You are on page 1of 16

Diagnosis dan

Penatalaksanaan Pasien
Ketuban Pecah Dini
Skenario 7
• Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke
kamar bersalin dengan keluhan keluar air dari jalan
lahir.
Rumusan Masalah
• Wanita 27 tahun keluar cairan dari vagina sejak 2
hari yang lalu.
Mind Map

Rumusan Anamnesis Epidemiologi


Masalah Pemeriksaan
Patofisiologi
Fisik

Pemeriksaan penatalaksanaan
penunjang
komplikasi
WD & DD Prognosis
Etiologi kesimpulan
Anamnesis
• Autoanamnesis / Alloanamnesis • Kegiatan yang dilakukan sebelum
• Identitas pasien (nama, usia gejala muncul
pasien, nama suami atau • Pekerjaan atau kegiatan
keluarga terdekat, alamat, kesehariannya
agama, pendidikan terakhir, suku
bangsa) • Apakah pernah melakukan
screening untuk kehamilan atau
• Apa keluhan utama yang dialami tes penyakit tertentu untuk
pasien kehamilan
• RPS • Riwayat kehamilan sekarang. (
Sudah berapa lama sejak cairan HPHT, usia hamil )
keluar • Riwayat kehamilan
Bagaimana warna, bau, dan jenis • Riwayat persalinan
cairan yang keluar • Riwayat penyakit dahulu
Apakah pernah terjadi sebelumnya • Riwayat penyakit keluarga
Pemeriksaan Fisik
• Kesadaran dan KU
• TTV : TD 110/70, nadi 90/mnt, suhu 36,6 drjt
celcius
• Perabaan thyroid, jantung, paru tidak teraba
kelainan
• Pemeriksaan ginekologi tampak cairan dari ostium
uteri eksterna.
Pemeriksaan Penunjang
• tes lakmus (tes nitrazin)
• Lakukan pemeriksaan inspekulo, nilai apakah ada cairan
keluar melalui ostium uteri eksternum (OUE) atau
terkumpul di forniks posterior
• Dengan pinset panjang atau klem panjang masukan cairan
lakmus ke dalam serviks.
• Jika kertas lakmus berubah warna menjadi biru, maka tes
lakmus positif atau menunjukan adanya cairan ketuban
(alkalis)
• Pemeriksaan darah lengkap ( lihat leukosit )
• Pemeriksaan mikroskopik (swab vagina)
• USG
Working Diagnosis
Ketuban Pecah Dini
(KPD)
• Selaput ketuban = diliputi oleh selaput janin yang terdiri
daripada lapisan amnion dan korion terdapat likuor amnii.
• Fungsi = memberikan ruang bagi janin untuk tumbuh,
bergerak, dan berkembang
• KPD adalah ketuban pecah spontan tanpa diikuti tanda-
tanda persalinan, ketuban pecah sebelum pembukaan 3 cm
(primigravida) atau sebelum 5 cm (multigravida)
• Ketuban pecah < 37 minggu = KPD pada kehamilan
prematur.
Differential Diagnosis
1. Keputihan Fisiologis
2. Bakterial vaginosis
Pemeriksaan Fisiologis Patologis
Anamnesis :
Warna sekret Bening Kuning hingga hijau
-Cairan vagina abnormal.
- BauKejernihan
vagina yang sekret Jernih
khas (bau amis/bau ikan) Agak keruh
- Gatal, Bau
iritasi dan rasa terbakar.
sekret Tidak berbau Berbau
- Kadang kemerahan dan edema pada vulva
Leukosit sekret Tidak ada/sedikit Ada/ banyak (menandakan
infeksi)
-Pemeriksaan Fisik :
- Sekret melekat pada dinding vagina yang tipis berwarna putih abu-abu
-Gejala peradangan (-)
Keputihan fisiologik dapat ditemukan pada :
-Pemeriksaan Penunjang
 Bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari
Ditemukan adanya Clue cell
 Waktu disekitar menarche

 Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus

 Waktu disekitar ovulasi

 Pengeluaran sekret dari kelenjar serviks uteri bertambah pada wanita dengan penyakit menahun.
Ketuban Pecah Dini (KPD)

