You are on page 1of 25

SENYAWA-SENYAWA RESIN

OLEH :
AHMAD HUSAIN PALLI, SSI. APT.,M.Kes.
OLEORESIN

 Oleoresin adalah campuran alami yang
homogen resin-resin dan minyak-minyak
menguap.

 Karena jenisnya yang sangat banyak
maka sulit membedakan oleoresin satu
sama yang lainnya sehingga tidak dapat
dibuat klasifikasi.
Oleoresin alam berasal dari :
1. Oleoresin Pini, Crude Terpentine,
Terpentine, Gum Terpentina,
Turebinthina

 Oleoresin Pini adalah oleoresin alam
yang sudah mengeras yang
diperoleh dari bermacam-macam
pinus (Suku Pinaceae).
 80-90 % jenis pinus yang digunakan
untuk menghasilkan oleoresin, yang
penting adalah :
 Pinus palustris Miller (berdaun panjang)
 Pinus echinata Miller (berdaun pendek)
 Pinus cubensis Grisebach
 Pinus maritina Lamarck
 Pinus longifolia Floxbergh
 Pinus alliottii Engelm
 Pinus taoda Linne
 Oleoresin adalah suatu hasil fisiologis
yang berasal dari pohon Pinus, tetapi
produksinya dilipatgandakan dengan
membuat luka.
 Oleoresin dihasilkan didalam saluran-
saluran atau reservoir-reservoir yang
terletak persis dibawah cambium
didalam lapisan kayu dan keluar secara
spontan, tetapi tidak cukup effisien
jumlahnya kalau diperhitungkan secara
ekonomis.
Untuk menghasilkan oleoresin
yang banyak, ada beberapa cara :
a. Box method, dengan memuat lubang
didalam batang pohon pinus,
kekurangannya pohon pinus hanya bisa
bertahan sampai 4 tahun sebelum mati.
b. Cup and Gutter method, Dibuat irisan pada
batang pohon dengan huruf V beberapa
buah. Dibawah irisan diikatkan cawan
penampung. Cara ini pohon pinus dapat
disadap selama 40 tahun
Untuk menghasilkan oleoresin
yang banyak, ada beberapa cara :
c. Cara yang terbaru disemprot dengan
larutan H2SO4 50 %, Kulit batang dikupas
kemudian disemprot dengan asam yang
menyebabkan jaringan parenkhim yang sel-
selnya berdinding tipis jadi larut, sehingga
saluran-saluran oleoresin bertambah lebar,
menyebabkan aliran bertambah cepat dan
mengurangi kemungkinan membekunya
oleoresin didalam saluran yang dapat
menyumbat saluran.
 Pengumpulan oleoresin berlangsung selama
32 minggu, hasil tahun pertama penyadapan
dengan kwalitas tinggi dikenal sebagai Virgin
terpentina

 Isi : Minyak menguap dan Resin

 Penggunaan : Sebagai bahan pembuatan
plester, sebagai obat luar kounteriritan
2. Bordeaux Terpentine
 Merupakan Terebinthinae yang khusus diperoleh
dari tanaman Pinus pinaster dan Pinus maritina
atau pinus yang lain yg tumbuh di Prancis Selatan.

3. Venica Terpentina, Terpentina Vanesia
 Adalah oleoresin yng kental yang diperoleh dari
tanaman Larixdecidua Miller (Larix euroean D.C)
suku Pinaceae, tanama asli dari Eropa tengah.
 Isi : Minyak menguap 20 %, Resin-resin asm 80 %

 Penggunaan : Sebagai antiseptika pada hewan dan
medium pada mikroskopik
4. Pix Burgundica, Burgundy Pitch
 Adalah suatu oleoresin yang merupakan eksudat dari
batang Picea abies L. (Picea excelosa Linn., Abies
excelosa Poiret.) (suku Pinaceae)
 Isi : Terutama resin, minyak menguap dan zat pahit
 Penggunaan : Counter irritansia di dalam plester

