyak (+) wanita
tuna susila.
ETIOLOGI
• Basil Haemophilus ducreyi
• Gram negatif
• Halus, pendek-pendek
• Tidak berwarna
• Berspora
• Bagian ujungnya agak membundar - halter, tersusun memanjang seperti
rantai / rel kereta api.
• Masa inkubasi : 1 – 14 hari
• Autoinokulasi  Timbulnya lesi  lesinya multipel, biasanya di daerah
ekstra genital.
• Daerah predileksi di genital pada laki-laki berbeda dengan wanita.
• Lesi awal di daerah inokulasi : papul, kemudian  vesiko-pustul, lesi ini
dlm beberapa jam  pecah  ulkus
TEMPAT PREDILEKSI ULKUS MOLE
Daerah Genital

Laki-laki Wanita
Permukaan mukosa preputium bagian dalam Labium mayus
Frenulum Vulva
Sulkus koronarus Klitoris
Batang penis Fourchette
Dalam uretra Vestibuli
Skrotum perineum Uretra
Anus Serviks
Anus
MDL/UM/Peb/2006
Ekstra Genital

Lidah Umbilikus

Jari tangan Abdomen

Bibir Pubis

Payudara Paha

Konjungtiva Dada

Gejala sistemik: jarang
Bila ada : demam ringan / malaise ringan
Large single ulcer of the
prepurce

Multiple ulceration of the sulcus
corona

Multiple ulcerations of the sulcus
corona and the frenulum

Ulkus durum dg ulkus di KGB inguinal
Chancroid di penis, kissing effect

Ulkus mole
DIAGNOSIS
• Anamnesis dan gambaran klinis
• Perlu dipikirkan kemungkinan adanya infeksi campuran & perlu pemeriksaan
serologik untuk menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi sifilis.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratoium :
1. Pemeriksaan sediaan hapus
• Dinding ulkus yg menggaung
• Aspirasi bubo
• Dibuat  sediaan hapus pada gelas objek, pewarnaan Gram, Unna-
Pappenheim, Wright, Giemsa.
• Hanya sebanyak 30 – 50 % ditemukan basil streptobasil yang berwarna
merah tersusun berkelompok atau seperti gerombolan ikan / berderet
seperti rantai dg nanah biru kehijauan.
2. Biakan kuman
• Pus bubo / lesi, ditanamkan di media khusus seperti : Media
diinkubasikan - suhu 28 – 32 °C - 48 jam  tampak koloni kecil, bersih
dan cekung.

3. Pemeriksaan lab
• Teknik imunofluoresensi untuk menemukan adanya Antibodi.
4. Biopsi
• Gambaran histopatologi ditemukan :
 Daerah superfisial dasar ulkus: adanya neutrofil, fibrin, eritrosit &
jaringan nekrotik
 Daerah tengah ulkus: ditemukan pembuluh-pembuluh darah
kapiler baru disertai dg proliferasi sel-sel endotel, sehingga lumina
tersumbat & menimbulkan trombosis. Di samping itu jg terjadi
degenaratif ddg pembuluh darah.
 Daerah dalam ulkus: ditemukan infiltrat padat terdiri atas sel-sel
plasma & sel-sel limfoid.
• Pada pemeriksaan histopatologi jarang ditemukan kuman penyebab.
5. Tes kulit : Ito-Reenstierna
• Tes ini tidak digunakan lg - tidak spesifik. Vaksin yg digunakan : Dmeloos
yg terdiri dari 225 juta kuman mati/ml. Disuntikkan scr intradermal - 0,1 ml
 lengan bawah - fleksor. Sebagai kontrol, disuntik cairan pelarut scr
intradermal  lengan lain.
• Reaksi (+) : infiltrat dg diameter minimal 0,5 – 1 cm sth 48 jam dg kontrol (-
). Tes ini baru (+) 6 – 11 hari sth timbul ulkus mole & tetap (+) sp beb
tahun bahkan seumur hidup.

6. Auto-inokulasi
• Bahan  lesi, diiokulasi pd kulit sehat lengan bawah / paha ps yg telah
digores terlebih dahulu. Pada tempat tsb  ulkus mole (+). Cara ini kini
tidak digunakan lagi.
DIAGNOSIS BANDING
• Herpes genitalis (HG)
• Sifilis stadium I (S I) atau Ulkus durum (UD)
• Limfogranuloma venereum (LGV)
• Granuloma inguinale (GI)

MDL/UM/Peb/2006
DIAGNOSIS BANDING
Perbedaan ulkus durum & ulkus mole

Ulkus Durum Ulkus Mole
Etiologi T. Pallidum H. Ducreyi
Masa inkubasi 10 – 90 hari 1 – 14 hari
Jumlah lesi Soliter Multipel
Bentuk Bulat, bulat lonjong Bulat atau lonjong, bentuk cawan
Tepi lesi Tepi rata, tanda radang (-) Tidak rata / ≠ teratur, tanda radang (+)
Dinding Tegak lurus Bergaung

