You are on page 1of 44

KONSEP BERMAIN

PADA ANAK
EMA HIKMAH SKP.MKEP

DEFINISI
Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik,
intelektual, emosional, dan social dan bermain
merupakan media yang baik untuk belajar karena
dengan bermain, anak-anak akan berkata-kata
(berkomunikasi), belajar menyesuaikan diri
dengan lingkungan, melakukan apa yang dapat
dilakukannya, dan mengenal waktu, jarak serta
suara (Wong, 2000)

Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan
dengan atau tanpa mempergunakan alat yang
menghasilkan pengertian atau memberikan
informasi, memberi kesenangan maupun
mengembangkan imajinasi anak (Anggani Sudono,
2000)

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan
berulang-ulang demi kesenangan, tanpa ada
tujuan atau sasaran yang hendak dicapai (Suhendi
et al, 2001)
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan
secara sukarela untuk memperoleh
kesenangan/kepuasan.(Supartini, 2004)

Bermain sama dengan bekerja pada orang dewasa. dan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling efektif untuk menurunkan stress pada anak. minatnya. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan serta kelemahannya sendiri. dan penting untuk kesejahteraan mental dan emosional anak (Champbell dan Glaser. perawatan dan cinta kasih. cara menyelesaikan tugas- tugas dalam bermain (Soetjiningsih. 1995) . 1995). Bermain tidak sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan.

perkembangan social. . perkembangan kesadaran diri. perkembangan moral dan bermain sebagai terapi. perkembangan intelektual.FUNGSI BERMAIN Fungsi utama bermain adalah merangsang perkembangan sensoris-motorik. perkembangan kreativitas.

aktivitas sensoris-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot.Perkembangan Sensoris – Motorik Pada saat melakukan permainan. . alat permainan yang digunakan untuk bayi yang mengembangkan kemampuan sensoris- motorik dan alat permainan untuk anak usia toddler dan prasekolah yang banyak membantu perkembangan aktivitas motorik baik kasar maupun halus. Misalnya.

Misalnya.Perkembangan Intelektual Pada saat melakukan permainan. aktivitas sensoris-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot. alat permainan yang digunakan untuk bayi yang mengembangkan kemampuan sensoris- motorik dan alat permainan untuk anak usia toddler dan prasekolah yang banyak membantu perkembangan aktivitas motorik baik kasar maupun halus .

Pada saat melakukan aktivitas bermain. Perkembangan Social Perkembangan social ditandai dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini terjadi terutama pada anak usia sekolah dan remaja. . anak usia toddler dan prasekolah adalah tahapan awal bagi anak untuk meluaskan aktivitas sosialnya dilingkungan keluarga. Meskipun demikian. anak belajar berinteraksi dengan teman. dan belajar tentang nilai social yang ada pada kelompoknya. memahami bahasa lawan bicara. Bermain dengan orang lain akan membantu anak untuk mengembangkan hubungan social dan belajar memecahkan masalah dari hubungan tersebut.

Perkembangan Kreativitas Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan mewujudkannya kedalam bentuk objek dan/atau kegiatan yang dilakukannya. anak akan belajar dan mencoba untuk merealisasikan ide-idenya. Misalnya. Melalui kegiatan bermain. . dengan membongkar dan memasang satu alat permainan akan merangsang kreativitasnya untuk semakin berkembang.

terutama dalam kaitannya dengan kemampuan untuk memahami dampak positif dan negatif dari perilakunya terhadap orang lain . Anak juga akan belajar mengenal kemampuannya dan membandingkannya dengan orang lain dan menguji kemampuannya dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. anak mengembangkan kemampuannya dalam mengatur tingkah laku.Perkembangan Kesadaran Diri Melalui bermain.Dalam hal ini penting peran orang tua untuk menanamkan nilai moral dan etika.