5. Capsici Fructus, Capsicum, Cayanne Papper
 Berasal dari tanaman : Capsicum frustencens Linne.
(African Chilles), Capsicum annum Linne var. conoides
Irish (Tobasco Pipper), Capsicum annum Linne, var.
Longum Bendt (Luisina Long Pepper), Capsicum
minimum Roxb. (suku Solanaceae).
 Isi : Kristal Kapsaisin yang sangat pedas
 Penggunaan : mengobati dyspepsia, flotulensi. Untuk
obat luar Kounteriritansia dalam bentuk salep atau
plester.
6. Balsamum Copaive, Copaiba, Balsam Copaiba
 Adalah oleoresin yang diperoleh dengan cara
menyadap tanaman yang berasal dari Amerika
Selatan yi : Capoifera sp. Terutama Copaifera
reticulate, Copaifera guianensis dan Copaifera
lanosdorffii yang berasal dari Brazil dan
Copaifera jacquini yang berasal dari Venazuela,
Guinana dan Columbia (suku Leguminosae, sub.
Suku Caesalpiniaceae)
 Isi : 40 – 90 % Minnyak menguap, tdk
mengandung asam sinamat dan asam benzoate.
 Penggunaan : Sebagai stimulansia dan
desinfektansia pada saluran kemih. Juga untuk
ekspektoransia, diuretika dan laksativa.
GOM RESIN DAN OLEUM GOM
RESIN
 Gom resin adalah campuran zat yang
terutama terdiri dari resin dan gom.
 Gomnya biasanya merupakan zat glikosidal
yang komposisinya menyerupai gom Acasia.
Sebagai contoh Gummi gutti, tidak
mengandung minyak menguap.
 Oleo Gom resin adalah campuran zat yang
terdiri dari gom resin dan minyak menguap
dan seringkali zat-zat lain.
 Sebagai contoh : Asafoetida, Salbanum,
Amoniacum, dan olibanum
1. Gummi Gutti, Gambone, Gambogia
 Gummi gutti adalah gum resin yang
diperoleh dari tanaman Garcinia hamburvi
(suku Guttiferae), tanaman ini berasal dari
Kamboja, Muangthai dan Vietnam.
 Isi : 65 – 80 % resin yang mengandung alfa,
beta dan gamma asam garsinolat (asam
kambogiat), 15 – 25 % gom menyerupai
arabin yang larut dalam air, terdapat juga
enzim oksidase.
 Penggunaan : sebagai katartika dan
purgative pada ternak
2. Olibanum, Frankincense
 Olibanum adalah suatu gom oleoresin yang diperoleh dari
sayatan batang tanaman Boswellia carterii dan spesies
lainnya (suku Borseraceae)
 Isi : 3 - 8 % minyak menguap, 60 – 70 %, resin, 27 – 35 %
gom
 Penggunaan sebagai dupa

3. Asa Foetida, Asa Fetida, Gum Asa Fetida
 Adalah gom oleoresin yang diperoleh dengan membuat
sayatan pada rhizome dan akar yang masih hidup dari
tanaman Ferula asa foetida line, Ferula rubricaulis
Boissier dan Ferula narthex (suku umbeliferae)
 Isi : Resin 45 – 60 %, minyak menguap 3 – 17 %, gom
sampai 25 %
 Penggunaan : Karminativa, stimulansia, ekspektoransia,
antispasmodikum dan laksativa
4. Ammoniacum, Amoniac
 Adalah eksudat gom oleoresin dari tanaman Dorema
ammoniacum (Suku Umbelliferae)
 Isi : Minyak menguap, asam resinat, resin 60 – 70 %,
gom 12-15 %, sedikit asam salisilat bebas dan asam-
asam yang mudah menguap
 Penggunaan : Stimulansia, karminativa, antiseptika
dan ekspektoransia
5. Salbanum
 Eksudat gom oleoresin dari tanaman Ferula
galbaniflua dan Ferula spesies yang lain (suku
Umbelliferae)
 Isi : minyak menguap, resin yang terdiri dari 20 %
umbelliferon yg terikat, 50 % galbaresionatannol dan
0,25 % umbeliferon bebas.
 Penggunaan : Stilansia, karminativa, ekspektoransia,
antispasmodikum.
BALSAMUM

 Balsamum atau Balsem adalah suatu
Campuran resin yang mengandung benzoate
atau asam sinamat atau kedua-duanya atau
ester-esternya didalam jumlah besar.
 Sering disebut Resin Balsem
 Balsem medicinal meliputi Tolu Balsem, Peru
Balsem, Styrax dan Benzoin.
1. Styrax, Storax, Liquid Storax
 Adalah Balsem yang diperoleh dari batang
tanaman Liquidammar orientalis Miller Levant
styrax atau Liquidammar styraciflua Linne –
American styrax- (suku Hamameliadaceae)
Isi :
 Levant styrax : k.l. 50 % alcohol resinat, 18 – 20
% storesin sinamat, 5 – 10% Stiresin atau sinamil
sinamat, 10 % fenil propel sinamat, 0,5%- 1 %
minyak menguap.
 American styrax : Stiresin dan zat-zat lain yg
terdapat pada lavent styrax, 7 % minyak menguap,
23 % asam sinamat, 23 % sinamin, 35 % ester-
ester resin dan 2 % asam-asam resin

