You are on page 1of 27

RADIOLOGI

EKSTREMITAS ATAS
PENDAHULUAN

Pemeriksaan Rontgen Tulang dapat memberi informasi :


1. Lesi tulang & jaringan Lunak sekitarnya

2. Adanya fraktur/ancaman fraktur patologis

3. Asal/Sifat suatu lesi(jinak/ganas)

4. Sebagai guide untuk biopsi

5. Follow Up perjalanan penyakit


prinsip dasar pemeriksaan dan Pendekatan sistemis penilaian foto
pelaporan foto polos tulang dan sendi
• Jajaran tulang (alignment)
• Identitas dan label
• Korteks tulang (bone)
• Kualitas foto
• Tekstur tulang (bone)
• Mendeskripsikan abnormalitas dengan
• Sendi dan kartilago (cartilago)
bahasa deskriptif sederhana
• Jaringan lunak (soft tissue)
• Sistematis dalam menilai foto*

• Ulas kembali foto

• Pertimbangan klinis
SYARAT PEMERIKSAAN

1. Kondisi baik  Jelas beda densitas tulang dengan


jaringan lunak
2. Struktur tulang bagus  jelas beda corteks dengan
medulla
3. Mencakup persendian 2 tulang
4. Mencakup 2 posisi: AP dan Lateral
EVALUASI
• Densitas Tulang (normal/meninggi/menurun)
• Radiolucent Spongiosa (Normal/Bertambah/Berkurang)
• Besar Tulang, Bentuk Tulang, Kontur Tulang
– Tipe Fraktur(Linear/Oblik/Avulsi/dll)
– Lokasi Fraktur (Fraktur collum Femoris/Fraktur 1/3 os tibia/dll)
– Pembentukan Kalus (reaksi Penyembuhan)
• Jaringan Lunak Sekitar Tulang (Normal/ Pembengkakan/Pengapuran)
• Letak Tumor (Epifisis/Metafisis/Diafisis)
• Korteks Tulang (utuh/Menipis/Destruktif)
– Menipis : Tumor Jinak
– Destruktif : Tumor Ganas
• Reaksi Periosteal (ada/tidak)
– Ada = Tumor Ganas
• Lamelar (Garis sejajar Korteks)
• Sunray: (Garis tegak Lurus Korteks)
ANATOMI

Ekstremitas Atas terdiri dari beberapa tulang, Dan beberapa persendian yang menghubungkan
yaitu: tulang-tulang tersebut, diantaranya:

• Os Manus • Wrist Joint (Articulatio Radiocarpalia)


merupakan persendian antara Os. Radius dan
• Os Radius dan Os Ulna (Antebrachi) Ossa Carpalia di manus
• Os Humerus • Elbow Joint (Articulatio Cubiti) merupakan
persendian antara Ossa Antebrachi dan Os.
• Os Calvicula
Humerus
• Os Scapula • Shoulder Joint (Articulatio Glenohumerale)
merupakan persendian antara cavitas Glenoidalis
pada Os Scapula dan Caput Humeri
ANATOMI NORMAL PADA X-RAY MUSKULOSKELETAL
EKSTRIMITAS ATAS