Misalnya. terutama dari orang tua dan guru. serta belajar bertanggung-jawab atas segala tindakan yang telah dilakukannya. Melalui kegiatan bermain anak juga akan belajar nilai moral dan etika. seperti baik/buruk atau benar/salah. merebut mainan teman merupakan perbuatan yang tidak baik. Oleh karena itu. penting peran orang tua untuk mengawasi anak saat anak melakukan aktivitas bermain dan mengajarkan nilai moral. belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan melakukan aktivitas bermain.Perkembangan Moral Anak mempelajari nilai benar dan salah dari lingkungannya. anak akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut sehingga dapat diterima di lingkungannya dan dapat menyesuaikan diri dengan aturan- aturan kelompok yang ada dalam lingkungannya. .

takut. cemas. seperti marah. anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan.Bermain Sebagai Terapi Pada saat dirawat di rumah sakit. dan nyeri. . Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu. dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan depat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. sedih.

dan fantasi serta ide-idenya. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat dirumah sakit . 3. 2. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit anak mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. keinginan. Mengembangkan kreativitas dan kemampuannya memecahkan masalah 4.TUJUAN BERMAIN 1. Mengekspresikan perasaan.

bayi akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang tuanya dan/atau orang lain. dan/atau mengoceh .KLASIFIKASI BERMAIN 1. Bayi akan mencoba berespons terhadap tingkah laku orang tuanya dan/atau orang dewasa tersebut/misalnya dengan tersenyum. atau sekadar memberikan tangan pada bayi untuk menggenggamnya . . tetapi dengan diiringi berbicara sambil tersenyum dan tertawa. berbicara sambil tersenyum/tertawa. Social affective play Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang menyenangkan antara anak dan orang lain. Misalnya. tertawa. Berdasarkan Isi Permainan a. Permainan yang biasa dilakukan adalah “Cilukba”.

b. misalnya memindah- mindahkan air ke botol. dengan menggunakan pasir. anak akan membuat gunung- gunungan atau benda-benda apa saja yang dapat dibentuknya dengan pasir . Misalnya. Cirri khas permainan ini adalah anak akan semakin asyik bersentuhan dengan alat permainan ini dan dengan permainan yang dilakukannya sehingga susah dihentikan . bak. Sense of pleasure play Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang pada anak dan biasanya mengasyikkan. atau tempat lain. Bisa juga dengan menggunakan air anak akan melakukan macam-macam permainan.

khususnya motorik kasar dan halus. Semakin sering melakukan latihan. anak akan semakin terampil. bayi akan terampil memegang benda-benda kecil. dan anak akan terampil naik sepeda. Skill play Sesuai dengan sebutannya.C. memindahkan benda dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi. keterampilan tersebut diperoleh melalui pengulangan kegiatan permainan yang di lakukan. . permainan ini akan meningkatkan ketrampilan anak. Misalnya.

ular tangga. dan lain-lain.d. puzzle. .misalnya. Games atau permainan Games atau permainan adalah jenis permainan yang menggunakan alat tertentu yang menggunakan perhitungan dan/atau skor. congklak. Permainan ini bisa dilakukan oleh anak sendiri dan/ atau dengan temannya. Banyak sekali jenis permainan ini mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern.

Unoccupied behaviour Pada saat tertentu. gembira.e. dan situasi atau obyek yang ada di sekelilingnya yang di gunakannya sebagai alat permainan. tertawa. . Jadi. atau apa saja yang ada di sekelilingnya. Anak tampak senang. dan asyik dengan situasi serta lingkungannya tersebut . anak sering terlihat mondar-mandir. tersenyum. sebenarnya anak tidak memainkan alat permainan tertentu. memainkan kursi. meja. jinjit-jinjit. bungkuk-bungkuk.

pada permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui permainannya. . kakaknya. Apabila anak bermain dengan temannya. Anak berceloteh sambil berpakaian meniru orang dewasa. Permainan ini penting untuk proses identifikasi anak terhadap peran tertentu . misalnya ibu guru. ayahnya. dan sebagainya yang ingin ia tiru. Dramatic play Sesuai dengan sebutannya. ibunya. akan terjadi percakapan di antara mereka tentang peran orang yang mereka tiru.f.