Etiologi Epidemiologi
• berkurangnya kekuatan membran • Ketuban pecah dini berkisar
atau meningkatnya tekanan antara 3% sampai 18% dari
intrauterine
seluruh kehamilan. Hampir 30-
• Inkompetensi serviks (leher rahim)
40% persalinan preterm
• Kelainan letak janin dan rahim
disebabkan oleh ketuban pecah
• Kemungkinan kesempitan panggul
dini. Kira-kira 1,7% wanita
• Korioamnionitis
mengalami ketuban pecah dini
• Infeksi
pada usia kehamilan 24-34
• Faktor keturunan (ion Cu serum minggu, dan menyumbang 20%
rendah, vitamin C rendah, kelainan
genetik) untuk kematian perinatal.
• Riwayat KPD sebelumya
• Kelainan atau kerusakan selaput
ketuban
Manifestasi klinis
• Keluarnya cairan ketuban merembes melalui
vagina, cairan vagina berbau amis dan tidak seperti
bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih
merembes atau menetes
• Janin mudah diraba.
• Tidak adanya his dalam satu jam
• Nyeri uterus, denyut jantung janin yang semakin
cepat serta perdarahan pervaginam sedikit (jrg
terjadi)
TATALAKSANA
Konservatif
Jika tidak ada infeksi dan kehamilan < 37 minggu:
# Berikan antibiotika untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin:
• Ampisilin 4 x 500mg selama 7 hari ditambah eritromisin
250mg per oral 3 kali per hari selama 7 hari.
# Berikan kotikosteroid kepada ibu untuk memperbaiki kematangan paru
janin:
• Betametason 12mg I.M. dalam 2 dosis setiap 12 jam,
• Atau deksmetason 6mg I.M. dalam 4 dosis setiap 6 jam.
(catatan: Jangan berikan kortikosteroid jika ada infeksi)
# Lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu.
# Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm.

Aktif
Jika tidak terdapat infeksi dan kehamilan > 37 minggu:
# Jika ketuban telah pecah > 18jam, berikan antibiotika profilaksis untuk mengurangi
risiko infeksi streptokokus grub B:
• Ampisilin 2 g I.V. setiap 6 jam,
• Atau penisilin G 2 juta unit I.V. setiap 6jam sampai persalinan,
( Jika tidak ada infeksi paskapersalinan, hentikan antibiotika)
# Nilai serviks:
• Jika serviks sudah matang, lakukan induksi persalinan dengan
oksitoksin,
• Jika serviks belum matang, matangkan dengan prostaglandin dan
infus oksitosin, atau lahirkan dengan seksio sesarea.
KOMPLIKASI
• Persalinan prematur • Hipoksia dan asfiksia
Pada kehamilan aterm 90% terjadi Dengan pecahnya ketuban terjadi
dalam 24 jam setelah ketuban oligohidramnion yang menekan
pecah. Pada kehamilan antara 29- tali pusat hingga terjadi asfiksia
34 minggu 50% persalinan dalam atau hipoksia. Terdapat
24 jam. Pada kehamilan kurang hubungan antara terjadinya
dari 26 minggu persalinan terjadi gawat janin dan derajat
dalam 1 minggu. oligohidramnion, semakin sedikit
• Infeksi ketuban, janin semakin gawat.
Risiko infeksi ibu dan anak • Sindrom deformitas janin
meningkat pada KPD. Pada ibu KPD yang terjadi terlalu dini
terjadi korioamnionitis. Pada KPD
prematur, infeksi lebih sering menyebabkan pertumbuhan
daripada aterm. Secara umum janin terhambat, kelainan
insiden infeksi sekunder pada KPD disebabkan kompresi muka dan
meningkat sebanding dengan anggota badan janin, serta
lamanya periode aterm. hipoplasi pulmonar.

Prognosis
• Prognosis dari KPD tergantung pada waktu terjadinya, lebih
cepat kehamilan, lebih sedikit bayi yang dapat bertahan.
Bagaimanapun, umumnya bayi yang lahir antara 34 dan 37
minggu mempunyai komplikasi yang tidak serius dari
kelahiran premature.
kesimpulan
• Selaput ketuban yang membatasi rongga amnion terdiri atas
amnion dan korion yang sangat erat ikatannya. Selaput ketuban
berfungsi menghasilkan air ketuban dan melindungi janin
terhadap infeksi. Dalam keadaan normal, selaput ketuban pecah
dalam proses persalinan. Ketuban pecah dini adalah keadaan
pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Pemilihan
penangan ini disesuaikan dengan melakukan pertimbangan
terhadap usia gestasi, adanya infeksi pada komplikasi ibu dan
janin dan adanya tanda-tanda persalinan. Prognosis tergantung
pada usia gestasi, ada tidaknya infeksi, dan penangan yang tepat.
Semakin kecil usia gestasi, maka prognosisnya akan semakin bruk.
Demikian juga dengan infeksi bahwa dengan adanya infeksi maka
akan memperbruk prognosis.