Dasar Bersih, merah Jaringan granulasi yg mudah berdarah
Isi Serum Jaringan nekrotik, pus
Perabaan / konsistensi Indurasi (+) Indurasi (-)
Nyeri atau tidak Indolen / tidak nyeri Dolen / nyeri
Pembesaran KGB Tanda supurasi (-) Tanda supurasi (+)
MDL/UM/Peb/2006
DIAGNOSIS BANDING
Perbedaan herpes genitalis, sifilis std I, limfogranuloma venereum & granuloma
inguinale

HG S I/ UD LGV GI

Lesi Vesikel berkelompok, bl pecah,  Ulkus bulat, bersih, Efek primer tidak spesifik, cepat Ulkus dengan
erosi  ulkus dangkal, bentuk indolen, indurasi, menghilang/sembuh sendiri,. granuloma
bundar, soliter / multipel, sekret Beberapa kelenjar yang
sedikit, dinnding gaung, indurasi (-) membengkak melekat menjadi satu.
Nyeri raba (+)

Tanda radang > ringan dari UM Negatif Positif Positif
akut
Lab Pem. sediaan hapus sel raksasa Pem lapang gelap / Ikatan komplemen untuk LGV, titer Sediaan jaringan tidak
berinti banyak (-) pewarnaan Burri, < dari 1/16, tes ulang titer ↑ ditemukan badan
spirokheta (+). Donovan
Pembesaran Tanda radang (-), Pembesaran KGB inguinal,
KGB periadenitis (-), perlunakan perlunakan tidak serentak
(-)

MDL/UM/Peb/2006
TERAPI
SISTEMIK
1. Siprofloksasin 2 x 500mg/hari per oral selama 3 hari atau,
2. Eritromisin 4 x 500mg/hari per oral selama 7 hari, atau
3. Azitromisin 1 gram per oral dosis tunggal atau,
4. Seftriakson 250mg IM dosis tunggal

LOKAL
Kompres atau rendam dengan larutan salin untuk menghilangkan debris
nekrotik
Bila terdapat bubo telah mencapai ⦵ 5 cm atau lebih  aspirasi.
Condiloma Acuminata
• Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus papiloma humanus
(HPV) tipe tertentu dengan kelainan pada kulit dan mukosa anogenital.
• 90% disebabkan HPV tipe 6 dan 11, masa inkubasi 3 minggu - 8 bulan
PATOGENESIS
• Jalur transmisi utama HPV kontak seksual penetrasi (vagina, anal,oral)
• Abrasi epitel dan trauma minor saat aktivitas seksual mempermudah
transmisi dan infeksi HPV ke se target
• Target infeksi HPV sel pada lap basal
• HPV bereplikasi pada sel basal yang aktif membelah gangguan pada
kontrol siklus sel gambaran klinis eksofitik
Faktor Resiko dan Proteksi
• Faktor resiko • Faktor proteksi
1. Jumlah pasangan seksual > 1 sirkumsisi
1 2. Penggunaan kondom
2. Riwayat IMS lainnya secara konsisten
3. Rokok 3. Vaksinasi
4. Pengunaan kontrasepsi oral
5. Individu imunokompromais
Manifestasi Klinis dan Predileksi
• Tumor menyerupai kembang kol • Predileksi : Terkait aktivitas
seksual
• Sewarna kulit atau merah muda
-meatus uretra
• Bentuk :
• kubah -penis, skrotum
• papul datar -serviks, vagina
• lesi hiperkeratotik -anus, perianus
• Lesi KA dapat -lipas inguinal
• soliter -rongga mulut
• multiple tersebar, berkelompok,
menyerupai mulbrry
• kerkonfluens membentuk plak
Manifestasi Klinis
• Asimptomatik (75%)
• Dapat pula disertai :
1. Pruritus anogenital
2. Rasa terbakar
3. Nyeri
4. Tenesmus
5. perdarahan
DIAGNOSIS
• Anamnesis : benjolan di daerah • Px penunjang:
genital yang tidak nyeri, riw kontak - Histopatologi
seksual
- PCR : untuk mengetahui tipe
• Pemeriksaan klinis : HPV
- Papul soliter/multiple - Tes asam asetat 5%
- Terdapat 4 morfologi :
akuminata, papul dengan
permukaan menyerupai kubah,
papul keratotik, papul datar
Diagnosis Banding
• Kondiloma lata
• Karsinoma sel squamosa
• Keratosiis seboroik
• Skin tag
PENATALAKSANAAN
Terapi bergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi lesi
• Obat pilihan :
1. Tinktura podofilin 25% : kontraindikasi pada ibu hamil dan lesi yang luas
2. Asam trikloroasetat 80-90% : untuk lesi genital externa, serviks dan anus,
dapat digunakan pada ibu hamil
3. Podofiloktokdin 0,5%
4. Krioterapi
5. Bedah kauterisassi : untuk lesi yang besar
6. Laser CO2
7. Bedah eksisi