2. anak hanya mengamati temannya yang sedang bermain. Berdasarkan Karakter Social a. Onlooker play Pada jenis permainan ini. tetapi ada proses pengamatan terhadap permainan yang sedang dilakukan temannya. Jadi. tanpa ada inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan. . anak tersebut bersifat pasif.

tetapi anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya.b. anak tampak berada dalam kelompok permainan. ataupun komunikasi dengan teman sepermainannya . Solitary play Pada permainan ini. dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang digunakan temannya. tidak ada kerja sama.

. Parallel play Pada permainan ini.C. anak dapat menggunakan alat permainan yang sama. tetapi antara satu anak dengan anak lainnya tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga antara anak satu dengan anak lain tidak ada sosialisasi satu sama lain. Biasanya permainan ini dilakukan oleh anak usia toddler.

bermain hujan-hujanan dan bermain masak-masakan. dan tujuan permainan tidak jelas. tidak ada pemimpin atau yang memimpin permainan. Associative play Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak lain.d. . tetapi tidak terorganisasi. Contoh permainan jenis ini adalah bermain boneka.

aturan main harus dijalankan oleh anak dan mereka harus dapat mencapai tujuan bersama. Anak yang memimpin permainan mengatur dan mengarahkananggotanya untuk bertindak dalam permainan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam permainan tersebut. juga tujuan dan pemimpin permainan. pada permainan sepak bola. Misalnya. Cooperative play Aturan permainan dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan jenis ini. .e. ada anak yang memimpin permainan. yaitu memenangkan permainan dengan memasukkan bola ke gawang lawan mainnya.

dan usia 7 – 9 bulan. usia 4 – 6 bulan. . Anak usia bayi Permainan untuk anak usia bayi dibagi menjadi bayi usia 0 – 3 bulan. Berdasarkan Kelompok Usia Anak a.  Bayi usia 0 – 3 bulan Seperti yang telah disinggung diatas bahwa karakteristik khas permainan bagi usia bayi adalah adanya interaksi social yang menyenangkan antara bayi dan orang tua dan/atau orang dewasa sekitarnya. perasaan senang juga menjadi cirri khas dari permainan untuk bayi di usia ini.3. Selain itu. Karakteristik permainan anak usia bayi adalah “sense of pleasure play”.

beri kesempatan untuk mendengar pembicaraan. musik dan nyanyian yang menyenangkan. . misalnya mainan gantungan yang berwarna terang dengan bunyi musik yang menarik.Alat permainan yang biasa digunakan. Secara auditori ajak bayi berbicara. Oleh karena itu bayi harus ditidurkan atau diletakkan pada posisi yang memungkinkan agar dapat memandang bebas ke sekelilingnya. Dari permainan tersebut. secara visual bayi diberi objek yang berwarna terang dengan tujuan menstimuli penglihatannya.

serta meletakkan mainan yang berbunyi di dekat telinganya.o Bayi usia 4 – 6 bulan  Untuk menstimuli penglihatan. dapat dilakukan dengan cara selalu membiasakan memanggil namanya. biarkan bayi bermain air di dalam bak mandi. .  Untuk stimulasi taktil. dan sering berbicara dengan bayi. berikan mainan yang dapat digenggamnya. lembut dan lentur atau pada saat memandikan. dapat dilakukan permainan seperti mengajak bayi menonton TV. memberi mainan yang mudah dipegangnya dan berwarna terang. serta dapat pula dengan cara memberi cermin dan meletakkan bayi didepannya sehingga memungkinkan bayi dapat melihat bayangan di cermin. mengulangi suara yang dikeluarkannya.  Untuk stimulasi pendengaran.