Normal wrist, PA view


ANATOMI NORMAL PADA X -RAY MUSKULOSKELETAL EKSTRIMITAS
ATAS

Normal wrist, lateral view Normal elbow, AP view


ANATOMI NORMAL PADA X -RAY MUSKULOSKELETAL EKSTRIMITAS
ATAS

Normal elbow, lateral view Normal shoulder, AP view


ANATOMI NORMAL PADA X -RAY MUSKULOSKELETAL EKSTRIMITAS
ATAS

Normal elbow, axial view


PEMERIKSAAN RADIOLOGI
KONVENSIONAL

O L E H : D E S YA B I L L A K U S U M A A .
PELVIS
Tujuan pemeriksaan : Menampakkan pelvis dan
Memperlihatkan fraktur, dislokasi, penyakit
degeneratif dan lesi tulang
Posisi pasien : Pasien supine, kedua lengan
ditempatkan disisi dan menyilang di atas dada,
untuk kenyamanan letakkan bantal dibawah
kepala pasien
Sistematika membaca foto pelvis
1. Cek identitas pasien
2. Tampak foto pelvis AP view
3. Cek apakah layak baca atau tidak (Layak baca jika tampak prosesus spinosus lumbal 5)
4. Nilai aligment – Bone – Cartilage – Soft Tissue pada foto pelvis
Beberapa Struktur Penting yang perlu diperhatikan
• 1. Main pelvic ring
• 2. Foramen obturator
• 3. Sacroiliac joint simetris kanan dan kiri ( N 2-4 mm)
• 4. Ilioschium line
• 5. Iliopectineal line
• 6. Celah sendi pada simfisi pubis Normal ≤ 5 mm
• 7. Tear drop ( Tri radiate cartilage)
• 8. Roof of acetabulum
• 9. Anterior Lip
• 10. Posterior lip
• 11. Shenton line
Kriteria Radiograf :
• tampak femur proksimal
• lesser trochanter tampak bebas di bagian medial femur
• vertebra berada pada pertangahan kaset
• foramen obturator simetris
PELVIS ANTEROPOSTERIOR
PROJECTION
Pandangan pelvic AP memeriksa krista iliaka, sakrum, femur
proksimal, pubis, iskium dan cincin pelvis. Hal ini sangat penting
dalam manajemen pasien cedera parah yang datang ke bagian
gawat darurat.
Posisi pasien
• pasien terlentang
• Lengan tangan diposisikan sejajar dengan kepala. kaki
di extensikan sejajar dengan tubuh, sehingga Pelvis
tidak berotasi agar tulang paha, femur bagian atas dan
sendi panggul serta trochanter terlihat dengan jelas.
Evaluasi teknis gambar
Sepenuhnya dari tulang panggul
dicitrakan dari krista iliaka superior ke
poros proksimal femur.
foramina Obturator tampak sama.
Sayap Iliac memiliki cekungan yang
sama.
trochanter mayor dari femur
proksimal dalam profil.
ANTERO POSTERIOR INLET PROJECTION

• Tujuan pemeriksaan : untuk menentukan daerah dislokasi pada


trauma pelvis dibagian posterior dan untuk melihat adanya rotasi
kedalam atau keluar dari pelvis anterior.
• Posisi Pasien : Pasien supine diatas meja pemeriksaan / brankard
kepala diberi bantal supaya nyaman, kaki ekstensi dan supaya
nyaman lutut diganjal dengan spon.
• Kriteria radiografi :
• Tampak lingkaran pelvis
• Sekitar pelvis inlet
Evaluasi teknis gambar
Keseluruhan tulang pelvis berada
pada tengah gambar
crista iliac terlihat pada bagian
superior dari gambar, rami pubis
inferior dan superior pada bagian
inferior.
PROYEKSI AP “ OUTLET”
• Tujuan Pemeriksaan : Menampakkan
bilateral pubis dan ischia,pada trauma
pelvis untuk fraktur dan dislokasi.
• Posisi Pasien : Pasien supine diatas
meja pemeriksaan, kepala diberi bantal
supaya nyaman, kaki ekstensi dan
supaya nyaman lutut diganjal dengan
spon.
evaluasi teknis gambar
Keseluruhan pelvis tulang
dicitrakan dari superior krista iliaka
ke poros proksimal femur
Simfisis pubis menjadi pusat dari
gambar
Ada gambaran yang jelas dari
ramus pubis anterior dan inferior
Contoh Interpretasi foto pelvis normal
 Alignment tulang-tulang pelvis baik
 Tidak tampak tanda-tanda fraktur,
destruksi, maupun dislokasi pada
tulang
 mineralisasi tulang baik
 Celah sendi kedua sacroiliac joint
dan hip joint baik
 Jaringan lunak di sekitar baik
TERIMAKASIH