 Penggunaan : Dalam bentuk tintur, styrax dipakai
sbg stilansia ekspektoransia dan anti septika
2. Balsamum Peruvianum, Balsam Peru (FI), Peru
Balsem (USP)
 Adalah eksudat dari tanaman Myroxylon pereirea
(Boyle) Kletzen yang telah dihanguskan atau dilukai
(suku Leguminosae) = sub. Suku Papilionaceae
 Isi : Ester Balsem yang terutama ; bensil sinamat,
bensil benzoatedan sinamil sinamat
 Penggunaan : Irritansi local, antisptika, parasitisida.

3. Balsamum Tolutanum, Tolu Balsem, Balsem of Tolu
(USP)
 Balsem diperoleh dari tanaman Myroxylon balsamum
Linne (suku Leguminosae)
 Isi : 75 – 80 % resin terutama toluresinotanol, minyak
menguap, asam sinamat, asama benzoate dll.
 Penggunaan : Antiseptika, ekspektoransia.
4. Benzoe, Kemenyan (FI), Benzoinum, Benzoin (USP)
 Ada dua yang terkenal :
 Kemenyan Sumatra (Benzoin Sumatra) dari tanaman
Styrax benzoin Dryander dan batang Styrax
paralleloneurus Perkin
 Kemenyan Siam dari batang tanaman Styrax tonkinensis
(Piarre) Craib ex Hartwich. (suku Styracaceae)
 Kemenyan Sumatra sudah dikenal dan dimuat di USP sejak
1820, Kemenyan Siam baru pada tahun 1905

Isi :
 Benzoin Sumatra :
- asam balsamiak dan ester-esternya
- asam-asam triterpenoi dan asam sumaresinolat.

 Benzoin Siam :
- (k.l. 75 %) rupa-rupanya adalah ester koniferil benzoate.
 Perbedaan keduanya :
 Kalau dipanasi, Kemenyan Sumatra dengan
KMnO3 -------bau benzaldehida, kemenyan
siam tidak bau.
 Larutan alkoholis ditambah larutan FeCl3,
Benzoin Sumatra tdak berwarna, Benzoin
Siam berwarna Hijau.

 Penggunaannya ; Antiseptika, stimulasia,
ekspektoransia dan diuretika
Perbedaan lainnya
Benzoin Sumatra Benzoin Siam

1. 75% zat-zat resin, yaitu 1. 90 % zat-zat resin, yaitu
benzoresin terdiri dari : siebenzoresin terdiri dari :
a. ester asam sinamat dgn a. ester asam benzoate dengan
resinotanol (92%) resinotanol (90%)
b. ester asam sinamat dgn b. ester asam benzoat dgn
benzoresinol benzoresinol

2. Pada peruraian benzoresin 2. Pada saponifikasi siabenzoresin
dihasilkan 30 % asam sinamat, dihasilkan : 38 % asam benzoate,
64 % resinotanol, 5 % 56 % siaresinotanol, 5 %
benziresinol benzoresinol
3. 12 % asam sinamat dan 9 % 3. Sedikit sekali/tidak ada asam
asam benzoate (bebas dan sinamat, 12 % asam benzoate
terikat) bebas
LATEKS (GETAH)

 Lateks atau getah adalah hasil alami yang
mempunyai susunan bermacam-macam,
mempunyai konsistensi seperti susu dan
terdapat didalam jaringan khusus didalam
tanaman yang disebut pembuluh latifer.
Walaupun secara kimiawi lateks berbeda
dengan resin namun keduanya dapat
diperoleh dari tanaman dengan cara yang
sama.
 Gummi Plastikum, Depuratum, Gutta Percha
 Adalah suatu eksudat yang berwarna putih kental
seperti susu yang diperoleh dari batang tanaman
Plaquium spesies dan Payena spesies kemudian
dimurnikan dan dikoangulasikan.
 Banyak spesies dari tanaman ini al : Palaquium
gutta, Palaquium oblongifolia, termasuk kedalam
suku Perchaceae
 Isi : 85 % Hidrokarbon putih, 10 – 20 % resin dan
gutta
 Penggunaan : Bahan Isolator, alat-alat bedah,
bahan untuk semen gigi.
 Chicle, Gum-Chicle, Sapodilla Gum
 Adalah lateks yang sudah dikeringkan dari
tanaman Achras zapota L digunakan dalam
pembuatan permen karet.
TERIMA KASIH