biarkan ia mencoret- coret sesuai keinginannya. berbagai boneka. bola yang besar. misalnya buku dengan warna yang terang an mencolok. mainan yang bias dipegang dan berbunyi jika digerakkan. dapat dilakukan dengan memberi bayi boneka yang berbunyi. dapat dilakukan dengan memberikan mainan yang berwarna terang.  Stimulasi pendengaran. dan/atau mainan yang dapat didorong. . Untuk itu alat permainan yang dapat diberikan pada bayi. gelas dan sendok yang tidak pecah. atau berikan kepadanya kertas dan alat tulis.o Bayi usia 7 – 9 bulan  Untuk stimulasi penglihatan.

dalam melakukan permainan. . Anak usia toddler (>1 tahun sampai 3 tahun) Anak usia toddler menunjukkan karakteristikyang khas. Untuk itu harus diperhatikan keamanan dan keselamatan anak dengan cara tidak memberikan alat permainan yang tajam dan menimbulkan perlukaan. Oleh karena itu seringkali mainannya dibongkar- pasang. spontan. dan menunjukkan otonomi baik dalam memilih mainan maupun dalam aktivitas bermainnya. anak lebih bebas. Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Oleh karena itu. tidak bias diam dan mulai mengembangkan otonomi dan kemampuannya untuk mandiri. yaitu banyak bergerak. bahkan dirusaknya.2.

pasir. tanah liat dan lilin warna-warni yang dapat dibentuk benda macam-macam . Pada anak usia 1 sampai 2 tahun lebih jelas terlihat anak melakukan permainan sendiri dengan mainannya sendir. Jenis alat permainan yang tepat diberikan adalah boneka.Jenis permainan yang tepat dipilih untuk anak usia toddler adalah “solitary play dan parallel play”. anak mulai dapat melakukan permainan secara parallel karena sudah dapat berkomunikasi dalam kelompoknya walaupun belum begitu jelas karena kemampuan berbahasa blum begitu lancar. sedangkan pada usia lebih dari 2 tahun sampai 3 tahun.

. Demikian juga kemampuan berbicara dan berhubungan social dengan temannya semakin meningkat.c. Anak usia prasekolah (>3 tahun sampai 6 th) Sejalan dengan pertumbuhan dan oerkembangannya. Anak sudah lebih aktif. kreatif dan imajinatif. anak usia prasekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang dari pada anak usia toddler.

Permainan yang menggunakan kemampuan motorik (skill paly) banyak dipilih anak usia prasekolah. jenis alat permainan yang tepat diberikan pada anak misalnya. sepeda. alat olah raga. seperti ayah. Untuk itu. Anak melakukan permainan bersama-sama dengan temannya dengan komunikasi yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. ibu dan bapak atau ibu gurunya. mobil-mobilan. dramatic play dan skill play”.Oleh kerena itu jenis permainan yang sesuai adalah “associative play. berenang dan permainan balok-balok besar . Anak juga sudah mampu memainkan peran orang tua tertentu yang diidentifikasinya.

Mereka lebih mampu bekerja sama dengan teman sepermainannya. . permainan pada anak usia sekolah tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan fisik atau intelektualnya. Seringkali pergaulan dengan teman menjadi tempat belajar mengenal norma baik atau buruk. Anak usia sekolah (> 6 tahun sampai 12 th) Kemampuan social anak usia sekolah semakin meningkat. Bagaimana anak dapat menerima kelebihan orang lain melalui permainan yang ditunjukkannya.d. Sisi lain manfaat bermain bagi anak usia sekolah adalah mengembangkan kemampuannya untuk bersaing secara sehat. Dengan demikian. tetapi juga dapat mengembangkan sensitivitasnya untuk terlibat dalam kelompok dan bekerja sama dengan sesamanya.

. pemikiran dan sikapnya dalam menjalankan peran sebagai seorang perempuan.Karakteristik permainan untuk anak usia sekolah dibedakan menurut jenis kelaminnya. misalnya alat untuk memasak dan boneka. Anak laki-laki lebih tepat jika diberikan mainan jenis mekanik yang akan menstimulasi kemampuan kreativitasnya dalam berkreasi sebagai seorang laki-laki. Anak perempuan lebih tepat diberikan permainan yang dapat menstimulasinya untuk mengembangkan perasaan. misalnya mobil-mobilan.

