You are on page 1of 11

ASAS-ASAS PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN

MASRUDI MUCHTAR, S.H.,M.H.
Asas Hukum
 Setiap perundang-undangan yang dibuat selalu
didasari sejumlah asas atau prinsip dasar. Kata asas
ialah dasar atau alas, sedang kata prinsip
merupakan sino-nimnya (Wojowasito, 1972:17 dan
227)
 Asas hukum merupakan fondasi suatu perundang-
undangan. Bila asas tersebut dikesampingkan, maka
bangunan undang-undang dan segenap peraturan
pelaksananya akan runtuh.
Lanjut …
 Satjipto Rahardjo (1986:87)menyatakan asas hukum,
bukan peraturan hukum. Namun, tidak ada hukum
yang bisa dipahami tanpa menge-tahui asas-asas
hukum yang ada di dalamnya. Karena asas hukum ini
memberi makna etis kepada peraturan-peraturan
hukum dan tata hukum.
 Beliau, selanjutnya mengibaratkan asas hukum
sebagai jantung peraturan hukum atas dasar 2 (dua)
alasan :
Lanjut …
 1. Asas hukum merupakan landasan yang paling luas
bagi lahirnya sebuah peraturan hukum. Ini berarti
penerapan peraturan-peraturan hukum itu bisa
dikembalikan kepada asas hukum.
 2. Asas hukum karena mengandung tuntutan etis,
maka asas hukum diibaratkan sebagai jembatan
antara peraturan-peraturan hukum dengan cita-cita
sosial dan pandangan etis masyarakatnya.
Lanjut …
 Sudikno Mertokusumo, menyatakan bah-wa tak
semua asas yang tertuang dalam peraturan atau
pasal yang kongkrit. Alasannya, adanya rujukan
pada asas Nullum delictum nulla poena sine
praevia lege poenali ( Tiada suatu peristiwa dipi-
dana, kecuali atas dasar peraturan per-undang-
undangan pidana yang mendahu-lukannya ), dan
asas praduga tak bersalah (presumption of
innocence).
Lanjut …
 Asas-asas hukum (principles of legality) menurut Fuller adalah sebagai
berikut :
1. Peraturan-peraturan yang telah dibuat itu ha-rus diumumkan;
2. Tidak boleh ada peraturan yang berlaku surut, oleh karena apabila yang
demikian itu tidak dito-lak, maka peraturan itu tidak bisa dipakai untuk
menjadi pedoman tingkah laku; membolehkan pengaturan yang berlaku
surut berarti merusak integritas peraturan yang ditujukan untuk berla-ku
bagi waktu yang akan datang;
3. Peraturan-peraturan harus disusun dalam ru-musan yang bisa dimengerti;
4. Suatu sistem tidak boleh mengandung pera-turan-peraturan yang
bertentangan satu sama lain;
5. Harus ada kecocokan antara peraturan yang diundangkan dengan
pelaksanaan sehari-hari
ASAS PEMBENTUKAN PER-UU-AN

1. KEJELASAN TUJUAN
SETIAP PEMBTK PERAT PER-UU-AN HRS MEMPUNYAI TUJUAN YG JELAS
YG HENDAK DICAPAI.
2. KELEMBAGAAN ATAU ORGAN PEMBTK YG TEPAT
SETIAP JENIS PERAT PER-UU-AN HRS DIBUAT OLEH LEMBAGA/PEJABAT
PEMBTK PERAT PER-UU-AN YG BERWENANG.
3.KESESUAIAN ANTARA JENIS DAN MATERI MUATAN
HRS BENAR-BENAR MEMPERHATIKAN MATERI MUATAN YG TEPAT DG
JENIS PERAT PER-UU-AN NYA.
4.DPT DILAKSANAKAN
HRS MEMPERHITUNGKAN EFEKTIFITASNYA DIDLM MASY, BAIK SECARA
FILOSOFIS,YURIDIS MAUPUN SOSIOLOGIS.
5.KEDAYAGUNAAN /KEHASIL GUNAAN
MEMANG BENAR-BENAR DIBUTUHKAN/BERMANFAAT DLM MENGATUR
KEHIDUPANN BERMASY BERBANGSA DAN BERNEGARA
6.KEJELASAN RUMUSAN
HRS MEMENUHI PERSYARATAN TEKNIS, SISTEMATIKA/ PILIHAN KATA ATAU
TERMINOLOGI, SERTA BHS HKM NYA JELAS DAN MUDAH DIMENGERTI SHG TDK
MENIMBULKAN BERBAGAI MACAM INTERPRETASI DLM PELAKSANAANNYA.
7.KETERBUKAAN
DLM PROSES, DIMULAI DARI PERENCANAAN, PERSIAPAN, PENYUSUNAN, DAN
PEMBAHASAN BERSIFAT TRANSPARAN DAN TERBUKA, SHG SELRUH LAPISAN MASY
MEMPUNYAI KESEMPATAN YG SELUAS-LUASNYA UTK MEMBRIKAN MASUKAN DLM
PROSES PEMBUATAN PER-UU-AN.
ASAS MATERI MUATAN PER-UU-AN

1.PENGAYOMAN:
HARUS BERFUNGSI MEMBERIKAN PERLINDUNGAN UTK MENCIPTAKAN
KETENTRAMAN MASY.
2.KEMANUSIAAN
HARUS MENCERMINKAN PERLINDUNGAN DAN PENGHORMATAN HAM SERTA
HARKAT DAN MARTABAT SETIAP WN/PENDUDUK INDONESIA SECARA
PROPORSIONAL.
3.KEBANGSAAN :
HARUS MENCERMINKAN SIFAT DAN WATAK BANGSA INDONESIA YG PLURALISTIK
DG TETAP MENJAGA PRINSIP NKRI.
4.KEKELUARGAAN:
HARUS MENCERMINKAN MUSYAWARAH UTK MENCAPAI MUFAKAT DLM SETIAP
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
5.KENUSANTARAAN
SISTEM HK NASIONAL YG BERDSRKAN PANCASILA. MEMPERHATIKAN
KEPENTINGAN SELURUH WILAYAH INDONESIA DAN MATERI MUATAN PERAT PER-
UU-AN YG DIBUAT DI DAERAH MERPKAN BAGIAN DR SISTEM HK NASIONAL YG
BERDSRKAN PANCASILA.
6.BHINNEKA TUNGGAL IKA
HRS MEMPERHATIKAN KERAGAMAN PENDUDUK, AGAMA, SUKU/GOLONGAN,
KONDISI KHUSUS DAERAH DAN BUDAYA KHUSUSNYA YG MENYANGKUT
MASALAH-MASALAH SENSITIF DLM KEHIDUPAN BERMASY, BERBANGSA DAN
BERNEGARA.
7.KEADILAN
HARUS TERCERMIN SECARA PROPORSIONAL BAGI SETIAP WARGA NEGARA
TANPA KECUALI.
8. KESAMAAN KEDUDUKAN DLM HK DAN PEMERINTAHAN
TDK BOLEH BERISI HAL-HAL YG BERSIFAT MEMBEDAKAN BERDASARKAN
LATAR BELAKANG AGAMA, SUKU, RAS, GOLONGAN, GENDER ATAU
STATUS SOSIAL.

9.KETERTIBAN DAN KEPASTIAN HUKUM:
HARUS DAPAT MENIMBULKN KETERTIBAN DLM MASYARAKAT MELALUI
JAMINAN ADANYA KEPASTIAN HUKUM.

10.KESEIMBANGAN, KESERASIAN/ KESELARASAN
HARUS TERCERMIN ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU/MASY DG
KEPENTINGAN BGS/NEGARA.