. seperti kelompok basket. Anak usia remaja (13 th – 18 th ) Karakteristik anak remaja perlu mengisi kegiatan yang konstruktif. Untuk itu alat permainan yang tepat bias berupa berbagai macam alat olah raga. karang taruna dll. Prinsip kegiatan bermainbagi anak remaja tidak hanya sekedar mencari kesenangan dan meningkatkan perkembangan fisio-emosional. bakat dan aspirasi serta membantu remaja untuk menemukan identitas pribadinya.e. tetapi juga lebih juga ke arah menyalurkan minat. sepak bola. alat musik dan alat gambar atau lukis. misalnya dengan melakukan permainan berbagai macam olah raga. mendengarkan dan/atau bermain musik serta melakukan kegiatan organisasi remaja yang positif.

Lama Bermain 4. Tidak harus sehat 3. Dampingi anak . Pertimbangan usia 2. Pastikan mainannya aman 5.Syarat Bermain 1.

Lingkungan yang mendukung 5.Faktor yang mempengaruhi aktifitas bermain pada anak 1. Status kesehtan anak 3. Tahap perkembangan anak 2. Alat permainan yang cocok . Jenis kelamin anak 4.

Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi. singkat dan sederhana 3.Prinsip permainan anak di RS 1. Permainan harus melibatkan kelompok umur yang sama 5. Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalankan pada anak. Permainan harus mempertimbangkan keamanan anak 4. Melibatkan orang tua . 2.

Permainan pada anak di rumah sakit tidak hanya memberikan rasa senang pada anak. Meningkatkan hubungan antara klien (anak dan keluarga) dan perawat 2. Perawatan di rumah sakit akan membatasi kemampuan anak untuk mandiri. sedih tegang dan nyeri 4. Aktivitas bermain yang terprogram akan memulihkan perasaan mandiri pada anak 3. takut. tetapi juga akan membantu anak mengekspresikan perasaan dan pikiran cemas.KEUNTUNGAN BERMAIN PADA ANAK DI RUMAH SAKIT 1. Permainan yang terapeutuk akan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mempunyai tingkah laku yang positif .

TUJUAN BERMAIN DI RUMAH SAKIT Kebutuhan bermain mengacu pada tahapan tumbuh kembang anak. tegang dan nyeri. sedih. . sedangkan tujuan yang ditetapkan harus memperhatikan prinsip bermain bagi anak di rumah sakit yaitu menekankan pada upaya ekspresi sekaligus relaksasi dan distraksi dari perasaan takut. cemas.

Kegiatan bermain yang dijalankan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila permainan akan dilakukan dalam kelompok.PROSES KEGIATAN BERMAIN Uraikan kegiatan bermain yang akan dilakukan. . uraikan dengan jelas aktivitas setiap anggota kelompok dalam permainan dan kegiatan orang tua setiap anak. Ingat bahwa perawat hanya sebagai fasilitator dan kegiatan bermain harus dilakukan secara aktif oleh anak dan orang tuanya.

.ALAT PERMAINAN YANG DIPERLUKAN Alat permainan yang digunakan tidak harus yang baru dan bagus. Yang penting adalah alat permainan yang digunakan harus menggambarkan kreativitas perawat dan orang tua. serta dapat menjadi media untuk eksplorasi perasaan anak. Gunakan alat permainan yang dimiliki anak atau yang tersedia di ruang perawatan.

PELAKSANAAN KEGIATAN BERMAIN Selama kegiatan bermain respons anak dan orang tua harus diobservasi dan menjadi catatan penting bagi perawat. . bahkan apabila tampak adanya kelelahan pada anak permainan tidak boleh di teruskan. Proses dalam melakukan permainan merupakan hal yang terpenting. bukan semata- mata hasilnya.